
Kepala polisi memberi isyarat anggukan sebagai tanda jika pihak keluarganya juga telah menyetujui jika Mint dibawa ke rumah sakit jiwa.
Mint menangis hebat, dia tidak kuasa melawan karena baru saja pulih dari percobaan bunuh dirinya. Mau tidak mau dia harus menerima dipindahkan ke rumah sakit jiwa setelah dia sudah berusaha maksimal dan usaha keras meyakinkan sang dokter bahwa dirinya tidak lah gila.
" Aku tidak gila ... Aku tidak gila ... Aku bukan orang gila ... Aku bukan orang gila." Begitu terus kata yang selalu di ulang Nyonya Mint untuk meyakinkan kepada siapa pun bahwa dirinya tidak lah gila.
Namun sangat disayangkan, jika upayanya terlebih dengan hasil medis yang diterima berikut bukti nyata jika selama di dalam sel Nyonya Mint memang sangat terguncang psikisnya.
Tidak lama, mobil yang membawa nya berhenti di sebuah rumah sakit yang keseluruhannya bercat warna putih itu. Hanya tulisan tebal di atas sana yang bertengger kokoh dengan warna hitam mengkilat.
Rumah Sakit Jiwa
Nyonya Mint yang berdiri di halaman tepatnya sedang mendongak menatap gamang kehidupan selanjutnya di tempat yang tidak seharusnya untuknya. Batinnya sakit sesakit sakitnya seorang istri yang sudah dikhianati oleh suaminya sendiri dan menantunya.
Putranya bahkan dinyatakan tewas dan bahkan sampai detik ini, jasad Fox tidak pernah ditemukan.
.
.
Sementara Jelly dan Davos.
Tampak tersenyum anggun. Jelly dengan balutan dress putih cantik dan dapat dipastikan jika harganya selangit dan tentulah mahal.
Berikut dengan Davos yang bertambah ketampanannya karena memakai setelan jas abu-abu terang lengkap dengan dasi kupu-kupu.
Davos dengan bangga mengumumkan jika hari ini adalah hari pertunangan mereka di depan semua orang yang kebanyakan tamu undangan adalah staf dari perusahaannya.
Semua orang tak terkecuali apapun itu jabatannya di kantor Davos diundang di pesta pertunangannya yang di gelar di Hotel Bintang Lima.
Jelly dan Davos yang berdiri di depan para tamu undangan. Sementara ada seorang pria tua yaitu ayah Jelly yang meneropong putrinya dari kejauhan.
Ya, selama ini Jelly tidak mengetahui jika ayahnya bekerja sebagai OB di perusahaan Davos, tempat Jelly bekerja.
Itu dikarenakan ayahnya selalu berusaha menutupi siapa sesungguhnya dia dan berbagai upaya dilakukan supaya Jelly tidak mengenalinya.
Hingga detik ini pun. Jelly tetap tidak tahu jika ayahnya datang dan meneropong nya dari kejauhan.
" Ayah senang Jelly, kamu sudah berbahagia. Maafkan ayah ... Maafkan ayah." lirih ayah Jelly yang menitikkan air mata bahagia menyaksikan sendiri putrinya tengah tersenyum dengan pria pujaannya di ujung sana.
Sementara keromantisan terjadi di atas panggung yang keduanya tengah berdiri di atasnya.
" Kamu cantik sekali." Kedua retina mata Davos yang tidak hentinya memandangi wanita pujaannya. Jelly.
Begitu juga dengan Jelly, dia cukup bahagia dengan hadirnya Davos yang selama ini sudah menjadi pria baik sejauh yang dia kenal.
Pertunangannya dengan Davos adalah langkah awal mempercayai seorang pria kembali setelah begitu banyak hal yang sudah dia lewati.
" I love you Darling," seraya menyentuhkan bibirnya ke bibiir Jelly begitu juga dengan Jelly yang menerima ciuman bibir Davos yang lembut itu.
Prok
__ADS_1
Prok
Prok
Tepuk tangan meriah dari semua tamu undangan yang hadir menyaksikan resminya status mereka sekarang.
Begitu juga dengan Milk dan Ita. Berdiri dengan penuh kebahagiaan dan itu terlihat jelas dari senyum lebar yang mereka tunjukkan.
Meskipun Milk belum begitu ikhlas jika mantan kekasihnya itu memutuskan bertunangan dengan Davos. Karena baginya Davos hanya akan mempermainkan Jelly. Meskipun pada hari ini anggapannya perlahan luntur tatkala melihat keduanya meresmikan hubungan mereka ke tahap yang lebih serius.
" Selamat ya Jelly," ucap Ita kepada Jelly kemudian mereka saling berpelukan atas bahagianya pertunangan Jelly dan Davos.
" Terimakasih Iya," jawab Jelly dengan senyum bahagianya.
Meninggalkan Jelly dan Davos yang tengah berbahagia.
Tuan Kino yang tengah berada di dalam Mall untuk membelikan cincin sebagai pengikat pernikahan mereka yang akan sebentar lagi mereka resmikan.
" Ada apa? Kenapa wajah mu murung, tampak tidak bahagia?" tanya Tuan Kino seraya menyentuhkan beberapa jari kirinya pada area dagu dan sekitar wajah Tamarin.
" Entahlah, bukan kah kita sudah berdosa besar kepada mereka?" Tamarin yang berjalan beberapa langkah menghindari tatapan kekasih gelapnya.
" Come on, Baby ... Mint sendiri yang tidak ingin berdamai. Aku ... aku juga bukan yang membunuh Fox. Salah Fox sendiri pergi padahal hanya tinggal satu hari aku melepaskannya. Bukankah aku sudah menjelaskan nya?" Tuan Kino berusaha meyakinkan wanitanya yang tengah dirundung rasa bersalah yang luar biasa kepada Fox, suaminya dan Nyonya Mint, ibu mertuanya.
Tamarin yang masih membisu tanpa kata. Membuat Tuan Kino harus ekstra meyakinkannya. " Come on, ini mungkin bagian dari takdir kita. Apa lagi yang kamu risaukan?"
Tamarin pun akhirnya mencoba untuk lebih tenang dan akhirnya hanya bisa patuh pada apa yang Tuan Kino katakan.
Keduanya pun memilih cincin pernikahan guna meresmikan pernikahan mereka yang diam-diam akan mereka selenggarakan di luar negeri.
Ya, Candy tidak akan dibawa oleh mereka ke luar negeri. Candy akan tetap berada di rumah besar selama kepergian mereka yang akan melangsungkan pernikahan.
.
.
" Jadi mama sama opa akan berangkat ke luar negeri?" tanya Candy yang berada di pangkuan Tuan Kino.
Sementara Tamarin, dia sibuk mengemasi barang-barang yang akan dibawanya.
Ya, Negara Sakura akan menjadi tempat dimana mereka akan melangsungkan pernikahan mereka. Menyembunyikan pernikahan mereka dari putri kandungnya sendiri, Candy.
Keduanya masih belum siap jika harus membuka jati diri Candy. Usia Candy juga masih terlalu kecil dan belum mengerti jika keduanya akan memberi tahunya. Terlebih lagi, dari yang terbiasa dia sudah memangilnya opa. Rasanya akan sedikit sulit dia terima jika kemudian dia harus memanggil Tuan Kino papa.
" Candy pasti rindu sama opa dan mama, cepat pulang ya ma, nanti. Kalau urusan pekerjaan kalian sudah selesai," imbuh bocah manis itu.
" Okay, karena sudah malam. Sekarang Candy tidur ya. Opa masih ada yang perlu di bicarakan ke mama." Tuan Kino yang kemudian menyuruh Candy untuk pergi tidur.
" Okay opa." Candy yang kemudian mengecup pipi kedua-duanya. Mamanya dan opa nya.
__ADS_1
Sementara Tamarin, diliputi perasaan cemas karena selalu membohongi putri nya sendiri.
" Apa yang kamu pikirkan? Kenapa kamu bahkan tidak menjawab sepatah kata pun dari pertanyaan putri mu?" tanya Tuan Kino.
Tamarin menghela nafas, mengatur kata apa yang akan dia keluarkan untuk menjawab pertanyaan pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. " Aku hampir tidak percaya dengan semua ini," lirihnya seraya menatap ke arah pria yang tidak bisa dikatakan tua, karena kembaran Brad Pitt itu bahkan memiliki sejuta pesona yang selalu bisa memikatnya.
" Sebentar lagi kamu akan mempercayai nya," balas Tuan Kino atas apa yang baru saja Tamarin ucapkan.
Keesokan pagi.
Di rumah besar.
" Opa hati-hati ya! ... jagain mama Candy, ya kan ma," celoteh Candy yang asal namun sebenarnya itu pertanda.
Ya, karena memang benar mereka pergi ke negara Sakura guna melangsungkan pernikahan mereka. Secara otomatis, setelah Tuan Kino resmi menikah dengan Tamarin, dia pasti akan menjaganya.
" Dada mama ... Dada papa." Lambaian kelima jari mungil Candy kepada keduanya yang tengah bersiap menuju ke bandara.
.
.
Wuzz
Pesawat yang ditumpangi Tuan Kino dan Tamarin pun mengudara ke bandara Narita, Tokyo.
Tujuh jam lebih mereka lewati waktu bersama di udara. Tamarin bahkan tidak hentinya di guncang perasaan deg-degan yang tidak karuan. Lebih tepatnya tidak menyangka, jika skandal cinta terlarang mereka berlanjut menjadi sebuah ikatan pernikahan.
Sangat dipastikan, jika gosip miring tentang keduanya tidak akan pernah luntur begitu saja. Pemberitaan-pemberitaan yang sempat dilancarkan Nyonya Mint tidak akan mempengaruhi citra mereka dan tetap saja, pandangan negatif tentang mereka bahwa sejatinya pernikahan mereka tidak lah di restui oleh semua pihak.
.
.
Hotel Bintang Lama yang menjadi tempat pernikahan mereka pun sudah siap menggelar pesta.
Tuan Kino dan Tamarin pun menyambut beberapa kolega dan juga beberapa sahabat dekat untuk hadir di peresmian pesta pernikahan mereka.
" Aku sudah katakan bukan? Hari ini, semua terlihat nyata. Dan kamu percaya bukan? Jika sekarang kita menjadi suami istri. Kita sah menjadi suami istri Tamarin." Tuan Kino yang menyematkan cincin pernikahan mereka di jari manis Tamarin.
Keduanya pun tersenyum bahagia meskipun sebenarnya pernikahan mereka banyak membuat para pembaca kecewa. Skandal cinta terlarang mereka bukannya mendapat karma. Namun Author begitu mencintai mereka bahkan membuat keduanya menikah dan berbahagia.
Tuan Kino dan Tamarin sah menjadi suami istri dimata negara dan dunia halu di aplikasi Novel Toon.
Maafkan aku pembaca 🙏 Nantikan di judul berikutnya. Kelanjutan mereka, apakah penuh cinta atau malah sebaliknya. Terimakasih🙏😘 Love buat kalian semua.
S E L E S A I
__ADS_1
Jangan lupa baca karya baru ku . Terimakasih semua❤️❤️❤️😘🙏