Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Tamarin Hamil


__ADS_3

Setelah dua puluh menit, mobil Fox akhirnya sampai di sebuah pelataran rumah sakit.


Fox terlebih dahulu masuk untuk melakukan proses pendaftaran. Dan karena masih sangat pagi, rumah sakit terlihat sepi dan masih belum banyak antrian. Jadi Fox langsung membawa Tamarin masuk ke ruangan dokter umum yang sudah datang dan sedang duduk di ruang kerjanya.


Setelah Tamarin berbaring di tempat tidur pasien. Dokter lantas memeriksa seluruh tubuh Tamarin dan menanyai apa yang sedang di keluhkan oleh Tamarin.


Tamarin menjawab sesuai apa yang dikeluhkannya dan Tamarin dipersilahkan duduk di samping Fox suaminya yang berada tepat di depan meja kerja dokter.


" Bagaimana dengan istri saya dok?" tanya Fox seketika setelah dokter selesai melakukan pengecekan kepada Tamarin istrinya.


" Sebelumnya selamat ya pak, anda akan menjadi seorang ayah." jawab dokter dengan terlihat senyum dari raut wajahnya.


Fox yang terdiam karena saking terkejutnya. Jujur dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh dokter kepadanya. " Apa dok? jadi istri saya hamil." tanya Fox untuk lebih meyakinkannya lagi.


Sementara Tamarin juga bengong. Terdiam dan mematung untuk beberapa saat dengan ekspresi campur aduk.


" Iya istri bapak hamil. Sedangkan untuk sakit panasnya. Ibu di anjurkan minum banyak vitamin dan istirahat yang cukup supaya kesehatannya pulih. Dan ingat, jangan asal minum obat tanpa resep dokter, karena ibu sedang hamil muda." jawab dokter kembali.


" Kamu hamil sayang." saking bahagianya Fox, dia mencium kening istrinya dan meraih tubuh istrinya dan menyandarkan tubuh Tamarin ke dada bidangnya.


Sementara Tamarin yang masih seperti orang linglung. Menelan ludahnya walau terasa sulit dengan ekspresi datar bahkan jauh dari senyum bahagia karena akan mendapatkan seorang buah hati.


" Alangkah lebih baiknya, ibu dan bapak periksakan kembali ke Dokter Spesialis Kandungan supaya lebih detail untuk usia janin yang sedang bertumbuh di perut ibu." saran dari dokter umum yang selesai memeriksa kesehatan Tamarin.


" Baik dok, akan saya jalankan atas saran dari Dokter. Terimakasih banyak." jawab Fox dengan masih menempelkan tubuh sebelah kanan Tamarin dan merangkulnya.


Setelah semua selesai. Tamarin dan Fox kemudian menuju ke ruang Dokter Spesialis Kandungan dan benar saja. Tamarin terhitung hamil mengandung janin yang berusia empat Minggu. Itu adalah hitungan dokter tentang janin jika dihitung dari terakhir kali Tamarin datang bulan.

__ADS_1


" Terimakasih ya sayang. Kamu akan memberikan aku keturunan. Dan aku jujur tidak menyangka, secepat ini kita akan menjadi pasangan ibu dan ayah bagi anak kita nanti." Fox yang menghadap ke Tamarin dan mencium sepuluh jemari Tamarin dalam genggamannya.


Tamarin yang tersenyum tiga senti dan hanya pas dilihat Fox saja dia tersenyum. Selebihnya dia sama dengan yang Fox suaminya katakan, masih tidak percaya jika ternyata ada seorang janin sedang tumbuh berkembang di rahimnya.


Ditambah lagi, kegamangan yang terjadi. Apakah ini anak Fox? atau ...


Fox kemudian melajukan mobil hingga lupa janjiannya dengan jelly dan urusan kantornya. Terlebih dia juga tidak membawa ponsel akibat terburu-buru membawa istri kesayangannya ke rumah sakit akibat muntah-muntah tadi pagi saat sarapan.


Sadar jika dirinya pasti membuat Jelly menunggu. Entah mengapa? sedikit melupakan Jelly dan terus menatap pelipis kanan istrinya dengan tersenyum tanpa henti seolah ada perasaan bahagia yang tidak bisa dia terjemahkan untuk pagi ini.


Senyum Fox juga tidak berhenti begitu saja terlebih setelah memandangi hasil USG dan jelas terlihat digambar jika ada segumpal darah dagingnya yang masih bertumbuh di dalam rahim istrinya.


.


.


Jelly sudah berusaha melakukan panggilan berulang, namun tetap saja masih tidak ada jawaban dari sang bosnya. Membuatnya memilih bermain di area dapur yang serasa mainan robot-robotan karena untuk mengambil gelas atau piring saja harus pencet-pencet tombol untuk membuka dan menutup pintu pada peralatan dapur canggih milik sang bosnya.


Jelly sedikit tertegun. Meskipun dirinya dulu pernah merasakan hidup enak, tapi fasilitas yang diberikan Fox kepadanya masih membuatnya terheran-heran. Sampai dapur saja memiliki fasilitas canggih dan benar-benar mengalahkan fasilitas sekelas Hotel Bintang Lima sekalipun.


Berjalan mondar-mandir menuju kaca jendela besar. Meneguk orange juice sendirian dengan gelisah dan kembali lagi duduk di mini bar dekat dengan dapur canggih yang lagi-lagi dilakukannya adalah, menatap layar ponsel dan berharap ada sebuah panggilan dari Fox.


Namun sialnya, setengah jam lamanya dia duduk dan membolak-balik majalah yang tersaji di atas meja. Fox tak kunjung tiba atau bahkan sekedar memberikan kabar kepadanya. Ponselnya hening tanpa suara. Yang ada hanya suara gerak langkahnya yang gelisah.


.


.

__ADS_1


Mobil Fox yang sudah masuk ke dalam rumah besar. Dengan bangga dan senyum lebar menunjukkan gigi putih berjajar, Fox menuntun Tamarin istrinya untuk masuk ke dalam rumah yang sudah pasti ibunya sudah berangkat ke kantor. Yang tersisa hanya ayahnya yang menunggu kedatangan Fox dan Tamarin sedari tadi.


" Bagaimana? bagaimana keadaan kamu Tamarin?" Pertanyaan Tuan Kino yang memburu seolah tidak sabar ingin mendapat jawaban jika wanita pujaannya itu baik-baik saja.


Membuat Fox sedikit bingung, mengapa ayahnya sebegitu khawatirnya hingga memburu pertanyaan tanpa jeda. Fox dan Tamarin yang masih terdiam tanpa sepatah kata dan hanya melihat reaksi Tuan Kino.


" Ma-maaf Fox, ibu kamu khawatir, hingga menyuruh ayah untuk menanyakan hal ini kepada kamu." Tuan Kino yang sadar jika pasti pertanyaannya tadi sedikit heboh dan membuat Fox bertanya-tanya.


" Oh, Tamarin baik-baik saja. Dokter mengatakan jika Tamarin sedang hamil sekitar tiga sampai empat minggu." jawab Fox dengan sangat jelas kepada ayahnya.


Membuat Tuan Kino tidak kalah terkejutnya. Sepasang matanya berhenti untuk bergeser. " Hamil?" tanya Tuan Kino.


" Iya yah. Sudah dulu ya. Aku mau antar Tamarin ke kamar." Fox yang memegang lengan istrinya itu untuk dibawanya ke lantai dua.


Sementara Tuan Kino masih berdiri mematung di posisi yang masih sama.


Tamarin Hamil? gumamnya dalam hati yang membuatnya banyak pertanyaan.


.


.


" Sayang, sebaiknya kamu istirahat saja ya! panggil bibi jika kamu butuh apa-apa. Kamu jangan kerjakan hal apapun supaya anak kita tidak kenapa-kenapa!" Sentuh Fox pada perut Tamarin yang masih terlihat rata.


Sementara Tamarin yang awalnya melamun, kemudian sadar dan menganggukkan kepala dengan ekspresi senyum namun dihatinya penuh bingung.


" Kalau begitu aku berangkat ke kantor. Kamu baik-baik ya." ujar Fox yang kemudian mengecup kan bibir ke kening istrinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2