Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Apa Ayah Mencintai Tamarin?


__ADS_3

" Ayah bisa jelaskan Fox." Tuan Kino berusaha membela Tamarin.


" Ayah," sinis Fox mengatakannya sembari membungkuk supaya lebih dekat menatap wajah keduanya. " Apa pantas aku memanggil anda seorang ayah?" imbuhnya dengan begitu sangat murka meskipun terdengar berbisik.


" Apa maksud kamu Fox?" Tuan Kino berusaha menyanggahnya. Meskipun terlihat jelas jika dia sudah tertangkap basah dan banyak kebohongan yang tersimpan di matanya.


Fox mengembalikan posisinya. Berdiri sembari menyunggingkan senyum kembali. Sudah dia duga, keduanya pasti akan menyangkal habis-habisan. Namun tidak padanya, yang sudah sering membuktikan sendiri, bahkan mendapat jawaban langsung dari semesta, jika keduanya terikat cinta terlarang. Cinta terlarang mereka yang nyaris sempurna.


Bagaimana tidak? Enam tahun lamanya mereka menyembunyikan itu semua. Menutup rapat tanpa celah hingga tak siapapun dapat menelisiknya.


" Apakah kalian akan menyangkal?" tanya Fox yang tidak ada gentarnya meskipun sedang berhadapan dengan ayahnya.


Tuan Kino tampak frustasi. Sedang Tamarin tiada henti terisak dalam tangis.


" Ayah bisa jelaskan Fox." seraya bangkit mengimbangi putranya yang tengah berdiri.


" Berhenti menyebut nama ayah!" seraya menoleh tanpa takut-takutnya mendekatkan wajahnya persis di depan ayahnya. " Bagaimana dengan ibu? Jika tahu semua ini? ... Dan kamu Tamarin! Sebentar lagi aku akan menceraikan kamu!" Fox dengan sangat penuh penekanan mengatakan hal tersebut.


Tuan Kino terdiam, tertunduk. Namun tidak pada Tamarin yang langsung bersimpuh di kaki suaminya. Menangis hebat penuh penyesalan. Meraung-raung menyesali perbuatannya dan berharap maaf kepada suaminya.


" Aku minta maaf ... Aku minta maaf." Terus saja kalimatnya seperti itu.


Fox bahkan tidak ada iba-ibanya. Sampai Tuan Kino dibuat mati kutu di hadapan putranya. Kedigdayaannya seketika runtuh tatkala putranya sendiri menangkap basah hubungannya dengan Tamarin.


Fox pun tak kalah bersedih. Sepasang matanya tertahan air mata mengambang namun sesekali dia mendongak guna tak terjatuhnya dan terlihat lemah dihadapan keduanya. " Mau sampai kapan kamu menangis di kaki saya, aku tidak akan pernah memaafkan kamu Tamarin." tunduknya melihati rambut cokelat terang milik istrinya yang tengah sesenggukan bersimpuh di hadapan kedua kakinya.


Fox pun kemudian berjalan, mendekat pada sebuah benda yaitu CCTV tersembunyi di pojokan kamar yang tidak disadari oleh keduanya. " Aku rasa, benda ini cukup membuktikan cinta terlarang kalian," seraya menunjuk ke sebuah CCTV yang tersambung langsung dengan laptop yang juga dia letakkan tidak jauh. " Apa perlu aku memperlihatkannya kepada kalian? Anda bahkan lebih cerdik untuk menutupi nya bukan?" Kalimat terakhir Fox yang cukup membuat Tuan Kino terkejut.


Tuan Kino semakin geram terhadap putranya. Murka nya juga sangat ingin dia tumpahkan tatkala putranya memberondongnya dengan segala bukti yang di dapatkan.


Fox kemudian memperlihatkan semuanya. Dan benar saja. Aksi keduanya yang akhir-akhir itu ditangkap oleh kamera CCTV tersembunyi Fox.


Semakin membuat geram Tuan Kino. Kedua tulang rahangnya mengeras, menghampiri benda itu dan ingin menghancurkannya.


Namun Fox berusaha menghalau dan akhirnya terjadi perkelahian sengit antar keduanya.


" Kamu pikir kamu bisa mengancam ayah Fox!" Ayah dan anak itu saling memperebutkan bukti yang pasti akan Fox gunakan untuk memberi tahu ibunya.


Keduanya saling bergelut sengit. Membuat Tamarin berteriak histeris.


" Hentikan! ... Hentikan!" seraya berusaha melerai keduanya namun bingung dengan sendirinya.

__ADS_1


Thar


Tuan Kino berhasil menghancurkan CCTV Fox.


Brok


Tuan Kino kembali berhasil membanting laptop milik putranya.


Dan satu lagi, flash disk pada genggaman Fox harus di dapatnya dan dihancurkan hingga tak berjejak.


Bugh


Bogem mentah yang tak tanggung-tanggung dilayangkan Tuan Kino mendarat sempurna di pipi kanan putranya hingga sudut bibir Fox mengalir darah segar.


Fox meringis kesakitan, mengusap cairan merah segar dengan ibu jarinya yang baru saja keluar dari sudut bibir yang sedikit terasa perih.


Keduanya saling baku hantam. Sementara Tamarin menangis menyaksikan keduanya mengobrak-abrik dan mengacak-acak kamarnya tak berkesudahan.


Jangan dikira Tuan Kino kalah, atau Fox mengalah. Keduanya adu tinju dengan sangat berimbang. Saling mendaratkan bogem mentah, saling menindih bergantian dan belum dapat dipastikan siapa yang menang dan siapa yang kalah.


Sementara flash disk, flash disk yang baru saja terlempar dari genggaman Fox, karena Tuan Kino berusaha mencekik leher Fox. Dengan reflek, Tuan Kino memanggil wanitanya. " Baby!" teriaknya antusias supaya Tamarin mengambil flash disk yang coba dilempar Fox.


" Anda bahkan memanggilnya Baby?" cengir Fox yang langsung melayangkan bogem mentah dengan sangat kuat ke pipi kanan ayahnya saat menoleh ke Tamarin.


Bugh


Fox yang sudah kehabisan tenaga berusaha menjambak rambut Tamarin yang tengah mengambil flash disk di bawah meja.


" Aw." ringis Tamarin yang jelas kesakitan rambutnya dijambak dengan kuat oleh pria yang masih berstatus suaminya.


" Berikan padaku Tamarin!" seraya membuka telapak tangan dan mengulurkan kepada Tamarin.


" Jangan Baby!" Tuan Kino yang berteriak memohon dan belum beranjak dari tempat terkapar nya. seraya memegangi bagian perutnya yang masih sakit akibat ditendang hebat oleh Fox. Belum lagi sekujur wajahnya yang serasa perih akibat bogem mentah dari putranya.


" Romantis sekali kalian, dalam keadaan seperti ini masih saling perhatian," sinis Fox yang belum melepaskan jambakan nya dari rambut Tamarin berikut menggeser bola matanya menatap tajam ayahnya.


" Aw." teriak Tamarin bersamaan dengan jambakan rambut yang sedikit menguat dari jemari kekar Fox.


" Kamu gila Fox! Lepaskan Tamarin Fox!" teriak Tuan Kino yang tidak tega jika wanitanya meringis kesakitan.


Bersamaan dengan kalimat ayahnya yang kasihan terhadap istrinya. Membuat Fox antara harus senang atau sedih. Senang, karena ternyata dengan telinganya sendiri dia mendengar jika ayahnya benarlah cemas dengan istrinya. Berarti terbukti, jika ayahnya mencintai Tamarin dan tidak ingin Tamarin terluka.

__ADS_1


Sedih, karena kenapa harus ayahnya yang mencintai istrinya. Membuatnya dihadapkan pada pilihan yang sulit, karena bagaimanapun ada hati yang harus dia jaga yaitu ibunya.


" Lepaskan Tamarin Fox!" pinta Tuan Kino kembali dan memang sengaja Fox menjambak rambut Tamarin guna mengetahui reaksi ayahnya.


Fox tak mengindahkan kata-kata Tuan Kino. Malah semakin dia jambak kuat Tamarin hingga merintih kesakitan. " Apa kamu mencintai ayah ku Tamarin?" Pertanyaan Fox bersamaan dengan kembalinya dengan kuat dijambak rambutnya oleh Fox. Ditambah dengan sorot mata penuh murka dan wajah keduanya yang terkikis jarak. " Kamu bahkan tidak bisa menjawabnya Tamarin," bisiknya seraya mengambil flash disk dengan kasar di genggaman Tamarin dan melepaskan jambakannya dengan kasar pula.


Tamarin tidak diam, dia meraung membela dirinya. " Kamu salah paham, ini tidak seperti yang kamu kira?"


Membuat Fox yang sudah berbalik badan dan hendak melangkah namun kemudian berhenti. " Hehm," senyum sinis Fox. " Kamu masih menyangkalnya Tamarin?"


Tamarin dengan tangisnya berusaha meraih lengan Fox. Namun dengan cepat Fox menghempasnya dengan kuat hingga tubuh Tamarin terpental dan dia mengerang kesakitan pada bagian perutnya. " Ah ... Aw ...Aw." Tamarin menangis menahan rasa sakit di perutnya.


Hingga tidak berselang lama, darah segar mengalir dari pangkal pahanya. Tamarin bertambah histeris karena melihat darah segar yang mengalir.


Begitu juga dengan Fox yang cukup tercengang namun dia tidak boleh iba. Terdiam beberapa saat.


Bugh


Tuan Kino dengan sikunya menghantam punggung putranya yang sungguh keterlaluan.


Meskipun Fox tidak pingsan, namun nyeri yang dirasa pada punggungnya membuat dia hilang kestabilan. Tuan Kino dengan cepat merebut flash disk dan berlari sembari memegangi perutnya ke kamar mandi guna melenyapkan bukti satu-satunya yang dimiliki putranya.


Itu pun tidak mudah dia lakukan karena Fox ternyata masih memiliki tenaga hingga keduanya masih gontok-gontok kan untuk sampai pada kamar mandi.


Namun Tuan Kino berhasil, memasukkan flash disk pada closet kamar mandi.


Plung


Flash disk telah tercemplung di closet kamar mandi.


Tuan Kino tersenyum penuh kemenangan meskipun wajahnya dapat dipastikan babak belur.


Sementara Fox, kepalanya bersandar frustasi dengan tubuh yang terduduk di atas lantai. Membuang nafas kasar bersamaan dengan memejamkan mata sebentar saat bersamaan dengan dua jari ayahnya menekan saluran air pada closet guna melenyapkan flash disk tersebut.


Tuan Kino akhirnya lega, satu permasalahan selesai. Sudah tidak ada bukti dari putranya yang akan memberi tahu kepada ibunya tentang hubungan mereka.


Keduanya sama-sama bersandar di dinding dan terduduk di atas lantai. Perkelahian sengit cukup menghabiskan tenaga keduanya.


" Kamu bahkan tidak bisa mengalahkan ayah Fox."


" Apa ayah mencintai Tamarin?"

__ADS_1


Percakapan dari hati ke hati keduanya, di sisa-sisa habisnya tenaga mereka.


BERSAMBUNG


__ADS_2