Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Candy Putri ku Tamarin, Candy Bukan Putri Fox.


__ADS_3

Fox lalu bangkit dan berdiri. Setelah tidak mendapat kejujuran dari Tamarin yang tengah luruh di atas lantai. " Kamu bahkan tidak berani berkata jujur?" tanya Fox yang semakin frustasi.


" Candy putri kamu! Candy putri kamu! Candy putri ku dan putri mu," seraya geleng-geleng kepala kecil dan tangis nya yang semakin gila karena tidak dapat menerima kenyataan jika Candy bukan putrinya dan Fox.


Sementara Tuan Kino, yang menyaksikan sendiri jika Fox memberi tahu kenyataan bahwa Fox bukanlah papanya Candy membuat Tuan Kino bertambah panik.


Tidak sangka. Jika putranya, sudah sejauh itu melangkah guna membuktikan prasangka nya. Sampai-sampai melakukan hal yang sama dengannya guna membuktikan jika Candy putrinya atau bukan. Yakni melakukan tes DNA.


Tuan Kino lantas bersandar pada dinding dengan pasrah. Dia juga tidak tega kepada Tamarin yang habis-habisan terkena imbas dari murka Fox dan sikap dinginnya Fox akhir-akhir ini.


Terlebih saat tahu, jika Candy bukan putri Fox, pastilah Tamarin sangat tidak dapat menerimanya dengan mudah. Dirinya saja, tidak berani bicara tentang kenyataan jika Candy adalah putrinya, kepada Tamarin.


Namun malah Fox secara terang-terangan mengguncang psikis Tamarin yang tentu itu tidak mudah, karena Tamarin akan menepis segala hal yang berkaitan dengan Candy yang bukan putri Fox.


" Jadi Tamarin hamil lagi?" lirih Tuan Kino yang masih belum bergeming beranjak pergi dari posisinya yang tengah menguping pembicaraan Fox dan Tamarin.


Masih pertengkaran mulut antara Tamarin dan Fox. Fox yang kehilangan kesabaran ditambah murkanya juga belum reda sepenuhnya. " Lalu anak siapa dalam perut mu itu? Anak siapa Tamarin?" Fox dengan sorot mata yang sudah jelas-jelas tidak mengakui, jika anak dalam kandungan Tamarin saat ini adalah anaknya. " Pandai sekali kamu bermainnya Tamarin? Sampai cukup lama kamu menutupinya dari ku." geram Fox yang tidak ada habis-habisnya mengeluarkan murka yang sudah dia tahan cukup lama.


Benar saja, sejuta kali dia berusaha ingin memaafkan Tamarin. Berjuta kali pula, semesta memintanya untuk membuka matanya. Siapa sesungguhnya istrinya?


Sementara Tamarin. Dia sudah seperti orang gila, mendapati kenyataan jika Candy bukan putri Fox saja, psikisnya sudah terguncang hebat. Terlebih ditambah tidak diakuinya janin yang masih sebesar biji kecambah dalam perutnya saat ini. Membuat dia tidak bisa berpikir jernih selain ingin mengakhiri hidup.


Tamarin lantas berdiri dan bergerak cepat menuju pisau yang terletak di atas meja berikut dengan beberapa buah di atas meja dalam kamarnya.


Di Ambillah pisau itu dengan bujuk rayu setan dalam kepalanya, seraya hendak mengiris urat nadinya supaya permasalahan ini selesai.

__ADS_1


Baik Fox maupun Tuan Kino sangat tercengang dengan tindakan Tamarin. Tuan Kino hendak berlari mengambil pisau dari tangan wanitanya, namun dia mengurungkannya karena pasti akan bertambah runyam, jika keduanya mengetahui dirinya tengah menyaksikan pertengkaran mereka secara diam-diam.


Sementara Fox, begitu sama terkejutnya tatkala sebuah benda tajam sudah berada tepat di pergelangan tangan kiri Tamarin dan siap menggores kulit hingga ke nadinya. " Apa yang akan kamu lakukan Tamarin?" Fox berusaha meredam keinginan Tamarin yang dirasa cukup depresi setelah terjadinya pertengkaran.


" Bukankah lebih baik aku mati? Kamu juga tidak percaya kan dengan ku? Kamu bahkan tidak percaya jika Candy itu putri kamu." Tamarin bahkan tak segan-segan untuk membuat Fox diam dan jangan berusaha menghentikan aksi bunuh dirinya.


Fox yang jujur malah bingung, harusnya dia yang marah kepada Tamarin. Namun kali ini, kemarahannya malah membuat Tamarin ingin mengakhiri hidupnya. " Tamarin ... coba kamu pikir Candy ... jika melihat kamu akan mengakhiri hidup seperti ini. Lalu bagaimana dengan dia?" Fox yang perlahan menenangkan Tamarin yang sedang frustasi.


Tamarin masih menangis sesenggukan dengan tangan kanan yang memegang pisau tajam siap melukai nadinya. Benar saja, perkataan Fox yang menjadikan Candy alat guna membujuk Tamarin untuk mengurungkan niatnya bunuh diri akhirnya berhasil.


Tamarin kemudian menjatuhkan benda tajam itu luruh ke atas lantai.


Klotek


" Aku mohon jangan lakukan hal gila seperti ini lagi Tamarin! Kamu sudah cukup dewasa untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangga kita." Fox yang kemudian pergi meninggalkan Tamarin seorang diri di dalam kamar. Dia sangat yakin jika Tamarin tidak akan melakukan percobaan bunuh diri kembali setelah Fox berusaha mengingatkan dia tentang Candy.


Sementara Tamarin bertambah depresi, dia bahkan tidak bisa berbuat apa-apa. Hidupnya sudah hancur bersamaan dengan kehancuran rumah tangganya sebentar lagi.


.


.


Setelah Fox keluar dari kamar menuju garasi, sepasang matanya tertuju pada mobil ayahnya yang tengah terparkir sedang tadi pagi saat dia pulang, mobil tersebut jelas-jelas tidak ada. Meskipun beberapa pertanyaan muncul. Dia acuh dan berlalu pergi keluar dari rumah besar untuk tujuan yang dia belum tahu.


Sementara lagi-lagi, Tuan Kino menyambangi kamar wanitanya. Memeluk Tamarin namun Tamarin menghindarinya. Keributan sudah dapat dipastikan.

__ADS_1


" Apa anda sudah tahu? Jika Candy bukanlah putri Fox?" Tamarin sangat berharap jika Tuan Kino berkata jujur.


Tuan Kino lantas mengangguk.


Sedang Tamarin jelas bertambah sedihnya.


" Candy putri ku Tamarin, Candy bukan putri Fox." Tuan Kino mempertegas kembali supaya Tamarin dapat menerima kenyataan. " Kamu hamil lagi?" Kembaran Brad Pitt berusaha mengikis kesedihan Tamarin supaya tidak bersedih kembali dengan sikap Fox yang sedikit banyak sudah mengetahui hubungan mereka. Tuan Kino menyentuhkan telapak tangan dan mengusap bagian perut Tamarin, bersamaan dengan tetesan air mata yang mengalir di kedua pipinya.


.


.


Sementara Fox, pergi ke kantor ibunya, Nyonya Mint. Langkahnya ternyata sudah diketahui Tuan Kino lewat orang suruhannya. Tuan Kino bergerak cepat saat dia sudah kelolosan banyak hal yang ternyata sudah dilakukan putranya hingga mengacaukan semuanya.


Dan kali ini, langkah Fox yang menurut Tuan Kino akan memberi tahu ibunya berusaha di halau sebisa mungkin oleh Tuan Kino. Padahal Fox sendiri juga masih bingung bagaimana memberi tahu dan menjelaskan kepada ibunya jika ayahnya dan istrinya ternyata memiliki rahasia cinta terlarang.


" Fox," lirih Nyonya Mint yang cukup dikagetkan dengan kehadiran putranya di kabtor. " Kenapa sayang? Kenapa kamu wajah mu kusut sekali?" Nyonya Mint sedikit khawatir dan menyentuhkan kedua telapak tangannya pada tulang rahang putra kesayangannya.


Fox yang masih terdiam dan berjalan lalu memutuskan duduk di long sofa.


Diikuti dengan Nyonya Mint yang bertambah panik, karena dapat dipastikan jika Fox sedang ada masalah.


" Aku akan menceraikan Tamarin Bu," ucap Fox yang membuat Nyonya Mint tercengang, melongo tidak percaya atas ucapan putranya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2