Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Perkara Bebek Goreng Yang Bikin Kolestrol


__ADS_3

" Hah, akhirnya." Milk yang menghempas tubuhnya di atas kasur apartemennya. Setelah perjalanan lebih dari tiga jam dari Bandung dia akhirnya bisa menghempas tubuhnya melemaskan otot-otot tangan nya yang sedari tadi mencengkeram setir mobil pribadinya. " Jelly di Jakarta? Apa dia bekerja di Jakarta ya?" lirih Milk yang menumpuk jari-jarinya dibawah kepala sambil bertanya-tanya sendiri.


.


.


" Itu tadi siapa?" tanya Fox saat sedang duduk makan malam bersama Jelly.


" Itu tadi Milk, mantan kekasih ku yang menikahi sahabat ku." jawab kesal Jelly dengan bibir mengerucut.


" Hahaha ... " gelak tawa Fox menggema seolah meledek kembaran Priyanka Chopra. Sadar tawanya mengundang tatapan beberapa orang, Fox langsung membungkam mulutnya dan menahan tawa pingkal di perutnya.


" Nggak lucu." Jelly yang menyambar tas di atas meja lalu bangkit berdiri dan meninggalkan Fox begitu saja.


" Jelly ... Jelly ... " panggil Fox yang kemudian berlari kecil dan berjalan cepat di belakang Jelly. " Saya bisa memberi SP satu sama kamu." ancaman penuh canda dari Fox yang dilayangkan kepada Jelly.


Jelly yang kemudian berhenti dan malah menantang candaan dari bos besarnya itu. Melirik tajam dengan malah menggoda. " Silahkan saja, ini kunci mobil dan apartemen nya." Jelly yang menggantungkan kunci mobil dan apartemen di jari telunjuk dan ibu jarinya di udara. Menunjukkan kepada Fox seolah tidak takut dengan ancaman canda yang dia layangkan kepadanya.


" Jelly, kamu kenapa sih?" tanya Fox dengan masih mimik wajah menggoda teman lamanya itu. Dan kedua tangannya menggenggam tangan Jelly yang memegang kunci dan menyuruh Jelly tetap menyimpan kedua kunci itu. Jelly yang tahu jika bosnya itu mengajak bercanda kepadanya.


" Aku benci sama dia, aku benci dia Fox. Aku benci sekali sama dia." Jelly yang kemudian menyandarkan tubuhnya ke body mobil biru nya.


Fox yang gemas melihat kembaran Priyanka Chopra lagi kesal. Meskipun bibirnya tidak berhenti menahan tawa. Namun dia berusaha mengerti keadaan teman lamanya itu. " Udahlah, Jakarta luas. Kamu mungkin tidak akan bertemu lagi sama dia. Ya, anggap aja kamu tadi menyambut kedatangannya saat dia baru sampai di Jakarta." ujar Fox berusaha menenangkan kembaran Priyanka Chopra.


" Apaan sih." gemas Jelly memukul Fox dengan tas tali panjangnya.


" Udah ah, aku pulang dulu ya." Fox yang kemudian membuka pintu mobilnya dan melaju lebih dulu meninggalkan Jelly.


Jelly yang hanya bisa mengangguk dan melihat body mobil bos besarnya itu sudah melaju ke jalan raya besar.


.


.


Fox yang dalam perjalanan tetiba mengingat jika Tamarin suka makan bebek goreng saat masa kuliah. Dia lantas berhenti di sebuah warung tenda yang Tamarin pernah mengajaknya. Warung tenda yang kalau buka hanya setiap malam. Itu pun tempatnya juga tidak terlalu jauh dari kawasan perumahan elit miliknya.


Namun setelah Fox membuka pintu mobilnya. Entah mengapa? dia mengurungkannya, karena dalam benaknya, lebih baik membelikan Tamarin bebek goreng di restoran yang tidak jauh pula dari pintu masuk kawasan perumahan elitnya.


Dulu saat kuliah, memang dirinya sering diajak Tamarin makan di warung tenda. Namun karena ingin memberikan yang terbaik bagi calon buah hatinya, dia kemudian melaju di sebuah restoran yang berjarak belasan meter dari warung tenda yang tadi dia berhenti.

__ADS_1


Fox dengan setia menunggu bebek di goreng terlebih dahulu. Hanya sepuluh menit dia menunggu, bebek goreng pun berhasil dia dapat. Setelah membayar dan menerima kembalian, Fox kemudian dengan cepat masuk mobil dan melajukan nya kembali untuk segera pulang ke rumah besar.


" Malam Bu." sapa Fox kepada ibunya dan mencium punggung tangan dengan tidak lupa mengecup kedua pipi Nyonya Mint.


" Malam sayang." jawab Nyonya Mint.


" Tamarin mana?" tanya Fox kepada ibunya dan meletakkan kantong plastik berisi bebek goreng beserta sambal dan lalapan nya.


" Mungkin masih di kamar." jawab Nyonya Mint. " Kamu panggil dia untuk makan malam." titah Nyonya Mint kepada putranya.


Saat Fox berjalan dan ingin naik menuju anak tangga, dia bertemu ayahnya. Tuan Kino.


" Malam yah."


" Malam, kamu baru pulang." tanya basa-basi Tuan Kino kepada putranya.


" Iya yah." jawab Fox yang kemudian menoleh ke arah istrinya yang baru saja keluar dari kamar nya. Tamarin terlihat masih menutup pintu kamar dengan pelan dan berbalik badan yang memandangnya juga.


Begitu juga dengan kembaran Brad Pitt yang memberikan lirikan mengarah ke putra dan juga wanita pujaannya.


Tamarin kemudian turun menghampiri kedua pria yang berdiri di anak tangga paling bawah. Ketiganya lantas berjalan menuju meja makan untuk menikmati makan malam bersama.


" Mana?" Tamarin juga sangat senang mendengarnya.


" Ini, aku bantu buka ya." Fox yang berusaha membuka kantong plastik bening yang di dalamnya terdapat satu kotak bebek goreng lengkap dengan nasi sambal dan lalapan nya.


Sementara Fox masih sibuk membuka kantong plastik yang berisi bebek goreng, ada sepasang mata yang sedari tadi pula memperhatikan gerak-gerik sepasang suami istri itu. Tuan Kino.


" Wao, aromanya." Perutku nggak mual lho mencium aroma bebek goreng. Tamarin yang sudah tidak sabar dan mengendus aroma bebek goreng dengan ujung hidungnya mendekat ke arah bungkusan plastik bening.


Sementara Nyonya Mint hanya bisa tersenyum melihat perhatian putranya kepada wanita yang dicintainya.


" Tara ... " Setelahnya bungkusan plastik bening di buka berikut kardus kotak yang menjadi wadahnya.


Tamarin tampak girang dan ingin segera memakannya. Karena dia lama tidak makan bebek goreng semenjak tinggal di rumah besar ini. Terlebih semenjak menjadi bagian dari keluarga Fox dan menjadi menantu dari orang kaya dan anak dari seorang pengusaha ternama di Jakarta.


" Apa kamu beli di warung tenda depan sayang?" tanya Tamarin menggebu karena melihat tampilan dan juga rasanya sepertinya enak, seperti yang sudah-sudah dia makan dulu.


Tuan Kino yang matanya langsung melotot. Calon buah hatinya di kasih makan, makanan warung tenda.

__ADS_1


Fox yang masih belum menjawab, karena takut mengecewakan istrinya jika dia beli di restoran. Karena Fox tahu jika Tamarin dulu suka langganan makan bebek goreng di warung tenda depan.


" Kamu makan aja dulu! lalu tebak aku belinya dimana." ujar Fox mengatakan nya.


Baru saja Tamarin akan memasukkan potongan daging bebek ke mulutnya. Kekasih gelapnya itu menghentikannya. " Jangan kamu makan itu!" Wajah murka Tuan Kino yang bangkit berdiri mengambil kardus kotak berisi nasi lengkap dengan bebek goreng nya.


Jangan ditanya reaksi ketiganya? Nyonya Mint jelas terkejut namun hanya bisa diam. Menatap cemas terhadap perbuatan suaminya yang membingungkan.


Begitu juga dengan Tamarin, yang kaget bukan main. Menelan ludah dengan tatapan takut sekaligus bingung kepada pria yang tiba-tiba menyambar kotak kardus berisi nasi dan bebek goreng di depannya.


Blok


Tuan Kino bahkan membuangnya sendiri tepat di hadapan mereka bertiga. Fox yang tidak terima, dadanya bergemuruh membuncah ingin berteriak, kenapa?


Namun tidak di lakukan nya. Dia hanya diam dan menunggu ayahnya berbicara. Meskipun terlihat jelas jika mimik wajahnya tergambar sama murkanya dengan ayahnya.


" Kamu mau memberi makanan pada calon buah hatimu makanan warung tenda?" ujar Tuan Kino yang jelas terlihat tidak suka.


Fox yang menahan gemuruh dadanya. Seluruh gigi di dalam mulutnya juga mengerat kuat karena saking tidak terimanya.


" Harusnya kamu bisa membelikan Tamarin makanan yang jauh lebih baik dan higienis. Bukan malah di warung tenda." kesal Tuan Kino dengan menunjuk Fox dengan jari telunjuknya.


Sementara Tamarin dan Nyonya Mint hanya bisa diam melihat pertikaian mulut antara ayah dan anak itu. Nafas keduanya juga kembang kempis melihat pertikaian di depan mata.


Karena merasa tidak terima dengan apa yang dikatakan ayahnya. Fox lantas membela diri.


Fox yang mulai meredam amarah dan mengatur apa yang akan dikatakannya. " Bisa saya jelaskan ... " Fox yang belum selesai bicara namun Tuan Kino menyerobotnya.


" Tidak ada penjelasan lagi! jangan kamu belikan Tamarin bebek goreng. Bebek goreng juga bikin orang kolestrol. Kaki atau tangannya jadi sering kesemutan kalau dia makan sebanyak ini. Apalagi belinya di warung tenda depan." imbuh Tuan Kino dengan nada semakin tinggi memarahi putranya.


Fox hanya bisa menundukkan kepala dengan memendam amarah.


" Sudah-sudah!" Nyonya Mint yang kemudian menengahi keduanya. " Fox, benar kata ayahmu, sebaiknya memang Tamarin jangan makan bebek goreng. Terlebih kamu belinya juga di warung tenda." Nyonya Mint yang menyentuh dada putranya untuk mengalah dan mengakhiri pertikaian malam ini.


Tamarin yang kemudian menghampiri mendekat ke posisi berdiri ketiganya.


" Maaf, semua ini gara-gara aku." Tamarin yang kemudian berjalan cepat dan malah berlari menaiki tangga yang malah membuat Tuan Kino geram karena seolah Tamarin lupa dengan kehamilannya dan akan membahayakan janinnya.


Sementara Fox berlari mengejarnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2