Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Jelly Bertemu Milk Kembali


__ADS_3

Nyonya Mint yang pagi ini tidak biasanya berjalan di area dapur. Penglihatannya tidak lepas dari kardus kuat cokelat pekat yang berada di pojokan dan sangat menyita perhatiannya.


Langkahnya semakin dekat dan sama apa yang dilakukan oleh Fox putranya. Yakni membaca merek susu yang membuatnya menelan ludah tercengang.


Namun Nyonya Mint hanya membaca sekilas lalu pergi meninggalkan jejaknya.


" Aku langsung berangkat ya sayang. Aku sarapan di kantor saja." Fox yang sedang berdiri membenahi dasi yang melingkar di kerah lehernya.


Sementara Tamarin yang tidak rela jika suaminya cepat-cepat pergi ke kantor. Dia memeluk tubuh suaminya dari belakang dan bergelayut manja. " Jangan pulang malam-malam ya sayang." ucap Tamarin yang menyandarkan wajah bagian kanannya di punggung suaminya.


Memeluk hangat pria yang dicintainya dengan hati damai membuat Tamarin sangat bahagia pagi ini.


" Iya, aku janji tidak pulang malam. Kamu mau pesan apa?" Fox yang memutar tubuhnya dan mencubit gemas ujung hidung istrinya.


" Nggak usah sayang, cukup dengan kamu ada di sampingku setiap malam, aku sudah sangat bahagia." senyum Tamarin menatap lekat wajah pria yang sedang memeluk dan membelai rambut cokelat terangnya.


Cup.


Sebuah kecupan yang di layangkan Fox ke kening istri yang wajahnya mendongak tepat di bawah janggutnya.


Hingga membuat Tamarin tak segan menjalarkan bibirnya hingga bermain di atas bibir suaminya.


Untuk satu menit bibir keduanya bermain. Hingga Fox yang tidak tahan berusaha membuyarkan dan melepaskan ciuman maut dari sang istri.


Menghela nafas panjang, menahan hasratnya entah sampai kapan. Terlebih Tamarin sedang hamil muda yang sudah pasti membatasi gerak mereka di ranjang.


" Nanti aku malah nggak jadi kerja." Fox yang menyentuhkan jarinya di pipi jernih istrinya. Membelainya berulang dengan jari telunjuk miliknya.


Sementara Tamarin hanya bisa tersenyum menggoda suaminya. Harapannya sih, Fox tidak masuk kerja dan menemaninya sepanjang hari. Itu sih kalau bisa. Namun ekspetasi tak seindah realita. Fox tetap pergi dan melangkahkan kakinya keluar kamar dan menuruni anak tangga.


" Wao, kamu beli susu hamil sebanyak itu buat Tamarin?" Nyonya Mint yang heran karena Fox sepertinya terlalu berlebihan.


Namun Fox hanya diam dengan mata yang sama herannya dengan Tamarin istrinya. Sampai segitunya Tamarin hampir membeli seisi gudang supermarket. Fox yang masih mengira jika Tamarin yang belanja susu ibu hamil sebanyak itu.


Karena dia tidak ingin Nyonya Mint mentertawakan Tamarin yang berlebihan, dia akhirnya lebih baik diam dan membiarkan ibunya menyangka jika dia yang membelinya.


" Oh, iya Bu. Aku berangkat dulu ya Bu." pamit Fox kepada ibunya.


" Kamu tidak sarapan dulu?" tanya Nyonya Mint kepada putranya.


" Aku sarapan di kantor saja Bu. Da." Fox yang melambaikan tangan kanannya ke udara dan berjalan melangkah melewati meja makan. Namun karena seperti nya roti tawar melambaikan wajahnya. Tidak kuasa dia menyambar dan memasukkan ke dalam mulutnya.

__ADS_1


.


.


Sesampainya di Kantor, Fox yang melihat mobil Jelly sudah terparkir di tempat seperti biasanya.


" Pagi Bu Manager." sapa Fox dengan gaya selengek an saat pintu ruang kerja Jelly bahkan terbuka lebar dan tidak di tutupnya karena masih pagi.


Jelly yang tadinya sibuk menata meja kerja nya kemudian berhenti sejenak. Melirik sosok bos besarnya yang tumben sangat pagi datangnya. Jelly kemudian melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. " Masih pukul tujuh pagi." lirihnya. Padahal biasanya Fox jam delapan baru sampai kantor.


" Kenapa? heran? aku berangkat pagi." sahut Fox seolah dengar dengan apa yang dikatakan Jelly barusan.


" Enggak." kilah Jelly.


" Oya, nanti kamu cek pembangunan apartemen di daerah Kemang ya?" perintah Fox kepada Jelly.


" Iya." jawab singkat Jelly dengan lirikan mautnya.


" Nanti setelah kamu dari sana, kamu laporkan kepada saya." imbuhnya.


Jelly hanya mengangguk tanpa kata. Fox yang melangkah masuk ke ruang kerjanya meskipun sebenarnya dia ingin melayangkan canda yang dari tadi dia tahan sejak berada di dalam mobil. Melainkan tentang semalam yang dia melihat Jelly seperti wanita merana kesepian dengan kesendirian. Membuat Fox melepas senyum dan geleng-geleng kepala dengan niatannya. Membayangkan wajah Jelly yang pasti akan merajuk gemas dengan bibir kerucut nya.


.


.


Dia dibantu dengan salah seorang kepala mandor untuk melihat secara keseluruhan bangunan dan sampai mana pengerjaannya.


Sedangkan Milk adalah seorang Manager Kontruksi bangunan. Perusahaan dimana Milk bekerja memang sedang bekerja sama dengan Perusahaan milik Fox. Dimana Perusahaan Milk bekerja menjadi pemenang tender dalam pengerjaan proyek apartemen.


Milk yang memang berencana akan berbincang kepada seorang Manager yang katanya dari Perusahaan Fontera Fox. Milk berjalan menaiki tangga menuju dimana proses pengerjaan sedang berlangsung. Milk ingin mengecek apakah semua pekerja mengerjakan tugasnya dengan baik atau tidak.


Dimana ada sesosok wanita yang hampir saja kejatuhan material yang sedang berjalan di atasnya.


" Awas!" Milk berlari sekuat tenaga berusaha menyingkirkan wanita yang sedang berada di bawahnya. Wanita yang hanya terlihat dari punggungnya menggunakan blazer merah muda.


" Aaa." teriak Jelly yang terkejut dengan material yang akan menjatuhi kepalanya.


Bug


Suara material yang menghempas lantai berbahan semen kasar itu.

__ADS_1


Sekaligus suara hempasan tubuh Milk yang ditindih Jelly diatasnya.


" Aw." Ringisan Jelly yang dirasakan pula oleh Milk namun Jelly masih belum menyadarinya jika pria yang menolongnya adalah Milk.


Perlahan wajah keduanya bertatap dan alangkah terkejutnya Jelly diikuti nafas sengal nya.


" Milk." lirihnya dengan tatapan yang tidak nyaman dan berusaha bangkit namun sialnya kakinya seperti terkilir. " Aw." ringisnya berulang dengan jari kanan yang dia buat untuk memegangi kakinya.


" Jelly." panggil Milk yang terkejut bukan main. " Kamu tidak papa." cemas Milk kepada Jelly dan memperhatikan kakinya Jelly.


Tidak selang lama, beberapa pekerja menghampiri keduanya. " ibu, ibu tidak papa." beberapa pekerja berusaha mendekat dan ingin menolong mereka.


" Tidak papa pak." jawab Jelly kepada mereka.


" Bapak Milk bagaimana? Bapak tidak papa?" tanya para pekerja yang berganti menanyai bos mereka.


Bapak Milk.


Apa jangan-jangan ... batin Jelly bertanya.


" Tidak apa-apa. Lain kali hati-hati ya! Itu tadi sungguh berbahaya." kata Milk dengan nada sedikit murka kepada para pekerja yang dengan cerobohnya.


" Kamu tidak papa Jelly?" kecemasan Milk bertambah dahsyat dan itu tergambar nyata dengan wajah yang ditunjukkannya.


" Aku nggak papa." ketus Jelly menahan rasa sakit pada bagian sikut dan kakinya akibat terhempas di lantai semen kasar. Bahkan sepertinya bagian kakinya ada yang lecet akibat dia memakai rok span hitam dan tidak membungkusnya dengan celana panjang.


" Aw." Jelly yang terseyok dan jatuh kedua kalinya, hells lima senti nya patah dan membuat malu dirinya di depan mantan kekasihnya.


" Jelly." Milk yang kaget dan berusaha mengulurkan tangannya. Berharap ditangkap Jelly namun Jelly mengacuhkannya.


Dia tertatih-tatih, berusaha berdiri meskipun kaki dan lututnya sakit bahkan mengeluarkan darah segar meskipun tidak banyak. Jelly menyambar sepatu Hells yang sudah patah itu dengan tangan kanannya diikuti dengan wajah kesal tidak ketulungan mengapa bisa bertemu dengan mantan kekasih yang berusaha dia lupakan bahkan menjauh dari kehidupan pria brengsek seperti mantan kekasihnya.


" Jelly kakimu?" cemas Milk yang memperhatikan lutut Jelly muncul darah segar mengalir.


" Tidak usah pedulikan aku." sentak Jelly lirih namun menghujam bagai pedang bagai membakar telinga Milk.


Milk hanya bisa memandangi pelipis Jelly yang berjalan menjauh darinya. Memutar kakinya dan memandangi Jelly yang hanya terlihat punggungnya.


Jelly yang terlihat berhenti. Ingin memutar wajahnya menatap pria yang sudah mengkhianatinya, namun dia urungkan dan hanya menoleh ke kanan. " Terimakasih." ucapnya kepada Milk.


" Sama-sama." balas Milk dengan penglihatan yang tidak berkedip hingga Jelly menghilang dari pandangan.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2