
" Oh, baik kalau begitu. Terimakasih." kata Fox melalui ponselnya dengan salah satu party decoration. Fox meminta mereka mempersiapkan segala hal dengan detail untuk perayaan ulang tahun putrinya.
Dia ingin memberikan kado terbaik dan terindahnya kepada Candy. Putri kesayangannya.
Sementara Tuan Kino yang seperti biasa membacakan dongeng sebelum tidur kepada Candy hingga dia terlelap.
Tidak sedetik pun kedua matanya berkedip menatap putri yang dicintainya. Dan sebentar lagi. Dia akan yakin jika Candy adalah putri kandungnya.
Tuan Kino yang mencari sehelai dua helai rambut Candy untuk dijadikan nya sampel tes DNA. Upayanya kali ini tidak boleh gagal hanya dengan permintaan Tamarin yang mengancam mengakhiri hubungan keduanya.
Dia yang sedang berdiri di depan cermin rias di kamar Candy. Mencari sebuah sisir yang biasanya Candy pakai untuk menyisir rambutnya.
" Ini dia." lirihnya meraih sisir dan masih ada beberapa helai rambut yang tertinggal.
Tuan Kino kemudian keluar kamar seperti malam-malam sebelumnya. Dia mengecup kening putrinya dan menyelimutinya.
Tuan Kino kemudian keluar dari kamar Candy. Sedikit terkejut karena ada sosok Tamarin yang sudah berdiri di balik pintu saat dia membuka pintu. " Tamarin." lirihnya.
" Apa Candy sudah tidur?"
" Ya, Candy sudah tidur. Apa kamu mau masuk?" tanya Tuan Kino.
" Iya, aku mau lihat Candy sebentar." Tamarin yang kemudian masuk ke kamar putrinya.
.
.
Keesokan hari, kesibukan terjadi di rumah besar. Dari beberapa chef yang dihadirkan dan juga orang-orang dari pihak party decoration pun mulai berdatangan.
" Ada apa Bu?" Fox yang bertanya kepada ibunya. Nyonya Mint tampak gelisah dengan ponsel di dekat telinganya.
" Ini, ayah kamu. Tumben sekali dia, pergi tidak bilang-bilang."
" Mungkin ada sesuatu yang ingin dia beli untuk Candy Bu. Jadi ayah keluar sebentar."
" Ya ... mungkin."
" Aku kesana dulu ya Bu." tunjuk Fox pada sebuah tempat yang sedang sibuk menata pernak-pernik, balon-balon dan apapun itu untuk merayakan acara ulang tahun Candy di taman belakang.
__ADS_1
Fox tampak memperhatikan betul setiap detail dari acara ulang tahun putri kesayangannya. Dia tidak ingin sedikit pun ada yang kurang dari perayaan ulang tahun putrinya nanti.
Dert
Dert
Ponsel Fox bergetar dan itu dari Jelly. " Halo Jell." Fox yang kemudian duduk di pinggir kolam seraya memperhatikan dekorasi dari pesta ulang tahun Candy.
" Fox, maaf tapi klien tidak mau di cancel untuk jadwal pertemuannya. Itu karena kamu juga memberi tahunya mendadak." ungkap Jelly untuk masalah pertemuan dengan klien yang tidak bisa di cancel.
" Hah." Fox yang mengeluarkan nafasnya dengan berat. " Ulang tahun putriku beberapa jam lagi." Fox yang gelisah memikirkan cara supaya dia juga bisa bertemu dengan klien dan juga tepat waktu hadir di ulang tahun Candy. Menggaruk dahi berulang dengan jari telunjuk dan berjalan mondar-mandir. " Okay aku akan segera berangkat. Dan kamu segera hubungi klien kita. Sebaiknya kita bertemu di sana."
" Okay kalau begitu, segera akan aku hubungi klien kita." jawab Jelly di ujung teleponnya.
Ya, seharusnya memang Fox bekerja. Karena ini bukan hari Minggu. Sengaja dia meliburkan diri sehari dan membatalkan semua janji pertemuan bersama klien. Itu semua dia lakukan karena dia tidak ingin melewatkan barang sedetik pun acara ulang tahun Candy putrinya.
Fox kemudian berlari kecil menuju lantai dua kamarnya, yang semua dari langkah kecil maupun besarnya membuat Tamarin dan Candy yang sedang bersantai sembari memasang pernak-pernik untuk acara ulang tahun nanti bertanya-tanya.
" Sebentar ya sayang." ucap Tamarin yang menghentikan aktivitasnya dari mengikat balon setelah diisi udara. Tamarin kemudian menyusul Fox suaminya.
" Kamu mau kemana sayang?" tanya Tamarin yang semakin mendekati suaminya.
" Sorry sayang, aku harus pergi menemui klien sebentar." Fox dengan gegas memakai kemeja berikut celana kantornya. " Aku janji aku akan datang tepat waktu sayang." Fox yang meraih kepala istrinya dan mengecup bibir Tamarin.
" Papa." panggil Candy saat Fox menuruni anak tangga. Candy pun berlari tepat berdiri di depan Fox. " Papa mau kemana?"
Kalau aku bilang ke Candy ada urusan pekerjaan, pasti Candy sedih.
" Ada yang lupa papa beli sayang buat kamu. Jadi papa harus keluar dulu sebentar untuk membeli hadiah buat Candy." bujuk Fox supaya Candy tidak banyak bertanya.
" Iya sayang. Papa janji kok, kalau papa akan datang tepat waktu." sahut Tamarin yang membantunya untuk lolos dari seribu pertanyaan Candy.
" Janji ya papa. Pokoknya aku nggak mau memulai acaranya kalau papa belum datang." Candy memberikan jari kelingkingnya sebagai syarat janji dan dia akan lolos pergi dari hadapannya.
Fox pun menuruti nya, dia pun mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking putrinya. " Iya sayang, papa janji." Fox kemudian dengan langkah besarnya melewati beberapa bagian dari rumah itu dan sampai di garasi. Mobilnya dia tancap dengan kekuatan penuh supaya dengan cepat pula urusan pekerjaan nya dan bisa segera pulang untuk memulai acara ulang tahun Candy.
Sementara di lain tempat.
Disebuah rumah sakit, Tuan Kino sedang menemui seorang dokter untuk memberikan sampel rambut Candy guna tes DNA.
__ADS_1
" Akan kami hubungi sekitar satu bulan lagi ya Tuan." kata seorang petugas yang bekerja di rumah sakit.
" Baik Bu. Kalau begitu saya permisi." Tuan Kino yang entah mengapa jantungnya berdegup kencang sekaligus lega.
Akhirnya, setelah lima tahun. Aku baru saja melakukannya.
Tuan Kino yang menyandarkan kepalanya dengan perasaan penuh kelegaan.
Candy ... papa yakin, kamu adalah putri kecil papa dari mama Tamarin.
Tuan Kino yang masih berdiam di dalam mobil untuk waktu yang cukup lama.
Sementara Fox yang bisa dikatakan ugal-ugalan dan beberapa kali hampir menabrak orang atau bahkan nyaris bertabrakan dengan pengendara mobil dari arah berlawanan.
Namun untungnya masih baru akan, nyatanya sekarang mobilnya mulus tanpa benturan dan melaju perlahan pada sebuah restoran dan menemui kliennya bersama Jelly.
" Fox." sapa Jelly dengan langkah besarnya.
Begitu juga dengan Fox yang terbilang tidak sabaran dan bahkan meninggalkan Jelly yang sibuk dengan blazer entah hells nya.
" Selamat siang pak." sapa Fox yang dengan sigap menjabat seorang klien yang sudah menunggu kedatangannya.
" Siang pak." balas seorang klien.
Mereka bertiga tampak serius membicarakan sebuah proyek besar. Dimana sebuah proyek ini akan memberikan keuntungan yang luar biasa. Maka dari itu, baik Fox dan kliennya tidak bisa begitu saja membatalkan janji pertemuan yang sudah jauh hari mereka sepakati.
" Terimakasih atas waktunya." seorang klien yang berdiri dan menjabat tangan Fox.
" Sama-sama." begitu pula dengan Fox.
Setelah urusan nya selesai. Fox bahkan meninggalkan Jelly begitu saja. Padahal Jelly ingin menikmati hidangan yang sedikitpun belum dia sentuh.
" Fox ... Fox." teriaknya terdengar nyaring diujung panggilannya kepada bos besar yang sedang nyelonong keluar begitu saja tanpa pamit kepadanya. Membuat Jelly mau tidak mau akhirnya mengejarnya.
" Sorry Jelly, aku harus tepat waktu menghadiri ulang tahun putri ku." Fox yang berdiri di ambang pintu mobil seraya melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
Jelly hanya bisa mengeluarkan nafas pasrah. Mau diapakan lagi? bagaimana pun semenjak putrinya yang bernama Candy lahir. Semua sikap Fox berubah. Fox bahkan tidak pernah lagi yang sekedar makan berdua bersama dengan nya. Menyempatkan waktu luang meskipun sekedar berbincang seperti dulu.
Tapi Jelly cukup tahu diri. Terlebih memang Candy sangatlah menggemaskan. Itu pula yang membuat Fox tidak ingin melewatkan waktu bersama Candy. Jelly hanya bertemu Fox di kantor. Untungnya ada sosok pria yang saat ini terbilang dekat dengan dia. Membuat dia tidak begitu berharap mendapatkan perhatian dari Fox seperti dulu.
__ADS_1
Meskipun jujur, Jelly merindukan saat-saat Fox selalu memberi perhatian kepadanya.
BERSAMBUNG