
" Jelly." panggil Fox yang memastikan apakah benar itu Jelly apa bukan.
" Fox." Jelly yang langsung memeluk Fox karena saking senangnya. Tangis nya semakin pecah di pelukan Fox.
" Siapa wanita itu?" Tamarin yang sedikit shock melihat suaminya dipeluk wanita yang dia tidak tahu itu siapa. Tamarin pun melangkah lebih dekat, karena jujur saja dia bingung melihat ini semua. " Sayang."
Jelly pun sontak kaget dengan menelan ludah meskipun sulit.
" Siapa dia sayang?" Tamarin yang bertanya heran karena wanita yang memeluk suaminya cukup memiliki kemiripan dengannya. Hanya saya warna kulit dan warna rambut yang berbanding terbalik.
" Nanti aku ceritakan sayang. Ayo kamu masuk Jelly!" Fox yang menuntun Jelly dan membukakan pintu mobil untuk Jelly. " Kamu pakai ini!" Fox yang memberikan jaket tebal miliknya dan menyuruh Jelly memakainya.
Tamarin yang tak henti-hentinya bertanya. Siapa wanita yang terlihat begitu dekat dengan suaminya?
" You are okay?" Tamarin berusaha mengajak ngobrol Jelly karena sepertinya wanita itu sedang sedih jika dilihat dari raut wajahnya.
Jelly hanya mengangguk.
Sementara Fox sendiri juga bersikap seperti biasa. Karena memang selama enam tahun terakhir ini dia dan Jelly hanya bertemu di kantor dan bahkan tidak pernah bertukar cerita.
Fox hanya sesekali melihat wajah Jelly dari spion dan membatin pasti gara-gara lelaki. Apalagi kalau bukan karena pria? Dari dulu juga galaunya Jelly seputaran pria dan percintaan.
Tamarin yang dibuat terkejut karena mobil Fox ternyata memasuki kawasan Mall yang dibelakangnya ada sebuah apartemen milik Tuan Kino.
Nafasnya tiba-tiba berat tatkala mobil Fox benar-benar berhenti dan parkir di area parkiran tepatnya di depan apartemen.
" Ngapain kita kesini?" Tamarin yang sangat terlihat gugup meskipun berusaha menyembunyikannya.
" Aku antar Jelly dulu ya sayang, atau kamu ikut?"
" Dia tinggal di sini?" Tamarin yang menambah pertanyaan untuk memastikan apakah wanita itu tinggal di apartemen ini.
__ADS_1
" Nanti aku jelaskan!" Fox pun kemudian membukakan pintu mobil untuk Jelly dan Tamarin yang berdiam tidak percaya sekaligus bingung terhadap apa yang dialaminya. Mengapa dengan sangat tiba-tiba ada kejadian malam seperti ini? Tinggal di apartemen ini pula? Tamarin yang kemudian menyusul suami dan wanita itu untuk masuk ke dalam loby.
Ketiganya pun masuk ke dalam lift. Alangkah terkejutnya jika Fox memencet tombol puncak bahkan hafal dengan apartemen milik wanita ini.
Namun seolah mengenyampingkan masalah Fox dan wanita ini ada hubungan apa. Dirinya malah dibuat ketakutan sendiri karena ternyata di samping apartemen Tuan Kino ada yang menempati.
Nafas Tamarin bertambah sesak memikirkan ini semua. Sampai-sampai dia mau roboh karena kedua matanya memburam secara tiba-tiba.
" Sayang, kamu tidak apa-apa?" Fox yang tahu jika istrinya seperti nya kelelahan. Apalagi hells sebelas sentinya yang sudah tentu menyiksa karena kemarin malam dia memakai gaun malam akibat permintaan darinya.
" Aku tidak apa-apa sayang." Meskipun Tamarin merasa kepalanya pusing semenjak tahu jika wanita yang bersama dengan suaminya ternyata tinggal di apartemen ini pula.
Tamarin yang pandangannya langsung buram, ketika lift terbuka. Menatap tiga buah apartemen eksklusif terutama apartemen bagian tengah yang sering dikunjunginya dengan Tuan Kino. Namun dia mencoba untuk kuat berjalan meskipun dia sangat takut jika ternyata wanita ini mengetahui hubungan nya dengan Tuan Kino. " Dia tinggal di sini?" Tamarin yang memberanikan bertanya supaya mendapat kejelasan tentang wanita yang kini berdiri dua langkah di depannya.
" Sayang, nanti aku jelaskan di rumah ya." Fox yang lagi-lagi mengatakan nya dengan sorot mata penekanan.
Namun lainnya dengan Tamarin yang ingin sangat segera tahu sejak kapan wanita ini tinggal di sini.
Ceklek
" Sebaiknya kamu berganti pakaian Jelly. Sayang, apa aku boleh minta tolong agar kamu bantu Jelly. Sepertinya dia masih shock." Fox yang meminta Tamarin untuk menemani Jelly melangkah ke kamarnya.
Tamarin mengangguk meskipun hatinya terbilang deg-degan. Hancurlah semua jika wanita ini tahu segalanya.
Tamarin kemudian menuntun Jelly menuju kamar.
" Biar aku bantu." Tamarin melepas jaket suaminya yang dipinjamkan kepada wanita itu. " Kamu kenapa?" Tamarin yang berusaha akrab dengan wanita di depannya.
Jelly hanya bisa menangis tak menjawab sepatah kata pun.
Tamarin yang mengambilkan tisu dan menyeka air mata Jelly. " Apa ini semua gara-gara pria?"
__ADS_1
Jelly pun mengangguk dengan masih menangis.
" Maaf di mana baju mu? Biar aku ambilkan."
Jelly akhirnya bangkit mengambil satu setel piyama kemudian dikenakannya.
Setelah mencuci wajahnya, Jelly kemudian keluar dari kamar diikuti Tamarin dengan tangis yang sepenuhnya belum usai.
" Jelly." Fox yang menghampiri dan menyuruhnya duduk di ruang tengah dekat dengan dapur canggih. " Kamu minum dulu." Fox yang sangat perhatian kepada Jelly sungguh membuat Tamarin tercengang.
Setelah Jelly menyeruput minuman hangat yang Fox buatkan. Fox pun membantu meraih cangkir dan meletakkan di atas meja.
Lagi-lagi membuat Tamarin tercengang. Ternyata ada hal yang tidak dia tahu selama ini dari suaminya.
" Apa kamu sudah lebih baik?" Fox yang tidak tega meninggalkan Jelly sendirian. Dia juga tidak berani bertanya lebih dalam karena ada Tamarin. Tapi dia yakin semua ini ada kaitannya dengan seorang pria. Karena Fox tidak tega untuk meninggalkan Jelly, Fox pun akhirnya bangkit dan menghubungi resepsionis untuk menemani Jelly sampai dia tidak takut lagi dan sudah lebih baikan. Fox pun menghubungi pos satpam untuk berjaga-jaga jika ada pria yang ingin bertemu dengan Jelly sebaiknya di halau nya dan menyuruhnya untuk menghubunginya.
Semua itu tidak luput dari pendengaran Tamarin yang duduk tidak jauh dari dimana posisi suaminya sedang melakukan percakapan.
Sampai dimana seorang resepsionis pun akhirnya mengetuk pintu dan Fox pun menjelaskan kepada dia untuk menemani Jelly sampai dia tidak membutuhkannya lagi.
" Aku pulang dulu ya Jell. Kamu tenang saja, malam ini kamu aman."
" Terimakasih." ucapnya seraya air mata yang masih mengambang. Meskipun sebenarnya ingin dia meluapkan banyak hal kepada pria itu. Namun sayang, semua terhalang oleh keadaan dan tidak lagi sama seperti dulu.
" Sama-sama." Fox dan Tamarin pun akhirnya lega meninggalkan Jelly yang sudah ada temannya malam ini.
Sementara Tamarin kembali dibuat jantungnya serasa berhenti tatkala melihat pintu apartemen bagian tengah yang dia lewati.
Sampai pada akhirnya mereka berada dalam lift dan Tamarin memecah keheningan untuk beberapa saat itu. " Siapa dia?" satu garis lurus pada dahi Tamarin yang saat itu juga muncul saat wajahnya menanti jawaban dari Fox.
" Nanti saja akan aku jelaskan di rumah." Fox menoleh ke istrinya.
__ADS_1
" Aku tanya siapa dia?" Nada pelan namun jelas terdengar jika setitik kecemburuan itu ada padanya.
BERSAMBUNG