
"Putar balik sayang,aku ingin cepat sampai di rumah"kata yang lolos tanpa ada perasaan sedikit pun dengan David.
David yang kesal hanya bisa menahan diri
"Sabar David,kesabaranmu sedang di uji istrimu,ingat ada anakmu dalam perutnya"David bermonolog sendiri dalam hati menyemangati dirinya sendiri yang lagi di uji kesabarannya.
"Ayo sayang!kok malah bengong"aku pun menyuruh David untuk segera melajukan mobilnya,
"Jika bukan istriku sudah kubuang kamu ke kutub selatan biar jadi santapan beruang kutub"batin David yang kesal lalu melajukan mobilnya.
David hanya diam saja tanpa komentar dan bertanya,sehingga membuatku mengerutkan alis
"Ada apa dengannya"batinku lalu menatapnya.
Mengetahui aku menatapnya David hanya melirikku,
"Sekarang kamu boleh mempermainkan aku,lihatlah nanti di rumah aku akan menuntut balas,"batin David sambil tersenyum sinis.
Aku yang heran melihatnya tersenyum sinis pun bermonolog dengan diriku sendiri
"Ada apa dengannya,kenapa senyum sinis begitu,jangan jangan dia merencanakan sesuatu yang licik,awas saja kamu David kalau macam macam"seolah tau rencana David.
Sepanjang perjalanan aku dan David hanya diam dan saling melirik,
kami hanya bermonolog dengan diri sendiri.
Tak lama kemudian mobil kami sudah terparkir di halaman,
"Mba Puput...."terdengar teriakan dari teras rumah
Aku yang tidak asing pun langsung turun dari mobil dan benar saja itu adalah Bunga.
"Bunga....."teriakku berlari dan memeluknya.
David yang tahu aku berlari pun turun dari mobil dan berjalan menuju teras sambil menggerutu.
"Dari tadi dia sedang menguji kesabaranku,siapa yang mengizinkannya berlari kalau sampai jatuh atau terjadi apa apa,bagaimana??siapa sih wanita kecil itu,kenapa bisa dirumahku"gerutu David yang lupa dengan Bunga.
Setelah di teras David menatap tajam kearahku dan berekspresi datar kepada Bunga,
sehingga Bunga berbisik padaku
"mba,calon suami mba Puput cakep buanget tapi sayang ya,agak sinis"
"Husss..dia tu pria terbaik sedunia"Aku pun mematahkan statement Bunga,
Ibu dan ayah menyusul keluar karena mendengar Bunga teriak teriak,David yang tidak ku beritahu pun kaget,lalu tersenyum dan mengangguk ke ayah dan ibu.
plak...tangannya mendarat di keningku,
"Kenapa tidak bilang kalau ibu dan ayah sudah sampai"bisik David
"Karena kamu tidak tanya dan mendiamiku jadi aku tidak bilang"kataku agak keras.
"Ingat urusan kita belum selesai"David pun berbisik lagi.
Aku pun sedikit merinding,kelihatannya dia tidak bermain main dengan ucapannya.
"Bagaimana untuk persiapan besok??"tanya ayah
__ADS_1
"Semua di urus mas Raka yah,jangan khawatir"aku pun menuju bangku untuk duduk yang diikuti David begitu pula dengan ibu,ayah dan Bunga.
"Ya sudah kalau begitu"ucap ayah lega.
"Eh ngomong ngomong di mana Tirta,"aku baru sadar karena tidak melihat Tirta.
"Keluar sama Fajar,baru saja Fajar pulang,katanya dia dari luar kota"jawab ibu.
"Iya bu,Fajar diminta untuk menemani atasannya mengurusi cabang di sana namun aku tidak tau kalau dia sudah pulang."kataku menjelaskan
David yang tidak mengerti hanya tersenyum,
"Perkenalkan sayang ini Bunga,adikku maaf kelupaan"kataku sambil terkekeh
"Halo Bunga,senang bertemu dengan mu",David pun cupika cupiki Bunga karena memang duduk David dan Bunga bersebelahan dalam satu bangku begitu pula denganku.
Bunga pun histeris
"Aaaaaaaaaaa"teriaknya yang membuat David kaget
"kamu kenapa Bunga"tanyaku cemas.
"Mas David kok cium aku mba"ucapnya dengan ekspresi yang sulit di artikan.
Kami pun menggeleng gelengkan kepala
,"itu namanya cupika cupiki,adat orang bule memang seperti itu,gitu aja gak tau,kalah sama ibu yang sudah tua"celetuk ibu yang membuat aku dan ayah saling pandang.
Akhirnya kami pun tertawa,walaupun David tidak tau apa yang kita bicarakan namun dia ikut tertawa.
Setelahnya kami pun mengobrol panjang kali lebar,
Aku pun hanya mengangguk,lalu berbicara pada keluargaku
"Ibu,ayah dan Bunga lebih baik kalian istirahat dulu,kan habis perjalanan jauh,"ucapku lembut pada mereka.
"Ya sudah ibu ayah istirahat dulu ya??dan kamu Bunga,kamu mau istirahat nanti atau sekarang?"ibu ayah pun bangkit dan hendak masuk kedalam untuk menuju kamar.
Bunga yang masih duduk pun enggan beranjak,dan bilang"Bunga istirahatnya nanti saja ya"
"Kenapa,memangnya mau kemana??"tanyaku pada Bunga.
"Bunga ingin berkeliling mba,rumah mas David bagus banget,"ucap Bunga yang membuat aku geleng geleng kepala,kirain mau kemana
"Kan berkelilingnya bisa nanti sore,istirahatlah dulu,setelah itu makan siang nanti sehabis mandi mba temenin berkeliling."aku pun membujuk Bunga supaya mau istirahat.
"Beneran ya mba,sekalian sama mas David,bunga mau buat vlog,bunga yakin pasti banyak yang nge like dan coment"kata Bunga pesimis
Aku pun memijat keningku,bagaimana tidak ibu dan Bunga pun sama,ibu minta selfie untuk di share di grub arisan sedangkan, Bunga share di media sosial.
Bunga pun memelukku,,
"Mas David,Bunga masuk dulu ya,"ucapnya pada David dengan menggunakan bahasa Inggris standart.
"Selamat istirahat Bunga"kata David lembut.
Setelah kepergian Bunga,David pun tiba tiba menggendongku menuju kamar.
Dengan sangat pelan dia menurunkan aku di ranjang
__ADS_1
"Karena kamu membuat aku kesal berkali kali,kamu aku hukum"ucap David ikut rebahan di pinggirku
"Hukuman???tanyaku penasaran.
"Iya,puaskan aku"katanya sambil terkekeh
"Memangnya aku tidak pernah memuaskanmu,"kataku ketus.
David pun terkekeh lalu memejamkan matanya
"Lo,,kok tidur sih"gerutuku
"Hanya memejamkan mata,kenapa kamu cerewet sekali"kata David masih dengan memejamkan mata,
Aku yang kesal pun membalikan badanku membelakanginya,David pun hanya tersenyum
Tak lama kemudian kami pun menuju alam minpi kami masing masing.
*****
Para Art sibuk membuat hidangan untuk tamu besar David,banyak makanan yang di hidangkan,walaupun terkadang tidak habis semua,walaupun David sangat dingin dan sedikit arogan namun David memiliki jiwa sosial yang tinggi,setiap hari David memang meyuruh para Art untuk memasak banyak untuk berbagi dengan keluarga para Art nya karena ada beberapa yang tiap hari pulang pergi,tentunya titah David lewat pak Herman.
Setelah menyiapkan semua makanan di meja,salah satu art mendatangi kamar keluargaku satu persatu untuk memberitahu kalau makanan sudah siap.
Kini ayah ibu dan Bunga pun sudah berada di ruang makan,
"Pasti mereka tidur,kalau sudah tidur sulit banget di bangunkan"kata ibu geleng geleng.
"Kamar mba Puput mana bu,biar Bunga yang bangunkan."Bunga pun hendak bangkit.
"lantai dua,setelah sampai di atas kamu ke kanan,disitu banyak kamar juga,kamar nomer tiga ya itu kamar mba mu."kata ibu memberi petunjuk,
"Kenapa tidak suruh art mendampingi Bunga,takute Bunga salah kamar."ayah memberi ide.
Namun Bunga langsung saja naik dan mengetuk pintu,
Lama mengetuk baru dibukakan,
"Bunga ada apa???"kataku sambil menguap
Tanpa basa basi Bunga menarikku turun kebawah,
"Mas David ketinggalan Bunga"kataku agak kesal dengan Bunga,
"Upsss sorry"Bunga pun terkekeh
Karena malas kembali ke atas,aku pun menyuruh art untuk mengantar makanan ke kamar,dan berpesan kalau jangan membuat gaduh agar David tidak terbangun.
Seusai makan kami mengobrol di ruang makan
"Setelah mualaf kapan rencananya menikah"tanya ayah sambil memakan buah.
"Secepatnya yah..."kataku sambil menunduk
""Baguslah"imbuh ibu.
"Tapi.....
aku pun menggantung kata kata ku membuat ibu ayah dan Bunga penasaran
__ADS_1