Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Janji menua bersama


__ADS_3

Setelah mandi aku membaringkan tubuhku di ranjang,sambil melihat foto USG yang aku dapat dari hadil pemeriksaan tadi,sebuah titik kecil nampak dalam foto tersebut,aku tersenyum dalam tangisku,senang karena ada kehidupan dalam perutku,sedih jika mengingat aku dan David belum menikah,entah apa yang akan terjadi nanti jika orang tuaku tahu kalau aku hamil.


Pusing memikirkan itu akhirnya aku pun tertidur,


David menghampiriku dan mengambil foto USG anak kami,terukir senyuman di wajahnya


"Terima kasih sayang,telah mau menjadi ibu dari anakku"sebuah kecupan mendarat di keningku


Saat memandang wajahku,David menemukan sisa sisa air mata,


"Maafkan aku yang tidak bisa menjaga dirimu,seharusnya aku sabar menunggu sampai kita menikah"


Kini David mengganti posisinya,dia membenamkan wajahku di dadanya,tangan kekarnya pun berpindah memelukku.


Tak butuh lama baginya untuk tertidur,menyusulku ke alam mimpi.


Aku yang mendengar sebuah ketukan pun membuka mataku perlahan,


ingin bergerak namun terasa berat,


ternyata David mengungkungku dalam pelukannya.


Aku menyingkirkan tangan dan kaki David,bukannya menyingkir David malah semakin erat memelukku,,


"Tuuuuuuuaaaaaan...."teriakku


David yang kaget pun bangun


"Kenapa,apa ada yang sakit"wajahnya mulai cemas.


"Tidak,aku hanya ingin mengecek siapa yang mengetuk pintu"


Aku langsung membuka pintu,ternyata para pelayan datang membawa makanan,dan berpesan kalau mas Raka dan Fajar sudah berangkat.


Aku yang lapar langsung melahap makanan yang di bawakan para pelayan namun berbeda dengan David,dia bertahan di kasurnya tanpa bergeming,


"Cobalah dulu tuan,siapa tau tidak mual,"kataku merayu David supaya mau makan.


"Tidak!kamu makanlah sendiri,aku sudah kenyang melihatmu makan dengan lahap"


David terkekeh


Aku hanya menyengirkan bibirku,


"terserahlah tuan,"batinku


Setelah makan malam selesai,Aku berniat membersihkan diri,namun aku melihat David dengan sedikit pucat,aku membalikan badanku dan duduk di tepi ranjang


"Tuan,bolehkah saya minta sesuatu"tanyaku sambil memegang tangannya.


"Apa?,katakan"jawabnya lirih

__ADS_1


"Aku ingin melihatmu makan,ntah kenapa ingin sekali melihatmu makan,mungkin ini kemauan anak kita tuan!,"David hanya mengerutkan alisnya,aku berharap dia mau menututi kebohonganku,


"Ya sudah,suruh pelayan membuatkan aku roti gandum dengan selai kacang dan coklat serta susu coklat."David pun tersenyum kepadaku,seolah puas karena sudah menuruti kemauanku.


"Baik tuan,aku sendiri yang akan membuatkannya untukmu"kataku sumringah dan langsung beranjak,


"Kamu mau kemana?"tanya David yang membuat aku menghentikan langkahku


"Mau membuatkanmu roti,"jawabku sambil membalikan badan.


"Aku tidak mengijinkanmu naik turun tangga,tetap disini dan telponlah pelayan,suruh bawa pesananku kemari"kata David penuh penekanan.


"Apaan sih dia,aku hanya hamil bukan sakit,khawatir sekali!lihatlah nak daddy kamu belum apa apa sudah over protectif.


Dengan menggunakan ponsel David,aku mengirim pesan kepada kepala pelayan untuk membuat roti selai kacang dan coklat serta susu.


"Ini tuan ponselnya"Aku mengembalikan ponsel David.


"Bawa saja,bukankah saat kita di Amerika kamu ingin meminjamnya???"kata David langsung membuat aku malu


"Tidak jadi tuan,lagian waktu itu kamu tidak meminjamiku,jadi saya tidak akan meminjamnya lagi"


"Tak boleh,sekarang kamu harus meminjamnya"David memaksa aku untuk meminjam ponselnya


"Apaan sih dia,apa bawaan kehamilanku mempengaruhi otaknya??"batinku sambil terkekeh


Aku menerima ponsel nya,hal yang ingin aku lihat adalah galery fotonya,aku menggeser atas bawah namun yang didalam galery ponselnya hanya fotoku,ntah sejak kapan dia menjadi private fotografer ku,


"Karena kamu wanitaku,aku hanya ingin mengisi ponselku dengan foto foto kita dan anak kita nanti"timpalnya


Aku sangat terharu,apakah seperti ini bule kalau lagi bucin,entahlah,(author juga tidak tau😂)


Lalu aku mengecek app chat n panggilannya,apakah ada chat atau panggilan dari teman wanita selain teman


ternyata hasilnya nihil,satu satunya chat wanita hanya aku,


ntah kenapa air mataku terjun bebas,padahal tak ada aba aba dariku.


"Tuan apakah kamu sangat mencintaiku"Aku bertanya dengan PD nya.


"Tentu aku sangat mencintaimu,


aku ingin menua bersamamu,bersama membesarkan anak anak kita dan menggapai dunia bersama,bahkan jika aku boleh menentukan takdirku, nanti aku ingin berpulang bersamamu.


Ku peluk lelaki didepanku dengan erat,kata katanya sungguh membuat aku melayang,


"Terima kasih,terima kasih"hanya kata itu yang bisa aku ucapkan.


"Iya sayang,"timpalnya lalu mencium keningku


Pelayan pun datang membawa pesanan David,aku menyuapi nya pelan pelan sampai habis begitu pula dengan susunya.

__ADS_1


"Alhamdulillah habis juga,semoga tidak keluar makanannya"tanganku menepuk pipi David sambil beranjak untuk menaruh piring yang sudah kosong.


"Tuan,aku sangat takut bertemu orang tuaku besok"aku berusaha menyampaikan ketakutanku pada David


"Tenang,mereka tidak akan membunuhmu,lagipula orang yang menghamilimu adalah orang yang berkuasa,mana mungkin mereka menolakku,


aku menantu idaman para emak emak,


ganteng,tajir mlintir,baik hati apalagi yang kurang,kalau mereka marah itu wajar,namun aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu,biar aku saja tempat mereka meluapkan marahnya,"David mencoba menenangkanku.


Aku sungguh tersihir dengan kata katanya,semua yang dia katakan memang benar adanya,


lagi lagi air mata ku leleh,sungguh bule ini menjadikan aku wanita yang sangat beruntung di dunia ini,di miliki dan memilikinya...


"Janji ya tuan,kita akan menua bersama apa pun yang akan terjadi nanti kita hadapi bersama"aku menyodorkan kelingkingku,


David yang tahu maksutku juga menyodorkan kelingkingnya,


"Ini namanya janji kelingking tuan,kamu tidak boleh mengingkarinya,awas kalau kamu mengingkarinya"aku mengaktifkan mode memonyongkan bibir


dan....Cup...


Ciuman panas tidak lagi terelakan,semakin panas dan panas


Terakhir terjadilah hal hal yang sangat diingainkan,,pergulatan panas dua sejoli,David memang sangat kecanduan untuk menggagahiku,tiap ada kesempatan selalu dia manfaatkan dengan baik.


Tak lama kami selesai bergelut lalu membersihkan diri.


lalu kami duduk di sofa.


Aku yang merasa bosan pun mengajak David untuk berjalan jalan,


"Tuan,aku ingin jalan jalan di taman depan"


kataku memohon dengan menampilkan muka seimut mungkin supaya David mengabulkan permintaanku.


"Baiklah,"David langsung beranjak dan menggendongku.


"Aku bisa sendiri tuan,kamu kan lagi sakit aku tidak mau terjadi apa apa denganmu karena menggendongku,,"cerocosku supaya David menurunkan aku,namun bukannya di turunkan David malah membungkam mulutku dengan mulutnya,


aku hanya pasrah dan menikmati bibir manis David.


Setelah di bawah baru David menurunkan aku dari gedongannya.


Kami pun melangkahkan kaki menuju taman dengan bergandengan tangan.


"Tuan bau nya wangi sekali,ini bunga apa??"tanyaku sambil menciumi bunga warna putih yang sangat wangi.


"Mana aku tahu sayang,aku tidak tahu menahu nama bunga,yang aku tahu hanya bunga mawar"kekeh David karena memang pengetahuannya akan nama nama bunga sangat minim


"Ya sudah tuan besok lebih baik aku tanya tukang kebun langsung"kekehku.

__ADS_1


Melihat banyak sekali Bunga membuatku senang sekali.


__ADS_2