Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Tamarin ... Wanita Itu Pasti Tamarin


__ADS_3

Tuan Kino yang mendengar pertanyaan dari istrinya itu seketika mendekatkan jari manis sebelah kanannya lebih dekat dengan penglihatannya.


Cincin?


Astaga, dimana cincin ku?


Aku bahkan tidak tahu dimana cincin ku?


Tuan Kino yang masih belum menjawab pertanyaan istrinya, Mint. Dia masih menunduk, mengingat bagaimana bisa cincin pernikahannya bisa terlepas dari jemari manisnya.


Tuan Kino yang menatap wajah istrinya dan menelan ludah dengan susah payah. " Aku simpan di lemari sayang. Seperti kamu, akan selalu tersimpan di hati ku." Tuan Kino yang awalnya gugup namun lidahnya berbeda bahkan menggombal yang jelas-jelas ketahuan bohongnya oleh Nyonya Mint.


Cup


Tuan Kino tidak hentinya berusaha mematahkan apa yang membuat Mint, istrinya ragu akan cinta nya. Dia kemudian mengecup kelima jemari Mint yang dia genggam saat Mint berusaha menanyakan cincin pernikahannya.


Padahal batinnya bertanya.


Dimana cincin ku berada?


Astaga ...


Sejak kapan cincin itu tidak ada di jari ku?


.


.


Keesokan hari tepat pukul 11. 00 WIB. Di sebuah restoran, di kota Jakarta.


Nyonya Mint tengah mengaduk gelisah ujung sedotan dari minuman yang dipesannya. Dia begitu terlihat tidak tenang saat akan bertemu dengan Jelly. Orang yang menulis surat untuk Fox yang ditemukannya tempo hari di apartemen putranya.


Menoleh ke samping kanan lalu menoleh lagi ke samping kiri. Seperti orang yang sudah tidak sabar memburu jawaban pada wanita yang bernama Jelly.

__ADS_1


Ya, Jelly pulang lebih cepat dari kota Bandung mengingat pekerjaan nya dengan Davos sudah terselesaikan. Dan tepat pukul sebelas siang ini, dia hendak menemui ibunya Fox yang sudah membuat janji dengannya.


" Selamat siang," sapa Jelly dengan senyum ramah kepada wanita yang pernah dilihatnya saat Jelly sedang mengucapkan kalimat duka pasca Fox dikatakan telah tewas dalam kecelakaan tunggal yang merenggut nyawanya.


" Kamu Jelly?" Nyonya Mint yang kemudian bangkit dan berdiri dari kursi duduk yang sudah tiga puluh menit dia duduki untuk menunggu Jelly.


" Iya, saya Jelly Nyonya," seraya mengulurkan tangan supaya Nyonya Mint membalasnya dan menjabatnya.


Dan benar saja, Nyonya Mint bahkan memberi balasan yang sangat ramah kepadanya. " Duduklah Jelly, maaf aku harus panggil kamu apa?" tanya Nyonya Mint begitu ramahnya kepada wanita yang baru dia temui.


" Jelly saja Nyonya."


" Baiklah silahkan duduk," pinta Nyonya Mint kepada Jelly. " Kamu mau minum apa? Waitress!" seru Nyonya Mint kepada salah satu petugas restoran.


Tidak lama Jelly pun memesan minuman ice lemon karena Nyonya Mint sedikit memaksa.


Setelah itu keduanya pun berbicara dan tanpa basa-basi lagi Nyonya Mint mengeluarkan selembar kertas yang ditulis oleh Jelly. " Apa ini tulisan kamu, Jelly?" seraya memperlihatkan selembar kertas tersebut bersama dengan cincin milik suaminya di atas meja restoran.


Jelly yang melihat selembar kertas itu berikut cincin yang dia pernah temukan malah yang terkejut, karena mengapa bisa? cincin dan selembar surat yang dia tulis untuk Fox, sekarang berada di tangan Nyonya Mint. " Iya nyonya, saya menulisnya untuk saya sampaikan kepada Fox. Lalu bagaimana bisa, surat saya ada ditangan anda?" Jelly jelas terlihat bingung dan malah balik bertanya.


" Jadi anda juga merasakan hal yang janggal atas peristiwa kematian Fox?" tanya Jelly.


" Iya ... dan itu terkait suami ku sendiri. Tolong jelaskan pada ku! Apa yang kamu tahu tentang wanita dalam surat yang kamu tulis ini?" Nyonya Mint mengangkat selembar surat itu dan kembali menunjukkan kepada Jelly.


Karena Jelly merasa terpanggil untuk membantu Fox yang sudah baik terhadapnya selama ini. Jelly pikir, Fox juga akan melakukan hal serupa, yakni memberi tahu wanita kesayangannya yaitu ibunya terkait apa yang dia ketahui.


Dan setelah Jelly memberi tahu apa yang dia lihat bahkan yang dia dengar dan saksikan sendiri saat dia tengah ke rumahnya saat Fox diumumkan tewas oleh keluarga.


Deg


Jantung Nyonya Mint serasa berhenti. Punggung yang tadinya tegak menjadi melemas mendengar apa yang di lihat Jelly.


" Tamarin ... wanita itu pasti Tamarin," lirih Nyonya Mint.

__ADS_1


" Apa anda sudah mengetahuinya?" tanya Jelly.


Mendengar jika Jelly berkata demikian, menambah keyakinan Nyonya Mint, jika apa yang dilihatnya saat dia hendak masuk ke ruangan suaminya. Dia sudah terhenti oleh aksi tidak terpuji oleh keduanya. Nyonya Mint berusaha menguatkan hatinya. Menarik nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan. " Baiklah Jelly, terimakasih."


" Sama-sama Nyonya. Aku akan bantu Nyonya, untuk mengetahui mengapa Fox berada di daerah itu saat terjadinya kecelakaan." imbuh Jelly.


Setelah cukup lama mereka berbincang serius. Keduanya pun akan kembali pada aktivitas masing-masing. Namun ketika Nyonya Mint hendak bangkit dari kursinya, tiba-tiba saja kedua kakinya bergetar dan terasa lemas hingga dia terduduk kembali dan mengagetkan Jelly.


" Nyonya, Nyonya tidak apa-apa?" Jelly yang berusaha menolong Nyonya Mint, terlihat sekali jika ibunya Fox sangat terguncang ketika mendapati kenyataan jika suaminya memiliki hubungan terlarang.


Bola mata Nyonya Mint terlihat sekali berkaca-kaca. Dia bahkan masih tidak percaya, jika memang benar wanita itu adalah Tamarin. Istri putranya. " Saya tidak apa-apa Jelly," seraya menatap Jelly dan menyentuhkan tangannya pada tangan Jelly yang menyentuh bahunya. Mempersilahkan Jelly jika ingin melanjutkan aktivitasnya.


Sejak Jelly menyampaikan apa yang disaksikannya. Hati Nyonya Mint sangatlah hancur. Dia hanya menangis di dalam mobil.


" Fox, Apa ini sebenarnya yang ingin kamu sampaikan pada ibu?"


" Kenapa begitu menyakitkan Fox?"


" Istri mu Fox?"


Nyonya Mint bertanya kepada putranya meskipun tahu jika Fox telah tiada. Dia yang masih diselimuti kesedihan membuatnya berpikir jauh apakah suaminya sendiri yang dengan tega membunuh putra nya? Atau bagaimana? Membuat Nyonya Mint kembali menangis meratapi semua hal yang bahkan tidak pernah hinggap di benaknya.


Cukup lama bahkan hampir lima jam, Nyonya Mint berada dalam mobil nya di area parkiran restoran. Karena hari sudah semakin sore, Nyonya Mint akhirnya memutuskan untuk menyudahi tangisnya. Menginjak pedal gas mobil nya dengan kecepatan terbilang sangat pelan. Mengingat jiwanya tengah terguncang hebat.


Nyonya Mint yang tidak berkeinginan pulang, akhirnya memutuskan untuk menginap di apartemen. Ya, dia memiliki apartemen eksklusif juga di lantai puncak yang bersebelahan dengan apartemen Fox dan suaminya.


Sekedar ingin meluapkan tangisnya, namun sangat terkejutnya ketika mendapati mobil limited edition milik suaminya.


Deg


" Kino?" Mulut Nyonya Mint menganga, kedua bola matanya lebih lebar terbuka dengan rasa tidak percaya.


" Apa dia melakukannya lagi bersama Tamarin?"

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2