Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Tamarin Menggantikan Fox, Bagaimana bisa?


__ADS_3

" Opa." teriak Candy pada opa nya dan berlari memeluknya. Semenjak Candy ditinggal oleh Fox dan sudah hampir satu bulan lebih, Candy semakin dekat dengan Tuan Kino.


Sebenarnya, Candy sudah dari dulu dekat dengan Tuan Kino, namun ketika masih ada papanya tentulah terbagi dan yang lebih Candy sayangi adalah papanya.


" Opa. Besok antar Candy ke sekolah ya, lama sekali opa tidak mengantar Candy ke sekolah." Candy yang dalam gendongan depan Opanya.


Sementara Tuan Kino yang tersenyum, menatap lekat putrinya dan mengecup keningnya.


Tamarin yang berdiri tidak jauh dari keduanya pun ikut tersenyum melihat celotehan Candy yang bertambah menggemaskan.


" Ada yang ingin aku bicarakan, terkait perusahaan," kata Tuan Kino kepada Tamarin.


Setelah itu pun keduanya mengambil duduk di meja makan berikut dengan Candy. Namun Candy acuh dan sibuk memakan hidangan makan malam sementara Tamarin dan Tuan Kino tampak membicarakan hal yang serius.


" Aku ingin kamu ikut bekerja di kantor Fox?" Satu kalimat Tuan Kino yang cukup mengagetkan Tamarin.


Namun belum selesai mereka membicarakan hal serius terkait perusahaan, Nyonya Mint datang dengan segala kegundahan.


" Oma." teriak Candy kepada Omanya yang dibalas dengan senyum bersahaja.


" Halo Candy sayang," balas Nyonya Mint yang kemudian mencium punggung tangan suami berikut mencium kedua pipinya.


Dan kebiasaan rutin Nyonya Mint itu tidak terlepas dari sepasang mata Tamarin yang berusaha mengalihkan pandangannya.


Nyonya Mint pun akhirnya bergabung dengan ketiganya makan malam.


Tidak terlepas dari kedua mata Nyonya Mint yang sedikit banyak mencuri tatap kepada Tamarin. Hingga Fox putranya yang begitu mencintainya, bisa berbalik ingin menceraikan perempuan yang kini tengah duduk berhadapan dengannya persis. Hanya saja ada meja makan besar yang menghalangi keduanya.


Cukup lama mereka berempat menikmati makan malam dan beberapa mendengar celotehan Candy yang sedikit banyak membuat suasana berubah mencair.


Bahkan setelah makan malam usai pun, Mereka semua bersiap menuju kamar pribadi mereka masing-masing.


Sudah menjadi kebiasaan Tuan Kino yang setiap malam selalu menyempatkan untuk menuju balkon kamarnya. Kalau biasanya dia habiskan waktu malam nya guna bermain mobil legend, berbeda dengan malam ini yang dia tampak termenung melihat langit gelap di atas sana. Menyembunyikan kedua telapak tangannya pada kantong celana tidurnya.


Tidak berselang lama, Tamarin juga keluar balkon kamarnya, tentu itu dapat dilihat oleh Tuan Kino. Karena balkon keduanya bersebelahan. Tamarin yang masih belum sadar jika kekasih gelapnya itu tengah memperhatikannya, tidak lama dia menoleh dan akhirnya sadar jika prianya tengah memandangnya dari balkon kamarnya.


Untuk waktu yang cukup lama, kedua kelopak mata beserta retina mereka saling bertatap meskipun dengan jarak yang lumayan, mengingat ukuran kamar mereka sangatlah besar dan balkon keduanya tidak lah menyatu.


.


.


Keesokan hari.


Tuan Kino yang sudah siap dengan setelan jas kantornya, keluar dari kamar dan tengah bersiap menuju meja makan. Namun belum sampai dia menuruni anak tangga, Tuan Kino bertemu dengan Tamarin yang masih berpakaian santai mau mengantar Candy ke sekolah.

__ADS_1


" Tamarin, bersiaplah! Bukankah kemarin aku bilang, aku menyuruh mu untuk menggantikan posisi Fox?"


Tamarin yang masih tidak percaya, jika apa yang dikatakan kekasih gelapnya adalah serius. " Apa?" Tamarin yang lagi-lagi membuka matanya dua kali lebih lebar karena masih benar-benar tidak percaya.


Tidak lama Nyonya Mint pun keluar dari kamar dan melihat keduanya tengah terlibat percakapan serius. " Ada apa?" tanya Nyonya Mint.


" Tidak, tidak ada apa-apa. Aku hanya menyuruh Tamarin untuk segera bersiap ke kantor. Karena dia adalah pengganti Fox." Nyaris tanpa beban Tuan Kino mengatakannya.


Berbeda dengan Nyonya Mint yang malah tercengang. " Menggantikan Fox?" Menatap serius suaminya. Seolah benar-benar tidak percaya.


" Iya, Tamarin akan menggantikan Fox. Bersiaplah Tamarin!" Tuan Kino langsung turun ke bawah dan menuju meja makan.


Sedang Tamarin tidak ada yang bisa dia lakukan kecuali mengikuti perintah yang baru saja disampaikan oleh Tuan Kino. Dia kemudian berjalan kembali masuk ke kamarnya dan bersiap ke kantor.


Sementara Nyonya Mint, masih mematung dan belum bergeming meskipun baik suami dan menantunya sudah tidak ada di hadapannya.


Tamarin menggantikan Fox?


Bagaimana bisa?


Padahal Fox saja ingin menceraikannya?


Apa suami ku tidak tahu? Jika Fox akan menceraikan istrinya.


Posisi Fox bukan posisi yang sembarangan.


Tamarin.


Tamarin.


Nyonya Mint bahkan sering mencuri pandang wajah suaminya, mengingat apa yang disampaikan oleh orang kepercayaan yang di utusnya kemarin. Membuat dia memiliki prasangka berbeda dari biasanya.


Dia seperti melihat suaminya dari sudut pandang berbeda. Atau mungkin sejauh ini dia tidak menyadarinya atau bagaimana?


" Halo opa ... Halo oma." sapa Candy dengan rambut kuncir kudanya.


" Halo sayang." Tuan Kino yang membantu Candy untuk menggeser kursi makan dan duduk berikut menciumi area wajah Candy dengan gemas.


Sedang Nyonya Mint hanya melihat semua gerak-gerik suaminya yang sudah biasa dia seperti hal yang dilihatnya kini. Dari dulu memang suaminya sangat menyayangi cucunya. Jadi bukan hal yang tidak biasa. Melainkan sudah biasa dia melihat suaminya bahkan suaminya bisa dikatakan berlebihan jika menyangkut masalah Candy.


Dimana Tamarin sudah mendekat dan akan bergabung di meja makan bersama ketiganya.


" Pagi," sapa Tamarin kepada semuanya.


" Mama." Candy yang takjub dengan penampilan berbeda dari mamanya. Memakai rok span berikut setelan blazer berwarna abu membuat Tamarin berbeda sekali. " Mama mau kerja? Kok pakai baju kantor?"

__ADS_1


" Iya sayang, nanti Candy pulangnya sama bibi dan pak supir ya," seraya tersenyum kepada putrinya.


" Tamarin, cantik sekali kamu hari ini." Nyonya Mint yang memuji menantunya.


" Terimakasih ibu mertua," balas Tamarin.


Tidak jauh berbeda dari tatapan Tuan Kino yang memandang wanitanya semakin menjadi wanita dewasa. Dia menilai Tamarin jauh lebih anggun ketika memakai setelan pakaian kantor yang dikenakannya.


Mereka berempat kemudian menghabiskan makan pagi mereka. Sampai Nyonya Mint terlebih dahulu beranjak bangkit dari kursi makannya dan berangkat ke kantor.


Sementara Tamarin dan Tuan Kino sengaja tidak satu mobil guna menghindari asumsi karyawan dan stafnya. Namun karena Candy meminta Opanya mengantar ke sekolah. Tuan Kino pun bersama Tamarin terlebih dahulu mengantarkan Candy ke sekolah.


.


.


Di kantor Nyonya Mint.


" Bagaimana? Apa kamu sudah dapatkan identitas wanita yang aku suruh?" tanya Nyonya Mint sangat berharap kali ini orang kepercayaannya tidak gagal seperti kemarin.


" Ini Nyonya." Pria itu meletakkan selembar kertas yang tertulis alamat dimana Jelly sekarang bekerja. Setelah melihat apa yang ditulis oleh orang kepercayaannya itu, senyum dari Nyonya Mint pun terlepas dari bibirnya.


Dengan cepat dia bangkit dari kursi kerjanya dan menepuk bahu orang kepercayaannya sembari berjalan keluar dari ruang kerjanya bersamaan dengan tangannya yang membawa tas kerja miliknya. " Terimakasih, kamu dapat di andalkan."


.


.


Di kantor Davos.


Nyonya Mint yang baru saja memarkir mobilnya dan berlari kecil menuju resepsionis.


Namun belum sampai Nyonya Mint bertanya kepada salah petugas yang berjaga, Jelly bahkan sudah menghampirinya karena sepintas dia mengingat jika itu adalah ibunya Fox. " Anda?" Jelly yang heran mengapa ibu Fox berada di kantor Davos.


Namun karena Nyonya Mint tidak tahu sama sekali seperti apa Jelly, jadi Nyonya Mint hanya memberi senyum bersahajanya kepada yang jelas-jelas orang yang dicarinya sudah ada di depan mata.


Namun sayangnya si pria yang tengah bucin akut itu dengan cepat menarik pergelangan kekasihnya dan mengajaknya meninjau proyek pembangunan di luar kota untuk satu minggu ke depan.


" Darling, bukankah aku sudah katakan, jika hari ini adalah waktunya kita bertugas ke luar kota dan bekerja dengan serius." Davos yang beradu debat dengan Jelly mengapa Davos menariknya begitu saja, padahal dia hanya ingin sekedar ingin tahu mengapa wanita yang menurut dia ibu Fox bisa ada di kantor nya.


" Okay," Jelly yang enggan terlibat percekcokan mulut dengan pria yang bucin akut padanya itu. Dia langsung masuk mobil. tanpa banyak membantah lagi.


Sementara Nyonya Mint yang kemudian berlari mengejar dimana wanita yang menyapanya tadi ternyata adalah Jelly yang dicarinya, saat tahu jika resepsionis memberi tahu kepadanya.


Mobil Davos sudah melesat jauh ke jalan raya. Mint gemas begitu bodohnya dia hingga mengeratkan seluruh giginya berikut menepuk keningnya seraya berjalan bolak-balik di area depan loby. " Astaga ... Bodoh sekali aku ini. Kenapa tadi tidak aku tanya saja siapa dia?" gerutu Mint gemas pada kebodohannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2