Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Jelly Terjebak Di Lift


__ADS_3

" Bertemu dengan Manager PT. Sinar Jaya." lirih Jelly yang bimbang namun tidak mungkin dia menolaknya.


Dia kemudian mendatangi PT Sinar Jaya sesuai alamat yang diberikan oleh Fox pada pesan yang dikirimnya.


Jelly kemudian melangkah masuk ke dalam loby kantor PT. Sinar Jaya. Jelly di antar oleh salah seorang sekretaris dan menyuruhnya masuk dan duduk di sebuah ruangan yang ternyata Manager dari PT. Sinar Jaya masih ada meeting.


" Maaf pak, saya ... " ucapan Milk yang terhenti karena melihat sosok Jelly yang sedang duduk di kursi tamu ruang kerjanya.


Jelly bangkit dari duduknya dengan wajah bingung ditambah sebal tidak karuan menatap wajah Milk kembali.


Kenapa dia selalu ada dan selalu menghantui ku? batin Jelly bertanya.


" Jelly." sapa Milk yang berjalan lebih dekat ke posisi dimana Jelly berdiri.


" Saya mau bertemu dengan Manager PT. Sinar Jaya." ketus Jelly dengan tatapan tidak suka.


" Itu saya." jawab Milk.


Jelly menoleh dengan dahi berkerut.


" Bukannya saya harusnya bertemu dengan pemilik dari Fontera Land atau Fontera Fox?" tanya Milk kepada Jelly.


Jelly tidak langsung menjawab. Dia berusaha menata kata yang akan keluar dari mulutnya. Meskipun sebenarnya dia ingin pergi dari hadapan pria yang ada di depan nya. " Iya, tapi bos besar saya, istrinya sedang sakit dan masuk rumah sakit. Saya disuruh menggantikan." Kalau bukan karena saya bekerja, sudah tidak ingin aku bertemu dia kembali. keluh Jelly dalam hati.


" Oh ya, bagaimana dengan lutut mu?" tanya Milk yang masih peduli dengan Jelly.


" Kita langsung bahas masalah pekerjaan saja!" ketus Jelly yang nadanya dari tadi terpaksa berbicara dengan lawan bicaranya.


" Oh, okay. Kalau begitu akan saya ambilkan gambar yang sudah saya siapkan." Milk yang berjalan beberapa langkah menuju meja kerja nya dan mengambil map hijau tua yang berisi gambar-gambar bangunan apartemen dan berikut rincian dari kontruksi bahan yang dipakai dalam pembuatannya.


Jelly hanya bisa menyembunyikan tarikan nafas sebal karena mengapa seolah pria yang dihadapannya selalu menjadi bayang-bayang hidupnya. Rasanya dia sudah pergi menghilang dari kehidupan pria itu. Namun sayang, waktu jua yang berhasil mempertemukan mereka dalam sebuah keadaan.


Membuat Jelly geram setengah mati, hingga merutuki nasibnya sendiri. Duduk kembali di atas kursi tamu dengan terus melihat pemandangan gedung-gedung tinggi lewat jendela kaca yang mengelilingi ruangan tanpa ingin bertatap muka dengan pria yang sekarang berjalan menuju kepada nya.


" Ini." Milk yang menyerahkan map berwarna hijau tua itu kepada Jelly.


Dengan tatapan lengkap tidak suka, tidak nyaman hingga benci merasuki hati Jelly berusaha meraih map berwarna hijau tua dari uluran tangan Milk.


Satu jam berada di ruangan bersama pria yang dia benci bukanlah waktu yang mudah. Jelly berjuang keras untuk tidak menatap pria yang sedari tadi menjelaskan padanya tentang semua konstruksi yang akan dia pakai dalam pembangunan apartemen yang sedang bekerja sama dengan perusahaan dimana dia bekerja.

__ADS_1


Hingga tugas yang diberikan Fox selesai. Meskipun hatinya ingin menjerit aku tidak suka bertemu dia. Pria yang kini seolah tanpa dosa memporak-porandakan hatinya.


" Aku antar kamu sampai loby ya." ujar Milk seakan setelah urusan kerja siang ini selesai, selesai pula urusan sakit hati Jelly yang dipikir akan mudah memaafkannya.


" Tidak usah. Aku bisa sendiri." Jelly dengan cepat mengambil tas kerja dan juga map berwarna hijau tua itu untuk nanti dia serahkan ke Fox bos besarnya.


Milk hanya bisa pasrah dengan sikap Jelly yang sulit memaafkannya. Dia hanya membantu Jelly membukakan pintu ruang kerjanya dan melihat mantan kekasihnya berjalan pergi dari kantor dimana dia bekerja.


Jelly yang geramnya tidak ketulungan. Ingin menangis dan memaki sekaligus kepada pria yang terus membayanginya. Hingga pikirannya terbelah dan tidak fokus pada apa yang ada di depannya. Dia bahkan masuk pada sebuah lift yang jelas sudah ada plang dan tanda jika lift sedang rusak dan menunggu perbaikan.


Namun karena perasaannya campur aduk. Dia kemudian memencet tombol lantai 1 dan ...


" Aaaaaa." teriak Jelly sekencang-kencangnya. Nafasnya sengal ketakutan karena lift tiba-tiba gelap karena lampunya mati. Dan tidak ada sedikit cahaya pun di dalam lift.


" Ini kenapa?" air mata bening mulai jatuh bercampur takut dan sangat mengerikan. " Tolong ...Tolong ... " teriak Jelly yang masih belum di dengar oleh siapa pun.


Telapak tangannya terus menggedor-gedor dengan sangat kuat berusaha minta tolong. Dia sangat ketakutan lalu tersadar dengan ponselnya. Mencari-cari ponsel dalam tas di dalam lift yang gelap gulita. Jangan ditanya rasanya Jelly saat itu? Kucuran keringat deras mulai keluar dari tubuhnya. Sialnya ponsel mati karena baterai habis. Jelly menangis sesenggukan di pojokan.


Berusaha memencet seluruh tombol dalam lift berharap tombol alarm berbunyi. Namun sialnya juga, tombol alarm pun mati dan tidak berfungsi.


Setelah hampir satu jam. Dia mencoba kembali.Teriakan minta tolong dia lancarkan lagi dengan sisa pasokan oksigen yang ada dalam paru-paru. Berharap ada yang mendengarnya karena nafasnya sudah sesak dan lemas akibat AC dalam lift juga mati total.


Hingga ada seorang petugas teknisi yang memang berencana akan memperbaiki lift yang rusak mendengarnya.


" Siapa di dalam?" tanya seorang teknisi.


" Tolong pak." ucap Jelly lemah karena pasokan oksigen dalam paru-parunya menipis.


" Astaga ada orang." paniknya teknisi yang kemudian menghubungi Milk selaku Manager nya dan memberi tahu jika ada orang yang terjebak di dalam lift yang rusak.


" Apa?" kepanikan Milk dengan nafas takut jika lift kantornya memakan korban yang tidak lain adalah karyawannya.


Bisa-bisa bos besarnya akan sangat marah dan bahkan memecatnya dan berakhir dengan dia kehilangan pekerjaannya karena seluruh PT. ini dibawah pengawasannya.


Milk dengan berlari gegas menuju lantai ground dan itu adalah basement yang dimana tempat para teknisi dan juga gudang mereka.


Tidak lama Milk datang dengan wajah panik tidak ketulungan. Raut wajahnya tergambar ketakutan yang amat luar biasa karena sebuah kecerobohan.


" Bagaimana bisa seperti ini?" tanya Fox kepada seorang teknisi.

__ADS_1


" Saya sendiri juga tidak tahu pak." jawab takut dari seorang teknisi.


" Siapa di dalam?" Teriak Milk kencang menggebu ketakutan jika ujungnya harus ada nyawa melayang.


Jelly yang samar-samar mendengar jika itu adalah suara Milk. Karena tubuhnya sudah lemas dan kepalanya pusing. Terlebih pasokan oksigen yang menipis hingga membuatnya tidak sadarkan diri.


Tubuh Jelly terkulai lemas dengan memanggil nama Milk yang terdengar samar-samar karena tubuh Milk di depan pintu lift persis dan seolah jika yang ada di dalam lift adalah Jelly.


" Cepat!" teriak Milk kepada dua teknisi yang satunya baru datang dan membantu teknisi yang sedari tadi bersama nya.


Milk yang kacau memegangi kepalanya akibat dibuat pusing hebat karena kecerobohan entah siapa hingga akhirnya dia berusaha memastikan jika yang ada di dalam semoga bukan Jelly.


Dia yang hafal dengan plat nomor Jelly karena plat mobilnya sangat bagus hingga dia menghubungi petugas keamanan. Dan alhasil benar dugaannya, plat mobil dengan nomor B 31 LY, masih terparkir di area parkiran.


Milk semakin kacau kepalanya. " Jelly ... Jelly." panggilnya berulang namun tidak ada jawaban.


" Jelly kamu bertahan ya!" air mata bening tidak kuasa basah tanpa disadarinya.


" Milk." suara lemah Jelly yang sebenarnya mereka berdua dekat, bahkan wajah Jelly mungkin saja tersentuh dengan jemari Milk. namun sayang nya terhalang dengan pintu lift yang tertutup rapat. Namun Milk bisa merasakan jika Jelly sedang berjuang di ujung kematian akibat pasokan udara yang mungkin saja merenggut nyawanya.


Dengan penuh perjuangan dibantu dengan Milk dua teknisi sekuat tenaga membuka pintu lift dengan manual.


" eeeeeeegh." kekuatan ketiganya penuh untuk membuka pintu lift mati-matian.


" Hah ... hah ... hah ... " nafas sengal ketiganya dan alangkah bersyukurnya pintu lift segera terbuka.


Sepasang mata Milk yang seketika membelalak mengetahui mantan kekasihnya sudah terkulai di lantai lift. " Jelly ... Jelly." Karena saking paniknya, Milk berteriak. " Hubungi ambulans! cepat!" teriak Milk dengan memapah Jelly untuk keluar dari basement dan tidak dipungkiri jika dia sangat mengkhawatirkan Jelly hingga tanpa sadar dia meneteskan air mata.


Ngiung


Ngiung


Beruntung nya ambulans sudah datang karena salah seorang teknisi yang membantu tadi sudah menghubungi ambulans terlebih dahulu.


Membuat Milk merasa lega karena di dalam ambulans Jelly mendapatkan bantuan oksigen dan dapat dipastikan jika nyawanya terselamatkan.


Bersamaan dengan dirinya yang berada di dalam mobil ambulans untuk mengantar Jelly ke rumah sakit. Ponselnya bergetar namun di acuhkan nya. Seolah tidak ada yang lebih penting dari nyawa Jelly saat ini.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2