Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Milk Memohon Kepada Jelly


__ADS_3

" Jelly aku mohon." Milk yang kemudian bersimpuh di depan Jelly. Meletakkan kedua lutut guna menopang tubuh nya. Mengiba dan meminta belas kasi kepada Jelly.


Membuat sepasang mata tertuju kepada Milk.


" Honey." lirih Ita.


" Apa yang kamu lakukan Milk?" tanya Jelly yang tidak suka mengapa Milk sampai melakukan hal demikian.


" Tidak Jelly, mungkin memang ini adalah pembalasan semesta dari apa yang pernah keluarga kami lakukan kepada mu. Hanya kamu harapan kami satu-satunya." Milk yang akan melakukan apapun supaya Jelly mengasihani keluarganya. Sebab tinggal dua hari lagi rumahnya sudah harus kosong. Tidak ada waktu kecuali meminta belas kasihan dari Jelly. Meskipun dia sangat malu melakukan itu, namun ini semua dia lakukan buat keluarga nya dan juga dia tidak ingin pulang dengan tangan hampa.


Jelly yang memandang tidak tega kepada Milk yang bahkan rela memohon kepadanya.


" Baiklah, kalian boleh tinggal disana sampai kalian memiliki rumah yang layak. Dan tidak perlu kalian memberi uang sewa." jawaban Jelly yang membuat binar mata bahagia dan senyum semangat dari seluruh keluarga Milk.


" Benar itu Jelly?" Milk yang hampir tidak percaya.


" Jelly." lirih Ita yang meneteskan setetes air mata. Tidak percaya, jika sahabatnya masih tetap baik kepadanya dan Milk, padahal jika mengingat suaminya memutuskan sepihak dengan sangat kejam kepada Jelly malam itu. Masih dapat dirasakan bahwa itu adalah hal terkejam yang pernah dia lakukan kepada sahabatnya. " Maafkan aku ya Jelly." Ita menggenggam tangan sahabatnya.


" Sudahlah Ita, masalah itu sudah berlalu." Jelly yang menatap Ita. " Aku juga turut berduka atas kepergian kedua orang tua kamu dan juga anak kamu."


Tatapan antar sahabat itu mulai hanyut dalam suasana haru.


" Oya, apa aku boleh minta tolong lagi?" tanya Ita.


" Apa?" lirih Jelly.


" Suamiku baru saja di pecat dari kantor. Itu semua gara-gara dia panik mendengar kabar aku kecelakaan. Hingga dia melupakan pekerjaannya dan tidak izin pada pemilik perusahaan. Jika memang ada lowongan buat suamiku dan kakak ipar ku, aku mohon ya Jell." imbuh Ita.


Jelly yang ragu. Karena pasti dia tidak enak dengan Fox. Meskipun dia memiliki wewenang untuk memperkerjakan seseorang di kantor itu. Tapi dia tidak mau semena-mena terlebih atas dasar kasihan menerima orang untuk bekerja di kantor.

__ADS_1


" Kata suami ku, kamu memiliki posisi jabatan lumayan penting. Akan sangat mudah Jell, kamu memasukkan suamiku dan kakak ipar ku untuk bekerja di kantor dimana kamu bekerja. Aku mohon ya Jell." pinta Ita yang mengguncang lengan Jelly.


" Kalau untuk itu, aku masih belum janji Ita. Aku saja masih baru bekerja. Jadi aku tidak mungkin seenaknya menerima pegawai. Coba nanti aku lihat, bagian apa yang membutuhkan karyawan tambahan."


Ita mengangguk senyum. " Iya nggak apa-apa Jelly. Kita sudah sangat bersyukur, kamu mau memberi tumpangan dan kami tidak tinggal di kolong jembatan." ujar Ita.


Setelah percakapan selesai. Dan semua keluarga Milk mengucapkan terimakasih kepada Jelly, merek pun akhirnya pamit undur diri dan segera pulang ke Bandung.


Jelly juga akan menghubungi bibi yang bersih-bersih rumah dan menyuruhnya untuk membereskan semua barangnya yang tersisa berikut barang-barang ibunya yang disuruh menyimpannya dalam sebuah kotak.


Ucapan terimakasih yang masih tidak berhenti mereka katakan saat hendak pulang ke Bandung.


Sementara Jelly berjanji pada Ita, jika akan meminta izin dulu pada pemilik perusahaan terkait pekerjaan Milk dan juga kakak iparnya.


.


.


Fox dan Tamarin yang masih berpelukan hangat dibalik selimut tebal putih di atas ranjang besar kamarnya.


Sedangkan Nyonya Mint yang selesai mandi dan sedang berdiri di walk in closet. Mencari dress kesayangan nya yang bermotifkan seluruh nya bunga. " Lho kok belum di cuci?" lirih Nyonya Mint mencium dress yang baru di ambilnya dari tempat dimana meletakkan baju kotor. " Perasaan tidak pernah aku pakai." imbuhnya dengan setengah dari kepalanya berpikir keras.


Namun dia tanpa mengecek dan akan membawanya kepada bibi, karena dress bermotif bunga-bunga ini adalah salah satu dress kesayangannya.


Namun ketika baru mendapat dua langkah. Lirikan matanya tertuju pada wig alias rambut palsunya yang tergeletak begitu saja di atas rak tanpa di letakkan di manekin. " Ini kenapa begini?" Nyonya Mint yang kemudian sadar jika rak paling bawah bagian dia meletakkan manekin berikut wig dan rambut palsu itu berantakan dan tidak tertata rapi seperti yang sudah-sudah. Nyonya Mint kemudian membenahinya.


Beberapa detik kemudian, Tuan Kino berjalan ke walk in closet dan melihat istrinya sedang sibuk menata rak dimana koleksi wig nya berantakan.


" Kamu ngapain?" tanya Tuan Kino kepada Nyonya Mint.

__ADS_1


" Ini, biasanya juga rapi. Tapi entahlah, aku temukan wig ini tergeletak begitu saja di atas rak tanpa membungkus patung kepala."


Tuan Kino seketika terkejut. Astaga ... kenapa aku ceroboh sekali. gemas Tuan Kino kepada dirinya sendiri yang menyentuhkan kelima jemarinya pada dahi tanpa sepengetahuan Mint istrinya.


" Oh, itu aku kemarin melihat kecoak di rak itu. Jadi aku ambil kecoak nya dan aku buang." Tuan Kino yang memberi alasan entah masuk akal apa tidak. Jelas-jelas kamarnya mengalahkan Hotel Bintang Lima, yang setiap hari ada bibi yang membersihkan dan hampir puluhan tahun dia tinggali tidak ada seekor pun kecoak atau seekor pun lalat hinggap di istananya. Eh sekarang malah dia berkilah seperti itu.


Semoga Mint percaya.


Sementara Nyonya Mint hanya melirik suaminya dan berpikir keras dalam otaknya. Terdengar aneh dan bahkan mustahil tapi ya sudahlah, dia tidak memikirkannya terlalu rumit.


Setelah selesai menata wig nya kembali. Nyonya Mint kemudian memanggil bibi.


" Iya Nyonya Besar." jawab bibi yang berlari dan berhenti tepat dimana Nyonya Besar berada di ambang pintu kamarnya.


" Ini kenapa belum di cuci?" pertanyaan Nyonya Mint yang membuat susah menelan ludah buat pria yang sedang berdiri tidak jauh di belakangnya.


Bibi yang terdiam setengah terkejut melihat dress pada genggaman Nyonya Besarnya. Bukankah itu yang di pakai Tuan kemarin?


" Tolong kamu cuci dan kamu gantung di rak lemari ya!" Nyonya Mint yang menyerahkan dress motif bunga-bunga itu kepada bibi.


" Baik Nyonya." Bibi yang kemudian pergi sementara Tuan Kino yang terlihat aneh dengan sikapnya saat dilihat Nyonya Mint.


Syukurlah ... Mint tidak mengecek jika bagian resleting punggung dari dress itu telah robek. Dia pasti akan mengira, jika kerusakan itu saat dress tersebut di cuci. Jadi dia tidak akan curiga jika aku memakainya. Kecuali ... ah si bibi tidak mungkin berani.


Tuan Kino kemudian berjalan ke balkon. Namun karena melihat pemandangan di balkon kamar sebelahnya sangat membakar mata. Dia bersembunyi di balik dinding menyaksikan kemesraan Fox dan Tamarin.


Apalagi saat melihat tubuh wanitanya hanya terbalut pakaian tidur berbahan sutra yang begitu manis jika dipakainya.


Fox yang mendekap dari belakang tubuh istrinya. Melihat langit cerah secerah wajah istrinya yang tersenyum merekah dan membuat hari liburnya betah di rumah.

__ADS_1


Namun tidak pada Tuan Kino. Entah apa rencananya untuk mengacaukan kemesraan yang dilihatnya.


BERSAMBUNG


__ADS_2