Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Candy Kembali Kritis


__ADS_3

Fox pun tersulut emosi karena banyaknya pikiran. " Apa kamu bilang? Semua gara-gara saya? Bukan kah semua berawal dari kecemburuan kamu yang berlebihan?" tatapan tajam yang tak kalah dari Fox membidik kedua mata Tamarin. Fox lalu menyeringai. Menyudahi beradu tegang dengan istrinya supaya mulutnya tidak tercetus apa yang memenuhi kepalanya.


Sementara Tamarin, dia membenahi beberapa helai rambutnya ke belakang telinga. Masih tidak terima dengan apa yang terjadi dengan Candy yang tertabrak mobil malam itu. " Kamu jahat! Ayah macam apa kamu? Ayah macam apa?" seraya memukul-mukul dada bidang milik suaminya bertubi-tubi diikuti dengan isak tangis yang samar-samar.


Sementara Fox hanya bisa diam menerima pukulan demi pukulan dari kepalan sepuluh jemari Tamarin.


" Fox, Tamarin." Nyonya Mint diikuti Tuan Kino yang kemudian menghampiri keduanya. " Ada apa dengan kalian?"


Fox yang memilih pergi ketimbang dia lagi yang harus dipersalahkan.


" Fox, mau kemana kamu Fox?" Nyonya Mint mencoba memanggil Fox namun Fox bahkan tidak berhenti langkah dan berjalan meninggalkan mereka.


Fox jujur bingung dia harus pergi kemana. Pikirannya kacau balau dan tidak tahu harus berbuat apa. Dia mengacak kasar rambutnya dan kemudian memilih masuk ke dalam mobil. Berulang kali pun dia memukulkan dahinya pada badan setir karena saking frustasinya.


" Bagaimana dengan Candy Tamarin?" Nyonya Mint menyentuhkan telapak tangannya pada punggung Tamarin lalu mengusapnya.


" Candy melewati masa kritis, namun belum stabil dan belum bisa dipindahkan ke ruang rawat."


" Sebaiknya kamu sarapan dulu, biar ibu temani." Nyonya Mint lalu mengajak Tamarin untuk menuju kantin.


.


.


" huh ... " Jelly mengeluarkan nafas berat saat berdiri tepat satu langkah ke dalam, dari apartemen barunya.


Merasa lega, karena akhirnya dia bisa kuat dan meskipun sedikit kecewa dengan apa yang dikatakan oleh Fox yang tersirat pada pesannya.


Jelly melangkah, menatap wajah Jakarta dari jendela. Sejenak melamun. Terkenang selama enam tahun ini bekerja di Perusahaan Fox yang jelas sekali terlihat dari apartemennya.


Jelly memilih tetap tinggal di Jakarta. Hanya saja dia bergabung di Perusahaan yang justru menjadi lawan atau kompetitor dari Perusahaan milik Fox.


Tidak ada pilihan baginya menolak tawaran kerja dari Perusahaan oposisi. Itu terjadi kebetulan saja tanpa ada niat buruk dari Jelly.

__ADS_1


Jelly juga mengganti semua nomor ponselnya supaya berhasil dengan cepat melupakan segala hal yang berkaitan dengan Fox.


.


.


" Ada apa Dok? Ada apa?" Tuan Kino yang paniknya mengalahkan apapun ketika perawat sedang memeriksa Candy dan ternyata terjadi hal yang membuat Dokter dengan langkah besarnya masuk ke ruang dimana Candy terbaring.


Begitu juga dengan Tamarin yang tidak berhenti menangis dan akhirnya ambruk ditangan ibu mertuanya. Tamarin benar-benar tidak kuat dan tidak tega menyaksikan sendiri peristiwa nahas malam itu.


Setelah Nyonya Mint membawa Tamarin istirahat di ruang rawat karena kondisinya yang ikut lemah, Nyonya Mint berusaha menghubungi Fox.


" Fox, kamu kemana? Come on!" seraya berjalan mondar-mandir dengan sangat cemasnya.


Setelah cukup lama dia mengulang panggilan kepada putranya. Barulah Fox mengangkatnya. Fox pun masuk kembali ke rumah sakit dengan perasaan yang tidak menentu.


" Apa? Candy kritis lagi?" Tuan Kino yang tidak bisa berkata-kata lagi. Dadanya perlahan terasa sesak dan tubuhnya merasa lemas. Isak tangisnya jelas membasahi pipi karena dia tidak ingin kehilangan Candy.


Fox merutuki dirinya sendiri. Terlepas dari pikiran kacaunya saat ini. Ternyata nyawa Candy sedang berjuang di ruang UGD itu.


" Bagaimana Candy? Bagaimana Candy?" Tamarin berlari menangis histeris, meraung tanpa henti sejak tadi. Mendatangi Tuan Kino dan hanya bisa melihat putrinya dari dinding kaca. Diikuti dengan Nyonya Mint yang mengejar Tamarin dan berusaha menenangkan.


Jujur Fox tidak kuasa melihat itu semua. Fox pun berusaha mengenyampingkan dulu pikiran kacaunya. Dia berjalan mendekat dan membelai rambut cokelat terang milik Tamarin. Memeluknya dan melihat Candy dari dinding kaca bersama.


Setelah satu jam, Dokter dan perawat pun kembali memeriksa Candy. Lagi-lagi Dokter menyampaikan jika Candy masih kritis dan detak jantungnya sangatlah lemah.


Membuat Fox dan Tamarin menginginkan untuk bisa masuk ke dalam ruang Unit Gawat Darurat hanya ingin melihat putrinya. Dokter pun mengizinkan keduanya untuk masuk.


Setelah keduanya memakai pakaian khusus dari rumah sakit. Fox dan Tamarin pun masuk ke dalam ruangan dimana Candy terbaring.


" Sayang ... putri kecilnya mama. Candy bangun sayang!" Air mata Tamarin seakan tak ada habisnya sejak semalam menangis. Wajahnya yang pucat setelah sempat tak sadarkan diri, sudah tidak dia perduli kan lagi.


Membuat Fox yang tak kalah cemasnya pula berusaha menenangkan Tamarin berkali-kali. Keduanya seolah melupakan keegoisan mereka. Melupakan perang batin yang terjadi sejak kemarin malam untuk sementara. Bukan saatnya beradu tegang saling membela diri dan saling menyalahkan. Ada hal yang lebih penting yaitu nyawa Candy.

__ADS_1


Candy.


Maafkan papa sayang.


Terlepas kamu anak papa atau bukan ... serasa berhenti jantung Fox saat mengatakan hal itu. Dadanya sakit tapi Fox sendiri juga bingung.


Papa akan tetap sayang sama Candy.


Dalam hati Fox yang sama hancurnya sebenarnya. Namun disaat seperti ini tidak pantas rasanya membahas masalah Candy, istrinya dan apa yang dia lihat semalam dengan ayahnya.


Tidak berselang lama, alat yang berada di samping tempat tidur rumah sakit itu berbunyi.


Tiiit


Dengan begitu panjang bunyinya membuat Tamarin semakin panik dan bertambah sesenggukan berikut sesekali teriak histeris memanggil nama putrinya.


Fox pun dengan segera memanggil suster dan Dokter. Tidak butuh waktu lama Dokter berikut suster pun menutup pintu Unit Gawat Darurat.


Fox dan Tamarin di suruh keluar ruangan, supaya Dokter bisa menangani dengan cepat. Terlihat sekali detik-detik menegangkan dimana Dokter terlihat mati-matian berusaha menyelamatkan nyawa Candy. Alat pacu jantung yang ditempelkan pada tubuh Candy sontak membuat suasana di luar ruangan semakin menegangkan.


Semua yang menunggu di luar penuh dengan kekhwatiran. Sampai-sampai Tuan Kino tak bisa mengontrol emosi.


Menarik kemeja putih yang dikenakan Fox dari belakang. " Semua ini gara-gara kamu Fox, gara-gara kamu!" Tuan Kino yang masih tidak terima begitu saja dan masih memaki putranya sendiri.


Fox yang tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima semua amukan dari ayahnya.


Membuat Nyonya Mint melerai keributan yang jelas membuat banyak orang di rumah sakit itu sedikit banyak memperhatikan mereka.


" Sudah-sudah. Sampai kapan kalian akan ribut terus?"


" Bela saja terus itu putra kesayangan mu itu Mint!"


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2