Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Milk Histeris & Tuan Kino Yang Pura-Pura


__ADS_3

" Ita." lirih Milk yang kemudian membaca pesan satu persatu. Air mata yang jatuh dari kedua mata pria bertubuh tinggi tegap itu sudah tak terkira.


Isak tangisnya tak terbendung hingga pikirannya kacau dan berteriak memanggil nama istrinya.


Milk dengan cepat mengambil kunci mobil dan turun ke parkiran guna pulang ke Bandung malam ini juga.


Tiga jam lebih beberapa menit, perjalanan darat yang dia tempuh untuk sampai ke Bandung dan menuju ke sebuah rumah sakit.


Milk yang tergopoh memasuki rumah sakit dan bertanya pada bagian pelayanan, dimana letak ruang operasi dan ruang istrinya di rawat jika memang sudah di pindahkan.


Setelah atas nama Ita istrinya sudah disampaikan pada bagian pelayanan rumah sakit kota Bandung. Milk berlari menuju ke sana dan benar saja, Milk melihat kedua orang tuanya tidak berhenti menangis dan sedang ditenangkan oleh kakak perempuannya dan juga iparnya.


" Ibu." panggil Milk kepada ibunya dan kemudian berlari memeluk ayah dan ibunya.


" Milk." lirih ibunya diikuti suara Isak tangis yang tidak kalah darinya.


" Yang sabar ya Milk!" kak Happy yang mengelus punggung adik laki-lakinya itu.


Milk yang mendongakkan kepala setelah menangis menyembunyikan wajah di pangkuan ibunya. " Bagaimana ini bisa terjadi kak?" tanya nya lirih.


Happy kakak perempuan Milk hanya bisa geleng-geleng kepala karena memang tidak tahu bagaimana kronologi kejadiannya.


" Hanya istri mu nanti yang tahu bagaimana kejadiannya." sahut wanita paruh baya berkerudung merah tua yang masih mengelus puncak kepala Milk dan kemudian memeluknya. Tangis keduanya menggema ke udara. Hingga pasang mata seolah tak mampu untuk menyaksikan kesedihan mereka.


" Ita?" Milk yang kemudian bangkit berdiri dan berjalan gontai melihat keadaan Ita dari kaca jendela. Melihat Ita terbaring dengan kepala di balut perban putih. Dan juga banyak sekali dokter memasang alat pada bagian tubuh yang vital untuk membantu Ita dari keadaan yang kritis.


" Ita ... Ita ... " ratapan tangis Milk yang sudah tak terhitung lagi. Kehilangan kedua mertuanya sekaligus, calon bayinya yang tak terselamatkan ditambah istrinya yang kini terbaring lemah di dalam sana. Membuat Milk menangis sejadinya, dia hampir putus asa melihat keadaan Ita yang sangat memprihatinkan.


.


.


Keesokan hari di rumah besar.


Tuan Kino mendatangkan seorang chef untuk memasak sarapan pagi ini. Itu dia lakukan guna wanita pujaannya supaya mau makan dan peristiwa kemarin tidak terulang.


Semua penghuni rumah yang terkejut melihat ada seorang chef yang menyiapkan makanan pagi untuk mereka.


" Selamat pagi." sapa seorang chef pria yang memakai seragam kebesarannya lengkap dengan topi yang khas berwarna putih di kepalanya.


" Pagi." jawab Tamarin karena chef tersebut memberinya satu piring putih berisi satu menu yang baru saja di masaknya.


Fox dan Nyonya Mint yang hanya bisa memperhatikan keduanya.


Semuanya bingung mengapa pagi ini ada seorang Chef yang diundang ke rumah besar.


" Aku yang sengaja memanggil chef." Tuan Kino berjalan mendekat ke posisi dimana istri, putra dan wanita pujaannya sedang berdiri.

__ADS_1


Membuat Tamarin tidak nyaman. Dalam hatinya ingin berkata tidak usah berlebihan. Tapi sepertinya, kekasih gelapnya pasti punya seribu alasan untuk melakukannya.


" Ada acara apa memangnya?" tanya Fox heran dan menggeser kursi makannya lalu duduk.


Diikuti dengan Tamarin yang melakukan hal sama di samping suaminya.


" Tidak ada, hanya saja saya tidak mau peristiwa kemarin terulang. Dan untuk kamu Tamarin ... jangan buat malu keluarga ini seolah tidak bisa memberi mu makan! pakai acara pingsan segala. Dan bisa-bisanya Dokter menyarankan masalah asupan makanan harus diperhatikan." nada tegas dan datar itu langsung membuat semua penghuni inti terdiam.


Tamarin yang kedua matanya membelalak dalam tundukkan kepalanya. " Iya Tuan, saya minta maaf." ucapnya.


" Tidak ada kata tidak makan, harus dipaksa supaya tubuhmu tidak lemah dan manja." imbuhnya kembali.


Membuat Fox tercengang namun dia hanya bisa diam. Setelah kemarin dia terkena amukan dari sang ayah, rasanya lebih baik diam dan tidak memperpanjang masalah.


" Sudah ... sudah!" Nyonya Mint dengan lembut mengusap lengan kekar suaminya untuk tidak membuat gaduh pagi-pagi. Meraihnya dan menyuruhnya duduk supaya makan pagi terlihat santai dan damai.


Setelah makan pagi yang terlihat santai dan damai itu selesai. Fox dan Nyonya Mint pamit kepada pasangan masing-masing untuk pergi ke kantor.


Tersisa Tamarin dan Tuan Kino. Tamarin yang langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya tanpa sedikitpun menatap pria yang harus dia panggil ayah mertua sekaligus kekasih gelapnya.


Tuan Kino langsung menyusul dan menutup pintu kamar Tamarin. " Baby." rangkulnya dari belakang penuh kehangatan seolah tahu jika wanita pujaannya tengah merajuk.


Tamarin yang tidak menghiraukan dan malah bersedekap dengan bibir kerucut nya.


" Baby, tolong kamu jangan marah ya." rayu nya dengan memutar tubuh wanita pujaannya untuk menyuruh menatap kedua bola matanya.


" Baby, kamu tahu kenapa aku melakukan itu?" lirihnya dengan menyentuh dagu milik Tamarin dan menghadapkan nya tepat di depan wajahnya.


Hingga kedua wajah mereka saling bertatap dengan sangat dekat dan intimnya.


" Kamu tahu? Itu aku lakukan supaya Fox dan Mint tidak curiga dengan kecemasanku kemarin." ujarnya.


Membuat wajah Tamarin berubah seketika. " Maksudnya?" tanya Tamarin kepada kembaran Brad Pitt.


" Iya, aku terlalu khawatir dengan keadaanmu. Aku juga terlewat cemas dengan janin dalam kandungan mu. Hingga membuat aku lepas kendali, memarahi Fox habis-habisan. Bahkan ... " ucapan Tuan Kino yang masih menggantung namun harus terpotong dengan tanya Tamarin yang penasaran.


" Bahkan apa?" ekspresi wajah penasaran dari Tamarin.


" Bahkan nyaris saja, aku mengatakan jika anak dalam kandungan mu adalah anak ku." imbuhnya.


Tamarin mendengus dan geleng-geleng kepala kecil. " Ceroboh sekali."


" Maafkan aku Baby." Tuan Kino yang menyentuhkan kedua telapak tangannya lembut di kedua pipi Tamarin.


" Tuan Fox." sapa bibi kepada Tuan mudanya yang ternyata kembali lagi ke rumah.


" Iya bi, ada yang ketinggalan." jawab Fox cepat sambil berlari menuju ke lantai dua kamarnya.

__ADS_1


" Suara Fox." Tamarin dan Tuan Kino yang bingung dan panik seketika mendengar suara Fox kembali ke rumah. " Jangan disitu ketahuan!" jeritnya yang dia tahan dengan mengeratkan seluruh gigi dalam mulutnya.


" Lalu dimana? di sini saja kalau begitu." Tuan Kino yang gedubyakan yang akan sembunyi di balik selimut tebal, namun tidak jadi. Berlari sembunyi di balik kelambu juga tidak jadi. " Dimana?" dengan kedua telapak tangan terbuka yang dia tekan kan ke udara seolah pasrah dan bingung dia harus sembunyi dimana.


" Disini saja." Tamarin menarik lengan kekar Brad Pitt untuk masuk ke dalam lemari pakaian.


" Jangan Baby! di balkon saja." tawarnya yang hendak lari menuju balkon.


Tamarin seakan tidak ada takutnya. Mencengkeram panik kerah belakang milik kekasih gelapnya. " Tidak ada waktu lagi." Tamarin langsung memasukkan Tuan Kino ke dalam lemari pakaian.


Jangan ditanya ekspresi wajah gugup keduanya. Sudah pasti panik tidak ketulungan hingga nafas sengal tidak karuan.


Tamarin yang melepas nafas lega dengan bersandar di pintu lemari pakaian. Dia segera keluar dari walk in closet dan menghampiri Fox yang terdengar baru membuka pintu kamar. " Sayang." sapa Tamarin menyembunyikan wajah gugupnya.


" Iya, ada yang ketinggalan." Fox yang kemudian bergegas menuju walk in closet.


Membuat mulut Tamarin menganga beserta kedua bola mata yang membulat sempurna. Mengikuti langkah suaminya dengan jarak lima langkah di belakangnya. " Apa yang ketinggalan?" Tamarin segera menyerobot dan berdiri di depan Fox.


" Kamu kenapa aneh?" Fox memperhatikan betul jika Tamarin aneh.


" Aneh?" tanya nya pada suami dengan menelan ludah dengan sangat sulit.


" Ya kamu kenapa menghalangi ku mau ambil baju seragam?" Bola mata Fox yang bingung menatap istrinya terlihat aneh.


" Sayang." Tamarin mencoba mengalihkan Fox suaminya supaya Tuan Kino keluar dari lemari pakaian.


Tamarin mencoba menggoda Fox dengan menaruh kedua lengannya melingkar di pundak suaminya. Dengan sentuhan lembut Tamarin mencoba mencium bibir suaminya hingga dia menindih Fox di atas sofa.


Tuan Kino yang cerdas dan mendengar obrolan mereka lantas keluar dari lemari pakaian yang akan di buka oleh putranya. Saat Fox dan Tamarin terbenam di atas sofa, jujur dia cemburu melihat wanita pujaannya berbuat demikian di depan mata.


Namun apa daya? status Fox tetaplah suami dari Tamarin. Dan dia hanya ...


Tuan Kino dengan cepat beralih tempat bersembunyi tidak jauh dari belakang sofa mereka berdua.


" Kamu lagi hamil sayang." Fox yang menyudahi ciuman maut dari Tamarin.


Fox yang kemudian bangun, sementara Tamarin merapikan kemeja dan juga dasi milik suaminya. " Maaf sayang, aku tidak bisa menahan." Tamarin dengan mengusap tengkuk leher belakang untuk menyembunyikan kepanikannya. " Kamu mau ambil apa tadi?" tanya Tamarin sedikit lega karena lirikan matanya sudah tahu posisi kembaran Brad Pitt sudah berpindah di belakang sofa.


" Aku mau ambil baju seragam yang khusus untuk lihat proyek pembangunan apartemen."


" Oh," Tamarin hanya bisa memperhatikan Fox mengambil satu paket seragam dari lemari pakaian.


Setelah Fox mengambil baju seragam yang dia beli untuk Jelly. Dia segera pergi ke kantor dan meninggalkan istrinya tanpa curiga.


Sementara kedua pasangan gila. Keduanya melepas nafas lega di atas sofa. Seolah tidak ada jeranya mereka melakukan sandiwara cinta. Membohongi bahkan mengkhianati pasangan mereka.


Jangan ditanya lagi apa yang dilakukan keduanya. Sudah tentu Tuan Kino meminta jatah bercinta meskipun hanya sebuah belaian manja dari wanita pujaannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2