
" Ada apa Nyonya?" tanya petugas polisi yang berjaga.
" Keluarkan aku! Keluarkan aku!" pintanya berteriak sembari menangis dan kemudian tertawa terbahak-bahak.
.
.
Di rumah sakit.
Tamarin dan Candy yang terus menunggu Tuan Kino. Hingga tidak lama, Tuan Kino membuka matanya.
" Sayang, Candy," panggil Tuan Kino lirih karena badannya yang masih lemah.
" Opa?" Candy yang kemudian menyentuh tangan opa nya. Mengusap nya berulang, tersenyum bahagia melihat opa nya sudah siuman.
" Opa ayo bangun! Ayo kita pulang! Supaya Opa bisa bacain dongeng sebelum tidur untuk Candy." celoteh menggemaskan itu keluar dari bibir mungil berwarna merah muda. Candy yang takut opa nya kenapa-napa.
Membuat Tuan Kino dan Tamarin yang saling pandang ikut tersenyum mendengar celotehan gemas dari Candy.
Dia kemudian meraih seluruh lengan kiri putrinya yang duduk di atas tempat tidur pasien tepat di sebelahnya. Mengecup lima jemari mungil milik putri kecilnya seraya tersenyum karena masih bisa melihat wanita yang dicintai yaitu Tamarin dan putri manisnya, Candy.
Tidak lama berselang, Dokter dan perawat pun akhirnya datang memasuki. Mereka ingin memeriksa keadaan Tuan Kino.
Candy yang dibawa Tamarin untuk keluar sebentar mendengar ponselnya berbunyi. Dia mendapat kabar mengejutkan dari orang kantornya. Media cetak dipenuhi dengan gambarnya dengan Tuan Kino.
" Apa?" Tamarin bukan main terkejutnya. Keningnya penuh dengan kerutan karena masih tidak percaya karena dia belum melihatnya sendiri. Dia menutup ponselnya dengan nafas yang berantakan. " Nyonya Mint," lirihnya memegangi benda pipih itu kuat-kuat di dadanya.
Tamarin sadar, jika berita itu pasti dimunculkan oleh Nyonya Mint yang tidak terima dan sakit hati atas apa yang dilakukan olehnya dan Tuan Kino.
Setelah selesai Dokter memeriksa dan memberitahu tentang kesehatan Tuan Kino yang bahkan diluar dugaan dengan sangat cepat pemulihannya. Membuat Tamarin lega, karena bagaimanapun? Perihal berita tentang Skandal cinta terlarang menantu dan mertua yang sudah menjadi judul di halaman utama harian surat kabar milik Nyonya Mint, harus dia sampaikan kepada Tuan Kino.
Candy yang sudah dijemput oleh bibi supaya pulang, tidur siang dan dibujuk Tamarin supaya nanti malam diantar kembali dan menunggu opa nya di rumah sakit.
Tamarin yang menunggu orang kantornya, orang yang akan menyerahkan beberapa surat kabar yang memberitakan skandal cinta terlarang nya dengan Tuan Kino.
" Ini gila ... ini benar-benar gila." Tamarin yang tercengang melihat judul dari halaman pertama dari beberapa surat kabar yang ada di tangannya.
Tamarin bahkan frustasi dan dengan langkah tergesa memasuki ruang rawat Tuan Kino. Langkah nya harus berhenti tepat tidak jauh dari tempat tidur pasien dimana Tuan Kino tengah bersandar bahkan sudah terlihat segar.
" Baby ... ada apa?" Tuan Kino yang bisa merasakan jika wanitanya itu terlihat wajahnya muram.
" Baca ini!" seraya memberikan beberapa harian surat kabar di atas pangkuan kembaran Brad Pitt itu.
Meskipun sedikit tidak mengerti, tapi jemari Tuan Kino perlahan mengambil salah satu surat kabar tersebut. Dan alangkah terkejutnya dia. Membaca judul dengan tulisan ketikan yang sangat besar dan ada gambar dirinya dan Tamarin.
SKANDAL CINTA TERLARANG MENANTU DAM MERTUA
Judul di beberapa surat kabar yang dia bolak-balik dan ternyata hampir seluruh halamannya berisi tentang skandal cinta terlarangnya dengan Tamarin.
__ADS_1
Berikut juga foto-foto dirinya dan Tamarin yang hampir memenuhi setiap halaman surat kabar tersebut.
Deg
Jantung Tuan Kino terasa nyeri. Dia menyentuhkan telapak tangan kanannya tepat pada bagian dada nya yang diperban. " Mint ... Ini semua perbuatan Mint." Timbul wajah marah sekaligus kecewa dan sedih bercampur.
Begitu juga dengan Tamarin. Dia tidak bisa menyembunyikan rasa malunya dan rasa entah apapun itu yang dimilikinya. Dia bahkan tidak tahu harus berbuat apa.
" Aku akan menikahi mu. Dan aku akan menceraikan Mint." Tuan Kino yang menggenggam erat tangan Tamarin. Keputusannya untuk menikahi Tamarin adalah yang paling benar, karena memang keduanya sudah memiliki Candy.
Tok ... Tok
Suara ketukan pintu dari pengacara keluarga.
" Masuk," seru Tuan Kino kepada siapapun di balik pintu.
Ya, yang datang adalah pengacara keluarga yang diutus oleh Nyonya Mint untuk membicarakan perihal gugatan cerainya kepada Tuan Kino.
" Kamu? Aku bahkan baru saja akan menghubungi mu," kata Tuan Kino tanpa basa-basi.
" Oh ya," jawab cepat dengan berjalan lebih dekat dimana Tuan Kino tengah berbaring di tempat tidur pasien. " Bagaimana keadaan mu?"
" Hahaha, seperti yang kamu lihat. Aku selamat dari peluru yang di tembakan oleh istri ku sendiri," seraya merentangkan kedua lengannya guna memberi tahu jika dirinya pria kuat dan baik-baik saja. " Mint benar-benar sudah gila," imbuhnya.
" Hahaha, bukankah kamu yang pantas disebut gila?" Pengacara itu menimpali seraya melirik dan memperhatikan baik-baik Tamarin dari ujung kepala hingga ujung mata kaki.
Dan setelahnya Tamarin keluar. Tanpa basa-basi lagi keduanya langsung berbicara serius.
" Mint menyuruh ku mengurus surat perceraian kalian," kalimat pertama yang keluar dari mulut si pengacara.
Mendengar hal itu, Tuan Kino sedikit terkejut namun kemudian dengan cepat dia berekspresi biasa saja. " Baguslah. Tadinya aku juga begitu. Aku hendak menghubungi mu dan menyuruh mu untuk mengurus surat perceraian. Secepatnya lebih bagus." Kata Tuan Kino bahkan nyaris tidak ada rasa sesal atau pun sedih yang tergambar.
Berbeda dengan Nyonya Mint, tergambar kesedihan yang mendalam dan terdengar samar sesenggukan.
" Apa karena wanita tadi? Kamu bahkan dengan mudah melepaskan Mint? Aku bahkan hampir tidak percaya Kino, jika pernikahan mu hancur dan kamu bahkan telah memiliki seorang putri dari menantu mu sendiri."
" Sudahlah, urus saja secepatnya surat perceraian kita!" Tuan Kino tampaknya enggan mendengar panjang lebar perkataan pengacara keluarganya itu.
" Baiklah, kalau begitu saya permisi."
Setelah pengacara itu pergi. Tuan Kino terngiang dengan ucapan pria yang usianya lebih tua dua tahun darinya itu.
Memory nya mengajak mengingat pertemuannya dengan Mint tiga puluh tahun lalu. Namun dengan cepat dia hentikan. Jujur berat, keputusan berpisah dari Mint. Tapi ini harus dia lakukan, mengingat Candy dan Tamarin adalah masa depannya. Dia tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan karena terkuaknya skandal cinta terlarang menantu dan mertua, dirinya dan Tamarin.
.
.
Keesokan hari.
__ADS_1
Tuan Kino mendapat kabar, jika banyak dari kliennya menolak kerja sama. Mengingat reputasinya hancur karena ulah Mint.
Dia yang sudah sanggup berjalan meskipun bagian dadanya masih nyeri. Tuan Kino mengajak Tamarin untuk mendatangi kantor polisi guna menyuruh Mint menutup berita di halaman pertama dan hampir keseluruhan halaman di beberapa harian surat kabar.
" Apa anda yakin, kita akan pergi kesana?" tanya Tamarin yang ragu karena takut jika Nyonya Mint bertindak nekat kembali.
" Aku yakin Baby," seraya mengecup kelima jemari kiri Tamarin yang yang baru diraihnya dan didekatkan pada bibirnya. " Tenanglah!"
.
.
Sesampainya keduanya di kantor polisi.
Nyonya Mint yang dibawa keluar dari sel mau tidak mau harus menemui Tuan Kino dan Tamarin.
" Hehm," senyum sinis Nyonya Mint yang sebenarnya tidak sudi menatap keduanya. " Kamu selamat? Menyelamatkan wanita ini," bola mata Nyonya Mint yang bergeser menatap Tamarin dengan penuh kebencian.
Dia dengan cepat mencengkeram dagu Tamarin dengan kelima jari kanan penuh murka. " Aku tidak sangka Tamarin, kamu yang manis, putra ku Fox bahkan mencintai mu. Tapi kamu bahkan menghancurkan aku dan putra ku." Kalimat Nyonya Mint yang penuh penekanan sekaligus kebencian dengan sangat sinis nya mengatakan hal tersebut.
" Lepaskan Mint! Aku yang bersalah. Jangan kamu lampiaskan kepada Tamarin dan Candy." tuturnya dengan urat-urat yang terlihat semakin jelas dengan melepaskan cengkeraman Mint dari dagu Tamarin. " Aku yang salah," teriaknya kembali untuk mengingatkan Mint tidak menyakiti Tamarin.
Sementara Tamarin hanya bisa menitikkan air mata.
" Aku kesini hanya untuk memperingatkan mu. Dalam satu kali dua puluh empat jam. Jika kamu tidak memberhentikan berita dalam harian surat kabar milik mu. Aku akan menghancurkan kantor mu," bisik Tuan Kino lebih dekat pada telinga Nyonya Mint untuk kalimat terakhirnya. Menghancurkan kantor besar redaksi Nyonya Mint.
Nyonya Mint yang mendengar itu, dia langsung mengepalkan kedua tangannya. Ingin melayangkan pukulannya itu kepada suaminya. Namun rasanya tidak adil. Jika Tamarin tidak mendapatkan nya.
Tanpa pikir panjang, dia berusaha ingin melayangkan kepalan tangannya yang kuat itu untuk Tamarin. Namun sayang. Tuna Kino berhasil menangkap tangan kanannya dan menghempaskan nya kuat hingga Nyonya Mint mundur dua langkah dari posisi berdirinya.
" Sudah aku katakan Mint, jangan coba-coba kamu lukai putri ku Candy dan juga calon istri ku," geram Tuan Kino yang membuat Nyonya Mint dan Tamarin cukup tercengang.
" Arrrrgh." Nyonya Mint yang mendengar itu sangat memuncak amarahnya lalu segera pergi meninggalkan mereka dan masuk ke dalam sel kembali.
Di dalam sel. Dia menangis hebat. Meraung-raung mengumpat berbagai kata makian untuk keduanya.
Sementara Tamarin dan Tuan Kino. Tamarin yang berada di kursi kemudi dan baru setengah jalan melajukan mobilnya, tiba-tiba meminggirkan mobilnya dan berhenti.
" Apa benar yang anda katakan tadi? Calon istri?" Tamarin yang kemudian menoleh dan menatap kembaran Brad Pitt.
" Bukankah aku pernah mengatakannya?"
" Lalu bagaimana dengan Candy?" Tamarin yang takut bagaimana dengan sikap putrinya nanti.
BERSAMBUNG
Tamarin uhuy.
__ADS_1