Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Hampir Ketahuan


__ADS_3

Setelah percakapan rahasia antara supir pribadi dan dirinya, Tuan Kino bergegas berjalan dengan sangat cepat menuju lantai dua lebih tepatnya masuk ke dalam kar Tamarin.


Membuka dan menutup pintu kamar Tamarin.


Melihat Tamarin yang sedang gusar duduk di tepi ranjang besar putih miliknya.


Tamarin terlihat gelisah sekali. Tuan Kino perlahan mencoba mendekati Tamarin dan menenangkannya.


Mendekatkan bibirnya tepat ke bibir Tamarin. " Kamu tenang aja, Mint tidak tahu sama sekali jika ada tas kamu yang ketinggalan di mobil." lirih Tuan Kino berucap.


Hingga kedua mata Tamarin terkejut namun sudah tidak ada waktu lagi untuknya bertanya. Tuan Kino mencium bibir tebalnya dan membuat tubuhnya jatuh ke ranjang bersamaan dengan tubuh Tuan Kino yang berada di atas tubuhnya tanpa menghentikan ciuman bibir yang tanggung kepalang jika di hentikan barang sesaat.


Dengan cepat pula jemari nakal yang memiliki jam terbang tinggi itu mengoyak brutal semua pakaian yang mereka kenakan.


Tamarin jelas membutuhkan gairah panas di atas ranjang. Dia ingin melampiaskan semuanya kepada Fox suaminya, namun Fox terlampau sibuk untuk dia jangkau.


Pikiran keduanya yang sedang buta. Jeritan manja pun terdengar jelas hingga ujung telinga Tuan Kino.


Saling menggigit, menjambak dan semua gerakan liar keduanya tidak luput mereka salurkan supaya ranjang tetap bergoyang dan jeritan manja terdengar menggema ke seluruh sudut kamar.


Tin ... Tin ...


Suara klakson mobil yang seketika membuyarkan. Terdengar jelas karena pintu balkon terbuka lebar sehingga membuat suara klakson mobil begitu kuat masuk melalui udara.


Tuan Kino yang masih menciumi tubuh wanitanya. Namun Tamarin yang masih sadar akal sehatnya, beranjak dari ranjang mengambil dress miliknya yang berserak di atas lantai dan dengan cepat pula memakainya guna menutupi tubuh polosnya tanpa sehelai benang pun.


Berjalan tergesa melihat dari sudut celah jendela kaca yang tertutup kelambu berwarna cokelat tua.


" Nyonya Mint ... Nyonya Mint." larinya jinjit kebingungan memunguti pakaian kembaran Brad Pitt yang berserak di lantai dan berusaha turut andil memakaikannya ke tubuh kekasih gelapnya. " Ayo cepetan! Ayo cepetan!" Tamarin yang gupuh tidak karuan dengan kedua tangan yang berusaha memakaikan kaos berlogo FENDI berwarna putih itu masuk ke leher kekasih gelapnya dan membungkus bagian atas tubuh kekar berdada bidang di penuhi bulu menggelitik itu.


" Pelan-pelan Tamarin." sentak Tuan Kino yang sedikit kesal karena Tamarin sedikit kasar.


" Tidak ada waktu lagi." nafas Tamarin yang mulai sesak sengal tidak beraturan. " Sebaiknya lain kali, kita tahan hasrat kita untuk nakal di dalam rumah. Kita harus atur waktu rutin untuk melakukannya di luar rumah." imbuhnya.

__ADS_1


" Apa kamu bilang?" Tuan Kino yang memakai CD berwarna senada dengan celana pendek selutut yang dikenakannya yaitu cokelat muda.


Membungkus benda pusaka nan keramat yang memiliki jam terbang tinggi tiada lawan tiada tandingan di atas ranjang. " Rutin?" binar mata yang terlihat terang tergambar di wajahnya. Merasa senang, karena ternyata menantunya juga sangat menginginkannya.


Muach. Bibir yang dia dekatkan kembali mencium sekitar setengah detik lamanya hingga membuat Tamarin menghempas dada bidang tak berjarak itu.


" Cepet tan!" gemas Tamarin karena tindakan kekasih gelapnya itu bisa-bisa menjadi masalah besar jika asmara terlarang keduanya ketahuan.


Mendorong punggung kekasih gelapnya menuju pintu kamarnya dan terdengar suara Mint istrinya menggema memasuki ruang tamu diikuti langkah hells yang dikenakan nya.


Kembaran Brad Pitt itu terlihat tenang keluar dari kamar Tamarin dan mengedarkan pandangan dan jangan sampai ketahuan oleh siapapun terlebih istrinya yang tumben sekali pulang lebih cepat bahkan diluar dugaannya.


Kembaran Brad Pitt dengan cepat melesat masuk ke dalam kamarnya dan membanting kasar terjun bebas ke atas ranjang.


Bruk


Suara tubuh kekarnya menghantam kasur empuk dan dengan cepat pula menarik selimut seolah sedang terlelap ketiduran sehabis menyantap sarapan atau bahkan setelah bermain mobile legend. Semua sangat mudah baginya untuk membuat sebuah alasan di depan Mint istrinya.


Tamarin enggan berlarut memikirkan asmara terlarang ini. Dia kemudian berjalan mengambil ponsel dalam tasnya dan berencana menghubungi suaminya Fox.


Meraih ponsel dan melihat setiap pemberitahuan yang masuk. Nama Suamiku Tercinta tidak ada sama sekali melakukan panggilan masuk atau bahkan hanya sekedar berkirim pesan. " Tumben, Fox tidak telepon atau sekedar berkirim pesan." tanya lirih Tamarin. " Apa dia jangan-jangan sibuk ya?" imbuhnya dengan pertanyaan yang tidak berpikiran macam-macam.


Tamarin meletakkan kembali ponselnya di atas meja nakas samping tempat tidurnya.


Sementara Nyonya Mint yang membelokkan langkah ke dapur terlebih dahulu. " Bi, tolong buatkan saya teh hangat. Dan tolong antar ke kamar saya ya!"


" Baik Nyonya." bibi dengan sigap menyiapkan apa yang menjadi request dari majikannya.


Nyonya Mint yang kemudian berjalan naik ke lantai dua dengan sesekali memegangi kepala dan memijat pelipisnya karena sakit kepala hebat.


Belum sampai pada puncak anak tangga. Tamarin juga sedang berjalan menuruni tangga tersebut. " Nyonya Mint." sapa Tamarin saat berpapasan dan menghentikan langkah saat berada di anak tangga yang sama.


" Tamarin." lirih Nyonya Mint yang membalas sapa dari menantunya.

__ADS_1


" Apakah Nyonya sakit?"


" Sepertinya begitu. By the way, kita lanjutkan nanti ngobrolnya ya. Kepalaku sakit. Aku mau istirahat dulu." Nyonya Mint yang memegang pelipis kanannya.


" Baik Nyonya, semoga cepat sembuh." ucap Tamarin.


" Terimakasih Tamarin." langkah Nyonya Mint yang gegas menuju ke kamarnya.


Ceklek


Bunyi daun pintu kamar Nyonya Mint.


Sementara kembaran Brad Pitt yang berpura-pura terbangun dari balik selimut. Padahal sebenarnya juga tidak tidur, tapi jemarinya mengucek mata seperti orang bangun tidur.


" Kamu sudah pulang sayang." tanya Tuan Kino dengan sedikit bodoh. Padahal jelas sepuluh menit yang lalu dia tahu jika istrinya pulang dari kantor lebih cepat.


" Iya, kepalaku pusing. Aku sudah membawanya ke dokter. Aku akan beristirahat." Nyonya Mint yang berdiri di depan persis tepi ranjang dimana suaminya duduk di balik selimutnya. Mengecup kedua pipi kembaran Brad Pitt itu seperti biasa.


Namun bersamaan dengan itu, Nyonya Mint mencium aroma parfum berbeda dari yang dipakai suaminya.


Jelas, memang itu bukanlah parfum yang dipakai Tuan Kino. Melainkan jejak aroma tubuh Tamarin yang masih menempel di tubuh suaminya.


" Kenapa?" tanya Tuan Kino yang melihat istrinya terdiam di depannya.


" Tidak. Hanya mencium aroma parfum mu yang berbeda." Nyonya Mint yang bangkit dari duduk di dekat suaminya setelah menyentuhkan kedua pipinya.


Bersamaan dengan kata yang diucapkan oleh istrinya, Tuan Kino membeku untuk sesaat. Spontan isi kepala dan juga hatinya menyebut satu nama. Tamarin. Dia lantas mendengus dan berkilah.


" Hanya perasaan mu saja." Tuan Kino yang berpura-pura menarik bagian depan kaosnya dan mencium kan ke ujung hidungnya.


" Iya lupakan! kepala ku lebih penting." Nyonya Mint yang duduk di tepi ranjang dan melepas hells yang dikenakannya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2