Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua

Skandal Cinta Terlarang Menantu & Mertua
Ayah Keterlaluan


__ADS_3

Tidak lama, mobil Tuan Kino akhirnya sampai pada rumah besar.


Dengan cepat dia berlari di susul pula Nyonya Mint yang beranjak keluar dari mobil. Namun terlihat agak berbeda, atau dia baru saja menyadarinya. Jika Tuan Kino begitu sangat paniknya ketika mendengar Candy sakit.


Mengingat jika setelah ponselnya dia matikan, suaminya langsung menancap mobilnya dengan kecepatan paling kencang, hingga membuat dada Mint jantungan.


Nyonya Mint masih mematung, melihat suaminya kini berlari untuk melihat cucunya yang menurutnya terbilang wajar jika anak kecil suhu tubuhnya meningkat.


Namun lagi-lagi reaksi yang ditunjukkan oleh Tuan Kino sungguh membuat Nyonya Mint sedikit heran.


Nyonya Mint yang kemudian melangkahkan hells tujuh sentinya dengan kedua tangan saling bertaut memegang tas miliknya. Berjalan menyusuri bagian perbagian rumahnya, bukan berarti dia tidak khawatir dengan Candy.


" Candy sayang, kita ke rumah sakit ya!" Tuan Kino langsung menggendong putri kecil manisnya sekaligus putri kandungnya meskipun Candy tidak mengetahuinya.


Nyonya Mint yang berdiri di ambang pintu kamar Candy, dapat merasakan hal berbeda saat melihat suaminya begitu sangat mencemaskan cucunya.


" Kenapa kamu diam saja Mint? Ayo ke rumah sakit!" Tuan Kino sembari melangkah tergopoh menggendong Candy yang tubuhnya serasa terbakar karena saking demamnya.


" I-iya." Nyonya Mint yang sempat terbuai lamunan. Akhirnya tersadar dan berjalan beriringan meskipun langkahnya kalah cepat dengan langkah suaminya yang begitu cemas.


" Papa." Rintihan Candy memanggil-manggil papanya begitu sangat menyedihkan.


Sementara Nyonya Mint yang duduk di jok belakang berusaha meraih lalu membelai puncak kepala Candy dan menenangkan cucunya.


Memangnya dimana Fox? Sampai-sampai Candy rindu.


batin Nyonya Mint.


.


.


Tamarin, Fox, dan juga Candy berada di rumah sakit yang sama.


" Aku dimana?" tanya Fox yang sudah sadar namun kali ketiga badan nya terasa remuk semua. Wajahnya terasa perih akibat beberapa kali bogem mentah yang dilayangkan bodyguard ayahnya kepada nya.


Ayah keterlaluan.


bicara Fox pada batinnya.


" Kamu di rumah sakit," jawab Jelly yang membuat Davos melirik tidak terlalu suka.


" Terimakasih ya Jelly. Kamu sudah menolong ku," imbuh Fox.


" Iya, sama-sama." Menatap Fox penuh tanda tanya. Mengapa terlihat aneh dua orang yang ingin membawanya tadi?


" Boleh aku minta tolong?" tanya Fox kepada Jelly.


" Iya, apa? Dengan senang hati Fox," ucap Jelly.


" Tolong ambilkan ponselku di mobil!"


" Iya. Baik Fox." Jelly pun memutar langkahnya keluar menuju dimana petugas polisi memarkirkan mobil Fox.


Setelah Jelly menyerahkan ponsel milik Fox. Davos dengan cepat menginginkan kekasihnya untuk mengakhiri percakapan dengan Fox.


" Darling, bukankah kita akan melanjutkan makan malam kita?" Cara Davos supaya Jelly tidak terlalu lama menemani mantan bosnya itu.

__ADS_1


Jelly menoleh pada kekasihnya.


Darling?


tanya Fox dalam hati sembari memenuhi keningnya dengan kerutan.


Apa mereka terlibat hubungan spesial?


tanya kedua kali Fox dalam hatinya sembari menatap heran.


" Fox, kita pulang dulu ya." pamit Jelly yang jujur ingin lebih lama menemani Fox karena tidak tega. Akan tetapi kembali lagi, dengan komitmen yang sudah dia putus kan memilih Davos sebagai kekasihnya.


" Sekali lagi terimakasih buat kalian," ucap Fox beruntung sekali dia bertemu dengan mereka dan di tolong keduanya.


Angguk kecil Jelly dan juga Davos yang kemudian keluar dari ruangan.


Fox yang bersandar pada tempat tidur pasien. Tidak menyangka jika ayahnya akan bertindak diluar batas guna mencegah dia yang akan membongkar skandal cinta terlarang keduanya.


Di tempat berbeda. Nyonya Mint yang berusaha menghubungi putranya akhirnya berhasil juga.


" Kamu dimana Fox?" Nyonya Mint seketika wajahnya menegang karena saking senang, karena setelah dia tiba di bandara, dia terus menghubungi putranya namun tidak ada jawaban.


" Ibu?" Fox yang ingin bertanya bagaimana reaksi ibunya, namun tiba-tiba ibunya sudah memberondongnya seribu kali tanya.


" Kamu sekarang dimana? Candy sakit dan sekarang di rumah sakit. Sementara Tamarin katanya habis keguguran tapi kamu tidak ada disampingnya. Kamu dimana Fox?" Nyonya Mint yang menggebu dan ingin segera mengetahui keberadaan putranya.


Fox pun melepaskan nafas panjang seraya kedua matanya memejam untuk satu detik.


Ternyata ibu belum tahu?


Dua pertanyaan Fox pada batinnya.


" Fox ... Jawab Fox!" lirih tanya ibunya namun sedikit ada rasa marah mengapa Fox untuk hitungan jam mundur tidak mengangkat ponselnya?


" Aku di rumah sakit Bu?"


" Apa? Kamu kenapa Fox? Apa yang terluka Fox?" Nyonya Mint terlihat khawatir.


" Ibu akan tahu sendiri nanti." Fox yang kemudian menutup ponsel yang dia tempelkan pada telinga nya. Dia lantas berkirim pesan kepada ibunya untuk menemuinya.


" Kenapa kamu mendadak misterius sekali Fox." lirih Nyonya Mint berkata setelah menjauhkan ponsel dari telinganya.


Tuan Kino yang selesai memeriksakan Candy dari Dokter spesialis anak.


" Ayah, Sebaiknya kita bawa Candy menemui Fox. Dia ada di rumah sakit ini." Nyonya Mint yang antusias dan berharap Candy akan sembuh setelah bertemu dengan papanya.


Deg


Jantung Tuan Kino mendadak memompa lebih cepat.


Fox ada disini?


Mint ada disini?


Bagaimana cara ku menjegal Mint untuk tidak menemui Fox?


Tidak bisa! Candy malah akan semakin sakit jika tidak bertemu dengan Fox.

__ADS_1


batinnya berperang.


Tuan Kino akhirnya ikut saja dan benar kata Mint, untuk mempertemukan Candy dengan Fox supaya tidak bertambah sakit dan mau makan.


Keduanya pun menuju ke ruang dimana Fox tengah duduk bersandar sembari menunggu ibunya.


" Fox," sapa lirih ibunya yang mendekat kepada putra kesayangannya. Menyentuhkan kedua tangannya pada kedua tulang rahang milik putranya. Menatap nya baik-baik. " Kamu kenapa sayang?" jelas Mint sungguh khawatir.


Namun bukan mendapat jawaban. Fox malah menggeser bola matanya dan melirik tajam tepat ayahnya juga tengah menatap tajam pula ke arahnya.


" Siapa melakukan ini sayang? Kamu kenapa?" Pertanyaan Nyonya Mint yang tak satu pun dijawab oleh Fox.


Namun dalam hati, dia menjawab.


Ayah, ibu. Yang melakukan ini semua adalah ayah. Suami mu, ayah ku. Namun tidak pantas dia harus dipanggil suami oleh mu, atau ayah oleh ku.


Kenapa?


Karena diam-diam. Baik istri atau suami mu, sudah mengkhianati kita selama enam tahun.


Sayangnya, itu hanya jawaban dalam hati Fox. Kenyataannya berbeda. Dia masih diam seribu bahasa dan masih melirik penuh murka karena sampai tega menjegalnya jika dia menyampaikan terkait cinta terlarang mereka.


" Papa." Rintihan Candy memanggil nama papanya terus-menerus membuat Fox dan ibunya buyar dari berbagai pertanyaan yang belum dijawab oleh putranya.


" Candy sakit sayang, memanggil nama mu terus, katanya rindu. Kamu dimana? Sampai dia merindukan mu seperti itu?" Menghilang lima hari saja dari rumah besar, ternyata Nyonya Mint cukup melewatkan banyak hal terkait pernikahan putranya.


" Papa." Candy yang sudah membuka matanya dan meminta di peluk oleh Fox.


Jujur itu membuat hati Tuan Kino hancur. Candy yang seharusnya memanggil dia papa, terus-menerus merindukan Fox hingga dia sakit.


" Candy rindu papa." Peluk erat dari Candy kepada Fox.


" Papa juga merindukan Candy sayang." Pelukan erat keduanya membuat Nyonya Mint akhirnya tersenyum. Berbeda dengan Tuan Kino dan Fox yang saling tahu siapa Candy sesungguhnya.


" Papa kenapa?" Candy yang mendongak menatap wajah papanya yang banyak terdapat luka lebam. Menyentuhkan kelima jari mungil miliknya tepat di bagian tulang rahang milik papanya. " Siapa yang melakukan ini papa?"


Fox kembali melirik ayahnya.


Sebenarnya, bisa saja saat ini dia mengatakan kepada ibunya, terkait semua hal skandal cinta terlarang istrinya dan juga suami dari ibunya yakni ayahnya sendiri.


Namun Fox masih bungkam. Mencari cara kembali, supaya ibunya menangkap basah keduanya, hingga keduanya tidak bisa mengelak lagi.


Setelah cukup lama, Candy melepas rindu dengan papanya. Barulah Tamarin datang dibantu perawat rumah sakit mendorongkan kursi rodanya untuk menemui Candy


" Candy."


" Mama." Candy juga memeluk mamanya.


Tamarin cukup terkejut melihat Fox banyak luka lebam di wajahnya. Namun dia memilih diam dan tidak bertanya.


Nyonya Mint yang menangkap jika putra dan menantunya sedang terjadi perang dingin. Terlebih dia mengingat jika Fox ke kantornya dan mengatakan ingin bercerai dengan Tamarin.


Apa masalah mereka? Hingga mereka memutuskan bercerai?


gumam Nyonya Mint dalam hati.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2