
" Tenanglah Baby ... Aku tidak masalah, jika Candy akan memanggil ku opa selamanya. Yang terpenting, aku bisa bersama kalian selamanya." Tuan Kino yang meraih wanitanya untuk di peluknya.
Tamarin yang sadar jika bagian dada kekasih gelapnya masih belum sepenuhnya sembuh, dia pun hanya menyandarkan kepala pada bahu Tuan Kino.
.
.
Di kantor Nyonya Mint.
Lima mobil berbagai merk dan dari semua nya adalah berwarna hitam. Satu persatu dari mereka keluar dari mobil. Tentunya dengan pakaian ala-ala preman kelas atas. Sebagian ada yang memakai penutup kepala dan sebagian nya lagi secara terang-terangan tidak memakai penutup kepala. Belum lagi secara keseluruhan dari mereka memiliki gambar-gambar tato yang memenuhi hampir semua lengan-lengan mereka.
Ther
Thar
Bugh
Belasan orang yang keluar dari mobil tersebut langsung secara brutal menyerang petugas keamanan kantor Nyonya Mint yang berusaha menghadang.
Terang kalah, dua lawan belasan orang apalagi tubuh para preman kelas atas itu kekar-kekar dan terlihat sekali bengis, kejam dan sangat tidak berperasaan.
Alih-alih menghentikan aksinya dalam menghancurkan satu persatu alat-alat kerja seluruh karyawannya dari lantai satu hingga lantai sepuluh. Yang ada belasan orang suruhan Tuan Kino bertambah beringas dengan kayu Laras panjang sebesar lengan mereka gunakan untuk memecahkan berbagai fasilitas yang tersedia.
Aaa
Aaa
Tolong!
Tolong!
Teriakan, jeritan dari seluruh karyawan di berbagai lantai tidak menghentikan langkah mereka pada lantai puncak, dimana bos besar preman eksklusif yang disewa Tuan Kino itu sedang mencari orang kepercayaan Nyonya Mint.
Sadar, jika semua ini terkait dari pemberitaan yang dilancarkan dari istri yang tengah disakiti oleh Tuan Kino. Orang kepercayaan Nyonya Mint alhasil harus pasrah jika dirinya terlibat terlalu jauh ke dalam konflik rumah tangga bis wanitanya.
Mau tidak mau, dia pun harus terkena imbas pukulan, tendangan dahsyat dari para preman yang di sewa oleh Tuan Kino. Sekujur tubuhnya mengalir darah segar dari berbagai penjuru bagian tubuhnya. Dua lubang hidungnya yang tentu sudah tak berbentuk dengan derasnya darah segar yang mengalir.
Bugh
Bugh
Ah
Ah
Begitu seterusnya. Padahal jelas-jelas orang kepercayaan Nyonya Mint sudah terkulai lemas tidak berdaya. Para preman Tuan Kino masih brutal mematahkan tulang-tulang dari pria berusia kurang lebih sama alias sepantaran dengan bos wanitanya itu. Nyonya Mint.
" Sekali lagi saya peringatkan! Tarik semua pemberitaan yang sudah kalian sebarkan. Dan besok, jika ada pemberitaan tentang bos besar kami lagi. Nyawa mu melayang." Kata per kata yang disampaikan dengan wajah sadis, bengis begitu nyata perlahan mulai membuat orang kepercayaan Nyonya Mint menyerah.
__ADS_1
Terlebih dengan cara biadab tidak berperikemanusiaan dengan menginjak bagian punggung pria tua itu dengan sepatu hitam kulit dan terlihat sangat kuat seperti kebanyakan yang dipakai preman eksklusif.
Sang bos preman itu pun dengan cepat masih menjambak rambut kepala pria itu ke belakang, hingga mendongak menatap bos preman seraya berkata dengan wajah bengisnya. " Apa kamu mendengarnya?"
" Egh," lenguhan kesakitan karena sekujur tubuhnya babak belur bercampur luka segar yang baru saja di layangkan tanpa henti-hentinya membuat orang kepercayaan Nyonya Mint semakin tersiksa.
" Jawab." teriak bos preman dengan mulut yang mungkin sebagian kecil air liurnya muncrat tepat di wajah orang kepercayaan Nyonya Mint.
Dengan sangat lemah dan mungkin hampir mati, pria tua itu pun akhirnya menjawab. " Baik, akan aku sampaikan ke bos ku."
" Hehm," senyum sinis menyeringai. " Hahaha," teriak bos besar preman yang kemudian diikuti oleh para pasukan preman lainnya.
Jedag
Suara kepala orang kepercayaan Nyonya Mint yang dibanting kasar hingga terkena lantai.
" Bagus." Bos besar preman yang kemudian bangkit namun masih saja kaki kanannya menendang pria yang sudah tidak berdaya itu.
Menyeru seluruh pasukannya untuk mengakhiri dan mengajak mereka semua pergi.
Blak
Blak
Lezz
Lezz
Ngiung
Ngiung
Suara ambulan pun datang untuk menyelamatkan orang kepercayaan Nyonya Mint yang mungkin nyawanya hampir tak terselamatkan.
.
.
Sementara orang kantor nyonya Mint tengah berada di kantor polisi dan menemui bosnya guna memberi tahu peristiwa pagi ini.
Nyonya Mint yang mendengar apa yang disampaikan salah satu stafnya pun terdiam. Dia bahkan hanya termenung untuk waktu yang lama, bahkan sampai salah satu stafnya pergi meninggalkan dia yang masih mematung.
Namun setelahnya dia sadar, dia menangis berteriak seperti orang gila. Orang yang depresi berat karena merasa hidupnya sudah hancur dan tidak ada guna nya lagi.
" Hihihi," tangisnya yang tidak pernah berhenti dari pagi, siang dan malam. Membuat orang-orang satu sel pun ikut merasakan kepedihan dari Nyonya Mint. Mereka cukup simpati dari cerita burung yang mereka dengar bahwa suaminya sendiri seorang salah satu konglomerat di Jakarta bahkan rela membiarkan istrinya masuk di dalam sel penjara.
" Kalian bedebah!" Bukan hanya satu kata ini saja yang Mint lontarkan saat kemarahan menguasainya. Ribuan umpatan untuk suaminya sendiri dan juga menantunya Tamarin sudah dia gaungkan bahkan sejak pertama dia mendengar skandal cinta terlarang mereka.
Depresi berat membuat dia mencoba bunuh diri saat Mint dan para tahanan lainnya tengah beraktivitas di luar sel. Dia mencoba menggores urat nadinya tanpa ampun hingga sudah tidak mau hidup lagi.
__ADS_1
Alhasil Mint tengah ditangani oleh seorang dokter di penjara. Dia juga ditangani oleh seorang ahli kejiwaan akibat depresi yang dia derita.
" Kenapa? Kenapa kalian selamatkan aku?" teriak Nyonya Mint saat sadar dan nyawanya tertolong akibat percobaan bunuh dirinya. Setelahnya dia berteriak sesaat kemudian dia tertawa terbahak-bahak dan sangat persis seperti orang gila.
Membuat Kepala bagian di kantor polisi akhirnya menghubungi Tuan Kino atas percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh Mint, istrinya.
" Apa? Mint mencoba bunuh diri?" Mendengar berita itu Tuan Kino langsung bangkit dari duduknya. Menutup ponselnya dan bergegas menuju kantor polisi.
Tidak lama Tuan Kino yang sudah melajukan mobilnya akhirnya sampai di kantor polisi. Dia melihat Mint, istrinya tengah menangis, berteriak, meraung-raung mengumpat dirinya dan Tamarin. Tuan Kino melihat dari kejauhan jika Mint istrinya sungguhlah menderita hingga dia berakhir gila.
Maafkan aku Mint.
Andai kamu bisa diajak berdamai.
Ini semua tidak akan terjadi.
Tuan Kino yang kemudian berbincang serius dengan Dokter yang menangani Mint untuk terus memberikannya perawatan yang bagus demi kesembuhan Mint.
" Apa kamu benar-benar akan memindah kannya ke rumah sakit jiwa?" tanya Tuan Kino kepada kepala Polisi yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri.
" Kondisinya sangat mengkhawatirkan. Saya takut percobaan bunuh diri ini akan terulang lagi," jawab sahabat polisinya.
Sementara Tuan Kino hanya bisa diam.
" Disana akan ditangani oleh dokter kejiwaan. Dia akan mendapat penanganan yang tepat. Dan dua puluh empat jam, dia pasti ada yang mengawasi dan menjaganya dengan ketat," imbuhnya.
" Baiklah, aku ikut saja."
Tuan Kino yang menyaksikan sendiri jika Mint tengah di pindahkan ke rumah sakit jiwa terbesar di kota itu.
" Aku tidak gila! Aku tidak gila! Aku tidak gila!"
teriak Nyonya Mint yang enggan untuk dibawa dan dipindahkan ke rumah sakit jiwa.
" Lepaskan aku! Lepaskan!" teriaknya mencoba terlepas dengan menghimpun seluruh tenaga yang tersisa.
" Aku bukan orang gila Dokter! Aku hanya disakiti oleh mereka ... mereka yang sudah menghancurkan hidup saya," tangisnya terisak-isak penuh haru. Memohon untuk dokter beserta timnya tidak membawanya ke rumah sakit gila.
" Mereka ... Mereka ... Suami ku sendiri dan juga menantu ku yang dengan tega menghancurkan hidup ku dan putra ku." teriaknya mempertegas apa yang ingin disampaikan supaya mereka membebaskan nya dan bukan malah membawanya ke rumah sakit jiwa.
" Aku mohon ... Bebaskan aku!" tangis Nyonya Mint yang bahkan bersimpuh di kaki Dokter supaya mengurungkan niatnya untuk tidak di bawa ke rumah sakit jiwa karena dia tidak gila.
BERSAMBUNG
Good Bye Nyonya Mint yang masuk ke rumah sakit jiwa.
Maafkan aku.
__ADS_1