Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Dimana Fox Tamarin?


__ADS_3

" Kamu tenang saja, Mint tidak akan tahu." pungkas Tuan Kino dengan menyentuhkan telapak tangannya ke puncak kepala Tamarin. " Kamu tahu sendiri kan? Fox sudah tidak punya bukti apapun untuk bicara kepada ibunya. Aku berhasil menghancurkan CCTV nya, aku berhasil pula melenyapkan flash disk itu."


" Benarkah? Lalu bagaimana dengan Candy? Jika dia tahu, Fox bukan papanya?" Tamarin yang menundukkan kepalanya dengan sangat frustasi.


Tuan Kino yang masih menyentuhkan telapak tangannya membelai wanitanya. " Sebaiknya kamu tenang Tamarin."


" Apa anda tidak mendengar? Jika Fox akan menceraikan aku?" seraya menoleh ke arah Tuan Kino.


" Aku mendengarnya Tamarin."


" Apa menurut anda Nyonya Mint akan tidak bertanya, kepada Fox terkait alasan dia menceraikan aku? Kenapa anda begitu percaya dirinya? Jika Nyonya Mint tidak akan mengetahui skandal cinta terlarang kita." Tamarin mendengus.


Tuan Kino yang kemudian mengusap dahinya. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Yang pasti, segala pergerakan Fox selanjutnya, dia harus benar-benar awasi, supaya peristiwa hari ini, tidak terulang lagi.


Minimal, mengulur waktu Mint, supaya dia tidak begitu cepat mengetahuinya. Tuan Kino tidak ingin terlihat frustasi di depan wanitanya. Dia kemudian berjalan dan merebahkan tubuhnya di sofa rumah sakit yang tidak jauh dari tempat tidur pasien dimana Tamarin tengah bersandar.


" Mama." Candy yang membuka pintu ruang rawat mamanya di rumah sakit.


" Sayang." Tamarin dan Tuan Kino yang terkejut dengan kedatangan Candy.


Ya, Candy belum sempat tahu jika mamanya tengah mengandung calon adiknya. Jadi, dapat dipastikan jika dia tidak akan banyak bertanya masalah kegugurannya.


" Mama sakit apa? Kening mama tidak panas," seraya menyentuhkan punggung tangan mungil itu ke dahi mamanya.


Tamarin tersenyum. Meskipun pahit juga dia mendengar kenyataan jika putri kecilnya, bukanlah anak Fox melainkan anak Tuan Kino, ayah dari suaminya.


Namun begitu, dia tetap tidak akan berubah kepada Candy, meskipun dia bukan anaknya dengan Fox seperti keyakinannya. Dia akan tetap sama, Candy adalah putrinya. Candy adalah secercah cahaya yang akan menyinari hidupnya.


" Iya sayang, mama hanya butuh istirahat saja."


" Tapi kenapa papa malah kerja kalau tahu mama sakit. Harus nya kan papa jagain mama." celetukan Candy yang membuat bola mata Tamarin bergeser mengarah ke kembaran Brad Pitt.


" Candy sayang, papa itu kan pekerjaan nya banyak. Sama kayak Oma. Jadi biarkan saja papa kerja ya," seraya melangkah mendekat dan mengelus puncak kepala dengan rambut selembut sutra tersebut.


" Candy sudah pulang sekolah sayang?" sahut Tamarin yang jelas-jelas guna menyudahi pembicaraan Candy tentang papanya yang sesungguhnya bukan papa kandungnya.


" Iya mama, Candy sudah pulang sekolah. Tadi juga papa ke sekolah Candy. Pulangnya, Candy juga bertemu dengan papa. Mobil papa berpapasan dengan mobil yang Candy tumpangi." Membuat Tamarin bertambah resah jika sikap Candy terus-terusan begini. " Mama, maafkan Candy ya," ucap Candy dengan memelas supaya mamanya tidak marah.


" Ada apa sayang?" sahut Tamarin.


" Mama, maafkan Candy karena semalam Candy rindu papa. Candy mengambil ponsel mama diam-diam, trus menelepon papa. Maafkan Candy ya mama," imbuh bocah manis itu.


Membuat Tamarin dan Tuan Kino bertukar tatap. Bagaimana caranya menjelaskan jika Fox bukanlah papanya?


" Apa mama marah sama Candy?"


" Tidak sayang."


Candy pun setelah berkata jujur kepada mamanya, dia masih tetap berada di rumah sakit menemani mamanya. Candy tengah asyik bermain dengan Tuan Kino yang sedari tadi membuatnya supaya tidak bosan.


.


.


Tiga hari kemudian.


Fox berkirim pesan kepada ibunya. Karena ibunya terlihat sangat sibuk jika dilihat dari status update terbarunya.

__ADS_1


Bu, setelah ibu sampai di Bandara. Tolong ibu pergi ke rumah sakit!


Fox juga sudah memberi tahu nama rumah sakit mana berikut juga ruang rawat dimana Tamarin berada.


Fox juga memberi tahu kepada ibunya untuk tidak memberi tahu siapapun atas kepulangannya dari luar negeri yang jadwalnya lebih cepat dua hari dari jadwal sebelumnya.


Siapapun, tolong ibu dengarkan aku. Dan jangan menyuruh supir untuk menjemput ibu. Aku tunggu.


Nyonya Mint yang merasa aneh dengan pesan dari putranya. " Ada apa ini? Kenapa perasaan ku tidak enak." Nyonya Mint yang hendak berangkat ke Bandara untuk menuju ke Indonesia.


Wush.


Suara pesawat yang ditumpangi Nyonya Mint pun mengudara. Setelah beberapa jam, akhirnya Nyonya Mint telah sampai di Indonesia.


Sempat lupa dan akan menghubungi supir rumahnya untuk menjemput. Namun akhirnya dia urungkan karena mengingat apa pesan yang disampaikan oleh Fox.


Nyonya Mint akhirnya meminta taksi online untuk mengantar nya ke rumah sakit sesuai yang diberitahukan oleh putranya.


Setelahnya sampai pun, dia dengan cepat menuju ke bagian informasi untuk memberi tahu kamar dimana Fox memberi tahunya pula.


Perlahan namun pasti, heels hitam tujuh senti mengkilat nya membawanya menuju dimana ruangan tersebut, yakni ruang rawat VVIP.


" Siapa yang sakit?" lirihnya bertanya pada batinnya.


Meskipun merasa jika putranya seakan mempermainkannya dan tadinya dia enggan menuruti semua titah putranya. Namun Nyonya Mint berubah pikiran dan tidak ada yang salah kalaupun Fox mempermainkannya.


Cukup terkejut, ketika mendapati Tamarin yang tengah disuapi oleh suaminya, Tuan Kino.


Melihat dari kaca tembus pandang yang tidaklah terlalu lebar pada pintu tersebut. Membuat Nyonya Mint bingung apa maksud putranya?


Namun setelah lima menit, dia juga tidak berhasil menemukan putranya. " Aku disuruh menjenguk Tamarin? ... Ada apa dengan Fox? Kenapa hanya menyuruhku untuk menjenguk Tamarin saja, dia harus memberikan aku perintah dari A sampai K.


Ceklek


Nyonya Mint yang membuka daun pintu rumah sakit tepatnya ruang rawat Tamarin.


" Nyonya Mint," lirih Tamarin yang terlihat dari gerakan bibirnya saja.


" Mint," seraya bangkit dari tempat duduk tepatnya di sisi kanan tempat tidur pasien dimana Tamarin terbaring.


Keduanya tercengang berikut wajah mereka tampak tegang dan sangat serius ketika menatap Mint, istrinya bagi Tuan Kino, ibu mertua dari Tamarin.


" Kamu sakit Tamarin?" Suara hells nya seraya berhenti di sisi tempat tidur pasien yang diatasnya tengah terduduki menantunya.


Tamarin hanya mengangguk lalu tertunduk.


" Ada apa?" tanyanya menoleh menatap suaminya dengan wajah tegang.


Ini semua pasti ulah Fox.


gumam Tuan Kino pada batinnya. Terlihat sekali jika dia cukup geram dengan serangan balik putranya.


" Bukankah harusnya kamu pulang dua hari lagi?" tanya Tuan Kino kepada istrinya. Mint.


" Ya, harusnya. Tapi entahlah, Fox sangat misterius. Memberi ku pesan ini itu, namun ketika malam ini aku mencoba menghubunginya, ponselnya bahkan tidak tersambung." imbuh Nyonya Mint yang akhirnya tidak menutupi lagi apa yang diperintahkan oleh putranya.


Tuan Kino mengepalkan kelima jemari kanannya. Dengan seluruh gigi mengerat namun tidak dia tunjukan pada Mint. Istrinya.

__ADS_1


Awas kamu Fox! Murka Tuan Kino dalam hatinya.


" Kamu sakit apa Tamarin?" Nyonya Mint juga belum tahu jika Tamarin tengah mengandung anak kedua. Tapi jika sekarang keguguran, tampaknya tidak perlu untuk dia panjang lebar menjelaskan.


" Panas," jawab cepat Tamarin yang bersamaan dengan Tuan Kino yang membalas jawab berbeda dari Tamarin.


" Keguguran," balasan Tuan Kino


Nyonya Mint mengernyitkan dahinya. " Panas? Keguguran? ... Aku tidak mengerti? Kenapa jawaban kalian berbeda?"


Tuan Kino dan Tamarin bertambah tegang dan saling berlirikan. Bola mata mereka bergeser untuk saling memandang.


Nyonya Mint sedikit melihat keanehan pada situasi malam tersebut. Namun, dia juga cukup sulit untuk mengartikan semua ini.


" Maksudnya, iya aku keguguran ... dan aku juga panas," sahut Tamarin menjelaskan meskipun jantungnya berdegup tidak karuan.


Takut saja reaksi apa yang akan ibu mertuanya tunjukkan, jika mengetahui skandal cinta terlarang mereka. Tamarin tetap tertunduk membisu setelahnya.


Untuk lima menit, keheningan tanpa suara dari ketiganya pun terjadi. Hingga Nyonya Mint memulai kembali mengeluarkan tanya. " Dimana Fox?" tanyanya yang sejak tadi mengedarkan pandangan ke seluruh arah, namun tak melihat sosok putranya.


Sementara Tamarin dan Tuan Kino, kembali saling berlirikan. Nafas keduanya terdengar sangat berantakan. Dan keduanya juga tidak menjawab pertanyaan Nyonya Mint.


" Dimana Fox Tamarin?" ulang tanya dari Nyonya Mint.


Tamarin menatap ibu mertuanya. Cukup bingung dia harus menjawab apa? untungnya mendengar cerita Candy, jika Fox akan sibuk bekerja di luar kota untuk beberapa hari ke depan. " Dia sedang pergi ke luar kota." Meskipun dia ragu menjawabnya dan tidak begitu lancar pula dia mengatakannya.


" Fox benar-benar keterlaluan, istri keguguran dan sekarang terbaring di rumah sakit. Dia pergi keluar kota?" Tergambar raut wajah kesal terhadap putranya, setelahnya dia geleng-geleng kepala.


Tuan Kino bahkan membeku tanpa kata-kata.


" Baiklah Tamarin, semoga lekas sembuh. Istirahatlah! Maafkan kami, kami harus pulang." seraya berjalan dan meraih lengan kekar kembaran Brad Pitt suaminya. Tuan Kino.


Tuan Kino bahkan sempat terkejut dan sedikit lupa. Dia hampir lupa, jika Mint adalah istrinya dan Tamarin adalah kekasih gelapnya. Sampai-sampai dia akan berjaga seperti hari-hari kemarin. Menjaga Tamarin di rumah sakit sampai dia sembuh.


Nyonya Mint akhirnya berjalan melangkah keluar dengan menggandeng lengan kekar milik suaminya. Namun Tuan Kino tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya sekali menoleh ke belakang, menatap wajah wanitanya yang sungguh kasihan karena malam ini tidak ada teman.


Kasihan Tamarin, dia pasti kesepian.


.


.


Di lain tempat.


Dua orang suruhan Tuan Kino untuk mengawasi putranya, tengah membawa Fox ke sebuah tempat dan mereka sedang berkelahi sengit.


Sebenarnya Tuan Kino tidak menyuruh dua orang pengawalnya untuk melukai putranya. Fox.


Namun karena Fox terus-terusan melawan dan tidak bisa kompromi untuk tidak masuk ke dalam rumah sakit saat malam itu. Perkelahian dua lawan satu pun terjadi.


Hiak Dess


Bugh


Tiga orang saling baku hantam dengan sangat sengitnya dan belum tahu siapa yang akan memenangkannya. Bisakah Fox melawan dua orang bertubuh kekar, berotot baja, dua orang pengawal ayahnya itu?


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2