
Ingatan Fox yang lagi-lagi mengajaknya menyelam. Ketika bertengkar hebat dengan nya malam itu. Tamarin terkejut bukan main saat mengetahui Jelly ternyata tinggal sudah lama bahkan hampir enam tahun dia tinggal di apartemennya.
Tamarin bahkan menyuruhnya mengusir Jelly dari apartemennya dan menyuruhnya untuk tidak memperkerjakan Jelly.
" Apa itu hanya rasa cemburu Tamarin saja? Atau ada hal lain?" Kepala Fox yang berpikir keras dengan mimik wajah serius saat dia merunut semua masalahnya.
.
.
Fox yang saat itu langsung ke bagian resepsionis apartemen miliknya. Mumpung dia tengah berada di Mall itu yang tidak jauh dari apartemennya.
" Apa ada yang kalian sembunyikan?" Fox yang tengah berada di ruangan dengan beberapa staf apartemen yang berjaga. Sedang mengintrogasi semua staf dan mempertanyakan apakah istri dan ayahnya sering ke apartemen itu.
" Tidak pak." Serentak mereka berempat menjawab dengan jawaban yang sama. Bahkan Fox menyuruh pada bagian cctv untuk memperlihatkan semua filenya dan diperiksa nya. Cukup lama bahkan sampai malam dia berada di apartemen itu. Mencari jawaban satu per satu untuk mengumpulkan bukti dari hubungan terlarang ayah dan istrinya. Namun seakan jejaknya sulit untuk dia dapatkan.
Jika hanya berdasar pada sikap ayahnya yang tengah malam dia pergoki saat berada di rumah sakit. Keduanya pasti mengelak telah memiliki hubungan terlarang. Membuat Fox sedikit frustasi bagaimana caranya membuktikan jika hubungan keduanya benar adanya.
Setelah Fox memutuskan pulang dari apartemen. Benar saja, satu orang petugas bagian cctv yang dibayar mahal oleh Tuan Kino akhirnya melapor kepadanya.
Sebenarnya semua petugas yang diintrogasi Fox jelas mengetahui semua jika wanita yang ditunjukkan lewat gambar oleh Fox yaitu Tamarin dan juga pemilik nomor satu dari apartemen ini memang dapat dikategorikan sering kesana di awal-awal. Hanya saja beberapa tahun terakhir terlebih semenjak Candy besar, keduanya sangat jarang pergi ke apartemen itu.
Namun semuanya bungkam. Mulut semua staf itu tersumpal oleh uang bernilai besar yang menggiurkan dari Tuan Kino. Terlebih tahu jika yang menyuruh mereka adalah pemilik sekaligus orang yang memiliki kekuasaan tertinggi atas apartemen itu. Membuat mereka semua mau tidak mau harus berbohong kepada Fox.
Fox terlalu gegabah, dia tidak mengira jika ayahnya sudah melangkah satu kali lebih di depan nya. Tuan Kino bahkan sudah ancang-ancang ini semua jauh-jauh hari.
Sial, Fox ternyata sudah mengendus hubungan ku dengan Tamarin.
Tuan Kino yang tengah memegang ponselnya setelah mendapat berita dari petugas apartemen salah satu suruhannya.
Dia tengah berdiri di atas balkon dan memandang dari atas jika ternyata mobil Fox juga baru masuk ke rumah besar. Padahal biasanya putranya tidak pernah pulang selarut ini.
Apa semua gara-gara golongan darahnya yang tidak sesuai dengan Candy?
Dari mana dia bisa menyimpulkan hingga aku dan Tamarin memiliki hubungan?
__ADS_1
Tuan Kino mendengus. Segera beranjak keluar kamar dengan dalih mengambil segelas air putih di dapur.
" Baru pulang Fox?" tanyanya kepada Fox yang baru akan melangkah naik ke anak tangga.
" Iya yah." Fox bahkan terlihat letih sekali. Dia malas untuk berlama-lama di depan ayahnya. Karena jujur dia sangat kecewa terhadap ayahnya. Mengkhianati wanita yang melahirkannya dan juga putra satu-satunya.
Begitu juga dengan Tuan Kino, berpikir keras langkah apa yang akan dia ambil selanjutnya guna membungkam prasangka Fox bahkan dugaan-dugaan yang sedikit banyak mustahil untuk dia tutupi rapat-rapat.
.
.
" Kamu baru pulang?" Tamarin yang ternyata belum tidur sedang menunggunya pulang.
Fox berlalu tanpa menjawab pertanyaan istrinya, menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sementara Tamarin berusaha menunggu suaminya di balik pintu seraya berjalan mondar-mandir guna memperbaiki hubungan mereka.
Ceklek.
Fox yang malas sebenarnya beradu tegang akhir-akhir ini dengan Tamarin.
" Aku ingin istirahat Tamarin." Fox yang melepaskan tangan Tamarin dan pergi ke ranjang untuk mengambil bantal dan guling guna tidur di atas sofa.
Sementara Tamarin jelas bertambah bingung dan jujur tidak tahu apa yang harus dia perbuat guna mendapat maaf dari suaminya.
" Kamu tidur di situ?" Tamarin yang lagi-lagi harus menerima sikap dingin dari suaminya. Fox begitu sangat acuh bahkan enggan sekedar melihat wajahnya.
Tamarin bahkan sesenggukan menangis namun Fox tidak memperdulikan.
Kembali lagi menghampiri dimana suaminya memilih tidur di sofa dalam kamar mereka. Tamarin berusaha bertanya kembali apa kesalahannya, namun lagi-lagi hal yang sama dia harus terima.
.
.
__ADS_1
Keesokan pagi di rumah besar.
" Papa," teriak Candy terkejut melihat papanya tidur terpisah dengan mamanya.
Fox dan Tamarin langsung jenggirat bangun dari tidurnya.
" Sayang," ucap Fox dengan sepasang yang seratus persen membuka.
Begitu juga dengan Tamarin, seketika terkejut dan tidak biasanya Candy pagi-pagi sudah bangun. " Candy sudah bangun sayang?"
Candy yang belum menjawab dan masih terdiam. Menggeser bola mata nya dari posisi papanya hingga berganti ke posisi mamanya.
Fox yang sudah tahu jika Candy pasti akan memberondongnya dengan pertanyaan. " Sini sayang," seraya mengulurkan kedua lengannya supaya Candy menghampirinya dan memeluknya.
Candy pun akhirnya berada di pangkuan papanya seraya di peluk oleh papanya. " Papa kok tidur sini? Kok nggak tidur sama mama?" tanya bocah mungil itu seraya menatap wajah papanya.
" Oh, semalam papa bolak balik sayang ke kamar mandi. Jadi papa takut bangunin mama." Fox tampak terlihat bodoh dengan jawabannya. Mengusap tengkuk lehernya karena merasa berdosa dengan Candy.
" Kalau begitu papa mandi dulu ya sayang, Candy sama mama!" Fox yang kemudian bangkit dari sofa dan berjalan menuju kamar mandi.
Fox jujur sulit untuk mengabaikan Candy. Tapi perlahan dia harus bisa. Lagi pula. Baik ayahnya maupun Tamarin seolah tidak berpikir jauh hingga melakukan ini semua.
.
.
Di sekolah Candy tepatnya di sebuah taman.
" Apa?" Tamarin yang langsung lemas hingga akhirnya luruh duduk di kursi taman. Mendengar Tuan Kino memberi tahu jika Fox sepertinya sudah mendapati bukti tentang hubungan terlarang mereka. " Tidak mungkin Fox tahu? Siapa yang bilang kepadanya?" Tamarin berusaha tenang meskipun jujur wajahnya tegang.
Tuan Kino tetap bungkam tidak mengatakan kepada Tamarin jika Candy adalah putrinya dengannya. Tuan Kino bahkan mengunci rapat mulutnya mengapa Fox memiliki prasangka jika Keduanya memiliki hubungan? Jelas, Fox pasti sudah menelisik akibat golongan darahnya bahkan tidak cocok dengan Candy. Tuan Kino bahkan juga bungkam terhadap Tamarin jika sebenarnya dialah yang memberikan banyak darah untuk Candy saat putrinya kritis di rumah sakit beberapa hari yang lalu.
Namun dia tidak bisa mengatakan kepada Tamarin. Hanya kalimat jika Fox sepertinya sudah mengendus asmara terlarang mereka, itu sengaja dia sampaikan kepada Tamarin karena Tamarin selalu sedih mendapati sikap Fox yang berubah dingin kepadanya.
Tadinya dia ingin menyimpan rapat dari Tamarin dan membuang jauh praduga Fox. Namun supaya Tamarin bisa lebih kuat menghadapi jika ternyata Fox sedikit banyak sudah tahu tentang hubungan mereka.
__ADS_1
" Lalu harus bagaimana?" Tamarin yang bertambah cemas dan jantungnya memompa cepat.
BERSAMBUNG