
Sebenarnya baik supir maupun Tamarin gelisah karena tak kunjung sampai malahan mobil tiba-tiba berhenti di tengah hujan.
Fox pun dibuat cemas karena kondisi hujan lebat. Dia kemudian mengecek GPS istrinya yang ternyata keberadaan mereka sudah dekat.
Dengan cepat pula dia tidak mau membiarkan Tamarin dalam ketakutan terlebih saat hujan di tengah pekatnya malam.
Fox pun berjalan melajukan mobilnya dengan sangat hati-hati. Sampai dimana dia melihat mobil supirnya yang berhenti di pinggir jalan.
" Itu dia." Fox dengan cepat mengambil payung dan menyuruh Tamarin segera membukanya. Alhasil Tamarin yang tadinya cemas karena takut sekarang sudah tidak lagi karena ada suaminya.
Keduanya menerobos lebatnya hujan malam itu. Hingga restoran mewah yang sudah dia booking berikut satu kamar untuk check in di sebuah Hotel Bintang Lima pun sudah menantinya.
Surprise bisa dikatakan gagal karena hujan lebat. Namun kebersamaan dan keromantisan mereka berdua tidak sepenuhnya gagal dan tidak berubah malahan.
" Sayang, dalam rangka apa ini?" Tamarin yang tidak bisa berkata-kata melihat hanya satu meja besar berbentuk bundar di tambah dengan dua kursi tunggal yang saling berhadapan.
" Aku hanya rindu dengan mu. Aku ingin kita makan malam romantis dan menghabiskan malam ini bersama." Fox yang meraih sepuluh jemari Tamarin dan mengecupnya.
Membuat hati Tamarin berbunga-bunga. Melepas senyum simpul begitu indah menghiasi bibirnya.
" Aku lupa memuji mu. Kamu cantik sekali malam ini." lirikan mata Fox yang jelas sekali menambah Tamarin serasa terbang menembus cakrawala.
Fox pun membawa Tamarin untuk berdansa dan musik pun mulai mengayunkan suara khasnya. Senar biola yang tergores itu menghasilkan suara yang begitu indahnya. Membuat siapa pun yang mendengar alunan musik dari biola itu begitu menikmatinya.
Sepertinya dua manusia dewasa ini sudah sangat tidak sabar untuk menumpahkan segala hasratnya. Bagaimana tidak? semenjak Fox kecelakaan dan dilarikan ke rumah sakit bahkan satu bulan penuh mereka tidak pernah beradegan mesra.
Ketika kening mereka saling bersentuhan mengikuti langkah kaki mereka saat berdansa. Ditambah lagi, kedua lengan keduanya melingkar saling menautkan seolah enggan terpisah satu sama lain.
Senyum merekah dari bibir keduanya pun jelas menggambarkan jika kebahagiaan telah menyelimuti keduanya. Melupakan hal-hal yang sempat mengacaukan hari-hari Fox sebelumnya.
Tidak ada kata yang tepat untuk malam ini selain harus merayakan kebahagiaan dan merasakannya bersama. Fox sudah memutuskan untuk mempercayai Tamarin dan toh buktinya juga dia dapatkan. Dia tidak pernah tahu Tamarin pergi keluar tanpa Candy. Terlebih dia memasang GPS pada ponsel Tamarin yang bisa dia lacak menggunakan ponselnya. Dan nyatanya, satu bulan ini waktu yang terbilang cukup untuk memutuskan jika Tamarin memang tidak seperti yang terlintas dalam benaknya.
__ADS_1
Kecurigaannya dia hempaskan jauh ke dasar samudra Hindia.
Setelah keduanya menikmati makan malam dan meneguk minuman anggur. Sudah dapat dipastikan keduanya akan melanjutkan malam panjang mereka dengan saling memuaskan hasrat bercinta yang sejak lama dinantikan keduanya.
Keduanya pun sudah naik di atas kamar Hotel Bintang Lima yang sudah dipesan Fox sejak siang tadi. Fox bahkan menyuruh petugas Hotel untuk menghias seluruh ruangan penuh dengan bunga segar berikut di atas ranjang mereka penuh dengan untaian bunga mawar.
Tamarin yang terdiam karena dibuat kaget setelah memasuki kamar Hotel. Fox bahkan begitu detail dan sangat rapi sudah mempersiapkan kejutan ini semua. Saking tidak bisa berkata-katanya, dia sampai menutup mulut dengan kedua tangannya.
Bagaimana tidak menakjubkan? Satu persatu kelopak bunga mawar merah maroon menyebar dan dihias sedemikian rupa dengan sangat cantiknya.
Fox yang sudah tidak sabar lagi akhirnya meraih dan menggendong tubuh istrinya di depan dan meletakkannya di atas ranjang.
Hasrat nya yang sudah lama dia tahan, memuncak dengan sangat cepat membuat jemarinya bergerilya. Begitu juga bibirnya yang tiada henti melakukan permainan dari yang slow hingga fast untuk melakukan penyatuan.
Rintihan-rintihan penuh kenikmatan itu sudah jangan ditanya lagi. Fox benar-benar habis-habisan seolah lupa bahwa sepertinya baru kemarin anu nya di perban bahkan sampai ngilu-ngilu.
.
.
Tuan Kino juga tahu jika Fox dan Tamarin sepertinya menghabiskan malam mereka di luar, karena tidak ada tanda-tanda kehadiran mereka pagi ini di ruang makan. Ditambah Mint istrinya juga menyampaikan jika Fox dan Tamarin menitipkan Candy pada mereka.
Tuan Kino pun mengantar Candy ke sekolah. Setelahnya, Tuan Kino sendirian berangkat ke rumah sakit mengambil hasil tes DNA supaya dengan cepat dia mengetahui putri siapa Candy sesungguhnya?
Jantungnya berdegup kencang sepanjang perjalanan. Namun tetap di dasar hati paling dalam, dia meyakini jika Candy adalah putri yang dilahirkan dari rahim Tamarin.
Candy putriku.
Aku yakin itu!
Dia bukan anak Fox.
__ADS_1
Aku pastikan itu Tamarin. Meskipun kamu berusaha menampiknya.
Perjalanan selama tiga puluh menit itu selesai dengan sebuah mobil memasuki pelataran rumah sakit. Tuan Kino menguatkan hatinya sekuat akar terumbu karang. Melangkah pasti dan menemui petugas rumah sakit.
Keduanya pun berbincang dan petugas rumah sakit menyerah kan map berwarna hijau terang yang di dalamnya sudah terdapat lembaran hasil dari tes pemeriksaan DNA.
Tuan Kino segera memutar langkah untuk menuju ke dalam mobil. Memandangi benda itu dengan cukup lama karena jemarinya bergetar antara harus senang karena penantian panjangnya selama enam tahun akhirnya terbayar. Meskipun hasilnya belum dia baca karena dia sendiri jujur harus menguatkan jiwa.
Setelah hampir lima belas menit hanya memandangi map berwarna hijau terang tanpa membacanya. Saat ini dia mencoba untuk membuka map itu, untuk mengetahui sebuah kebenaran yang dimana dia adalah orang pertama yang akan mengetahuinya jika memang keyakinannya tidak pernah salah. Yakni Candy adalah putrinya.
Dengan judul Hasil Tes Pemeriksaan DNA yang terbaca dengan tulisan tebal hitam dan lebih besar dari huruf di bwahnya. Kedua bola mata Tuan Kino mengerjap penuh bahagia dan keyakinannya ternyata sejuta persen benar. DNA Candy dikatakan cocok dengan DNA nya.
Iyes. Kedua mata Tuan Kino yang sempat berkaca-kaca. Satu persatu kalimat panjang di atas lembaran putih itu tidak akan dia lewatkan untuk dia baca. Bola matanya bergerak cepat menggeser ke arah kata demi kata supaya tidak ada keraguan lagi jika memang Candy adalah putrinya.
" Candy, Candy putri papa. Kamu Putri papa sayang." lirihnya dengan air mata menetes yang tidak bisa dia tahan.
Kelegaan pun seolah bertambah menjadi kebahagiaan. Tidak berpikir panjang, dia dengan cepat menginjak pedal gas dan ingin memeluk Candy erat meskipun itu sudah biasa dia lakukan.
Namun kali ini berbeda. Dia sudah tahu siapa Candy yang sebenarnya? Candy adalah putrinya. Putri yang terlahir dari rahim Tamarin.
" Opa." panggil Candy yang baru keluar kelas namun dengan sangat antusias nya Tuan Kino memeluk Candy hingga membuat Candy bingung.
" Opa kenapa?"
" Nggak apa-apa sayang." Tuan Kino yang jongkok dan menyentuhkan jemarinya mengusap pipi chubby milik Candy.
Candy dan Tuan Kino pun masuk ke dalam mobil.
" Itu apa opa?"
BERSAMBUNG
__ADS_1