
" Sayang ... sayang ... " panggil Fox naik ke lantai dua menuju kamarnya.
Tamarin yang langsung memeluk tubuh suaminya. Kedua matanya jujur kesal kepada pria yang mengisi seperempat bagian dalam hatinya. Yaitu Tuan Kino. Bisa-bisanya masalah sepele seperti itu saja dia harus memarahi Fox yang sudah susah payah membawakan makanan kesukaannya.
" Aku minta maaf ya sayang, kamu jadi terkena marah sama ayah kamu." lirih lembut yang keluar dari bibir tebal kembaran Priyanka Chopra versi latin.
" Nggak papa, aku hanya heran saja sama ayah." jawab Fox yang masih memeluk istri dan membelai rambut cokelat terang dengan kelima jari kanannya.
Membuat mata Tamarin seketika mengerjap. Melepaskan kepalanya menjauh dari dada bidang milik suaminya. " Heran kenapa?" Tamarin tidak ingin Fox berpikir macam-macam.
" Nggak tahulah pusing." Fox memasang wajah bingung dan tidak bisa menjelaskan mengapa ayahnya sampai segitunya.
" Sayang, bagaimana kalau kita makan di luar? Kamu jarang mengajak aku berduaan, kamu sibuk dengan pekerjaan kamu. Sampai lupa sama istri mu." Tamarin yang manja dengan bibir gemas seperti anak kecil.
Membuat Fox tidak tega dan benar apa yang dikatakan Tamarin, jika dia terlalu sibuk memikirkan pekerjaannya. Bahkan rencananya bulan madu ke Swiss juga gagal total terlebih mendengar jika Tamarin hamil duluan sebelum keberangkatan mereka ke Swiss.
" Ya sudah, kalau begitu kita makan di luar ya." ujar Fox dengan melepas senyum lima senti kepada Tamarin.
" Yeay ... " girang Tamarin dengan senyum lebar hingga terlihat gigi putih rapi berjajar. Tamarin juga tidak lupa memeluk bergelayut manja dengan suami yang dicintainya. Seolah melupakan kembaran Brad Pitt, pria yang telah mengisi seperempat bagian dalam hatinya. " Aku ambil tas dulu ya." Tamarin yang berjalan mengambil tas dan kembali dengan meraih pergelangan tangan suaminya dan menggenggamnya mesra seolah tidak mau jauh dari Fox suaminya.
" Kalian mau kemana?" tanya Nyonya Mint yang sedang berpapasan dengan keduanya.
" Kita mau makan di luar Bu." jawab Fox diikuti dengan Tamarin yang tersenyum menoleh ke suaminya. Dibalas sama dengan Fox yang tersenyum pula menatap wajah lekat istrinya.
" Ya sudah hati-hati ya!" ujar Nyonya Mint yang melanjutkan langkahnya.
Begitu juga dengan Tamarin dan Fox yang terlihat jelas di teropong kedua mata yang sedang sibuk bermain mobil legend di balkon kamarnya.
__ADS_1
Tuan Kino, Tuan Kino melihat dari ketinggian jika mobil Fox keluar meninggalkan rumah besar. Dia lantas berjalan dan bertanya kepada istrinya yang baru saja naik dari lantai dasar mana tahu jika istrinya tahu kemana Fox akan pergi. " Itu tadi aku lihat mobil Fox keluar, kemana dia?" tanya Tuan Kino kepada Nyonya Mint yang sedang membersihkan wajahnya dari bedak yang menempel di wajahnya.
" Oh, itu ... Fox mengajak Tamarin makan malam di luar." jawab Nyonya Mint yang jelas membuat Tuan Kino sedikit cemburu.
Namun apa daya, dia jelas-jelas tidak bisa kemana-mana jika ada istrinya. Ketimbang ditambah runyam urusannya dia memilih menunggu mereka dan bermain mobil legend di balkon.
" Kita makan dimana?" tanya Fox kepada Tamarin yang duduk anteng disebelahnya.
" Apa ya sayang? aku juga bingung ingin makan apa? em- bagaimana kalau kita makan di Mall? disana kan banyak restoran yang bisa kita pilih." celetuk Tamarin yang saat itu terlintas di kepalanya.
Tidak lama keduanya sampai di sebuah Mall yang dimana Mall itu memang berada di bagian depan sebuah apartemen miliknya yang di tempati oleh Jelly.
Buat Fox tidak menjadi masalah jika dia harus bertemu dengan Jelly. Toh hubungannya dengan Jelly hanya sekedar atasan dan bawahan, meskipun keduanya terbilang dekat dan lebih dekat lagi semenjak Jelly bekerja di Perusahaannya. Namun hati Fox tetap untuk Tamarin, wanita yang mati-matian dia perjuangkan di depan ayahnya yang terbilang kejam.
" Kita kesana yuk!" Tamarin yang antusias menarik lengan Fox dan mengajaknya makan Steak di sebuah restoran yang berjajar di food court Mall.
Fox hanya manut dan ikut saja apa kata istrinya dan kemana istrinya membawanya. Hingga benar apa yang dikatakan dalam hatinya. Dia melihat sosok Jelly yang duduk sendiri, kesepian tanpa teman dan terlihat kasihan.
Sepasang mata Fox bahkan masih memperhatikan dari jarak jauh wanita kesepian di ujung sana.
Ternyata, restoran Solaria tepat di depan restoran Steak namun terhalang oleh bundaran besar yang dimana dibawahnya adalah eskalator berjalan yang cukup panjang.
" Sayang." lirih Tamarin yang menyapa suaminya seperti tidak fokus.
" Eh, kita duduk disini?" tanya Fox yang menoleh ke kanan dan ke kiri mencari posisi duduk yang pas supaya bisa melihat Jelly juga. " Bagaimana kalau kita disini? sini kan kosong." Tunjuk Fox pada meja bundar dan beberapa kursi kosong yang berada di tengah.
" Boleh. yuk!" Tamarin yang meraih lengan suaminya dengan manja.
__ADS_1
Masih dengan sepasang mata yang meneropong punggung dan rambut bagai kembaran Priyanka Chopra. Fox bahkan tak berkedip sedikit pun meninggalkan pandangan nya dari wanita berbaju merah muda di ujung sana. Jelas sekali jika Jelly seperti butuh teman meskipun hanya sekedar cerita. Membuat Fox tersenyum gemas sekaligus ingin melayangkan canda kepada Jelly yang duduk di ujung sana.
" Kamu mau pesan apa sayang?" tanya Tamarin yang sedang melihat-lihat menu restoran.
Fox yang tidak mendengar karena penglihatannya meneropong wanita merana di ujung sana. Seolah pertanyaan istrinya hanya bisik udara tanpa suara.
" Sayang." panggil Tamarin menatap tajam sepasang mata suaminya.
" Jelly." celetuk Fox yang kemudian menutup rapat mulutnya. Memasang wajah bodoh di hadapan istrinya.
" Jelly? kamu pesan Jelly?" tanya Tamarin yang bingung dengan suaminya.
" Bukan, maksudku aku pesan yang Tenderloin saja." Dengan cepat Fox membenahi apa yang baru saja keluar dari mulutnya. Sadar jika dirinya sudah sangat mengecewakan istrinya. Dia bahkan tidak memperhatikan istrinya yang sedang hamil malah disibukkan dengan Jelly yang akhir-akhir ini memang terbilang dekat dengannya walau tidak ada rasa.
" Kamu kenapa sih sayang?" tanya Tamarin sedikit sedih karena sepertinya Fox tidak fokus pada makan malam ini.
" Enggak papa kok sayang." Fox yang mengusap lengan istrinya berulang supaya istrinya tidak bersedih lagi. Untuk sementara Fox melupakan sosok Jelly yang kasihan duduk seorang diri. Dia lantas berdiri dan memesan Steak ke bagian kasir.
Ting
Sebuah pesan dari ponsel Tamarin. Tamarin dengan cepat mengambil ponsel yang telah memberi tanda jika ada sebuah pesan masuk.
Baby, jangan kamu kasih calon buah hatiku makan-makanan warung tenda.
Membuat kedua mata Tamarin resah, sesekali memandang punggung suaminya dan langsung menghapus pesan yang singgah di ponselnya.
Ketika Fox berbalik badan yang tanpa sengaja penglihatannya meneropong pada sosok Jelly yang keluar dari Solaria.
__ADS_1
Dia pun mengalihkan pandangannya dan fokus terhadap makan malam yang saat ini sedang berdua dengan istrinya yang membutuhkan perhatiannya.
BERSAMBUNG