
Tok ... Tok
Ketukan pintu dari Tuan Kino pada kamar Fox dan Tamarin.
" Ada apa ayah?" tanya Fox yang tangannya masih memegangi daun pintu.
" Ayah mau ajak kamu main golf. Sayang bukan, kita punya lapangan golf sendiri, tapi jarang sekali kita menginjakkan kaki pada lapangan yang berada di belakang itu."
Fox yang bertukar tatap dengan Tamarin istrinya. " Tapi yah ... "
" Tapi apa? kamu libur bukan?"
" Hari ini ... " Fox yang belum menyelesaikan kalimatnya.
" Nggak apa-apa sayang, kita belanja baju nya lain waktu saja. Aku akan temani kamu main golf." ucap Tamarin.
" Okay deal." balas Tuan Kino dengan senang hati. Rencananya membuat Tamarin dan Fox berduaan terus pun berhasil dia lakukan.
Setelah ketiganya akan naik buggy car menuju lapangan golf yang terletak pada bagian belakang rumah mereka. Nyonya Mint datang.
" Ibu, mau kemana?" tanya Fox yang melihat ibunya berdandan seperti biasanya saat akan pergi ke kantor.
" Sorry sayang, ayah, Tamarin, ibu ada pekerjaan kantor yang harus diselesaikan. Kalian happy-happy ya bermain golf nya." kecup Nyonya Mint kepada suaminya yang tampak malas karena Mint selalu memprioritaskan pekerjaannya. " Bye." Nyonya Mint yang kemudian pergi meninggalkan mereka.
" Lihat itu ibu mu. Tidak berperasaan." sinis Tuan Kino yang membuat Fox dan Tamarin hanya tersenyum melihat reaksi ayahnya ditinggal istrinya kerja padahal hari libur.
Ketiganya kemudian naik buggy car dengan Tuan Kino dan Fox yang berada pada bagian depan sementara Tamarin duduk dibelakang seorang diri.
Ayah dan putranya itu asyik bercengkrama dan membuat Tamarin takut jika suatu saat hubungan gelapnya ketahuan oleh Fox dan Nyonya Mint.
Hingga kepalanya membayangkan jika Fox bahkan menampar wajahnya dan memakinya habis-habisan. Sementara Tuan Kino dan Fox berkelahi bahkan Tuan Kino tidak segan ingin membunuh putra nya.
" Tidak!"
" Tidak!"
Teriak Tamarin ketakutan diikuti nafas nya yang sangat berantakan.
Membuat Tuan Kino memberhentikan buggy car.
__ADS_1
" Kamu kenapa Baby?" Dengan reflek Tuan Kino memanggil sematan nama untuk kekasih gelapnya.
Yang malah membuat kedua mata Tamarin membelalak diikuti jantungnya yang terasa sakit.
Sementara Fox masih bingung. Dia mendengar jelas, kata yang keluar dari mulut pria yang dia panggil ayah itu.
" Ma-maksud aku Baby dalam perut kamu tidak apa-apa kan?" Tuan Kino yang salah tingkah hingga garuk-garuk kepala saking bingungnya. Jangan ditanya mimik wajahnya, sudah tentu wajah sumringah itu berubah pucat seketika.
" Kamu tidak apa-apa sayang?" Fox yang kemudian berpindah duduk di belakang bersama istrinya. Mengusap berulang bahu istrinya dan menenangkannya. " Kamu kenapa sayang?"
Tamarin hanya geleng-geleng kepala.
" Kalau kamu kurang sehat, kita bisa batalkan main golfnya."
" Aku tidak apa-apa." meskipun masih terdengar jelas suara nafas yang sedikit masih berantakan.
Tuan Kino kemudian lanjut menjalankan buggy car nya hingga sampailah sudah di lapangan Golf.
Bermain golf pun dimulai. Permainan sengit meskipun terlihat santai itu sungguh sangat mengasyikan bagi keduanya. Keduanya sungguh sangat dekat layaknya anak dan ayah.
" Woho ... Permainan kamu sungguh cantik Fox." puji Tuan Kino dengan semangat empat limanya.
Sementara Tamarin hanya menyaksikan dua prianya sekaligus bermain golf. Sungguh dia masih ketakutan tatkala apa yang menjadi bayangannya suatu saat menjadi kenyataan.
Kembaran Brad Pitt yang sesekali mencuri pandang wanitanya. Memakai rok pendek putih di atas lutut berikut kaos ketat putih yang tak sepenuhnya menutupi bagian perut. Usia kandungan Tamarin baru dua bulan, jadi perutnya masih belum terlihat besar meskipun tidak rata juga.
Tumben sekali dia mengikat rambutnya.
gumam Tuan Kino yang terpesona dengan istri putranya. Dasar mertua gila.
Ya, Tamarin memang terlihat sangat cantik pagi itu. Dia memakai bandana putih senada dengan seragam golf yang dia kenakan. Menyisakan dua helai rambut cokelat terangnya di bagian sisi kanan dan kiri bagian depan. Sementara bagian belakang yang biasanya dia biarkan tergerai, kali ini dia mengikatnya dan terlihat sangat manis bak Priyanka Chopra versi latin.
Sementara Fox sedang memunguti bola-bola yang cukup jauh menggelinding di ujung sana. Tuan Kino mencoba mendekat ke wanitanya. " Kamu kenapa?" tanya lirihnya dengan meletakkan kedua telapak tangan bertumpuk di ujung stick nya.
" Tidak apa-apa."
" Kamu tidak bisa berbohong pada ku Baby."
" Aku hanya takut kebersamaan ini akan berakhir buruk. Jika suatu saat Fox tahu kalau ... "
__ADS_1
" Ssst! Fox tidak akan pernah tahu dan aku tidak akan pernah membiarkan dia tahu. Selama kita bungkam." kedua bola mata yang saling menatap tegang.
Terlihat Fox sudah terlihat dari ujung sana, mereka pun akhirnya saling menjauh karena takut jika Fox berpikir macam-macam.
Mereka pun kembali bermain dan setelah matahari tampak menyengat permainan pun berakhir. Tampak Tamarin dengan sigap mengelap dahi dan juga bagian leher suaminya yang berkeringat dengan handuk. Disaksikan Tuan Kino yang tengah mengelap juga keringatnya namun prihatinnya dia harus mengelap keringatnya sendiri dan melirik pemandangan disampingnya dengan tidak bersemangat.
Meminum orange juice di atas meja tanpa diambilkan oleh wanitanya seperti yang dilihatnya, jika Tamarin mengambilkan Fox dan meminumkannya ke mulut Fox. Sungguh sepertinya Tamarin sengaja membuat dadanya panas dan gerah.
Dan tidak berhenti disitu saja. Tamarin dan Fox malah asyik duduk di kursi belakang buggy car. Sementara Tuan Kino menyetir di depan sendirian.
Sial, mereka tambah makin mesra. Awas kamu Baby.
Dengan wajah kesal dan malas Tuan Kino mengemudikan buggy car. Sementara penumpang di belakang malah asyik-asyik sayang-sayangan.
" Sayang, kamu hari ini cantik sekali." kedua mata teduh Fox yang mendamaikan jiwa Tamarin dan membuatnya tersipu malu.
Sementara sudut mata Tuan Kino melirik mulai terasa gerah. Dia bahkan gelisah dan memikirkan cara supaya Fox dan Tamarin tidak masuk kamar siang ini.
Buggy car berhenti. Ketiganya pun masuk ke dalam rumah besar.
" Fox." panggil Tuan Kino kepada putranya yang tengah berjalan merangkul istrinya lima langkah berada di depannya.
Fox dan Tamarin pun menoleh. " Ada apa ayah?"
" Apa ayah boleh minta tolong?"
" Apa?"
" Sahabat ayah katanya akan berkunjung ke Indonesia dan akan mampir kemari. Tapi ayah tidak bisa menjemputnya. Ayah boleh minta tolong kalau kamu yang menjemputnya?"
" Ayah kan tinggal suruh supir lalu kasih tahu sahabat ayah." jawab Fox.
" Sahabat ayah itu sangat dekat dengan ayah. Jadi tolong, sebagai ganti ayah dan nanti ajak ngobrol dia sepanjang perjalanan."
" Kenapa ayah tidak menjemputnya dan mengurus supir mengantar ayah ke Bandara?"
" Ayah mau istirahat sebentar, karena mendadak tulang ayah terasa pegal. Jadi akan lebih fresh ketika sahabat ayah sudah datang."
" Okay." jawab Fox meskipun ayahnya menyebalkan. Baru saja mau istirahat dan mendinginkan badan di kamar. Malah harus di suruh pergi menjemput sahabatnya di Bandara.
__ADS_1
BERSAMBUNG