
" Kamu butuh jawaban apa lagi? Sumpah demi apapun. Aku hanya kasihan pada Jelly. Semua yang aku lakukan padanya. Atas dasar kasihan dengan hidupnya yang berantakan." Fox yang bahkan bersimpuh di kaki Tamarin. Dan jujur itu membuat Tamarin kaget.
" Apa ada yang belum kamu sampaikan?" imbuhnya dengan pertanyaan yang masih ditelisik nya. Meskipun dia sadar dia tidak pantas menanyakan perihal demikian kepada suaminya. Karena jika dia mau berkaca. Dia bahkan yang seharusnya dicerca dengan berbagai tuduhan dan pertanyaan oleh Fox.
Bayangkan saja? Jika wanita itu sampai tahu hubungan gelapnya dengan Tuan Kino. Hancurlah Mina. Fox pasti akan diberitahu olehnya dan entahlah apa selanjutnya yang akan terjadi dengan rumah tangganya.
Tamarin yang terdengar menghembuskan nafas sesak dan tampak memegangi dadanya karena ketakutannya sendiri.
" Kamu kenapa?"
" Tidak, tidak apa-apa." Meskipun dengan sangat cepat keringatnya serentak memenuhi dahi. " Ayo katakan, apa ada yang kamu belum sampaikan kepada ku?" desak Tamarin lagi.
Fox bangkit dan menghembuskan nafas kasar. Sebenarnya dia tidak ingin membicarakan kepada Tamarin, jika dia membelikan hadiah mobil mewah kepada Jelly. Namun ketimbang nanti Tamarin tahu belakangan, jadi lebih baik Fox menjelaskannya sekalian. Supaya nantinya tidak timbul pikiran macam-macam yang dilayangkan Tamarin kepadanya. " Iya, aku membelikan dia mobil mewah guna transportasinya selama pulang pergi ke kantor. Tapi itu semua memang harus dia dapatkan karena untuk menunjang jabatannya di kantor."
Membuat Tamarin bertambah geleng-geleng kepala. Rasanya tidak percaya jika Fox suaminya bisa berbuat demikian ke wanita lain selain dirinya. " Apa aku tidak salah dengar?" Kerutan di dahi Tamarin pun bertambah dan tidak hanya satu atau dua garis saja.
" Sayang."
Tamarin yang bangkit dari single sofa dan berlalu meninggalkan suaminya. Tak perduli berapa kali Fox mencoba untuk memanggilnya. Namun tetap saja dia enyah enggan mendengarkan omong kosong apa lagi yang akan disampaikan oleh suaminya.
" Bukan kah aku sudah berkata jujur? Lalu kenapa kamu marah? Bukankah aku bilang juga, jika aku tidak memiliki perasaan apa-apa dan aku sama Jelly tidak ada hubungan apa-apa." Nada Fox semakin meninggi karena tidak terima Tamarin seolah menuduhnya ada main bersama Jelly.
" Tamarin ... Tamarin." Fox mencoba menghentikan langkah istrinya yang terkesan tidak mendengarkannya. Dia bahkan sudah berhasil berdiri tepat di depan Tamarin menghalangi jalannya yang ingin keluar dari walk in closet.
" Aku mau tidur."
" Sayang, aku mohon maafkan aku. Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Jelly?" Fox semakin frustasi dan lebih keras bereaksi karena sikap Tamarin yang malah menjadi setelah dia berkata perihal mobil yang diberikan kepada Jelly.
__ADS_1
" Tamarin, katakan sesuatu! Kenapa kamu diam? Apa kamu tidak percaya dengan suami mu?"
" Hah." Tamarin mendengus kasar. Sedikit sakit hati namun mungkin apa yang dilakukannya lebih menyakiti hati Fox jika Fox tahu. Namun dia sengaja melakukan ini, meskipun dia percaya seratus persen apa yang dikatakan oleh suaminya. Karena Fox tidak akan pernah bohong padanya. " Aku akan maafkan kamu. Dan aku akan melupakan semuanya. Asal kamu menyuruh nya pergi dari apartemen kamu dan mengundurkan diri dari kantor." Meskipun setelah itu Tamarin memejam kan kelopaknya matanya untuk setengah detik. Dia sendiri juga tidak menginginkan dirinya berubah tidak memilik hati seperti ini. Namun ini semua demi menyelamatkan rahasia hubungan terlarangnya.
Fox yang tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Tamarin. Kecemburuan Tamarin yang menurutnya adalah tidak berdasar terlebih dis sudah jujur bahwa dia hanya kasihan saja terhadap Jelly. " Apa kamu bilang?" Kedua kelopak mata Fox sedikit lebih melebar guna dapat menerjemahkan apa yang istrinya katakan. " Dimana Tamarin ku yang dulu?"
Tamarin yang memalingkan wajahnya, kelima jemari kanannya juga ikut resah ketika Fox berkata demikian.
Maafkan aku sayang.
Aku harus melakukan ini. Meskipun aku juga kasihan terhadap wanita itu.
Ini semua demi rumah tangga kita.
Aku tidak mau, jika wanita itu memiliki setitik kecurigaan bahkan sampai mengenaliku bersama Tuan Kino saat di apartemen enam tahun lamanya.
" Kamu tidak bisa menyuruh dia pergi kan?" Tamarin semakin membuat bersalah Fox. Supaya Fox terdesak dan akhirnya benar-benar menyuruh Jelly pergi dari apartemen dan kantornya. " Itu tandanya perempuan itu berharga?"
" Cukup Tamarin!" seraya memutar kembali dan melangkah dua kali lebih dekat dan menatap wajah istrinya baik-baik. " Apa lagi yang kamu minta setelah ini?" tatapan keduanya beradu tegang. Meskipun Tamarin sendiri tidak menginginkan.
Tamarin menarik nafas panjang. Dia kemudian mengatur ritme bicaranya. " Okay, kamu tidak harus menyuruhnya resign dari kantor kamu. Tapi kamu bisa menyuruhnya, untuk meninggalkan apartemen kamu. Bukan kah banyak apartemen? Kenapa sampai kamu menyuruhnya untuk tinggal di situ?"
" Astaga Tamarin." Fox yang lelah menjelaskan kepada Tamarin yang diselimuti rasa cemburu hebat terhadap Jelly. " Itu supaya apartemen aku tidak berdebu karena ada yang menempati. Apa itu salah Tamarin?"
" Bukankah ada cleaning servis? Jangan alasan!" Sorot mata Tamarin memang tidak dipungkiri ada kecemburuan. Namun begitu juga dengan Fox yang bersikukuh untuk jujur dan berusaha tidak berdusta. Namun mengapa Tamarin masih tidak percaya. Membuatnya lelah dan lebih baik meninggalkan istrinya supaya lebih tenang.
Geramnya kepada Tamarin tidak bisa dia sembunyikan. Langkah besarnya dengan menyambar jaket tebal di gantungan lemari pakaian membuat Tamarin bertambah resah.
__ADS_1
" Kamu mau kemana?"
" Bukan urusan kamu!" Fox lantas pergi meskipun Tamarin berusaha mengejar dan memanggilnya.
Namun saat langkah terakhir di ambang pintu kamarnya.
" Apa kamu mau pergi menemui wanita itu?" Pertanyaan Tamarin lagi-lagi membuat Fox malah tak terkendali.
" Cukup Tamarin! Bukan kah aku bilang aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Jelly. Apa kamu masih tidak percaya? Berapa kali harus aku katakan Tamarin? Berapa kali?" Teriakan Fox cukup mengagetkan Tamarin yang tanpa dia sadari meneteskan air mata.
Membuat Nyonya Mint, Tuan Kino dan Candy terbangun hingga akhirnya mereka melangkah ke luar kamar.
" Ada apa ini?" Nyonya Mint yang lebih dulu menyentuhkan telapak tangannya pada pundak putranya.
" Papa." panggil Candy yang baru kali ini tidak di gubrisnya.
Fox diam seribu bahasa dan berlari kecil menuruni anak tangga seraya mengenakan jaket tebalnya.
" Papa." panggil Candy yang mengejar papanya namun Fox sudah jauh dan terdengar menancap pedal gasnya.
Sementara Candy terus berlari mengejar mobil papanya. Halaman rumah yang luas pun tak menyurutkan dia terus mengejar mobil papanya. " Papa." teriaknya dan menambah kecepatannya saat tahu mobil papanya sudah keluar dari pagar tinggi yang menjulang.
" Nona Candy mau kemana Non?" tanya petugas keamanan yang panik melihat Candy memaksa keluar saat dia hendak menutup pagar tinggi itu.
" Aku mau kejar papa." Candy yang berhasil keluar pagar dan terus berlari meskipun papanya tidak mendengar. " Papa."
BERSAMBUNG
__ADS_1