Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Mengenang masa lalu


__ADS_3

Kenangan tentang mas David Reno kembali muncul,otakku kembali ke masa lalu saat saat dengannya dulu,janji untuk saling mencintai dan setia teringat kembali,bibir pun tak bisa berucap,air mata lah yang mewakili semua,ingin protes,tapi dengan siapa?


Aku terus memandangi rumah mas David Reno,hingga tak sadar,mas Raka mengetuk kaca mobil berkali kali,


"Put,are you ok!!!"mas Raka mulai khawatir.


Aku yang sudah kembali pun lalu membuka pintu,dan memeluk mas Raka,


"Kenapa kamu membawaku kesini mas"protesku dengan terisak di pelukan Raka.


Raka yang bingung tak tau harus berkata apa,


lama aku meminjam tubuh mas Raka untuk ku peluk,mencari ketenangan sejenak.


"Put,sudah apa belum???gak enak ni di lihat orang,"ucap Raka ingin menyudahi pelukan dariku,walaupun hatinya tak ingin menyudahi pelukanku.


Mendengar kata kata mas Raka,aku pun melepaskan pelukannya.


"David Reno ingin bertemu denganmu,namun kalau kamu belum siap bertemu dengannya aku juga tidak memaksa,"kata Raka dengan ekspresi khawatir.


"Tidak,aku akan menemuinya biar semua jelas mas,waktu di US dulu kita memang bertemu namun dia masih belum mengingatku,aku juga akan mengakhiri kisah kita yang masih menggantung"Aku pun menjelaskan.


"Baiklah"kata Raka singkat.


Kami pun masuk,ternyata David sudah menunggu di ruang tamu,


"Mas...."aku pun memanggilnya.


David menatapku dengan mata berkaca kaca,nampak di matanya ada kesedihan disana,


"Aku pamit dulu ya,pekerjaan di kantor sudah menanti"Raka pun berlalu karena tidak mau mengganggu,lebih tepatnya dia tidak mau sakit hati melihatku dan David Reno.


Tanpa aba aba mas David memelukku,aku yang shock hanya mematung,membiarkan dia memelukku.


Pelukan serta aroma tubuhnya membuatku air mataku meluncur bebas,


saat aku menenggelamkan wajahku ke dalam pelukannya wajah David Bryan muncul membuatku melepas pelukannya.


"Apa kamu tidak merindukanku???"tanya nya dengan mata yang basah.


"Sangat mas,aku sangat merindukanmu...hiks hiks hiks"aku pun menangis


Lagi lagi David Reno memelukku,


"Menangislah,dari dulu kamu memang suka menangis."katanya dengan sedikit tersenyum.


Lama berpelukan,akhirnya mas David melepaskannya.


Kami pun duduk karena dari tadi kami memang berdiri.


"Tante dan om pramana mana mas???"tanyaku basa basi.


"Mereka masih di US,"kata mas David singkat.


Kami pun mengobrol panjang,mengingat masa lalu kami,

__ADS_1


"Maafkan aku mas,yang tidak menunggumu,"mataku pun berkaca kaca kembali.


"Aku yang seharusnya minta maaf,meninggalkanmu saat itu"kata David Reno menyesal.


"Semua sudah takdir mas,mungkin memang kita tidak berjodoh"dengan menatapnya.


"Kita masih bisa berjodoh bila kamu mau pergi bersamaku,tinggalkan David Bryan"katanya ngawur.


"Maaf mas,mana mungkin aku meninggalkan David Brayn,sebentar lagi kami akan menikah."aku pun menolak keinginan David Reno.


David Reno menatapku dengan lekat,dengan wajah sedihnya.


"Bagaimana kabar Elizabeth mas,bagaimana hubungan kalian,saat aku diAmeika dulu kamu sangat bahagia di dekatnya"aku mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Dia baik,sebelum aku mengingatmu aku sangat bahagia dengannya namun saat aku memgingatmu,ntah mengapa rasa cintaku perlahan hilang,"Jawab David.


Mendengar jawabannya membuat aku semakin bersalah,namun apa yang bisa aku lakukan,


"Cintailah Elizabeth dari awal lagi mas,kelihatannya dia sangat mencintaimu"


Aku pun berdiri menghadap luar,tiba tiba David memelukku dari belakang,


"Lepaskan mas,"kata ku memohon supaya mas David melepaskan pelukannya.


Bukannya di lepas,mas David Reno malah semakin erat memelukku,bahkan bibirnya menyusuri jenjang leherku,


Aku pun berusaha melepas pelukannya,namun apa dayaku,tenaganya jauh lebih kuat dari tenagaku


"Aku menginginkannya Put,"bisiknya di telingaku,


"Dulu David Bryan juga mengambilmu dariku,"katanya dengan nafas yang menggebu gebu menandakan kalau dia berhasrat saat ini.


"Mas kalau kamu begini aku tidak akan menemuimu dan aku tidak akan pernah memaafkanmu."ancamku.


David tidak terima akan ucapanku sehingga dia pun melepas pelukannya,


"Dengar mas,kita sudah tidak bisa bersama,cobalah mengerti...


aku pun menyayangimu,namaku akan selalu aku kunci di hatiku namun kita tidak bisa bersama,"kataku mencoba memberi pemahaman pada David Reno.


David yang sedikit frustasi berteriak,lalu dia merintih kesakitan


Aku yang panik pun memanggil art untuk membantuku membawanya istirahat di kamar,


"Mas lebih baik kamu istirahat,aku akan pulang dulu,besok aku akan kesini lagi"kata ku sambil memegang tangan mas David.


"Tetaplah bersamaku disini,"pinta mas David


"Baiklah,tapi satu jam lagi aku harus pulang,aku takut kalau David Bryan pulang terlebih dahulu"kataku dengan tersenyum.


"Terima kasih sayang"mas David Reno pun tersenyum.


Aku pun menungguinya,aku menceritakan banyak hal padanya,dia cukup terhibur dengan cerita ceritaku.


Tak terasa waktu sudah sore,sebelum David Bryan pulang,aku pun minta ijin mas David Reno untuk pulang.

__ADS_1


"Besok kesini lagi ya??"katanya dengan manja.


"Siap boz"timpalku dengan terkekeh.


Aku melangkahkan kakiku keluar rumahnya dan melajukan mobilku pulang.


Tiga puluh menit sampailah aku di rumah David Bryan,saat di parkiran aku sangat lega karena David belum pulang.


"Syukurlah,dia belum pulang"batinku lega


Aku melenggangkan kaki menuju kamarku,lalu membersihkan diri,saat masih di kamar mandi ada suara ketukan dari luar.


"Sayang,aku ikut mandi ya"sayup sayup terdengar celoteh dari luar.


"Tidak,pasti kamu akan mengerjaiku,"teriakku dari dalam.


"Ayolah sayang,"David pun memelas.


Aku yang tak tega pun membukakan pintu kamar mandi,


"Awas kalau macam macam"ancamku sambil mengepalkan tanganku ke arahnya.


"Satu macam saja kalau begitu"godanya dengan tersenyum licik.


David pun menanggalkan semua bajunya lalu mendekat ke arahku,firasatku menjadi buruk apalagi melihat senyuman diwajahnya.


Aku menghela nafas pasrah dengan apa yang akan David lakukan.


Benar saja tangannya berkelana dari sabang sampai merauke,bibirnya pun ikut berkelana sehingga menimbulkan efect desahan desahan kenikmatan,barisan warna merah pun menghiasi tubuh ku yang putih,kini miliknya menyatu dengan milikku,up and down David mengerjaiku,hentakan demi hentakan membuatku menggigit mulutku dan akhirnya sampailah pada puncaknya,David pun mendesah penuh kenikmatan.


David pun mencium keningku tak lupa berucap"Terima kasih sayang,I love you"


Aku hanya tersenyum dan melanjutkan ritual mandiku,begitu pula dengannya.


*******


Raka yang sepulang dari kantor langsung menuju rumah David Reno untuk melihat keadaannya,pasalnya tadi mendapatkan pesan dariku kalau David Reno sakit.


"Apa yang terjadi bro..kata Puput kamu sakit."kata Raka dengan cemas


"Tidak apa apa,efect dari cidera luka ku dulu"David pun tersenyum.


"Tapi tidak apa apa kan???"tanya Raka lagi.


"Tidak Raka,mungkin besok Puput akan kesini besok"David Reno menyunggingkan senyum khasnya.


"David jangan buat masalah,aku takut kalau sampai David Bryan tau akan terjadi sesuatu padamu dan Puput.


"Tenanglah,tidak akan terjadi apa apa"David Reno mencoba menenangkan Raka.


Raut Raka berubah menjadi khawatir,


"Kenapa perasaan ku tidak enak, apa ini sebuah firasat buruk???"batin Raka


..............

__ADS_1


__ADS_2