
Disela-sela perkelahian fisik ketiganya. Fox bertanya lantang kepada dua orang yang sedang dia lawannya. " Kalian pasti disuruh ayah ku bukan? Jawab!"
" Ayolah Tuan Fox! Bekerja sama dengan kami! Supaya kami tidak melukai anda!" Kedua orang pengawal bertubuh kekar itu saling memberi isyarat untuk melumpuhkan Fox.
" Cih, aku tidak sudi bekerja sama dengan kalian. Katakan kepada ayahku! Fox akan menang melawan Kino." geramnya sembari mengeratkan seluruh gigi dalam mulutnya dengan bidikan mata yang tajam.
Baik Fox dan kedua pengawal ayahnya, sudah ancang-ancang akan melanjutkan bogem-bogeman yang tentu akan membabak belur kan ketiganya.
Ketiganya bak berada dalam pertandingan tinju yang sudah memperkirakan kapan dia akan memukul telak lawannya.
Des
Des
Bugh
Bugh
Pukulan demi pukulan satu sama lain mereka layangkan, hingga Fox kehabisan tenaga karena satu lawan dua.
Fox terkapar dan bahkan sampai tidak sadarkan diri. Meskipun awalnya dia menang. Namun karena jumlah yang tidak seimbang membuatnya tumbang dan harus menerima kekalahan.
Beruntungnya, sepasang kekasih yang baru saja jadian dan belum ada satu Minggu keduanya menjalin sebuah hubungan, tengah melintas malam itu. Jelly dan Davos.
" Darling, lihat itu! Sepertinya itu preman sedang menggotong orang." Jelly yang menunjuk dengan jari telunjuknya mengarah kepada dua orang yang sedang memapah satu orang untuk dimasukkan ke dalam mobil.
" Iya Darling, kamu benar," balas Davos. Davos pun mematikan sorot lampu mobilnya. Guna tidak memancing mereka. Memelankan lajunya dan tetap mengintai mereka.
" Ini mobil Fox." Alangkah terkejutnya Jelly. Nafasnya bertambah cepat tatkala sepertinya Fox dalam bahaya.
Ya, Fox tadinya ingin menangkap basah Tuan Kino bersama ibunya di rumah sakit. Namun, gerak-gerik Fox sepertinya di ikuti keduanya hingga rumah sakit. Fox bahkan sudah sempat turun dan baru melangkah ke loby rumah sakit.
Namun dia berpikir, ketimbang ibunya tidak bisa menyaksikan jika suaminya dan istrinya tengah berduaan dan bermesraan. Dia lantas, mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam rumah sakit. Tentunya, dua pengawal ayahnya pasti akan menyampaikan jika dirinya tengah berada di rumah sakit dan akhirnya ibunya gagal menangkap basah keduanya.
Alhasil, lebih baik dia yang tidak ikut serta dalam permainan tangkap basah cinta terlarang mereka. Namun seiring waktu berjalan, Fox geram karena mobil di belakangnya terus membuntutinya tanpa henti. Dia turun dan menantang keduanya tanpa ada takut-takutnya. Ya, meskipun sekujur tubuhnya babak belur akibat jumlah lawan yang tidak imbang.
" Kamu harus tolong dia Darling!" Jelly bertambah takut jika Fox kenapa-napa. Mengguncang lengan kekar kekasih belum ada satu minggunya, dengan sepuluh jemari yang dia cengkeram kan kuat pada lengan kekar Davos.
Davos sebenarnya tidak masalah jika harus melawan mereka. Tapi jika dilihat dari tubuh keduanya yang bagaikan tokoh comic dalam film Marvel yaitu Hulk. Dia menelan ludah dan berpikir dua kali.
__ADS_1
" Kita telepon polisi!" Jelly yang untungnya langsung berinisiatif demikian. Mungkin karena dia pernah menghadapi preman jalan dengan Fox, alhasil membuatnya berpikir benar dan langsung menghubungi polisi dan memberi tahu plat mobil mereka yang tengah membawa Fox. Dan Jelly juga tidak lupa menyampaikan keberadaannya sedang di daerah mana dia dan Davos berada. " Ayo Darling kamu keluar! sebelum Fox dibawa." Jelly mendorong kekasih belum ada satu minggunya itu untuk menolong Fox.
Sedang Davos, tidak seberani Fox. Dengan paniknya dia memperhatikan betul bagian per bagian tubuhnya dari lengan meskipun cukup kekar berikut perut six pack terbalut kemeja kerjanya, hingga dada kekar yang mencoba dia busungkan.
" Ayo Darling!" gemas Jelly dengan memelotot kan dua bola matanya supaya kekasihnya itu cepat turun minimal sampai polisi datang.
Kelucuan ditengah kepanikan sempat terjadi. Davos bahkan tampak bergetar seluruh kaki dan juga tangannya, takut jika seandainya kedua Hulk tersebut mematahkan tulang-tulang sendinya.
Davos mengatur nafas, tidak mau terlihat seperti pecundang hingga akhirnya dia berani membuka pintu mobilnya dan berteriak lantang.
" Hai ... Kalian!" seraya mengudarakan lengan kanan kekarnya menunjuk dengan jari telunjuknya tepat pada kedua Hulk tersebut.
Membuat kedua orang suruhan Tuan Kino menoleh bersamaan saat hendak melenggang pergi melajukan mobil Rubicon mereka. Tentunya itu mobil milik Tuan Kino. Dan sengaja dipinjamkan ke mereka.
" Siapa dia?" tanya salah satu orang suruhan Tuan Kino kepada temannya.
Temannya tidak tahu menahu siapa yang tengah mengahalau aksi mereka. Dia hanya menggeleng.
Meskipun Davos sangat takut jika seluruh syarafnya retak akibat ulah mereka. Dia seolah-olah berlagak berani yang hanya mengandalkan tubuh kekar dan perut six pack nya.
" Lepaskan pria itu! Polisi datang sebentar lagi!" teriaknya seolah tak gentar. Padahal nyalinya ciut bahkan jantungnya bergetar.
Davos bahkan seluruh kakinya sudah gemetar namun dia berlagak seolah tidak gentar.
Beruntungnya disaat Davos sengaja mengulur waktu hingga polisi datang berbuah manis.
Mobil polisi sudah terdengar.
Wiu ... Wiu ... Wiu ... Wiu ... Wiu ... Wiu ... Wiu.
Hingga keduanya lari terbirit-birit dan Davos mengejar. " Keluarkan pria itu! Kalau tidak mobil polisi akan mengejar kalian, karena plat nomor kalian sudah kami catat!" Ancaman Davos yang membuat keduanya melirik tajam dan akhirnya melepaskan Fox.
Mbrung.
Suara deru mobil Rubicon mereka melesat hingga tak berjejak.
" Fox ... Fox." panggil Jelly yang kemudian lari menghampiri Davos yang tengah bersama Fox namun Fox tidak sadarkan diri.
Jelly berusaha menepuk-nepuk kedua pipi Fox dengan sangat paniknya.
__ADS_1
Sementara Davos. Malangkerik, tertunduk melihati Jelly sangat panik dengan keadaan Fox.
Tidak lama, mobil polisi berhenti dan menghampiri mereka. Jelly dan Davos sangat berterimakasih karena petugas polisi lalu lintas sangat cepat bergerak hingga Fox dapat dilepaskan.
Mobil polisi pun mengiringi mobil Davos dan Jelly berikut mobil Fox yang dibantu oleh petugas polisi untuk membawa mereka sampai ke rumah sakit dengan aman.
" Darling, sudahlah! Bukankah mantan bos mu itu sudah aman?" Davos yang terlihat tidak suka jika Jelly terlalu berlebihan dalam mengkhawatirkan Fox. Padahal jelas-jelas Fox sudah di tangani oleh Dokter.
Jelly yang lupa jika sudah menjalin cinta dengan Davos. Sampai-sampai dia tidak sadar jika mungkin membuat Davos tampak sedikit cemburu karena perhatian berlebihannya kepada Fox.
.
.
Berbeda dengan Nyonya Mint dan Tuan Kino yang sedang berada di dalam mobil untuk perjalanan pulang.
Nyonya Mint tampak sibuk menghubungi Fox namun tidak satu pun dari panggilannya mendapat jawaban dari putranya.
" Kamu dimana Fox?" lirihnya dengan wajah cemas menggenggam semakin kuat ponselnya, karena entah mengapa? perasaannya tidak menentu dan khawatir jika terjadi sesuatu dengan putranya.
Dert
Dert
Ponsel Tuan Kino yang bergetar dan sudah diketahuinya jika itu dari orang suruhannya.
" Tuan Kino ... Maaf, kamu gagal dalam menyaksikan Tugas."
Deg
Jantung Tuan Kino seketika berhenti, mengapa hanya membius dan mengurung Fox di sebuah tempat untuk sementara saja?Kedua orang suruhannya saja tidak bisa diandalkan.
Menoleh ke pelipis bagian kanan Mint, istrinya dan mematikan ponsel tanpa jawaban apa-apa darinya.
Dadanya berkecamuk. Sudah dapat dipastikan, jika Fox akan berusaha keras membuat ibunya tahu dengan sendirinya seperti malam ini. Namun sayangnya, Fox masih belum berhasil. Karena untungnya, dia sedang terlihat memperlakukan Tamarin dengan wajar sebagai menantunya tadi.
" Apa? Candy sakit?" Tuan Kino yang baru saja mendapat kabar dari asisten rumah tangganya jika suhu tubuh Candy meningkat dan menggigil dan terus memanggil nama papanya karena tiga hari tidak bertemu.
BERSAMBUNG
__ADS_1