
Tamarin yang mendengar jika suaminya memanggil namanya. Dia kemudian berhenti langkah meskipun sesaat memejamkan kedua kelopak mata.
Ada apa lagi ini?
" Iya sayang." Tamarin memutar tubuhnya.
Fox yang kemudian mendekat dan membenahi resleting punggung yang terbuka lebar milik istrinya. " Kenapa kamu ceroboh sekali? Bagaimana kalau tadi dilirik sama pria lain saat kamu bertemu dengan Loly." ucap Fox yang jelas itu hanya menyamarkan supaya enak di dengar oleh istrinya. Namun lain halnya dengan batinnya.
Deg
Sontak saja itu membuat Tamarin serasa henti jantung. Memejamkan kelopak mata sebentar, mengatur nafas supaya tidak terlihat gugup di depan Fox. " Terimakasih sayang." Meskipun terdengar sumbang.
Tamarin pun berlalu dan melanjutkan langkah. Hells nya bahkan meninggalkan jejak suara hingga dia menaiki anak tangga ke lantai dua. Meskipun tidak dipungkiri, sesekali dia memandang ke arah suaminya yang sama pula masih memandanginya hingga dia lenyap di balik pintu kamar.
Ceklek
Fox pun berjalan kembali di kursi meja makannya. Meskipun tidak dipungkiri jika sejak tadi pikirannya mulai macam-macam.
" Papa lihat! nasi dan lauknya sudah habis kan." Candy yang excited sekali memperlihatkan piring nya bersih tanpa sisa makanan.
Fox pun melepas senyum sembari mengelus puncak kepala Candy. " Pinter anak papa."
" Bagaimana kalau setelah ini Candy ikut papa?"
" Hore ... Candy mau." Riang nya Candy dengan kedua kepalan sepuluh jemari tangan yang dia berdirikan.
" Tapi jangan bilang-bilang mama ya! Karena papa mau kasih kejutan buat mama." bisik Fox kepada putrinya.
" Siap papa."
Fox dan Candy pun akhirnya di antar supir menuju Mall untuk membeli sebuah ponsel tercanggih dan keluaran terbaru pastinya buat Tamarin.
Meskipun hinggap rasa aneh yang baru hari ini dia sematkan kepada Tamarin. Namun itu tidak mengubahnya lantas menjadi lelaki atau suami yang tidak pengertian tatkala istrinya berkata jika ponsel nya rusak.
Fox pun menyuruh petugas toko untuk membungkusnya seperti kado mewah pada umumnya.
" Papa aku mau es krim." rengek Candy pada papanya.
" Okay sayang, sebentar yah!"
Setelah Fox sudah membelikan Tamarin ponsel baru. Fox pun akhirnya menuruti apa mau putrinya yaitu makan es krim.
Candy pun makan es krim dengan sangat antusias hingga belepotan kemana-mana. Belum sampai es krim yang dinikmatinya sampai habis. Celetuk bocah manis itu mengerjap kan matanya.
" Papa, Candy kebelet pipis."
" Okay ... Come on!" Fox pun membawa Candy ke toilet mall.
Namun tidak sengaja keduanya bertemu dengan Jelly yang juga baru dari toilet Mall setelah makan siang. Keduanya pun berpapasan di pintu toilet.
" Jelly." Fox yang terkejut mengapa Jelly siang-siang keluyuran di toilet Mall.
" Fox." balas Jelly.
" Ayo papa, Candy kebelet pipis." Tarik Candy pada lengan kekar milik ayahnya.
__ADS_1
" Oh, iya sayang. Papa tunggu disini ya! Candy masuk sendiri okay! Ini kan toilet wanita sayang, jadi papa nggak boleh masuk."
" Okay papa."
Jelly pun melangkah lebih dekat dan berdiri di depan Fox yang dipinggir pintu toilet wanita.
" Fox." lirih Jelly yang bingung bagaimana bertanya masalah apartemen sebelah kepada bos besarnya itu.
" Oh ya, ngapain kamu di sini? Bukannya katanya kamu sakit?"
" Iya, ini tadi aku habis makan siang. Ini mau beli obat di apotik Mall. Trus mau beli beberapa barang untuk mengisi lemari pendingin di supermarket.
" Oh, ya sudah kalau begitu. Semoga lekas sembuh ya kamu." sembari menyentuhkan telapak tangannya ke bahu Jelly.
" Fox, ada yang mau aku tanyakan." Jelly yang ragu-ragu mengatakannya. Antara takut harus berkata bagaimana menjelaskan kepada Fox.
Ah, sepertinya tidak usah saja.
" Apa?"
" Papa aku sudah selesai." sahut Candy yang membuyarkan percakapan serius keduanya.
Fox kemudian menoleh ke arah Candy. " Pinter anak papa." seraya tersenyum karena cukup repot juga ternyata mengajak Candy hanya berdua tanpa Tamarin. Belum tadi Candy sudah sambat capek jalan kaki mengelilingi Mall, minta es krim dan kebelet pipis. Setelah ini apa lagi? jangan sampai minta pup di Mall juga.
" Ini Candy?" tanya Jelly yang belum pernah bertemu Candy namun Fox selalu bercerita padanya. Fox bahkan memajang foto Candy di meja kerja kantornya. Jadi sedikit banyak Jelly mengingatnya meskipun wajah asli Candy lebih menggemaskan dari yang di foto.
" Iya ini Candy." Fox yang bangkit setelah jongkok membenarkan rok merah muda milik putrinya.
" Halo Candy." sapa Jelly dengan senyum ramahnya.
" Kamu cantik sekali." puji Jelly seraya membungkuk dan memegang kuat kedua lututnya.
" Sama, Tante juga cantik. Mirip seperti mama ku."
" Oh ya." senyum yang kemudian timbul dari bibir Jelly.
" Papa, ayo kita pulang! Katanya mau buat kejutan untuk mama." Candy yang mengguncang lengan kekar milik ayahnya.
" Oh, okay sayang. Jelly, kita pulang duluan ya. Kamu cepat sembuh."
" Iya." Jelly yang segera ingin mengatakan hal yang dia lihat kepada Fox meskipun setengah batinnya memintanya untuk tidak bercerita.
.
.
Belum sampai rumah besar, ternyata Candy kecapekan dan akhirnya tertidur di dalam mobil.
Entah apa yang dipikirannya? Sampai-sampai dia mengatakan hal yang sulit untuk dia terima.
Apa iya anak cantik ini bukan anak papa?
Fox serasa ingin menampar dirinya sendiri. Ketika menatap lekat wajah bocah manis yang dahinya terpenuhi poni.
Mengapa hal seperti ini harus terlintas?bahkan terbilang mengusik kehidupan rumah tangganya dengan Tamarin.
__ADS_1
Tidak berselang lama, mobil pun sampai pada depan pintu rumah besar. Fox menyuruh bibi untuk menggendong Candy karena lagi-lagi anu nya belum bisa beroperasi dengan normal.
Fox yang telah sampai depan pintu kamarnya. Membukanya dan melihat Tamarin tengah pulas tidur di atas ranjang.
Fox pun duduk di tepi ranjang yang tidak jauh dari Tamarin tertidur.
" Sayang." Tamarin yang bangun karena merasakan ada seseorang di dekatnya.
" Kamu sudah bangun?" Fox yang menyerahkan bungkusan kado untuk Tamarin. Petugas toko itu cukup pintar membungkusnya. Sehingga Tamarin dibuat penasaran dengan apa isinya.
" Apa ini?" Tamarin yang menggosok berulang janggutnya dengan jari telunjuk.
" Buka saja!"
Tamarin yang masih memutar-memutar kotak berukuran sedang dengan kertas kado merah muda berikut dengan pita yang senada warnanya.
Perlahan dia menarik pita nya dan membukanya satu persatu. Cukup membuat penasaran juga ternyata, karena masih ada kardus lagi yang harus dia buka barulah dia mengetahui apa isinya. Setelah semuanya tak bersisa. Tinggallah kotak ponsel yang jelas terlihat dari sampulnya.
" Ponsel?" tatapnya kepada Fox dengan memperlihatkan ponsel tersebut.
" Bukankah tadi kamu berkata ponsel mu rusak?"
" Oh, iya tapi masih bisa dipergunakan sayang."
" Apa kamu tidak suka?"
" Aku suka." Tamarin yang malah semakin berdosa dengan suaminya. Bayangkan saja? Padahal tadi adalah kebohongan semata, tapi Fox malah membelikannya ponsel baru. Terlebih ini ponsel mewah dengan harga yang tidak main-main.
Tamarin kemudian memeluk suaminya. Menyembunyikan rasa bersalahnya di lubuk hati paling dalam. Sebenarnya air mata pun mengambang, namun dia berusaha untuk menahan. " Aku beruntung memiliki kamu."
Fox kemudian melepaskan pelukan istrinya.
" Mana ponsel mu?"
" Untuk apa?"
" Antara dibuang atau disimpan?"
Jelas itu membuat Tamarin terkejut. Mengapa Fox tiba-tiba meminta ponselnya meskipun semua ini karena salahnya. " Biar aku saja yang simpan. Lagi pula aku perlu memindahkan beberapa nomor kontak dari ponselku yang lama."
" Okay." Fox yang kemudian bangkit dari duduknya.
Berjalan ke walk in closet dan berganti pakaian. Sementara Tamarin keluar dari kamar.
Fox yang mendengar jika Tamarin keluar dari kamar. Perlahan dia membuka ponsel Tamarin yang dia tahu jika kode password nya tidak pernah berubah sejak dulu. Dan benar saja. Tamarin tidak mengganti kode password ponselnya.
Fox dengan cepat mencari sesuatu yang menurutnya hari ini istrinya terbilang aneh sampai melupakan jadwal jemput Candy ke sekolah. Apakah benar karena Loly?
Fox mencari nama Loly sahabat Tamarin. Namun namanya bahkan tidak terbaca dalam panggilan terjawab Tamarin.
Di daftar panggilan tak terjawab pun, nama Loly juga tidak terbaca. Dengan cepat Fox menggeser ke aplikasi chating berlogo hijau yang ternama itu. Tetap saja. Nama Loly tidak ada berkirim pesan kepada Tamarin.
Lalu kemana dia tadi?
BERSAMBUNG
__ADS_1