Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Baju Seragam Untuk Meninjau Proyek


__ADS_3

Sebuah mobil Mercedes-Benz berwarna hitam itu masuk ke sebuah area parkir rumah sakit. Fox tidak langsung pergi ke kantor. Melainkan menemui Jelly dan ingin tahu mengapa dia harus di rawat di rumah sakit.


Setelah Fox bertanya pada bagian pelayanan rumah sakit. Dia langsung menuju ke ruang dimana Jelly di rawat.


Setelah menyusuri lorong-lorong rumah sakit dan akhirnya naik ke lantai dua menggunakan lift. Fox akhirnya menemukan ruang dimana Jelly di rawat.


" Jelly." panggil Fox yang melihat Jelly sedang memakai sepatunya.


" Fox." lirihnya.


" Kamu kenapa? kok bisa kamu dirawat di rumah sakit?" tanya Fox cemas jika terjadi apa-apa pada diri Jelly.


" Aku nggak apa-apa." jawab Jelly.


" Kalau kamu tidak apa-apa, harusnya kamu tidur di apartemen, bukan bermalam di rumah sakit." desak Fox supaya Jelly cerita


" A-aku ... " Jelly yang ragu dengan ceritanya. Takut jika dengan cerita, Fox malah khawatir dengan kecerobohannya.


" Aku kenapa?" Fox yang maju satu langkah menatap wajah kembaran Priyanka Chopra.


" Aku terjebak di lift yang rusak."


" Ha, bagaimana bisa?" tanya heran Fox dengan kerutan di dahi.


" Sudah lah tidak usah diceritakan, semua salahku. Aku tidak profesional kerja. Saat kamu menyuruhku ke PT. Sinar Jaya, ternyata Manager Kontruksi itu adalah mantan kekasih ku. Kamu tahu sendiri kan? hubungan ku dengan dia tidak pernah baik. Bayangkan saja satu jam dalam ruangan dengan orang yang kamu benci tapi harus tetap profesional." ucap Jelly menjelaskan kepada bos besarnya.


" Astaga ... lalu ... apa hubungannya dengan kamu terjebak di lift yang rusak?"


" Itu semua kecerobohan ku, karena saking geram dan bencinya aku bertemu dengan mantan kekasih ku yang bagai hantu. Karena bukan hanya sekali aku bertemu semenjak kehadirannya di Jakarta. Namun setelah nya, aku bertemu kembali bahkan lebih dari tiga kali."


" Terus?" lanjut Fox yang masih penasaran dengan apa yang terjadi pada Jelly.

__ADS_1


" Aku terjebak saat jam makan siang. Hampir satu jam aku di dalam lift dan berteriak minta tolong. Dan itu sangat mengerikan. Sampai aku tidak sadarkan diri dan akhirnya dibawa Milk ke rumah sakit." Jelly yang terngiang dengan kejadian mengerikan itu.


" Syukurlah kamu selamat Jelly." Fox yang menyentuhkan tangan kanannya pada bahu Jelly.


Jelly mengangguk.


" Oh, ya. Ini aku bawakan kamu seragam buat meninjau proyek lengkap dengan sepatu boot dan helmnya. Lain kali kamu jangan pakai hells! karena kebanyakan proyek kan masih setengah jadi. Jadi lebih baik sebelum meninjau proyek, kamu berganti seragam ini." Fox yang memberikan paper bag cokelat tua berisi seragam untuk meninjau proyek lengkap dengan helm dan sepatu boot nya.


" Terimakasih." Jelly yang merasa tidak enak karena lagi-lagi Fox lah sosok pahlawan nya.


Fox sebenarnya tidak tega jika menyuruh Jelly meninjau proyek lagi. Karena sebenarnya itu pekerjaan pria. Dia bisa saja tidak menyuruh Jelly dan melakukannya sendiri. Tapi dia yakin jika Jelly akan merasa tidak enak dan yang ada Jelly pasti tidak mau menempati apartemen dan menerima pemberian mobil darinya.


" Kalau begitu, aku akan antar kamu ke apartemen dan akan aku urus segera mobil mu. Untuk hari ini kamu jangan masuk kerja dulu. Kamu sebaiknya istirahat satu hari. Besok baru mulai kerja kembali." ujar Fox kepada Jelly.


Jelly hanya mengangguk dan nurut pada apa kata bos besarnya.


Fox kemudian membawa Jelly keluar dari ruang rawatnya. Saat keduanya akan berjalan menuju lift untuk turun. Jelly memaksa Fox untuk turun lewat jalur tangga manual. Traumanya yang terjebak di lift yang rusak, membuatnya ketakutan dan masih belum bisa melupakan peristiwa yang hampir saja merenggut nyawa nya itu.


.


.


" Milk." lirih kak Happy menyentuhkan telapak tangannya kepada punggung adiknya.


Sementara Milk yang baru saja berganti pakaian khusus untuk melihat Ita, pasien yang sedang kritis.


" Kamu yang sabar ya." Kak Happy yang dapat merasakan kesedihan mendalam dari sang adik laki-laki.


Mata sembab memerah dan wajah berantakan Milk yang dapat di lihat saat ini. Pikiran kacau entah apa dalam benaknya saat itu kecuali meminta keselamatan untuk Ita.


Milk yang kemudian berjalan memasuki ruangan dimana alat-alat seram terpasang di bagian vital tubuh Ita. Melihat istrinya terbaring tidak berdaya membuatnya merasa bersalah yang luar biasa.

__ADS_1


Tidak pernah terbayang dalam benaknya jika akan ada ujian sehebat ini. Dia pikir, sebentar lagi akan pulang ke Bandung dan menyaksikan kelahiran anak mereka.


Namun Tuhan berkehendak lain. Calon anaknya meninggal dan Ita kritis entah kapan sadarnya.


Kedua pipi tidak hentinya basah akibat air mata bening yang terus deras mengalir dari kedua bola mata.


" Honey ... kamu kuat ... kamu wanita kuat." isaknya saat ingin menyentuh bagian tubuh istrinya. Namun dia urungkan karena hampir semuanya penuh luka. Kepalanya melingkar perban begitu juga lengan sampai jari ditambal perban.


Milk hanya menatap Ita dari jarak dekat. Melihat dagu dan sekitaran wajah yang membiru akibat benturan dengan benda tumpul yang membuat nya lebam. Terbersit penuh penyesalan mengapa dia harus pergi ke Jakarta di saat istrinya sebentar lagi akan melahirkan.


" Ita bangun Ita." lirihnya bercampur dengan Isak tangis yang dia tahan sekuat tenaga. Suami mana yang tega melihat istrinya dengan keadaan memprihatinkan terbaring di tempat tidur pasien ditengah kondisi kritis berjuang antara hidup dan mati.


Ibu, ayah, kak Happy dan iparnya Dent. Hanya bisa melihat sedih Milk dari kaca jendela ruang dimana Ita sedang berjuang untuk sadar. Sudah tentu, mereka mengkhawatirkan kondisi Milk yang mungkin saja putus asa dengan musibah yang diterimanya.


Milk tidak kuasa dengan air mata yang terus mengalir dari kemarin.


.


.


Di tempat lain.


Jelly yang memejamkan mata dan menggenggam erat kedua tangan Fox karena saking takutnya menaiki lift apartemennya.


Fox hanya bingung dan mencari solusi supaya Jelly ada teman saat naik dan turun lift apartemennya. Dia lantas menyuruh seorang pegawai resepsionis dan memberi tahu Jelly supaya Jelly tidak usah takut lagi jika akan naik dan turun dari apartemen nya. Karena akan selalu ada yang menemaninya. Itu di lakukan Fox karena Fox juga cemas melihat Jelly yang ketakutan seperti tadi.


" Sekarang kamu tidak usah khawatir lagi ya." ujar Fox kepada Jelly.


" Terimakasih ya Fox." Jelly yang lagi-lagi berhutang banyak atas kebaikan yang Fox berikan.


" Iya sama-sama." Fox kemudian lanjut berangkat ke kantor dan meninggalkan Jelly. Dia juga sudah tenang, karena Jelly sudah ada teman saat naik dan turun dari lift apartemen.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2