Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Salah Paham


__ADS_3

Fox khawatir berlebihan. Hingga membuat bingung Tamarin.


Fox yang tidak berhenti masih menyentuh kedua pipi istrinya dan memperhatikannya dalam-dalam, siapa tahu ada bekas tamparan dari ayahnya dan melihat semua lengan dan juga kaki jenjangnya yang siapa tahu di siksa ayahnya.


" Sayang aku tidak papa." kata Tamarin yang bingung dengan sikap suaminya.


Sementara Fox yang masih berjongkok dan masih memeriksa satu persatu bagian tubuh dan kulit istrinya mana tahu ada yang memar akibat di pukul benda tumpul oleh ayahnya.


" Sayang ... aku tidak papa." Tamarin berusaha mengatakan kalimat itu kedua kali penuh penekanan supaya suaminya mengerti.


Fox menatap lekat kedua mata istrinya. " Tidak, kamu pasti di siksa di suruh ayah bersihin kolam renang ... iya kan?" wajah serius Fox menatap wajah Tamarin yang sama-sama tegang terkejut. Namun terkejutnya Fox berbeda dengan Tamarin. Tamarin tidak habis pikir mengapa sampai sejauh itu Fox berpikir dan mencurigai ayahnya sendiri.


Bersamaan dengan tuduhan Fox kepada ayahnya. Tuan Kino juga langsung shock ketika putranya curiga sedalam itu kepadanya. Dan seketika memberhentikan makannya dan meletakkan alat makannya di atas piring lalu bangkit dari duduknya dan hendak pergi dari drama pengantin baru yang ada di dekatnya.


Ketika Tuan Kino baru memutar tubuh.


" Ayah mau kemana?" tanya Fox penuh amarah kepada ayahnya.


Tuan Kino tidak langsung menjawab. Dia mendengus lalu mengatur ritme bicara. " Ayah mau naik ke kamar."


" Apa ayah setega itu, sampai ingin membunuh istriku ?"


Tuan Kino dengan wajah serius memutar tubuhnya kembali dan menatap serius sepasang mata putranya dengan tulang rahang yang sama-sama saling mengerat.


Sementara Tamarin berusaha menjelaskan dan meraih lengan kekar milik suaminya. " Sayang ... ayah kamu justru ... "


" Diam! Aku tahu semenjak kehadiran kamu di rumah ini, dia tidak pernah menyukainya. Lebih baik kita pergi dari rumah ini dan tinggal di apartemen." Fox yang menggelandang kasar pergelangan tangan milik istrinya yang tidak ada waktu untuk menjelaskan bahwa ayahnya lah yang telah menolongnya dan hubungan dengan ayahnya sedikit membaik karena kejadian tenggelam di kolam tersebut.

__ADS_1


Tapi apa daya. Kalimat itu akan dikeluarkannya jika Fox sudah tenang dan meredam emosinya.


Tuan Kino yang hanya bisa menatap menantunya di gelandang naik ke lantai dua tanpa dirinya dan menantunya diberi waktu untuk menjelaskan oleh Fox.


Sementara di dalam kamar pengantin baru.


Tamarin dipeluk erat oleh suaminya yang merasa bersalah kepadanya. " Aku minta maaf sayang. Aku belum bisa bahagiakan kamu. Bahkan harusnya kita bulan madu, tapi baru sehari kamu menginjakkan kaki di rumah ini, ayah bahkan sudah menyiksamu dengan keji." Fox yang begitu menyayangi istrinya dengan membelai lembut rambut kecoklatan milik istrinya yang tergerai sepundak itu.


Mendekapnya erat begitu juga Tamarin yang berusaha menjelaskan namun lagi-lagi ditepis oleh Fox suaminya yang seakan tahu jika istrinya akan berbohong menutupi kesalahan ayahnya.


Sementara Tuan Kino yang mengeratkan tulang rahang hingga timbul rasa sedikit geram dengan pria yang harus dia panggil anak laki-laki kesayangannya itu, karena kata-katanya barusan sungguh menyakitkan hati padahal jelas-jelas dia yang menolongnya.


Tuan Kino yang berdiri di dekat pintu yang terbuka lebar yakni kamar milik Fox dan Tamarin yang ada di sebelah kamarnya. Tubuhnya yang bersembunyi di balik dinding bisa melihat nyata jika Tamarin begitu sangat berharga dimata putra kesayangannya.


Hingga makan malam tiba dan Nyonya Mint lebih awal pulang karena mendapat telepon dari Fox jika dia akan pamit untuk tinggal di apartemen.


" Itu apa?" tanya Nyonya Mint yang melihat koper-koper berjejer rapi di dekat anak tangga paling bawah.


" Koper Bu." jawab Fox yang sudah berdiri di depan ibunya dan ada Tamarin juga di sebelah Fox berdiri.


" Kamu mau kemana?" tanya penuh kecemasan dan bingung dari Nyonya Mint.


" Aku sama Tamarin mau tinggal di apartemen saja." Fox yang meraih pergelangan tangan kiri milik istrinya.


" Kenapa Fox?" ibunya yang ingin menangis karena bingung sebenarnya ada masalah apa lagi setelah drama makan pagi yang hanya masalah nasi goreng dan omelette.


Fox menoleh ke arah ayahnya yang sedang duduk diam di meja makan seorang diri dan hanya mendengarkan dari kejauhan drama makan malam kali ini.

__ADS_1


" Sebenarnya ibu sudah tahu kan, tadi pagi saja, bagaimana sikap ayah kepada Tamarin?" Fox yang berusaha menjelaskan kronologi demi kronologi.


Nyonya Tamarin dengan wajah yang sama, yang sangat tahu akan sifat suaminya. Tatapannya dia geser ke seorang pria yang dia panggil ayah setiap harinya yakni suaminya, Tuan Kino.


" Siangnya, untung aku telepon bibi. Dan ibu tahu apa yang terjadi? Tamarin tenggelam di dasar kolam." kalimat terakhir yang penuh dengan penekanan membuat Nyonya Mint bernafas cepat untuk sekitar dua detik lamanya.


Nyonya Mint langsung meletakkan kelima jemari kirinya di atas dada tepat pada jantungnya. Menopang tubuhnya yang melemas seketika ketika ujung telinga mendengar kalimat tenggelam di dasar kolam dengan kelima jemari kanan yang dia letakkan di rail pegangan anak tangga.


Sementara Tamarin yang lagi-lagi tidak diberikan kesempatan untuk bicara oleh suaminya.


" Setelah makan malam usai, aku pamit Bu." ujar Fox kepada ibunya.


" Fox ... "


" Keselamatan istri ku lebih berharga Bu." Fox yang menggenggam lebih kuat kelima jemari milik Tamarin.


" Cukup!" teriak seorang pria yang kemudian bangkit dari duduknya yang telinganya mau pecah ketika semua menyudutkan nya tanpa sedikitpun diberikan kesempatan bicara.


Tuan Kino yang kemudian berjalan pelan menghampiri sepasang pengantin baru yang dimabuk kepayang dan istrinya yang sudah tergenang air mata karena akan ditinggal pergi oleh anak laki-laki kesayangannya.


" Apa kamu sudah selesai bicara Fox?" ujar ayahnya dengan wajah bagai singa.


Fox pun juga tak kalah memasang wajah bagai anak singa yang menatap mantap tidak takut kepada ayahnya yang menurutnya sudah keterlaluan.


" Istrimu memang tenggelam, tapi itu bukan karena ayah. Lupakan! kalau ayah tadi menolongnya, karena kamu juga pasti tidak percaya. Tapi satu hal yang membuatnya tenggelam, bukan karena ayah siksa dengan memberinya sebuah pekerjaan." sinis Tuan Kino penuh dengan amarah dan semakin dekat wajahnya berhadapan dengan putranya. " Kamu bahkan tidak memberi ruang dan kesempatan untuk istrimu bicara menjelaskan. Kamu sudah berasumsi semau mu sendiri. Tanyakan pada istri mu apa yang terjadi?" Teriak Tuan Kino tepat di wajah Fox hingga membuat Nyonya Mint menengahinya.


" Ayah sudah." Nyonya Mint yang mengambil tempat dan berdiri di tengah-tengah Fox putranya dan suaminya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2