
" Candy ... Candy sayang." Tamarin yang berusaha menenangkan Candy yang sedang menangis sesenggukan tengkurap di atas ranjang miliknya.
" Mama sama papa bohong. Katanya papa beli hadiah buat Candy, ternyata papa ada urusan pekerjaan." Candy yang masih menutupi wajahnya dengan bantal.
" Iya ... mama sama papa minta maaf ya, kalau sudah bohongi Candy. Tapi mama mohon sayang, sekarang kita turun ya! kan teman-teman Candy nanti kecewa kenapa Candy tidak ada ditengah-tengah mereka." bujuk Tamarin dengan begitu lembutnya dengan mengusapkan telapak tangan pada punggung putrinya.
Candy lalu bangkit meskipun kedua pipinya basah karena air mata. " Kita turun ya sayang, pekerjaan papa pasti belum selesai. Kalau pekerjaan papa sudah selesai pasti papa datang." Tamarin tidak lepas menyeka air mata putrinya.
Tangis yang belum sepenuhnya usai meskipun tidak seheboh saat mendengar jika papa mamanya berbohong. " Aku mau menunggu papa datang, ma." rengeknya yang masih belum terima jika janji mereka tak tertepati.
" Sayang, kasihan teman-teman Candy. Sekarang kita turun ya! kan masih ada mama, oma sama opa. Sekarang Candy turun ya sayang." Tamarin tidak berhenti membujuk putrinya untuk segera turun.
" Okay, Candy mau turun. Acaranya dimulai saja ya mama. Nanti aku akan ngambek sama papa nggak mau bicara. Candy marah sama papa." celoteh putri kecilnya yang biarpun marah namun terlihat sangat menggemaskan.
Tamarin pun terkekeh. " Iya sayang, nanti Candy boleh hukum papa apapun yang Candy suka." Perintah Tamarin dengan antusias guna menyenangkan putrinya.
" Okay mama. Sekarang Candy tidak sedih lagi." Senyumnya yang mulai timbul dari bibir bocah mungil itu.
" Let's go baby." Tamarin mengaitkan jemari putrinya dengan jemarinya menuruni anak tangga untuk menuju taman belakang dan kolam renang. Mereka akan bersiap merayakan ulang tahun Candy yang ke 6 tahun tanpa kehadiran Fox.
Sementara dibawah Tuan Kino masih sibuk berusaha menghubungi Fox dan bertanya keberadaannya. Namun sedari tadi panggilan Tuan Kino sepertinya diacuhkan oleh putranya.
Fox tahu jika ayahnya menghubunginya karena keterlambatan kedatangannya. Lama dia tidak mengangkatnya namun ternyata ayahnya tidak berhenti juga untuk menghubungi ponselnya.
Alhasil dia berusaha akan menjawab telepon dari ayahnya. Namun tidak disangka saat berusaha meraih ponsel dan sudah di dapat, ponselnya terjatuh tepat pada bagian mata kakinya.
" Eish, sial." umpat Fox yang terus meggerayangi ponsel sembari menyetir mobilnya.
Ponsel sudah di dapat dan dia sedikit hilang kendali karena perhatian matanya tertuju ke arah ponsel yang mampu di raih oleh tangan kirinya.
Fox berusaha mengendalikan keadaan dengan membanting setir supaya tidak menabrak kendaraan di depannya dan juga pembatas jalan yang ada di kanannya. Sialnya laju kecepatan yang diatas rata-rata itu membuat dirinya harus bantir setir ke kiri kembali dan menabrak pembatas jalan beton yang sudah tidak terelakkan lagi.
Brak
Kecelakaan tunggal pun terjadi. Mobil Fox membentur beton pada bagian kiri hingga terpental ke tengah jalan dan berguling berulang. Itu disebabkan karena kecepatan yang dia kendalikan melebihi kecepatan rata-rata.
__ADS_1
Mobil Mercedes-Benz itu rusak parah. Dahi Fox banyak mengeluarkan darah. Membuatnya masih tersadar meskipun lemah. Menyebut nama Candy. Dan setelah itu dia sudah tak sadarkan diri.
Dengan cepat mobil polisi yang berjaga di sepanjang tol dan juga beberapa kendaraan ikut berhenti dan melihat keadaan.
Ngiung
Ngiung
Suara ambulan tidak berselang lama pun akhirnya datang.
Sementara di rumah besar tepatnya di taman belakang dekat dengan kolam renang. Candy sangat bahagia meskipun papanya tidak tepat waktu datang di acara ulang tahunnya.
prok
prok
Suara tepuk tangan meriah dari semua para tamu undangan yang hadir yang kebanyakan adalah teman-teman Candy dan juga orang tua dari mereka berikut ini guru Candy.
Yeay.
Candy pun di bantu dengan Tamarin untuk memotong kuenya. Dapat dilihat jika kebahagiaan mereka tetap sama terlihat meskipun ada kata papa yang dia panggil sejak tadi.
Setelah itu Candy memberikan kue pertamanya untuk Tamarin. Candy menyuapi mamanya dengan potongan kecil kue di ujung garpu kecil. Kue pun mendarat ke dalam mulut Tamarin diikuti riuh tepuk tangan dari semua tamu yang hadir.
" Karena papa tidak datang tepat waktu, kue kedua buat Opa." Candy yang kemudian melakukan hal yang sama kepada Tamarin, yakni menyuapi Opanya, Tuan Kino. Tuan Kino menyambutnya dengan tidak sabar dan penuh gembira.
Setelah hal sama dilakukannya hingga Oma. Ponsel Tamarin bergetar.
Tamarin kemudian melipir sebentar dari riuhnya suara musik pesta ulang tahun anak-anak yang pada umumnya.
Dia menjauh dari keramaian guna mengangkat ponsel yang bergetar sedari tadi.
" Siapa?" lirihnya tidak mengenal nomor yang menghubungi nya. " Hallo." Meskipun Tamarin ragu namun mengangkatnya.
Suara di balik telepon menjelaskan jika terjadi kecelakaan mobil yang dialami oleh suaminya.
__ADS_1
" Apa?" Ponsel Tamarin luruh hingga terjatuh. Bibirnya sudah tentu membeku tanpa bisa berkata-kata. " Fox." lirihnya dengan Isak tangis yang kemudian terdengar.
Nyonya Mint yang memperhatikan beberapa langkah dari belakang, dimana Tamarin terlihat aneh setelah mengangkat ponselnya. Terlebih ponselnya pun terjatuh dan tubuh Tamarin seperti kehilangan keseimbangan. Sampai-sampai telapak tangannya berpegang kuat pada sebuah ayunan besi yang berada di sebuah taman.
Dengan cepat Nyonya Mint berlari. Menghampiri Tamarin. " You are okay Tamarin?" Menatap wajah yang kedua pipi sudah penuh dengan air mata. Namun bibirnya masih sulit untuk menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi dan membuat Nyonya Mint bingung. " Ada apa Tamarin?"
" Fox ... Fox kecelakaan."
" Apa?" Hati Nyonya Mint berdesir hingga dia ambruk.
Membuat Tuan Kino yang sedari tadi memangku Candy akhirnya menghampiri keduanya.
" Ada apa dengan kalian?" Tuan Kino yang membantu Nyonya Mint sementara Candy di peluk oleh Tamarin.
" Fox kecelakaan." Kata yang bercampur tangis dari Nyonya Mint itu membuat Candy teriak.
" Papa." Candy pun berlari ingin mencari papanya.
" Candy ... Candy." Membuat Tamarin mengejarnya berikut Nyonya Mint dan Tuan Kino.
Semua itu tidak terlepas dari semua pasang mata yang menatap mereka.
Sudah tentu para asisten rumah tetap membagikan bingkisan yang sudah disediakan untuk para tamu undangan. Berikut dengan ucapan prihatin dari setiap tamu yang hadir karena ternyata mereka baru tahu jika ayah Candy mengalami sebuah kecelakaan.
Sementara Tuan Kino berikut Nyonya Mint juga Candy dan Tamarin sedang menuju ke sebuah rumah sakit dimana Fox dilarikan.
Isak tangis mereka pecah dalam mobil Mercedes-Benz mewah limited edition yang dilakukan oleh Tuan Kino.
" Papa ... Papa jangan tinggalin Candy papa." sebuah harapan dari bocah yang kini tengah sedih meletakkan kepalanya di atas pangkuan mamanya.
Membuat kedua kelopak mata Tuan Kino terpejam sesaat karena tidak kuat mendengarnya.
Sementara istrinya yang duduk disebelahnya juga tidak kalah hebat meraung karena Fox adalah putra kesayangannya.
Terlebih Mint menangis histeris saat melihat kiriman pesan dari kantor polisi lewat ponsel Tamarin. Melihat kondisi mobil Fox yang semuanya hancur, membuat nafasnya berat dan tidak berdaya.
__ADS_1
BERSAMBUNG