
" Baby." Tuan Kino yang masih sibuk menutup pintu kamar Tamarin. " Baby ... apa yang kamu lakukan?" Dengan cepat Tuan Kino meletakkan nampan berisi susu rasa vanila itu di atas meja. Tuan Kino terkejut atas apa yang sedang dilakukan Tamarin yang sedang naik pada sebuah tangga berukuran pendek untuk meletakkan beberapa barang milik Fox yang sedikit berserak di lemari paling atas. " Turun baby! turun!" Dengan lembut tangannya meraih pergelangan Tamarin dan memeganginya supaya Tamarin cepat turun.
" Lain kali suruh bibi atau asisten yang lain! Aku tidak mau jika anakku kenapa-napa. Kamu harus jaga dia baik-baik Baby." Tuan Kino yang menyentuhkan telapak tangan kanannya ke perut Tamarin.
Membuat Tamarin hanya bisa memperhatikan perhatian pria yang sudah mengisi setengah bagian dalam hatinya itu.
" Bibi sudah buatkan kamu susu, kamu minum ya!" Tuan Kino yang mengambil segelas susu putih di atas nampan dan meminumkannya ke mulut Tamarin. Lirikan mata teduh penuh perhatian itu terus menatap wanita pujaannya yang sedang meneguk susu putih hangat. Sementara kelima jari kirinya menyingkirkan rambut cokelat terang yang mulai menghiasi pinggir wajah. " Bagaimana? apa kamu suka? sudah tidak mual?" Tanya yang memburu dari Tuan Kino saat tahu sepertinya Tamarin tidak memuntahkan susu yang baru saja diminumnya.
Tamarin hanya mengangguk dengan tidak luput melirik dengan sudut matanya ke arah pria yang seperempat dicintainya pula. Tiga perempat cintanya masih utuh buat Fox seorang. Suaminya yang sudah memperjuangan nya mati-matian.
Sementara Tuan Kino melipat tangga yang baru saja dinaiki Tamarin dan menyingkirkannya jauh-jauh.
.
.
" Apa kamu mau?" tanya Fox kepada Jelly untuk memilih aneka cake dan dessert yang dia suka. Fox sengaja mampir ke toko kue, karena ingin membelikan lemon cake kesukaan Tamarin.
" Tidak usah, terimakasih." jawab Jelly singkat.
" Istriku lagi hamil muda, jadi perutnya susah untuk menerima makanan. Makan sedikit dimuntahkan. Jadi siapa tahu, dengan aku membelikan kue kesukaannya, dia suka dan mau memakannya." lanjut Fox.
Hamil muda?
Istrinya Fox hamil? terkejutnya Jelly saat Fox mengatakan hal itu. Namun dia harus terlihat biasa saja.
" Sama yang ini ya mbak!" Fox menunjuk kue cokelat untuk minta dibungkus juga. Satunya untuk Jelly, karena Fox tahu jika Jelly pecinta cokelat sejak SMP. " Ini." Fox memberikan bungkusan berisi kue coklat tadi kepada Jelly.
" Hah, aku sudah bilang nggak usah." Jelly yang kaget ternyata Fox sepertinya bisa baca pikirannya. Dia udah ngiler melihat cake berbalut triple coklat dari yang lelehan hingga serpihan coklat di bagian tengah etalase tadi.
" Aku tahu kamu suka cokelat, jadi sengaja aku pilihkan kamu yang berbau cokelat." ujar Fox sambil jalan keluar dari toko kue bersama Jelly.
Fox ... Fox ... baik banget sih kamu. Ingat Jell! dia baik hanya kasihan sama kamu. gumam Jelly dalam hati dengan terus menatap Fox tanpa berkedip karena merasakan kebaikannya. " Terimakasih." Jelly yang menerima bungkusan berisi kue coklat dari Fox.
Keduanya kemudian naik ke dalam mobil dan menuju apartemen. Sesampainya di apartemen, keduanya tidak langsung naik menuju lantai puncak melainkan menunggu mobil milik Jelly datang. Keduanya menunggu di dalam mobil lebih tepatnya berada di area parkiran apartemen.
__ADS_1
Jelly yang tidak sabar ingin mencicipi kue cokelat pemberian Fox pun akhirnya membuka dan memakannya. Alhasil Fox pun makan kue coklat atas paksaan dari Jelly.
" Sebentar." Dengan spontan Jelly mengusap sudut bibir bos besarnya itu mengunakan tisu karena banyak coklat yang tersisa.
Kedua wajah mereka bertatap sangat dekat. Kedua pasang mata keduanya juga saling menatap lekat. Saling membeku satu sama lain tanpa reaksi apapun. Kecuali kedua pasang mata yang saling berbicara.
Hingga sorot lampu dari sebuah truk yang di atasnya terlihat mobil Jelly. Mercedes-Benz blue berharga fantastis hingga milyaran yang menurutnya ini sungguh berlebihan.
Cahaya kedua lampu truk itu menyilaukan sepasang atasan dan bawahan yang sedang membeku tanpa kata ataupun gerakan. Tatapan keduanya seketika buyar. Hingga satu ucapan Fox keluar. " Mobil kamu sudah datang." Fox dan Jelly pun akhirnya keluar dari mobil menuju sebuah truk bermuatan mobil Jelly.
Tidak bisa digambarkan lagi bagaimana perasaan Jelly. Seperti mimpi. Dia bahkan tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya. Apa yang dia peroleh dengan sangat cepatnya semenjak bertemu Fox.
Sampai Jelly meneteskan air mata bening dari sudut mata karena rasa ketidakpercayaannya sekaligus bahagia. Angin malam yang lumayan kencang itu membuat pakaian dan rambut Jelly serasa terbang ke udara.
" Kamu kenapa?" tanya Fox yang menyentuhkan lengannya pada pundak wanita yang berdiri tidak jauh di sampingnya.
Tangis bahagia tanpa sadar dia telah memeluk pria sudah memiliki istri itu karena saking bahagia dan tidak percayanya. " Terimakasih ya Fox." Fox yang awalnya tidak percaya jika Jelly bahkan sampai memeluknya karena saking bersyukurnya.
Setelah mobil turun dari truk, Fox mengucapkan terimakasih kepada petugas pengirim dari dealer. Fox kemudian menyuruh Jelly untuk mencoba mobilnya untuk pertama kali. Diikuti Fox duduk di sebelahnya, mereka kemudian menjajal mobil baru berkeliling seputaran apartemen saja.
Ikut bahagia, jika wanita yang disampingnya bisa sedikit melupakan beban hidupnya selama ini. Terlebih dengan yang dialami Jelly, kepahitan hidup yang tidak berjalan sesuai angannya. Pasti akan sulit untuk dia terima.
" Woho ... sepertinya kamu sudah jago." puji Fox kepada kembaran Priyanka Chopra.
Jelly hanya bisa memasang wajah bahagia tanpa kata dan hanya lirikan dari sudut mata saat Fox mengatakan nya. Setelahnya Jelly memarkir mobilnya sempurna. Dia memutar posisi tubuhnya dan menatap pria di sampingnya. " Terimakasih ya." ucapnya.
" Sama-sama. Kalau begitu aku langsung pulang ya." pamit Fox kepada Jelly.
Jelly hanya membalas anggukan dan tidak lupa sebuah senyuman yang dari tadi menghiasi bibir nya.
.
.
Mobil Fox yang berhenti di garasi rumah besar. Berjalan untuk memasuki rumah yang ternyata kepulangannya mendengar istrinya mual-mual tidak karuan saat duduk di meja makan.
__ADS_1
Fox langsung berlari mendekat dan menyentuhkan tangan kanannya menyentuh puncak kepala istrinya yang ditidurkan di atas meja. " Sayang kamu tidak papa?" tanya Fox yang tidak ada jawaban apapun dari Tamari
Sementara Nyonya Mint yang tumben pulang lebih awal berusaha membantu Tamarin dan berdiri di dekat Tamarin.
Tuan Kino sendiri tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali memandangi wanita pujaannya dari tempat duduknya. Ingin memeluknya dan membantu namun apa daya, istri dan anaknya berdiri di depan mata.
" Sayang, aku bawakan kamu kue kesukaan kamu. Lemon Cake." Fox yang kemudian meletakkan bungkusan berisi Lemon Cake di atas meja.
" Bi ... bibi." teriak Fox kepada bibi untuk memotong kue dan menaruhnya di atas piring.
Tuan Kino yang posesif dan takut jika Tamarin akan semakin mual. " Lemon Cake?" Tuan Kino yang berdiri mendekat ke arah Fox yang akan menyuapi Tamarin dengan satu sendok cake. " Ini tidak cocok buat perut ibu hamil." Tuan Kino lantas mengambil piring berisi potongan kue Lemon dari tangan putranya dan meletakkannya di atas meja.
Sementara Tamarin hanya bisa terkejut dengan tindakan kekasih gelapnya itu.
" Kenapa?" tanya Fox heran mengapa ayahnya begitu tidak sukanya jika Tamarin makan kue yang dibawanya.
" Kamu bilang apa tadi? Lemon Cake. Dan itu pasti rasanya asam. Lihat saja itu! tampilannya saja sudah banyak potongan lemon di atas kue nya. Dan itu bisa memicu istri mu tambah mual- mual." terang Tuan Kino.
" Iya benar Fox apa yang dikatakan ayahmu. Meskipun kue itu kesukaan Tamarin, bukan lantas kamu memberikannya begitu saja. Terlebih perutnya memang sedang tidak enak dan tidak bisa menerima makanan apapun. Ibu juga pernah hamil kamu. Sedikit banyak ibu masih ingat. Diminum saja susunya. Sudah kamu jangan terlalu khawatir." kata Nyonya Mint kepada putranya.
" Iya Bu." jawab Fox yang kemudian melanjutkan makan malam.
" Oya sayang, apa kamu jadi honey moon? melihat keadaan Tamarin begini." tanya Nyonya Mint yang sedang mengambil segelas air putih di depannya.
" Tidak Bu. Untung juga aku belum mengurusnya. Aku juga tidak tahu jika Tamarin akan hamil secepat ini." jawab Fox yang kemudian menyuapkan satu sendok nasi ke dalam mulutnya.
Bersamaan dengan jawaban Fox, Tamarin hanya bisa mengusap tengkuk lehernya menggunakan kelima jemari kanannya dengan resah.
Sementara Tuan Kino. Yes. Bersorak riang gembira dan tepukan hore dalam hatinya.
Tidak ada Honey Moon
Tidak ada kata Swiss
BERSAMBUNG
__ADS_1