Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Kamu Akan Saya Pecat Jelly!


__ADS_3

Jelly pun terkejut bukan main saat melihat pria yang hampir dia tabrak ternyata adalah ayahnya.


Berapa tahun dia tidak berjumpa dengan ayahnya? Bahkan lebih dari enam tahun lamanya, Namun tiba-tiba harus diingatkan kembali oleh sosoknya yang kini hadir di depan mata.


Jelly segera bangkit dan bergegas pergi dari hadapan pria yang telah membuat dirinya dan ibunya menderita.


" Jelly ... Jelly maafkan ayah Jelly," ucap pria itu yang berusaha mengejar putrinya. Dia berusaha menghadang langkah putrinya supaya berhenti. Dan akhirnya dia berhasil berdiri di depan putrinya persis. " Jelly maafkan ayah," ulangnya dengan kalimat yang sama dan tak pernah berubah.


Sementara Jelly diam. Antara harus marah, kesal, kepada pria yang sudah meninggalkan dia dan ibunya untuk waktu yang cukup lama. Seperti tidak dapat dimaafkan, terlebih dengan tidak berperasaan nya ayahnya menikah kembali ketika mengetahui keadaan ibunya yang sedang sakit-sakitan.


" Apa kamu masih marah sama ayah Jelly?"


Jelly hanya tersenyum smirk. Air mata yang mengambang rasanya tidak pantas dia tumpahkan untuk pria yang sudah kejam kepada ibu dan putrinya sendiri.


Sementara Davos, Davos melihat keanehan pada Jelly dan pria itu dari dalam mobil yang sepenuhnya tertutup jendela kacanya.


Davos menduga jika Jelly mengenal orang yang hampir di tabrak nya. " Siapa pria tua itu?" lirihnya seraya menelisik meskipun hanya bisa dia lihat dari kaca depan mobil.


" Rasanya kita sudah tidak ada hubungan lagi." Dengan datar bahkan cenderung dengan tatapan tidak sukanya Jelly kepada lelaki tua itu.


" Jelly maafkan ayah Jelly," seraya memutar langkah mengikuti jejak putrinya yang bergegas membuka pintu mobil dan akan meninggalkannya.


Jelly bahkan tidak sedikitpun ingin melihat wajah ayahnya. Jika dia boleh meminta. Dia tidak ingin dipertemukan kembali olehnya. Kebencian kepada ayahnya mengakar kuat dalam hatinya. Terlalu sakit hati terlebih jika saat itu dia harus mengingatnya.


Bagaimana bisa? Ibunya yang sakit dan hanya bisa terbaring di tempat tidur, malah diceraikan begitu saja tanpa ampun. Masih ada tambahan lagi, yakni di suruh pergi dari rumahnya sendiri berikut dengan putrinya. Memilih melenggang dengan perempuan lain yang jelas itu menghancurkan hidup keduanya. Lalu pantaskah dia kembali dan mengucap kata maaf sementara ibunya sudah berada di beda alam darinya?


Jelly bahkan terkesan arogan jika dilihat oleh Davos. Jelly melajukan mobilnya seolah tidak peduli dengan pria yang terus memanggil namanya sejak tadi.


Bahkan hingga menggedor pintu kaca jendela mobilnya berikut body mobilnya semampu yang ayahnya bisa.

__ADS_1


Namun mobil Jelly tetap melaju hingga jauh dari pandangannya.


" Maafkan ayah Jelly." Tubuhnya terasa kelu melihat perlakuan putrinya yang terkesan sangat membencinya.


Ingatan nya membayang di peristiwa tujuh tahun silam.


" Kemasi barang-barang kalian!" Ayah Jelly tampak murka saat masuk ke ruang dimana anak dan istrinya tengah saling menguatkan karena selesai berobat dari rumah sakit.


" Apa maksud ayah?" Ibu dari Jelly yang berusaha meminta penjelasan apa yang yang baru saja suaminya katakan.


" Kamu baca ini! Mulai detik ini, kita sudah tidak ada ikatan suami istri. Sebentar lagi aku akan menikah. Dan aku tidak ingin kalian tinggal di rumah ini lagi."


Ibu dari Jelly hanya bisa menahan air matanya. Bahkan menahan rasa nyeri yang secara tiba-tiba dia rasakan saat mendengar perkataan suaminya. Serangan jantung membuatnya dilarikan ke rumah sakit saat itu. Dan Jelly tahu betul bagaimana rasanya saat itu.


Pontang-panting sendirian tanpa sepeser pun dia memberikan putrinya dan mantan istrinya itu uang. Apalagi saat itu mantan istrinya tengah sakit keras, sakit komplikasi pada bagian semua organ vitalnya yang sudah tidak berfungsi dengan baik.


Dan pria itu ingat betul jika Jelly benar-benar menangis hebat memeluk ibunya. Mencoba melawannya sekuat tenaga bahkan mengobrak-abrik pesta pernikahan yang digelar mewah di pelataran rumahnya.


Namun saat itu, dia bahkan murka habis-habisan hingga menampar Jelly karena merusak acara pernikahannya dengan wanita yang saat itu dia gandrungi.


Lelaki tua itu masih berdiri membeku dengan posisi kaki yang sedikit rapuh. Air matanya memecah bersamaan dengan tubuhnya yang luruh hingga kedua lutut yang menopang bagain tubuh atas miliknya.


Isak tangisnya tak kuasa untuk dia tahan menyesali semua perbuatan yang dia lakukan silam. Menghardik putrinya sendiri demi wanita yang nyatanya kini malah membuangnya dan tak menyisakan apapun untuknya.


Seluruh hartanya dikuras oleh istri barunya. Dan yang lebih menyakitkan adalah melihat istri barunya melenggang membawa pria yang sepantaran dengan usia istrinya untuk menertawakan dirinya.


Bukankah itu sama persis terhadap apa yang pernah dia lakukan terhadap mantan istrinya. Benar saja, jika putrinya sangat membencinya dan seolah enggan melihat wajahnya kembali.


Demi apapun, dirinya memang tidak pantas mendapatkan maaf dengan mudah dari Jelly. Tapi itu tidak akan menyurutkan langkahnya untuk kembali meminta maaf kepada mantan istrinya.

__ADS_1


Kemana dia? Ayah Jelly yang mengakhiri ingatan masa lalunya. Memberhentikan tangisnya dan bangkit kembali menyusuri jalanan Jakarta yang tidak tahu dia harus kemana.


.


.


Disisi lain.


Davos tidak punya pilihan selain diam. Jika melihat Jelly yang tampaknya menahan amarah. Dia lebih baik diam meskipun jantungnya deg-degan karena ternyata wanita disebelahnya bahkan lebih garang dari dirinya.


Bagaimana bisa? Tak tanggung-tanggung Jelly memaksimalkan seluruh kecepatan mobilnya melebihi kecepatan rata-rata.


Jujur dia ingin menegurnya. Karena bisa saja mobil ini bisa terbang jika dia terus-terusan memaksimalkan kecepatannya.


" Jelly ... Jelly hentikan Jelly!" Davos yang sudah tidak bisa menunggu lama lagi untuk menegur Jelly. Terlebih sedari tadi sepuluh jemarinya berpegangan kuat pada langit-langit mobil karena saking takutnya.


" Gila ... Ini gila!


Ini bukan di sirkuit Mandalika Jelly." Ketakutan Davos bertambah tatkala Jelly bahkan tidak mengurangi kecepatan mobilnya.


" Kalau kamu ingin mati, mati saja sendiri Jelly! Kamu bisa saya pecat Jelly!" Teriak dari Davos yang jujur saja pada kalimat terakhirnya membuat Jelly tersadar.


Ciiit


Pengereman dengan sangat signifikan dengan begitu mendadaknya membuat ban mobil Jelly berdecit menggesek aspal. Tidak langsung berhenti karena kecepatannya melebihi kecepatan diatas rata-rata itu untung saja tidak terbalik dan terbang. Mobil Jelly masih berputar-putar namun beruntungnya raga keduanya selamat meskipun teriakan Davos yang ternyata kelihatannya bos arogan dan dingin membuat harga dirinya seakan runtuh seketika.


Tidak disangka, jika pria yang duduk disebelahnya adalah pria penakut. Pria yang bahkan mengeluarkan seluruh keringat dinginnya tatkala Jelly menyetir di atas kecepatan rata-rata.


" Sssit!" umpatnya yang langsung keluar dari mulutnya. Diikuti dengan nafas sengal berantakan berhambur keluar ke udara. Begitu juga dengan Jelly yang bahkan seperti orang linglung seperti tak sadar apa yang dilakukannya.

__ADS_1


" Aku akan pecat kamu Jelly!" Nada ancaman Davos yang sepertinya terdengar tidak main-main di telinga Jelly.


BERSAMBUNG


__ADS_2