Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Iya, Itu Baju putraku


__ADS_3

Tuan Kino yang akan ikut melihat sendiri putranya. Namun baru mendapat beberapa langkah untuk menuju mobil dan beralih tempat. Mint istrinya datang dengan mobilnya. Tuan Kino menoleh, dimana istrinya tengah keluar dan menutup pintu mobilnya.


Perasaan Nyonya Mint juga tidak kalah cemasnya.


Ada apa ini?


Kenapa banyak polisi?


Nyonya Mint yang tidak berhenti mengedarkan pandangannya ke semua arah, termasuk daerah yang baru di pijak dan sekelilingnya adalah hutan.


" Mint," sapa Tuan Kino dengan kagetnya mengapa bisa istrinya sampai ke hutan ini.


" Maafkan aku, aku mengikuti mu. Tapi aku sempat salah jalur, dan akhirnya aku bisa menemukan mu. Ada apa ini? Apa yang kamu sembunyikan dari ku?" tanya Nyonya Mint yang membuat Tuan Kino gelagapan.


" Ti-tidak ... " Belum sampai Tuan Kino mengatakan apa yang terjadi kepada Mint istrinya, salah seorang pasukan polisi berteriak ke rekannya, jika menemukan mobil Fox di dasar jurang dan pinggir sungai namun jasad Fox tidak ditemukan.


Jelas membuat telinga Nyonya Mint bagai tersambar petir. Mulutnya menganga tidak percaya. Menoleh ke arah dua polisi yang berdiri tidak jauh dari posisinya. Lalu mendekatinya. " Apa maksud anda? Apa maksud anda menyebut putra saya? Dan apa? Apa yang terjadi dengan putra saya?" Nyonya Mint sangat panik dan ketakutan menguasai dirinya.


Tuan Kino kemudian mendekat dan meraih kedua tangannya dan berusaha menenangkan istrinya. Sementara rekan polisi Tuan Kino tampak bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya.


" Jelaskan pada ku ada apa ini?" Nyonya Mint yang menahan amarah, karena merasa suaminya telah menyembunyikan sesuatu terkait Fox putranya.


Tuan Kino kemudian melepaskan tubuh istrinya yang di raih dalam pelukannya. " Fox, Fox kecelakaan.'


" Hikz ... Hikz ... Hikz ... " Nyonya Mint luruh tubuhnya terkulai tidak berdaya, Tuan Kino juga mencoba menenangkannya. " Hihihihi," tangis Nyonya Mint tidak kuasa, hingga dia mengingat jika kemarin dia sudah merasakan firasat jika putranya kenapa-napa.


Belum lagi Nyonya Mint dalam tangisnya juga mengingat, jika bingkai foto Fox terjatuh dan kacanya berserak dilantai begitu saja. Seolah semua sudah memberinya tanda bahwa kemarin ternyata putranya sedang dalam bahaya dan berjuang hidup di dasar jurang sana.

__ADS_1


" Lalu bagaimana dia? Apakah dia selamat?" Pertanyaan yang diikuti dengan tangis hebat dan seluruh persendiannya terasa lemas ketika mendengar Fox terjatuh di dasar jurang dengan dibawahnya dialiri sungai deras.


" Itu yang sedang aku cari Mint." Tuan Kino tampak semakin frustasi dan tidak dipungkiri jika dia sungguh menangis pilu di dasar hati. Meskipun dia geram dengan putranya, dia tidak akan memiliki nyali untuk berniat betul membunuh Fox putranya sendiri.


Karena hari sudah mulai gelap, pencarian jasad Fox yang tidak ditemukan pun akan dilanjutkan besok.


Mint yang sedari tadi tidak berhenti menangis akhirnya memutuskan satu mobil dengan suaminya dan rekan kerjanya membawakan mobil istrinya hingga diantar ke rumah.


.


.


" Ada apa ini?" Tamarin yang melihat keduanya dengan wajah cukup serius.


Tuan Kino yang terus menenangkan istrinya untuk tidak mengambil kesimpulan jika Fox sudah tidak ada dan meninggalkan kita semua.


Karena Tamarin tidak berhasil mendapatkan jawaban dari Nyonya Mint dan Tuan Kino, dia kemudian bertanya pada seorang polisi yang berdiri tidak jauh dari mereka. Dan alangkah terkejutnya Tamarin, mendengar jika Fox yang masih berstatus suaminya mengalami kecelakaan tunggal. Mobilnya terjun ke dasar jurang yang dibawahnya adalah aliran sungai deras banyak binatang buas.


Tubuh Tamarin luruh hingga terduduk di lantai dengan tangisnya yang menggema.


Tidak sengaja Candy yang sedari tadi menguping pembicaraan orang dewasa ini, tidak kuasa hingga akhirnya menitikkan air mata dan berteriak memanggil papanya. " Papa." tangis putri Tamarin itu menyedihkan. Candy kemudian berlari mengejar polisi yang sudah keluar dari pintu utama, polisi yang mengatakan peristiwa papanya telah tewas terjun ke dasar jurang. " Katakan itu bohong kan pak? Hihihihi." Kedua tangan putri Tamarin itu mengguncang lengan kekar milik polisi yang menyampaikan berita mengejutkan itu.


Tamarin dengan tangis nya berusaha mengejar Candy dan menenangkan. Keduanya saling memeluk tidak percaya jika orang terkasihnya meninggalkan mereka.


Semua asisten rumah pun tampak bersedih pula atas kepergian Fox Tuan muda mereka. Sedikit banyak mereka tahu bahwa akhir-akhir ini rumah besar tengah diguncang badai dahsyat yaitu skandal cinta terlarang Tuan besar dengan menantunya.


Membuat Tuan muda Fox memilih pergi dari rumah besar dan lama sekali tidak pulang, namun hari ini mendapat kabar duka yang mengejutkan semuanya.

__ADS_1


Jangan ditanya tangis mereka, mereka semua sangat sedih. Nyonya Mint bahkan sempat tidak sadarkan diri dan tidak mau makan karena teringat Fox putranya.


Malam itu benar-benar malam paling menyedihkan sepanjang tinggal di rumah besar. Tuan Kino bahkan sangat menyesali dan merutuki tindakannya kenapa harus menyandera Fox.


Jika mengingat semua tindakannya. Yang dia lakukan adalah memukul-mukulkan kepalanya ke dinding seraya menangis penuh sesal berikut kepalan kuat dari kedua tangan yang tidak kalah dia pukul-pukul kan ke dinding pula.


.


.


Keesokan harinya. Dirumah besar sekitar pukul 07.00 WIB.


Beberapa polisi sudah datang dengan membawa apa yang dapat mereka temukan di tempat kejadian.


Tuan Kino, Nyonya Mint dan Tamarin tengah duduk di ruang tamu mereka menyambut beberapa polisi yang sudah bersiap memberikan barang-barang yang tersisa, yang dapat dipastikan oleh keluarga apakah robekan baju itu adalah milik Fox.


Rekan polisi itu meletakkan penemuan mereka di tempat kejadian di dalam sebuah kotak dan polisi letakkan di sebuah meja.


" Apa benar, robekan baju itu milik Fox putra anda?" tanya polisi kepada Tuan Kino dan seluruh keluarga yang sedang duduk dengan wajah sedih.


Cukup lama Tuan Kino tidak langsung menjawabnya. Itu karena Tuan Kino hampir lupa seperti apa baju yang dikenakan oleh Fox putranya.


" Iya, itu baju putraku." Sekuat tenaga Tuan Kino menghimpun kekuatan dalam dirinya mengatakan hal itu. Kesedihan juga tergambar jelas beserta penyesalan atas tindakan yang dia lakukan kepada putranya.


Membuat Tamarin dan Nyonya Mint menangis kembali. Berarti dengan adanya penemuan robekan baju itu, Fox dapat dipastikan tewas dan jasadnya tidak ditemukan.


Nyonya Mint, yang sangat mencintai putrinya histeris mendapati Fox telah tiada meninggalkan nya. Batinnya terguncang terus-menerus mendapati kenyataan jika putra kesayangannya tidak akan kembali lagi bahkan sekedar menyapanya selamat pagi.

__ADS_1


" Papa." Candy yang lagi-lagi mendengarkan semua itu juga turut histeris, meraung-raung memanggil-manggil nama papanya. " Papa."


BERSAMBUNG


__ADS_2