Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Tuan Kino Yang Masih Menyembunyikan Fakta Jika Candy Adalah Putrinya


__ADS_3

" Kamu tenang Tamarin!" seraya duduk di kursi taman dan menyentuhkan kedua telapak tangan pada bahu Tamarin.


Sepasang mata keduanya bertatap. Tamarin benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Cukup stres kepalanya mendengar berita mendadak dari Tuan Kino.


Membuat Tuan Kino memeluknya. Tamarin bahkan masih tidak percaya jika ternyata Fox sudah mengetahui asmara terlarang keduanya. " Dari mana Fox tahu?" tanya Tamarin yang masih berada dalam pelukan Tuan Kino.


Tuan Kino tetap bungkam. Dia tidak mau Tamarin bertambah stres jika mendengar Candy bukan putri Fox. Terlebih selama enam tahun ini Tamarin berusaha mencegahnya untuk melakukan tes DNA dengan Candy.


Sementara dari kejauhan. Fox bahkan mengambil gambar keduanya yang tengah berpelukan. Tanpa menyuruh orang untuk memata-matai mereka. Fox bahkan turun tangan sendiri di sela padatnya kesibukannya bekerja.


Jujur ingin memaki keduanya. Namun karena masih ada bukti satu lagi yang harus dia tunggu hasilnya, Fox mengurungkan niatnya menghampiri mereka.


Dia bahkan tidak tahu, bagaimana cara menyampaikan apa yang dilihat nya kepada dua orang yang kini tengah berpelukan?


Dadanya terasa sesak. Tidak menyangka jika istri yang sangat dia cintai melebihi apapun berbalik menyakiti dirinya hingga memberikan luka yang mungkin sulit untuk dia sembuhkan.


Fox pun mengakhiri pengintaian nya hari ini. Meskipun jutaan kali dia berusaha menepis dengan rasa ketidak percayaan nya.


.


.


Di sebuah rumah makan di depan kantor Davos.


" Apa kamu benar tidak ingin kembali bekerja di perusahaan Fox?" tanya Ita yang kini sudah duduk berhadapan dengan Jelly. Keduanya tengah menikmati sarapan pagi berdua, sementara milk berada di tempat duduk dan meja berbeda.


Satu, karena Ita memiliki kecemburuan berlebih terkait hubungan mantan kekasih antar keduanya. Kedua, supaya Jelly dan Ita lebih enak berbicara dan lebih leluasa karena sesama perempuan.


Jelly bahkan diam dan belum mengeluarkan kata. Dia masih menikmati sarapan paginya.


" Jelly, apa kamu tidak mendengarkan aku?" Ita tampaknya sedikit sebal dengan sahabatnya itu.


" Aku mendengar Ita, aku akan pertimbangkan dulu," seraya meletakkan kedua alat makannya di atas piring.


" Kamu tahu? Fox frustasi berat saat tahu kamu resign?"


" Ini juga kemauannya?" lirih Jelly yang dia pikir Ita tidak mendengarnya.


" Maksud kamu?"

__ADS_1


" Lupakan Ita! Sepertinya aku harus masuk." Jelly yang bangkit seraya mengambil tas miliknya.


" Kamu membuat ku dimarahi Fox. Lihat saja nanti! jika aku tidak bisa membawa mu kembali bekerja di kantor nya. Aku yakin dia akan bertambah frustasi. Ayolah Jelly! Please! Kembalilah bekerja di kantor Fox," seraya memohon menyatukan telapak tangan dengan memelas kepada Jelly.


" Halo sayang." Lagi-lagi Davos membuat Ita, Milk serta Jelly terkejut.


Jelas Milk tahu jika itu Davos, pimpinan perusahaan dimana Jelly bekerja. CEO tampan, kaya raya, namun sayang nya Jelly belum tahu satu hal tentang Davos. Banyak rumor jika Davos suka mempermainkan hati wanita, terlebih sekretarisnya.


Milk mulai resah karena Jelly sepertinya masuk perangkap pria itu.


Jelly yang tahu, pasti Davos sedang berpura-pura karena ketakutannya jika dia kembali bekerja di kantor Fox.


" Aku permisi Ita." Jelly dan Davos akhirnya meninggalkan Milk yang mulai bangkit seraya terus memperhatikan keduanya.


Begitu juga dengan Ita yang sama pula pandangannya tidak berhenti menatap punggung keduanya meninggalkan dia.


" Aw ... Aw ... Aw ... sakit Honey." ringis Milk karena kupingnya di jewer oleh Ita yang menurutnya pasti suaminya cemburu melihat Jelly bersama pria lain.


Ita yang bersedekap sembari melihat suaminya yang masih mengusap telinganya.


" Kalau jewer kira-kira dong Honey," ujar Milk yang masih memegangi daun telinganya yang memerah.


.


.


" Ergh," gemas Ita tatkala mendapat jawaban dari Fox yang tidak mau tahu dan harus mendapatkan tempat tinggal Jelly atau minimal nomor teleponnya.


Mengepalkan sepuluh jemari, cukup geram terhadap Jelly, karena ini bukan termasuk bagian dari pekerjaannya. Sedikit dengan kasar meletakkan kembali ponsel yang baru saja dia pergunakan untuk menghubungi Fox.


Sementara Milk, hanya bisa geleng-geleng kepala mendapati istrinya tengah mengamuk dan geram pada sahabatnya.


Alhasil, Ita dan Milk menunggu Jelly pulang kerja dan akan membututi Jelly hingga tahu dimana Jelly tinggal.


Ita benar-benar menggerutu dan sangat kesal karena menunggu Jelly sampai pulang kerja dan tidak boleh membiarkan Jelly lolos dari pandangannya itu bukan perkara mudah.


Lagi-lagi Ita dan Milk bahkan sering beradu mulut saat keduanya tengah sibuk memantau pergerakan Jelly hari ini. Dari yang Jelly keluar makan siang bersama Davos, yang itu tidak luput dari pantauan keduanya.


Menambah kekesalan Ita, karena Milk sepertinya terlihat cukup resah melihat Jelly dekat dengan CEO tampan itu. Sampai dimana Jelly dan Davos kembali dari makan siang. Ita dan Milk semakin beradu tegang saat keduanya masih sibuk memantau Jelly hingga pulang kerja nanti.

__ADS_1


" Apa kamu cemburu? mantan kekasih kamu dekat dengan seorang pria, Honey?" kesal Ita sembari menyandarkan seluruh bagian tubuh atasnya pada jok mobil.


" Honey," Milk yang enggan ribut sedari tadi gara-gara Jelly.


" Bilang saja! Bilang! kalau kamu masih belum rela jika Jelly memiliki pasangan lagi," imbuh Ita.


" Terserah kamu saja, asal kamu tahu kenapa aku gelisah saat Jelly pergi dengan lelaki itu? Kamu tahu? Karena Davos itu suka mempermainkan wanita. Davos itu suka gonta-ganti wanita terlebih sekretarisnya." Milk yang berusaha menjelaskan kepada istrinya.


Membuat Ita terkejut. Menoleh ke arah suaminya. " Apa Fox tahu?"


" Entahlah! Lagi pula Fox itu punya istri, kenapa masih perduli berlebihan dengan Jelly. Kamu juga? seolah mendukung hubungan mereka." Milk yang kurang suka Jelly dekat dengan Fox terlebih dengan Davos.


" Itu karena aku mengenal mereka sejak SMP. Coba Fox tidak buru-buru pindah ke Jakarta, Jelly pasti sudah menjadi kekasihnya. Bahkan mungkin menjadi istrinya. Buktinya? Sekarang mereka dipertemukan lagi kan? Ya, meskipun sayangnya, Fox memang sudah memiliki istri ... Ah sudah lah!" Ita panjang lebar menjelaskan kepada Milk.


.


.


Hari sudah gelap. Tiba dimana Jelly dan Davos pulang dari kantor.


Davos masih satu mobil dengan Jelly, itu karena ada bagian spare part dari lampu depan mobil mewahnya belum datang dari luar negeri. Membuat mobil mewahnya tertunda untuk dia bawa pulang dari bengkel.


Tiba dimana keduanya takjub karena mobil Jelly berhenti di rumah besar mengalahkan istana kepresidenan.


Jelly benar-benar beruntung sekali dikelilingi para pria kaya.


batin Ita yang masih terkagum-kagum tatkala melihat besi-besi hitam menjulang tinggi mengungkung rumah besar tersebut.


" Hah." Ita yang melongo melihat Jelly mendapat kecupan kening dari pria yang bernama Davos kata suaminya.


Begitu juga dengan Milk. Yang masih tidak percaya jika benar mereka memiliki hubungan lebih dari sekedar atasan dan bawahan.


Bukan hanya keduanya yang terkejut. Hati Jelly saja masih bingung menerjemahkan apa maksud Davos malam itu.


Jantungnya berdebar kuat tatkala bibir bos besarnya menyentuh bagian keningnya. Mengucapkan selamat malam dengan begitu canggungnya melepas langkah Jelly yang kembali menaiki mobilnya.


" Bye," ujar Davos pada Jelly yang membuka kaca jendela mobilnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2