Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Pria Berjas


__ADS_3

Tit ... Tit ... Tit


Membuat alat deteksi detak jantung Candy kembali normal. Dokter pun lega, akhirnya detak jantung Candy kembali normal.


Dokter pun keluar dan menyampaikan kepada semua yang sudah menunggu di luar.


" Syukurlah, jika Candy akhirnya bisa melewati masa kritisnya kembali," ujar Nyonya Mint sembari menempelkan kelima jari kanan pada dadanya.


Tamarin pun akhirnya merasa lega, apalagi setelah mendengar jika Candy akan segera dipindah kan ke ruang rawat setelah masa kritis yang kedua kali.


.


.


Keesokan hari.


Jelly dengan sangat anggunnya dengan balutan blazer hitam berikut rok depan bunga-bunga yang dikenakannya. Heels lima senti nya membuat kecantikannya pari purna saat dia bercermin memulas bibirnya.


Warna merah menyala dan warna merah pekat begitu sangat disukainya tatkala dia menghias bibir tebalnya. Entahlah, mungkin dua warna itu memang sangat cocok dan terasa pas untuk bibirnya.


Jelly pun menggunakan mobil baru yang berhasil dibelinya sendiri dengan tabungannya selama bekerja. Meskipun semua tidak lepas dari pria yang bernama Fox yang telah menolongnya. Namun tetap saja, itu tidak luput dari kerja kerasnya.


Jelly pun berhasil melewati macetnya pagi kota Jakarta. Hingga mobil yang tak kalah mewah dari mobil yang dipakainya dulu itu memasuki area parkiran kantor barunya.


Brak


Suara mobil belakang Jelly yang menghantam body mobil yang tengah sibuk parkir juga.


" Astaga Jelly." geramnya Jelly pada dirinya sendiri seraya mengeratkan seluruh gigi dalam mulutnya.


Dug ... Dug ... Dug


Suara ketukan dari seorang pria cukup tampan dengan postur tinggi putih bersih bertulang rahang tegas dari luar kaca jendela mobil Jelly.


Jelly yang mulai resah mendengus kasar. Menyibak rambutnya berulang ke belakang dan akhirnya memberanikan diri untuk membuka kaca jendela mobilnya.


" Ma-maf pak." Jelly tampak ragu mengatakannya. Pria yang memakai setelan jas kantor itu sangat arogan dan terlihat akan memakinya.


" Keluar!" Suara bernada pelan sekaligus cepat itu jujur telah membuat nyalinya ciut.


Astaga Jelly.


Ceroboh sekali sih kamu.

__ADS_1


" Keluar aku bilang!" Bertambah dua kata dari yang pria itu ucapkan pertama. Jelly semakin ketakutan.


" I-iya pak." Jelly pun akhirnya keluar membuka mobilnya. " Eh ... " Jelly yang sontak kaget karena pria itu menggelandangnya untuk memperlihatkan body mobilnya bagian depan samping kanan yang lumayan parah kerusakannya gara-gara kecerobohannya. " Hah." Mulut Jelly menganga meskipun terdengar samar suaranya menyeruak keluar. Melihat mobil mewah pria berjas itu rusak agak parah karena kaki nya yang harusnya injak rem malah injak pedal gas.


Maklum, Jelly baru hari pertama menggunakan mobil barunya. Karena dirinya yang sudah terbiasa menggunakan mobilnya terdahulu. Jadi dia belum terbiasa hingga terjadi hal seperti ini.


Mobil mewah Jelly yang tidak sengaja kamu tabrak.


Astaga.


" Maaf pak, saya tidak sengaja. Tapi akan saya ganti." Jelly yang pura-pura saja bilang seperti itu. Padahal mah tabungannya menipis, apalagi setelah membeli dan membayar tunai sebuah apartemen yang kini di tinggali nya dan mobil yang dikendarainya.


Memangnya kamu punya duit Jelly?


Glek.


Jelly hanya menelan ludah saja saat memperhatikan betul kerusakan dari mobil itu.


" Bagus. Kalau kamu mau tanggung jawab," ujar pria itu yang lagi-lagi dengan sangat tegas dan cepatnya dia bicara bak tak ingin basa-basi atau terkesan bertele-tele.


Jelly yang kembali ke posisi berdiri tegaknya setelah sedikit membungkuk guna memperhatikan betul bagian apa saja kerusakan yang di alami oleh mobil pria berjas di sebelahnya.


Jelly pun tersenyum meskipun dalam hatinya ketar-ketir dengan biaya yang akan dikeluarkan guna memperbaiki mobil mewah yang menurutnya adalah orang-orang tertentu yang memilikinya.


Ikuti saja aturan mainnya Jelly!


Lihat saja!


Sepertinya dia bukan orang sembarangan.


Jangan coba-coba memancing reaksinya!


Bisa-bisa runyam dan bertambah panjang masalahnya.


Jelly pun mengambil Kartu Tanda Pengenal miliknya. " Ini." Menyerahkan pada telapak tangan pria berjas yang tengah berdiri di depannya.


Pria tersebut memperhatikan dan pastinya membaca nama pemilik Kartu Tanda Pengenal yang diberikan Jelly kepadanya. " Je lly." Pria itu memunculkan seringai. " Okay, sekarang nomor ponsel mu!"


Membuat Jelly mendengus. Sebenarnya dia tidak ingin memberi tahu nomor ponselnya kepada siapa pun dulu. Namun karena Jelly memilih jalan aman tanpa keributan. Akhirnya Jelly memberikan nomor ponselnya kepada pria itu. " Apa ada lagi?"


" Aku rasa cukup. Aku akan terus koordinasi kepada kamu tentang semua biaya yang saya keluarkan untuk membuat mobil mewahku yang peyok ini menjadi mulus kembali seperti baru."


Membuat Jelly tercengang. Kelopak matanya terbuka semakin lebar meskipun tenggorokannya sangat sulit menelan ludah. Namun begitu dia juga terlihat baik-baik saja dengan senyumnya. Padahal jujur dia mengumpat pada dirinya sendiri atas kecerobohan yang dia lakukan pagi ini.

__ADS_1


" Tunggu saja pesan dari ku atas laporan-laporan tentang mobil ini. Oh, ya. Karena kamu membuat mobil mewah ku ini masuk bengkel. Kamu juga yang akan antar jemput aku selama pulang pergi ke kantor," kata pria itu.


" Hah." Jelly jelas terkejut.


Kok ada lagi sih permintaannya.


Jelly lagi-lagi ingin protes namun apa daya? Sepertinya dia harus nurut saja dengan apa yang pria itu minta. Ditakutkan jika pria itu berubah pikiran dan meminta uang ganti rugi sekarang juga.


" Baik." Meskipun Jelly sedikit risih dan trauma bersama dengan yang namanya pria. Namun untuk kali ini, Jelly meyakini jika sepertinya pria itu memang bekerja di sini entah dengan jabatan apa. Jadi dia tidak perlu khawatir jika keduanya sama-sama bekerja di kantor ini.


Pria itu tanpa basa-basi berlalu begitu saja dari hadapan Jelly tanpa permisi.


" Eh ... " Jelly berusaha memanggilnya namun pria itu dengan langkah besar karena kakinya yang tinggi hingga dengan cepat saja pria itu sudah sampai di depan loby.


Maksud Jelly ingin tahu siapa namanya? Eh, malah pria itu pergi begitu saja.


Jelly yang kembali memandangi body mobil mewah yang peyok itu. Melakukan hal lucu bagaikan ibu peri yang berusaha menyulap kembali mobil mewah itu kembali mulus.


Cling.


Cling.


seraya menggerakkan jari telunjuknya ke udara yang baru dia sadari ternyata sudah melakukan hal gila pagi-pagi.


Meskipun terlihat lucu dan buat malu diri sendiri. Tapi entahlah, itu pun dia lakukan guna menghibur hati.


Jelly yang lantas segera masuk ke dalam kantor setelah menertawai dirinya sendiri yang beratraksi bagai ibu peri mana tahu jari telunjuknya sakti.


Meskipun hal konyol itu di teropong dari kejauhan oleh seorang pria berjas biru yang tadi berhadapan dengan Jelly.


.


.


" Candy ... Candy sayang." Tamarin yang terkejut melihat jemari putrinya bergerak.


Bocah manis itu kemudian membuka matanya perlahan. Namun saat melihat semua orang yang tengah berdiri. Candy hanya memanggil nama Fox.


" Papa." panggil Candy dengan suara lemahnya.


Sementara Fox tidak kuasa menahan itu semua. Bagaimana jika Candy benar-benar bukan putrinya?


Apa yang harus dia lakukan selanjutnya?

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2