
" Iya maksudku Jelly. Kalau perlu aku akan meminta maaf padanya."
" Sudahlah Tamarin. Aku mau istirahat. Aku kesini menjenguk Candy. Bukan untuk berdebat apalagi membahas masalah kita." Fox yang menyandarkan punggungnya pada sudut sofa. Memejamkan kedua kelopak mata hingga tanpa peduli dengan Tamarin.
Sementara Tamarin, berpikir keras menerka mengapa suaminya dengan cepat berubah sikap kepadanya? Dia benar-benar tidak mengerti apa yang harus dilakukannya. Fox bahkan sangat melukainya dengan ucapan-ucapan tanpa peduli lagi terhadapnya.
Hanya bisa memandangi wajah suaminya yang sudah terpejam kedua matanya. Tanpa bisa mengerti apa yang ada di dalam hatinya.
Tamarin bahkan tidak bisa tidur meskipun dia duduk bersebelahan dengan Fox di long sofa. Dia bahkan ingin sekali meletakkan kepalanya di pangkuan suaminya. Namun sayang, sepertinya suaminya bahkan enggan untuk menyentuhnya.
Fox pun sebenarnya merasakan hal yang sama. Ingin sekali rumah tangganya baik-baik saja. Perih, menyiksa Tamarin dengan sikapnya seperti ini. Jujur dia juga tidak ingin melakukannya. Tapi sayangnya tidak bisa. Kecewanya sudah melebihi rasa cintanya yang nyaris tidak bersisa.
.
.
" Hah." Jelly yang shock melihat jam digital pada sebuah layar ponselnya. Dengan cepat dia berlarian kesana kemari mempersiapkan keberangkatannya ke kantor.
Setelahnya dia berdandan, dengan cukup cepat dia berlari hingga loby apartemen dan menuju mobilnya yang terparkir di area parkiran apartemen.
Menancap pedal gas dan sangat tergesa menuju ke rumah bos besarnya dan menjemputnya.
Wezz
Sampai dimana mobil Jelly berhenti tepat di dekat pria yang tengah berdiri menunggunya.
Jelly yang membuka jendela kaca mobilnya dan mengeluarkan kepalanya. " Apa aku terlambat?"
" Ya, untungnya hanya lima menit. Dan untungnya lagi, sekretaris ku kali ini terlihat cantik. Jadi aku tidak tega menghukumnya," seraya tersenyum menyungging menggoda Jelly.
Jelas sekali jika Jelly tampak malu menanggapi celetukan dari Davos.
" Apa kamu akan diam aja? Sampai kapan? Ayo berangkat!" titah Davos yang melihat Jelly termenung akibat celetukannya.
Keduanya pun berangkat untuk menuju bengkel resmi dimana mobil mewah Davos sepertinya akan mulus kembali.
.
.
Di rumah sakit.
" Yeay ... hari ini akhirnya Candy bisa pulang." Riangnya Candy dengan senyum lebar yang terlihat gigi susunya berjajar.
Fox dan Tamarin pun terkekeh melihat aksi Candy yang menggemaskan.
__ADS_1
" Ya udah yuk, papa gendong Candy."
" Siap papa." Senyum Candy yang tidak pernah surut.
Baru saja hendak Fox menggendong Candy. Ayah dan ibunya datang.
" Halo Candy sayang," ucap Oma yaitu Nyonya Mint kepada cucunya seraya tersenyum dan mendekat lalu mencubit gemas pipi cucunya.
" Halo oma, halo opa," celoteh Candy yang tidak pernah habis membuat semuanya tersenyum bahagia.
" Wah, Candy mau pulang ya," tanya Oma mengikuti gaya bicara cucunya.
" Iya Oma," jawab Candy.
Sementara Fox, terpaku menatap wanita yang melahirkannya. Entah apa reaksinya? Saat nanti mengetahui jika Candy bukan cucunya. Saat dia mengetahui jika ayahnya dan istrinya ternyata memiliki hubungan yang tidak pernah dia duga. Jangan kan ibunya. Dia sendiri saja sampai saat ini berusaha menepisnya.
" Kamu tidak bekerja Fox?" tanya wanita yang sudah rapi dengan blazer berikut celana kain panjang yang membungkus kaki jenjangnya.
" Iya, nanti setelah antar Candy pulang Bu."
Dan saat keduanya berbincang. Ayahnya tengah asyik menghibur Candy hingga tawa Candy terpingkal-pingkal. Membuat Fox semakin sadar dan lebih terbuka matanya. Semua itu tidak kebetulan. Ayahnya sangat mencintai Candy melebihi apapun setelah dia pahami.
Ingatannya kembali menyelam, membuat dia terbawa dalam lamunan. Ketika sadar jika ayahnya memarahinya habis-habisan bahkan tidak segan untuk menamparnya beberapa hari kemarin saat terjadinya kecelakaan pada Candy.
" Fox, kamu melamun?" tanya Nyonya Mint membuyarkan ingatan Fox.
Fox pun tersenyum kecil, seraya masih memperhatikan ayahnya dan juga Candy berikut Tamarin yang berdiri tidak jauh dari tempat tidur pasien dimana Candy tengah bermain bonekanya dengan ayahnya.
" Kalau begitu ibu berangkat kerja dulu ya sayang?" Nyonya Mint yang ingin mengecup putranya namun harus terhenti karena pertanyaan Fox yang tidak biasanya.
" Sampai kapan ibu akan bekerja terus seperti ini?" Dengan maksud mengingatkan ibunya untuk lebih peduli terhadap ayahnya.
Membentuk beberapa garis kerutan pada dahi Nyonya Mint. Tersenyum tipis. Lalu menjawab pertanyaan putranya. " Ibu tidak mengerti apa maksud kamu Fox?"
" Maksudku, apa ibu tidak lelah dan ingin sekedar bersantai di rumah? Seperti Tamarin misalnya.
Nyonya Mint pun terkekeh. " Fox ... Fox. Ibu itu sudah sangat lama berkecimpung di bidang jurnalis. Rasanya malah lelah, kalau ibu tidak bekerja. Terlebih seharian harus di rumah. Tamarin, dia punya Candy yang bisa diajak bercengkrama. Ibu ... haruskah melihat ayah mu yang sibuk bermain mobil legend sepanjang hari?"
" Bukan kah ibu bisa menyibukkan diri merawat taman? ... Melukis mungkin?"
Nyonya Mint kembali terkekeh. " Ada apa dengan mu Fox?" tanya Nyonya Mint heran.
" Sudah lah Bu, lupakan!" Fox yang berusaha mengajak ibunya untuk melupakan omong kosongnya yang barusan. Pada dasarnya, semua tergantung ayahnya dan Tamarin. Jika keduanya tidak saling memberi harapan satu sama lain. Kemungkinan kecil keduanya bisa memiliki sebuah asmara terlarang. Dan yang lebih menyakitkan, keduanya bahkan bungkam dengan waktu yang sangat lama. Itulah yang membuatnya semakin bertambah kecewa.
" Simpan saja keinginan mu melihat ibu di rumah, sampai tua pun, ibu akan ke kantor untuk mengawasi sendiri perusahaan ibu." Nyonya Mint yang menepuk dua kali pipi kanan putranya. " Hai Candy, Oma berangkat kerja dulu ya sayang. Nanti malam kita bertemu." Nyonya Mint yang kemudian mencium kening Candy.
__ADS_1
" Iya Oma, Oma hati-hati ya berangkat kerjanya," jawabnya.
" Iya sayang." Nyonya Mint yang tidak lupa mencium kedua pipi suaminya dan menyapa Tamarin.
Setelah Nyonya Mint pergi dari ruangan itu, tidak berselang lama ketiganya juga tengah bersiap pulang ke rumah besar.
Tuan Kino ayahnya, bahkan seolah tidak mengizinkan Candy di gendong olehnya. Fox bahkan menyaksikan keduanya berjalan beriringan seolah keduanya lupa jika ada diri nya ditengah-tengah mereka. Ya, ayahnya yang tengah menggendong Candy di depan dan istrinya tengah berjalan bersama dengan jarak beberapa langkah lebih dulu dari dirinya yang membawa tas berisi baju dan peralatan mandi Candy dan Tamarin.
" Papa ... ayo!" seru bocah manis itu saat tahu papanya sedikit tertinggal jalannya dari mereka.
Membuat Tamarin dan Tuan Kino menoleh bersamaan ke arahnya. " Iya sayang." Fox melanjutkan jalannya, sedang Tamarin menunggunya meskipun keduanya bahkan saling membisu satu sama lain tidak bertegur sapa.
" Candy satu mobil sama opa ya!" pinta Tuan Kino yang lagi-lagi tidak dapat ditutupi rasa kasih sayangnya pada Candy.
Candy belum menjawab.
" Biar mama sama papa ngobrol, okay!" pintanya kembali.
Hingga dua buah anggukan kecil dan cepat bereaksi dari kepala Candy.
Fox dan Tamarin akhirnya satu mobil. Kebekuan dan keheningan pun sudah dapat dirasakan keduanya. Tamarin yang lagi-lagi dibuat frustasi atas sikap suaminya. Memilih bungkam, melipat kedua tangan di atas perut dan memilih melihat jalanan ramai dari kaca jendela mobil.
Sampai dimana kebisuan antar keduanya berubah kepanikan saat di sebuah pertigaan jalan, terdapat mobil Jelly dari arah berlawanan yang hampir saja menabrak mobil Fox yang akan berbelok ke kanan.
Ciiit
Roda-roda mobil keduanya saling berdecit menggesek aspal supaya terhindar dari sebuah tabrakan yang tidak diinginkan oleh keduanya.
Memang tidak terlalu kencang mobil keduanya. Namun cukup mengagetkan.
Membuat Tamarin dan Fox cukup terkejut berikut Jelly dan Davos.
Jelly dan Fox akhirnya sama-sama keluar dari mobil mereka masing-masing.
" Fox," lirih Jelly dengan kerutan di dahi.
" Jelly." Fox yang cukup terkejut dengan penampilan Jelly yang sangat berbeda dari yang dia lihat sebelumnya.
Keduanya berdiri tidak jauh di tengah-tengah mobil mereka.
Jelly bahkan memutar langkah untuk menghindari Fox.
" Jelly ... Jelly ... Jelly tunggu Jelly!" panggil Fox.
BERSAMBUNG
__ADS_1