Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Extra part sebelas Kehadiran Baby Daffa


__ADS_3

Setelah dari bandara,kami pun langsung pulang.


Begitu juga dengan David Reno dan juga Elizabeth.


David Bryan langsung pergi kekantor sedangkan aku menumpang mobil mas David Reno dan Elizabeth karena letak kantor berlawanan arah dengan rumah kami.


Terjadilah obrolan ringan antara kami bertiga.


"Jadi kapan kalian akan bulan madu??"tanyaku memecah keheningan.


Elizabeth pun menyaut


"Ntahlah kaka ipar,cuti kami hanya sebentar karena tiga hari kami juga harus kembali ke New york."wajah Elizabeth pun kesal.


"Sabarlah sayang,kita kan bisa bulan madu dirumah,"goda David Reno lalu mencium kening Elizabeth.


Melihat mas David Reno sangat menyayangi Elizabeth membuatku tersenyum,setidaknya tak ada lagi rasa bersalah di hatiku.


Aku kembali menatap luar kaca jendela,memikirkan baby Daffa yang masih dirawat di rumah sakit.


*********


Keesokan hatinya harinya David meminta para art untuk menyiapkan kamar untuk baby Daffa,sebelumnya sudah di siapkan karena belum ditempati jadi mungkin banyak debu yang menempel,David pun meminta mereka untuk membersihkannya lagi.


David pun pamit ke kantor,begitupula dengan Elizabeth dan mommy,mereka akan pergi belanja.


"Aneh tumben pagi pagi mommy dan Elizabeth pergi belanja"batinku lalu mengantar David ke depan.


"Hati hati ya sayang,jangan lupa kalau sampai kantor kabari istrimu ini"kataku manja dengan tangan yang bergelayut di lengan David Bryan.


"Siap bu boz"katanya yang membuat aku terkekeh.


David pun menundukan badan,mengkode kalau aku disuruh menciumnya,aku pun mendaratkan bibirku di keningnya lalu pipinya.


Bukannya sudah David Bryan menunjuk bagian mukanya dan memintaku untuk menciumnya.


Saat aku mengecup bibirnya,David malah melahap bibirku rakus.


"Woy....mesum tau tempat dong"teriak David Reno yang sedari tadi sudah ada di teras.


Kami pun melepas pautan kami dan menoleh.


Aku pun memercingkan mata,malu dengan mas David Reno,sedangkan David cuek bebek.


"Bilang aja kamu iri melihat kami"ujarnya yang membuat David Reno berekpresi mau muntah.


"Memangnya apa yang aku irikan"ucapnya.


Lalu terjadilah debat,aku pun geleng geleng kepala,kenapa David Bryan dan David Reno seperti anak kecil.


"Stoooopppp,sudah sudah berangkatlah sayang"kataku lalu mencium punggung tangan David.


David pun masuk mobil dan berangkat.


Setelah kepergiannya,aku duduk disamping mas David Reno.


Kami pun mengobrol.


"Aku ga di cium ni"godanya yang membuatku memelototkan mata.


"Apaan sih mas,gak ada sopan sopannya sama kaka ipar."ketusku.


David Reno pun terkekeh,dia memang suka sekali menggodaku.


Kami pun mengobrol kesana kemari tak jelas,lalu aku pun pamit untuk kembali kekamar.


"Aku ikut ya???godanya lagi.


"Gila,sinting tak waras"kataku ketus lalu pergi meninggalkannya yang masih duduk di teras.


Dikamar aku melihat TV,film kesukaanku hingga tak sadar sudah dua jam aku menonton TV.

__ADS_1


Aku pun merasakan ada yang memelukku.


Saat aku menoleh ternyata David Bryan sudah ada di belakangku,ikut rebahan dan memelukku dari belakang.


"Kamu kok ngagetin sih sayang,kok sudah pulang???apa ada berkas tertinggal??atau kantor libur???"kataku nerocos tanpa jeda


"Kamu ini cerewet sekali,memberondong suamimu dengan banyak pertanyaan."gerutu David lalu bangkit dari rebahannya.


Aku pun ikut bangkit dan menyandarkan kepalaku di bahunya.


Tanganku asik memainkan ujung dasinya.


"Ayo ikut aku sayang,"ucap David lalu menggandeng tanganku.


Dia mengajakku masuk dalam kamar baby Daffa,


dan saat aku membukanya sudah ada baby mungilku yang sedang tidur.


Melihat baby Daffa,seketika air mataku terjun bebas,aku tak kuasa menahan haruku.


aku menghampiri bayiku lalu menggendongnya,


tak peduli dia akan terbangun ataupun tidak.


"Ini mommy sayang,maafkan mommy membiarkan Daffa tidur sendiri di rumah sakit."kataku dengan menciumi wajah bayiku.


David pun ikut turut,dia memelukku yang menggendong baby Daffa.


"Lihatlah sayang,dia sangat mirip denganmu.


Sangat tampan,baby yang perfect."kataku dengan memandang wajah baby Daffa dan David bergantian.


David pun ikut menciumi baby Daffa.


Aku pun protes pada David kenapa tidak mengajakku,namun katanya dia ingin memberikan kejutan padaku.


Selama ini David tiap pulang kantor selalu menjenguk baby Daffa,dia meminta para dokter untuk mempreoritaskan anaknnya,bahkan dia mendatangkan dokter dari berbagai wilayah untuk merawat anaknya tentunya dengan bayaran yang fantastis.


Bahkan David mengancam pihak rumah sakit akan membeli rumah sakit tersebut dan memecat semua dokter yang bekerja di situ.


(Sultan seenaknya sendiri ya).


Sebab itulah para dokter yang ditugaskan David pun bekerja keras untuk pemulihan baby Daffa.


Aku pun berniat membawa baby Daffa ke kamarku,saat berbalik arah sudah ada Momny,daddy,David Reno dan Elizabeth serta wanita yang memakai seragam putih.


"Gantian dong yang gendong,mommy juga kangen dengan baby Daffa."kata mommy lalu menghampiriku dan langsung saja mengambil baby Daffa dari tanganku.


Ingin sekali rasanya protes namun mana berani aku protes sama mertua.


Mommy dan Daddy bergantian menciumi baby Daffa,begitu pula dengan Elizabeth dan juga mas David Reno.


Bahkan mereka membawa baby Daffa ke kamar mereka.


Aku pun cemberut,protes pada David Bryan.


"Baby Daffa tu anaknya siapa sih kok mereka yang membawanya."gerutuku kesal dengan David Reno dan Elizabeth.


David hanya tersenyum,lalu menimpali kata kataku.


"Sudahlah sayang,mungkin mereka ingin juga memiliki baby,lagipula lusa mereka sudah kembali ke New York,mungkin sekarang dipuas puaskan dulu dengan baby Daffa."David pun menenangkanku.


Aku pun terdiam memang benar apa yang dikatakan David Bryan.


Tak selang lama Elizabeth pun kembali dengan membawa baby Daffa yang menangis.


"Kelihatannya baby Daffa minta susu Put,coba kamu susui"pinta Elizabeth dengan menyodorkan baby Daffa.


"Tapi asiku belum keluar??"aku pun menerima baby Daffa dari tangan Elizabeth".


"Tidak apa apa,lambat laun asi kamu akan kelaur sendiri kalau baby Daffa menghisapnya terus."ujar Elizabeth.

__ADS_1


Aku pun membuka kancing bajuku lalu menyemburkan buah dadaku keluar,aku pun kikuk dan gugup karena baby Daffa menangis semakin keras.Elizabeth pun menolongku.


Aku merasa geli saat baby Daffa menghisap ujung buah dadaku dengan kencang.


"Kelihatannya dia lapar,lihatlah cara menghisapnya"kata Elizabeth sambil tersenyum.


"Satu satu sama daddy ya baby Daffa,jangan diambil semua."David pun mengeluarkan kefulgarannya.


Aku dan Elizabeth menatapnya tajam.


Rasanya pengen sekali menjitak suami mesumku ini.


Baby Daffa pun melepas putingku dan menangis sekeras kerasnya.


Karena dia tidak mendapatkan apa yang dia mau.


Baby sitter pun datang dengan membawa susu formula.


Baby Daffa pun langsung melahap susunya,sangat kelihatan kalau dia lapar.


"Baby Daffa lapar ya,maafkan mommy ya"kataku dengan tersenyum.


"Dirangsang terus kaka ipar,biar asinya keluar."pesan Elizabeth lalu kembali ke kamarnya.


"Tadi baby Daffa sudah merangsangnya,sekarang giliranku ya sayang,biar asinya cepat keluar."celoteh David yang membuatku menatapnya tajam.


Ingin sekali aku melemparkannya.


Ada baby sitter namun ucapan vulgarnya tidak disaring,jadi benar apa yang dikatakan mas David Reno kalau mesum tak tau tempat.


Setelah kenyang Baby Daffa pun tidur,kuletakkan kembali pada tempat tidur lalu menciumnya.


"Terima kasih sayang telah hadir dalam hidup mommy dan daddy,kamu adalah kebahagian terbesar mommy dan daddy."gumamku dengan melihat baby Daffa.


David pun menangkupkan tangannya di wajahku.


sambil berucap


"Terima kasih sayang,kamu juga hadir dalam hidupku,dan memberikan aku hadiah terindah yaitu baby Daffa.


Maafkan aku yang pernah menyakitimu,aku sungguh menyesal,seandainya waktu bisa aku kembalikan tentu aku tidak akan mengabaikanmu dan mencari kenyamanan diluar.


Mulai sekarang aku akan berjanji akan selalu memprioritaskan kebahagiaan kalian."


Aku pun terharu,hingga air mataku lolos begitu saja.


"Terima kasih juga sayang,telah memilihku menjadi ibu dari anak anakmu dan telah menjadikan aku wanita terberuntung di dunia ini karena dimiliki olehmu,aku juga akan berjanji akan mengabdikan hidupku padamu,aku juga berjanji akan menjadi istri yang lebih baik lagi sehingga kamu tidak mencari kenyamanan diluar"lirihku lalu memeluknya.


Baby sitter yang masih disana pun terharu akan kata kata kami.


Kebahagiaan kami pun lengkap sudah dengan adanya baby Daffa.


Tamat.


Akhirnya aku sudah menyelesaikan part extra untuk SuamiBuleku.


Terima kasih bayak ya kak,udah setia dengan SuamiBuleku,


Terima kasih banyak.


Mampir juga ya kak di novel baru aku yang berjudul melati untuk sang CEO (Sequel dari Raka) dan juga terjebak cinta sang casanova.(Sequel dari Chris).


jangan lupa like,koment,hadiah dan juga vote ya kak😘


"Melati untuk sang CEO



"Terjebak Cinta Sang Casabova


__ADS_1


__ADS_2