Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Mengingat Sebuah Pengkhianatan Kejam


__ADS_3

Meskipun panggilannya di abaikan. Milk tetap akan terus minta maaf kepada Jelly sampai Jelly memaafkan nya.


Merasa tidak enak dengan security yang berjaga di loby apartemen, Milk akhirnya memberhentikan panggilannya kepada sosok mantan kekasihnya. Dia akhirnya kembali ke mobil dan berlanjut mencari makan malam.


Setelahnya usai menikmati makan malam. Milk merasa gelisah di dalam kamar. Entah mengapa? baru satu malam berada di Jakarta, dia jujur merasa kesepian. Biasanya ada Ita istrinya yang selalu mencurahkan perhatian kepadanya. Kali ini apa-apa serba harus sendirian. Membuatnya susah tidur dan hanya gelimbang-gelimbung di atas ranjang.


Sementara Jelly. Kedua pipinya basah mengingat kejadian demi kejadian setelan bertemu Milk di Jakarta. Mengingat kejadian satu tahun silam.


" Kita putus!" ucap Milk seolah tak berperasaan.


" Sayang, apa kamu bilang? kita putus." tangis Jelly menderu dan tubuhnya seketika membeku.


" Iya, kita putus. Kamu terlalu sibuk mengurus Ibu kamu. Sampai kamu lupa dan tidak menganggap aku ada. Kamu bahkan melupakan janji makan malam kita. Dan itu adalah makan malam perayaan anniversary kita. Kamu menyepelekan hubungan kita." imbuh Milk yang semakin membuat tangis Jelly tak terbendung.


" Tapi Ibu ku kan lagi sakit. Dia harus di bawa ke rumah sakit. Masak iya disaat Ibu ku sekarat aku harus datang makan malam sama kamu." diiringi dengan tangis berderai saat Jelly berusaha meminta pengertian kepada Milk yang saat itu menjadi kekasihnya. " Aku tidak mau putus. Kita sudah menjalin hubungan ini hampir tiga tahun. Dan kita janji akan menikah bukan?" kata Jelly yang berusaha meminta Milk untuk tidak memutuskan hubungan cinta dari nya.


" Aku tidak bisa, aku tetap ingin putus dan aku akan menikah secepatnya. Kamu tahu kan? orang tua ku sudah menyuruh ku untuk cepat-cepat menikah. Sementara kamu, kamu sibuk mengurus ibu kamu yang sedang sakit. Urus saja ibu kamu! dan kamu lupakan aku! lupakan jalinan cinta kita! lupakan juga janji kita menikah!" tegas Milk yang kekeh ingin putus dari Jelly.


" Aku tidak mau ... aku tidak mau!" tangis Jelly yang semakin kuat dan menganak sungai malam itu. Air matanya jatuh sudah tak terkira lagi.

__ADS_1


Disaat Jelly masih menangis meratapi percintaannya yang dia berusaha perjuangkan. Datanglah Ita. " Jelly, aku minta maaf." jemari Ita yang bertaut menggenggam jemari Milk kekasihnya.


Jelly yang bingung awalnya. Tapi dia berusaha mencerna bahasa tubuh dan tatapan mereka berdua. Melihat Milk dan Ita saling menatap dan berusaha menjelaskan.


" Iya, seperti yang kamu lihat. Aku dan Ita akan menikah. Sebelumnya aku juga minta maaf, jika aku memilih keputusan ini dan membuatmu terkejut. Aku juga minta maaf, jika kamu kecewa dengan keputusan yang aku buat. Hidupku juga harus berjalan. Dan aku tidak ingin terpaku dan larut dengan masalah hidupmu. Hidupmu yang akan kamu habiskan untuk merawat ibu mu." ucap Milk seolah tanpa ampun menghunus pedang hingga dasar hatinya paling dalam. Seketika pula jantung nya terasa sakit luar biasa. Menerima pengkhianatan kejam dari kekasih dan juga sahabatnya. Bahkan mereka sadar melakukannya. Mereka seperti tidak memikirkan perasaannya.


Kekasih yang seharusnya ada saat dia sedang berjuang untuk menyembuhkan ibunya, malah bermain api di belakang dengan sahabatnya. Harus nya disaat-saat seperti inilah kehadiran Milk dibutuhkan disisinya. Untuk menguatkan dirinya berjuang mencari kerja untuk pengobatan ibunya. Dan menjadi suport sistem yang akan selalu menyemangatinya.


Namun yang didapat malah sebaliknya. Menerima putusan sepihak dari pria yang di cintainya. Bahkan terang-terangan mengakui berkhianat dengan sahabatnya. Dan bahkan seolah tanpa dosa mengikrarkan pernikahan mereka di depannya.


Luka yang sungguh kejam yang mereka torehkan. Seakan manusia tanpa hati yang melukai kekasih sekaligus sahabatnya sendiri.


Namun Milk membela Ita. Mencengkeram tangannya dan menghempas ke udara. Membuat posisinya mundur satu langkah dari tempat berdirinya. Dan malah menyalahkan nya.


" Jelly ... cukup Jelly!" teriak Milk dengan wajah penuh murka. " Kamu yang menghancurkan hubungan kita. Bukan aku atau Ita! Kamu sendiri yang sibuk mengurus ibu kamu, hingga kamu lupa dengan hubungan kita. Kamu paham kan!" teriak Milk yang membuat sakit hati Jelly berulang kali.


Membuat tangisnya berderai tidak rela dan tidak terima diperlakukan oleh keduanya. " Itu berarti kalian sudah selingkuh di belakang ku." ucap Jelly lirih menahan sesak dalam dada nya. " Kenapa kalian tega? kenapa?" dari yang nada paling menyanyat hati hingga tak kuasa akhirnya Jelly berteriak seolah ini tak adil baginya. " Aku tidak ingin kita putus Milk. Aku tidak ingin kita putus." ucap Jelly mengiba bersamaan dengan derasnya Air mata yang jatuh tiada terkira.


Hingga bersimpuh di kaki Milk pun dia lakukannya. Dia bahkan memeluk erat kaki kekasihnya karena merasa hanya Milk yang saat itu dia punya selain ibunya. Selain ayahnya yang sudah pergi meninggalkannya. Dia pikir hanya Milk, yang akan menggantikan kepergian ayahnya yang memilih kebahagiaannya sendiri. Namun ternyata sama saja, Milk pun tidak jauh beda dengan ayahnya yang meninggalkan dia dan ibunya.

__ADS_1


" Lepaskan Jelly!" perintah Milk kepada Jelly yang bersimpuh memeluk erat kaki kiri nya.


" Aku tidak mau." bersamaan dengan tangisnya yang kunjung usai


" Lepaskan!" teriak Milk yang geram hingga menarik kedua lengan Jelly supaya Jelly melepaskan pelukan erat di kaki kiri miliknya.


" Hihihihi." isak tangisnya yang sudah luar biasa dan kian hebat mendera jantung nya.


" Aku harap kamu bisa terima." Milk yang kemudian meraih jemari Ita dan keduanya pergi meninggalkan Jelly dari Taman Kota Bandung malam itu.


Jelly yang masih menangis hebat dengan duduk mendekap erat kedua lengannya. Melihat kedua punggung pengkhianat yang perlahan menjauh dari pandangannya.


Hingga hujan deras mengguyur wanita yang sedang duduk menangis seorang diri malam itu. Betapa malam itu adalah malam jahanam yang sungguh kejam yang tidak akan mudah untuk dilupakan nya.


Kilatan petir di atas lampu yang temaram pun tak terhindarkan. Air mata bening pun luruh bersamaan dengan derasnya air hujan.


Jelly yang tidak kuasa membendung ingatannya pada peristiwa malam jahanam itu. Kedua pipinya basah mengingat Semua pengkhianatan kejam antara mantan kekasih dan juga sahabatnya. Memilihnya memeluk bantal di atas ranjang untuk menyembunyikan tangisnya yang sudah tidak bisa dia tahan.


Maka dari itu, dia sungguh benci terhadap pria yang entah mengapa akhir-akhir ini malah menghantui dirinya. Sudah berusaha jauh dari kota Bandung dan ingin menata masa depan. Namun sosoknya malah hadir datang dan semakin membayang.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2