Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Drama pagi


__ADS_3

"Sudah pukul 9 mereka belum bangun bangun ya yah"cerocos ibu sambil mondar mandir.


"Mungkin capek kali bu,jadi bangunnya telat"kata ayah memenangkan ibu.


"Anak itu,seenaknya sendiri!seharusnya kamar mereka di pisah,"gerutu ibu


"Anak jaman now bu,harap di maklumi"timpal Raka sambil terkekeh.


"Kamu besok jangan gitu Raka,sebelum nikah jangan kumpul dulu,itu dosa besar"ibu menasehati Raka.


"Tergantung situasinya ibu,kalau memungkinkan bisa tidur bareng kenapa tidak"Raka malah tertawa yang membuat ibu geleng geleng kepala.


"Duuuhhh..."ibu memijat pelipisnya.


"Sudahlah bu,kita sebagai orang tua sudah menasehati,kalau anak kita maunya seperti itu ya gimana lagi,lagipula David sangat berkuasa,tugas kita hanya mendoakan"kata ayah mencoba menenangkan ibu lagi.


"Setuju yah,"timpal Raka.


Ibu,ayah dan Raka memang sudah berkumpul di ruang makan,Raka datang ke rumah David untuk ikut kerumah sakit,karena hari ini rencananya David ingin khitan.


Disisi lain aku dan David masih dalam posisi saling peluk,


aku yang merasa ada yang berat di perutku pun bangun dan melihat jam...


"Apa!!!!!sudah jam 9.30,mati aku!!!!ibu pasti marah"aku langsung menghempaskan tangan David dan langsung berlari ke kamar mandi.


Setelah mandi,aku hendak memakai baju namun saat melewati David yang masih tertidur,ada niatan jahat untuk mengerjai David,


aku mengurai rambutku yang masih basah dan menggantungnya di atas muka David,David yang terganggu karena tetesan air dari rambutku pun mulai terusik,dia membolak balikan mukanya,aku cekikikan sendiri melihat ekspresinya,


ternyata semua tidak seperti espektasiku,pikirku David bangun dan pergi mandi namun David malah menarikku sehingga aku jatuh di atas tubuhnya yang polos tanpa baju.


"Mengerjaiku pagi pagi,heh"kata David dengan menatapku


"Ampun tuan,"kataku sambil terkekeh


"Sekarang rasakan hukumannya"kini David merubah posisiku,di raihnya air putih dan meminumnya,memang kebiasaan David minum air putih saat bangun tidur.


"Tuan,sudah siang,sebaiknya kamu mandi!"Tanganku mendorong bidang datar David.


"Kamu pikir aku akan melepaskanmu,setelah apa yang kamu lakukan barusan"seringkai senyum licik terukir di wajah David.

__ADS_1


"Duhhh,nyesel aku"batinku.


Tangan David membuka lilitan handukku,matanya tergoda dengan tubuh polos yang berada di bawahnya.


"Aku ingin sarapan"kata David


"Akan aku siapkan tuan"aku dengan polosnya bersemangat dengan kata kata David


"Tak perlu,makananku sudah di bawahku"kata David sambil terkekeh.


"Kamu pikir aku makanan gitu,"umpatku dalam hati


Tangan David kini menyusuri setiap lekuk tubuhku,membuat aku melayang,desahan pun lolos begitu saja yang semakin membuat David semakin nakal,tak hanya tangan kini bibirnya yang beraksi,desahanku semakin keras,aku menarik rambut David karena tidak kuat dengan nilmatnya,30 menit tangan dan bibirnya menjelajahi tubuhku,kini giliran senjata pemungkasnya,lama beradu dengan berbagai posisi kini sampailah puncaknya,David tumbang di sampingku dengan nafas ngos ngosan.


"Sudah tuan,ayo kita bersiap bukankah hari ini kamu akan khitan"


kata kata ku membuat David langsung bangun dan menuju kamar mandi,aku pun menyusul David untuk mandi lagi.


Pukul 10.30 kami baru turun ke bawah,dengan hati hati David menuntunku


,calon papa muda yang over protektif,itulah sebutan yang cocok untuk Davis saat ini.


"Hemmmm,nyonya dan tuan muda baru turun,enak ya jadi nyonya muda jam 10.30 baru keluar kamar"sindir ibu padaku dan David karena David tidak mengerti dia pun hanya melewati ibu dan langsung menuju Raka.


"Pupuuuuut"teriak ibu yang membuat semua orang menoleh.


"Ibu,jangan teriak teriak bu,malu ma mas Raka dan Tuan Amerika"kata dengan ekspresi tidak enak


Ibu menghampiriku dan menjewer telingaku


"karena sudah ada calon suami yang berkuasa sekarang berani sama ibu,gitu"


"Ampun bu,bukan gitu"aku memegangi tangan ibu yang masih menempel di telingaku.


David yang melihat aku di jewer ibu pun menghampiri ibu,David tersenyum kepada ibu,lalu mengkode Raka untuk mendekat padanya,,


"Raka tolong bilang pada ibu,kalau jangan menjewer Puput,kasian dia sedang hamil"ekspresi David kini merasa cemas


"Bu,pak David bilang jangan menjewer Puput kasian dia sedang mengandung,sebagai gantinya ibu boleh menjewer pak David"Raka menambahi kata kata David


"Aku memang ingin menjewernya seenaknya meniduri anak orang tanpa ijin,"omel ibu dan lalu menjewer David

__ADS_1


Aku,mas Raka dan ayah tertawa,melihat ibu menjewer David,apalagi melihat ekspresi David.


"Kalau ijin gak mungkin diijinin bu,"timpal Raka yang sontak mendapat tatapan maut dari ibu


"Jangan kira,kamu big boz,wajah ok,tubuh ok dan bule,aku tidak bisa menjewermu"kata ibu emosi pada David


David membiarkan mertuanya menjewernya bukan ekspresi sakit yang dia keluarkan namun ekspresi heran kenapa dia di jewer.


"Ibu kamu bar bar juga ya Put"bisik Raka padaku.


"Heh Raka jangan dekat dekat istriku,"David pun mengepalkan tangannya pada Raka


"Baru calon istri boz,goda Raka.


Aku pun tertawa,sedangkan ayah hanya menggeleng gelengkan kepala


setelah jeweran ibu lepas,David pun memelukku,"mana yang sakit sayang"sambil mengecek telingaku.


"Tak ada sayang,jeweran ibu tidak sakit"kataku


menenangkan David


Seketika amarah ibu hilang melihat Perlakuan David,


tak terasa air mata ibu menetes


aku yang melihatnya pun melepaskan pelukan David,dan berganti memeluk ibu.


"Ibu maafkan Puput,Puput tidak bermaksud membuat hati ibu sakit apalagi ibu sampai menangis,"tanganku pun menghapus air mata ibu.


"Ibu terharu Put,melihat David memperlakukanmu seperti itu,dia sungguh sangat mencintaimu.


"Jangan di ragukan lagi bu,"kataku sambil memegang tangan ibu.


Bagaimana,drama pagi kita sudah selesai belum,sudah jam 11.30,pak David harus kerumah sakit"kata Raka dengan terkekeh


"Lihat tu bu,mas Raka nakal,masak kita di bilang lagi drama,jewer sekalian sana"aku mengompori ibu supaya menjewer mas Raka


Mas Raka memelototi ku,aku pun menjulurkan lidah padanya.Ibu yang geram pun menjewer Raka,"Ini juga,gak ada sopan sopannya ma orang tua,maksudnya apa drama"tangan ibu semakin memelintir telinga mas Raka.


"Ampun bu,maafkan Raka janji tidak akan mengulanginya lagi"Raka memasang wajah memelas dan berhasil membuat ibu melepaskan jewerannya.

__ADS_1


"Sukurin"kataku sambil mengejek mas Raka


Kami pun tertawa bersama,menyadari tingkah konyol kami masing masing.


__ADS_2