Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Diputuskan Jika Fox Tidak Selamat


__ADS_3

Hari itu juga Tuan Kino tidak tinggal diam, dia menyeru semua pasukan tim SAR untuk mencari apapun yang dapat ditemukan lagi selain robekan baju Fox. Dia masih berharap jika jasad Fox dapat di temukan.


Berita mengejutkan tentang apa yang terjadi kepada Fox itu tak luput dari pendengaran Jelly.


" Apa kamu bilang Ita?" Jelly yang shock karena baru saja mendengar jika Fox katanya tengah dalam pencarian oleh tim gabungan SAR.


" Aku sendiri juga tidak percaya?" balas Ita dengan wajah yang cukup bingung mengapa Fox bos besarnya bisa ada di daerah hutan yang terbilang cukup jauh dari pemukiman warga.


" Kenapa kamu tidak kroscek kebenarannya Ita?"


" Sudah Jelly, orang kepercayaan dari Tuan Kino sendiri yang mengatakan jika perusahaan akan di pegang olehnya sementara waktu, karena Fox masih belum dapat ditemukan dan keluarga juga masih dalam keadaan berduka." imbuh Ita.


" Apa Fox tidak selamat?" Air mata Jelly yang menetes dari pelupuk mata.


" Sepertinya begitu, kecil kemungkinan dapat selamat dari terjalnya jurang yang tinggi itu. Terlebih dibawah jurang tersebut dialiri sungai panjang yang sungguh deras. Belum lagi, binatang buas di daerah hutan itu." Ita kembali memaparkan.


" Fox ... Fox, kamu pergi secepat itu?" lirih Jelly bertanya dengan sedih dari wajahnya.


" Tunggu Jelly, apa kamu tidak merasa ada hal yang janggal?"


" Apa maksud mu Ita?" Jelly menoleh serius ke arah Ita.


" Pertama, kenapa Fox ada di daerah situ? Daerah cukup jauh dari ibu kota. Satu jam perjalanan nya untuk sampai ke daerah sana. Kedua, itu bukan mobil Fox, bukan?" Ita sangat serius menelisiknya.


" Benar kata mu Ita? Memangnya apa yang kamu ketahui lagi?" Jelly pun sama, sedang berpikir serius di sela-sela kesedihannya. " Ada apa ini Ita?"


" Aku juga mendengar Fox saat di ruangannya, dia tengah meminta pengacara untuk mengurus perceraian nya dengan istrinya." Ita yang mengingat kejadian tersebut.


" Apa itu serius Ita?" Jelly melangkah mendekat bahkan wajahnya tepat berada di depan Ita karena saking terkejutnya.


" Iya, aku serius Jelly."


Jelly pun mengingat, jika dia pernah akan diberi tahu Fox sesuatu hal jika dia mau kembali bekerja di kantornya. " Apa ini terkait masalah perceraian dengan istrinya?" lirih Jelly bertanya pada dirinya sendiri.


" Apa?" tanya Ita yang menurutnya mungkin Jelly mengetahui tentang sesuatu.


" Tidak Ita," jawab Jelly. Jelly pun mengingat dimana Fox mengajak nya kembali bekerja di kantornya namun dia bersikukuh tidak mau karena takut dengan adanya dia, Fox akan berkonflik dengan istrinya. " Dan apakah ini terkait istri Fox? Apa dia terlibat? Tidak! Tidak! Tapi apa yang dilakukan Fox ditempat itu? Hingga dia kecelakaan di sana?" Jelly cukup gelisah dan berharap ada keajaiban jika Fox akan selamat.


.

__ADS_1


.


Hari kedua setelah kemarin di lakukan pencarian kepada Fox. Dengan mengerahkan seluruh tim SAR gabungan. Ternyata tim SAR menemukan serpihan-serpihan yang di duga adalah mobil yang dikendarai oleh Fox.


Baik Nyonya Mint yang kini sedang di dekap oleh Tuan Kino sedang menangis terisak-isak.


Begitu juga dengan Tamarin dan Candy. Tamarin berusaha menenangkan putrinya yang sangat kehilangan papanya.


.


.


Tiga hari sampai satu Minggu, jasad Fox benar-benar tidak ditemukan. Keluarga akhirnya memutuskan jika Fox memang telah tiada dan dianggap meninggal dunia. Itu semua juga kesimpulan akhir yang disampaikan oleh pihak kepolisian dan tim SAR gabungan mengingat seluruh tenaga dan pasukan berikut alat-alat canggih juga sudah dikerahkan, guna mencari keberadaan jasad Fox.


.


.


Di rumah besar, karangan bunga dari perusahaan-perusahaan yang terkait kerja sama dengan perusahaan Fox tengah berjajar panjang bentuk rasa duka yang mendalam atas meninggalnya pemilik dari perusahaan FF ( Fontera Fox). Berikut dari semua kolega baik di dalam negeri maupun di luar negeri.


Semua karyawan dan staf kantor juga berdatangan ke rumah besar guna ikut mengucapkan bela sungkawa mereka kepada keluarga yang ditinggalkan.


Mereka berempat hanya dapat melihat, jika keluarga Fox sangat bersedih atas kepergian putra pewaris tunggal mereka. Putra satu-satunya yang tengah mengelola perusahaan raksasa dari Kino Lnd properti dan FF ( Fontera Fox).


" Sebentar ya Ita, aku mau ke kamar kecil dulu." Jelly yang memegangi perutnya karena tidak bisa di ajak kerja sama. Padahal jelas-jelas tengah berada di rumah duka.


" Astaga darling," keluh Davos kepada Jelly yang sangat memalukan.


Setelah Jelly bertanya kepada salah satu asisten rumah tangga dimana kamar kecil untuk tamu, Jelly pun dengan segera menuntaskan hajatnya.


Namun setelah dia selesai dan hendak kembali. Dia mendengar dua orang tengah berbicara serius di ruangan yang entah apa namanya.


" Apa ini ada kaitannya dengan anda?" Tamarin yang serius bertanya kepada kekasih gelapnya, Tuan Kino.


Keduanya bahkan berbicara intens dengan jarak yang sangat dekat.


Deg


Jelly pun mendengarnya dan dapat menyaksikan siapa keduanya dengan jelas. Laki-laki yang mungkin itu yang namanya Tuan Kino, ayah Fox. Dia masih begitu sangat tampan diusianya yang terbilang tidak muda. Tubuhnya masih terjaga dan itu dapat dilihat dari dada bidang dan terlihat kekar dan tubuhnya tampak segar. Meskipun tidak dipungkiri jika diraut wajahnya tergambar kesedihan akibat peristiwa yang merenggut nyawa putra tunggalnya.

__ADS_1


Dan yang satu lagi, Jelly hafal betul wanita itu. Wanita yang malam itu bersama Fox tengah menolongnya dari pria yang hampir menodainya waktu dia berjalan pulang sendirian dari club malam. Istri Fox, Tamarin.


Mereka?


batin Jelly bertanya.


" Baby," Tuan Kino yang berusaha meraih dan menyentuhkan jemarinya pada wajah kekasih gelapnya, namun seketika Tamarin hempaskan bersamaan dengan prasangkanya yang menduga jika kecelakaan Fox ada kaitannya dengan Tuan Kino, kekasih gelapnya.


" Karena bagaimana bisa Fox ada disana? Buat apa dia di sana?" Nada pelan namun penuh penekanan membuat pertanyaan Tamarin bagai tamparan keras penuh penyesalan terhadap apa yang sudah dilakukan oleh Tuan Kino.


" Baby, come on! Aku tidak melakukannya." Tuan Kino akhirnya berhasil membuat Tamarin percaya. Dia juga menyentuhkan kelima jemari kekarnya di tulang rahang sebelah kanan Tamarin dan menatap wanitanya dengan dalam. " Aku tidak mungkin membunuh putra ku sendiri," seraya membuat wajah yang masih berduka dari Tamarin berhasil dia letakkan dalam dekapan dadanya. Tamarin pun tidak berhenti terisak-isak dalam dekapan Tuan Kino.


Ther


" Hah." Jelly yang melongo karena tidak sengaja memecahkan vas bunga yang berada tidak jauh dari posisinya menguping sekaligus melihat keduanya.


Jelly dengan cepat pergi, sebelum keduanya memergoki dirinya yang tidak sengaja mendengar percakapan penting keduanya.


Dengan nafas tersengal-sengal berikut langkah cepatnya membuat dia akhirnya sampai pada dimana Davos, Ita dan Milk berikut banyak juga karyawan dan staf dari perusahaan FF.


Sedang Tamarin dan Tuan Kino dengan cepat mengecek mana tahu ada yang mendengar percakapan mereka.


" Siapa?" tanya Tamarin dengan wajah paniknya.


" Tidak ada."


Sementara Jelly. Jelly dengan perasaan berkecamuk. Penuh tanda tanya besar mengapa seorang menantu dan ayah mertua bisa sedekat itu?


Apakah mereka skandal?


Tidak! Tidak Jelly!


Apakah ini? Alasan Fox menceraikan istrinya?


Jelly semakin resah setelah menyaksikan sendiri keduanya. Namun dia tidak ingin menyimpulkan terlalu cepat ada hubungan apa terkait menantu dan mertua itu?


Di situ pula Jelly juga melihat jika ibu Fox, Nyonya Mint tengah memangku Candy dengan tangis yang tidak dapat mereka sembunyikan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2