Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Hadiah David Bryan.


__ADS_3

"Sayang....kok ngambek sih"David pun menatapku lalu memegang tanganku.


Aku yang masih kesal pun hanya meliriknya tanpa mengeluarkan sepatah kata.


David yang sedikit frustasi melepaskan tangannya.


"Kenapa kamu selalu mempermasalahkan hal hal kecil,lihatlah aku sedang fokus dengan laporan"katanya dengan menyodorkan smartphonenya.


Ntah kenapa aku tidak menerima alasannya,aku terus saja ngambek tanpa membalas kata katanya.


"Sayang,kamu ini kenapa!!!sudahlah jangan seperti ini,beri aku waktu untuk mengecek laporan"David pun meninggikan suaranya.


Mendengar dia meninggikan suaranya, mataku pun berkaca.Namun aku masih saja mengunci mulutku.


"Sayang....!!!"panggilnya dengan wajah di tekuk.


"Selesaikan dulu mengecek laporannya kalau sudah selesai kita bicara,aku mau tidur"kataku dengan menyandarkan kepalaku dan memejamkan mata.


"Baiklah sayang"timpalnya dengan sedikit senyum.


David pun membuka kembali smartphone nya,bahkan kini dia membuka laptop dan lainnya.


Aku yang pura pura tidur meliriknya dan membatin


"Jadi istri seorang CEO harus extra sabar"


Aku yang awalnya pura pura tidur kini tidur sungguhan,waktu pun berlalu tak terasa kami sudah separuh perjalanan.


Saat aku membuka mataku kembali aku melihat David masih sibuk dengan smartphone,laptop dan lainnya.


"Masih belum selesai sayang"tanyaku dengan menguap.


"Kamu sudah bangun,iya masih beberapa perusahaan lagi",jawabnya lalu menciumku.


Aku pun tersenyum,


"Lanjutkan,aku tidak akan mengganggu"ucapku.


David pun tersenyum,


"Maaf sayang dan terima kasih kamu sudah mengerti,atas pengertianmu nanti ada hadiah untukku"timpalnya.


Mendengar kata hadiah indra pendengaranku merespon dengan cepat.


Dengan wajah berbinar aku melontarkan pertanyaan.


"Hadiah apa sayang??"


Mataku memandang David sedangkan indra pendengaranku tidak sabar menunggu jawabannya.


"Apa kamu penasaran sayang???"David melontarkan pertanyaan balik.


Aku pun memajukan mulutku


"Kenapa malah bertanya balik sih sayang"


David terkekeh dan menatap lekat netraku,


"Nanti setelah di rumah kamu pun akan tahu sayang,bersabarlah"


senyuman licik mulai merekah.


Melihat senyumnya aku pun mulai curiga

__ADS_1


"Jangan bilang kalau hadiahnya diranjang"tebakku dengan sinis lalu membuang pandanganku ke depan.


David yang tahu kalau aku mulai sadar pun terkekeh,lalu menimpali


"itu adalah hadiah terindah dan ternikmat sayang,buktinya kamu selalu mengerang kenikmatan"


"Sayang..."teriakku.


David pun tertawa.


Aku yang masih geram pun memilih diam dan tidak mengganggunya.


"Lihatlah nanti hadiahnya sayang"batin David Bryan.


Karena bosan aku pun memilih memainkan ponselku,


waktu pun berlalu tak terasa mobil kami sudah sampai diikuti beberapa mobil di belakang kami.


"Sudah selesai kerjaannya???"tanyaku.


"Sudah sayang"jawabnya singkat lalu David membuka pintu mobil.


Kami pun turun diikuti lalu masuk ke dalam rumah yang diikuti oleh Raka,Chris, Elizabeth dan juga mas David Reno.


Ruang tamu menjadi tempat kami menghilangkan lelah kami setelah lima jam dalam perjalanan.


"Bagaimana kalau menginap saja,pasti kalian capek"aku pun membuka percakapan.


"Baiklah kaka ipar"sahut Elizabeth.


Chris dan Raka pun mengangguk,


David Bryan meminta art untuk menyiapkan makan malam serta kamar untuk para tamu.


"Biar art membawa kalian ke kamar masing masing,aku istirahat terlebih dahulu kasian Puput"titah David yang mendapat anggukan dari kami semua.


Setelah di kamar aku membuang tubuhku di kasur,


"Akhirnya kembali lagi ke kasur ini"kataku yang mendapat kekehan dari David Bryan.


"Apa kamu merindukannya???"tanya David dalam mode terkekeh.


"Sangat sayang,kasurmu berbeda dengan kasur di kamarku,kasurmu lebih empuk dan nyaman"jawabku dengan senyuman.


Setelah melepas atasannya David ikut merebahkan diri di sampingku.


"Sudah siap dengan hadiahmu sayang"ucapnya yang seketika membuat bulu kuduku berdiri.


"Kamu ini sungguh tak berperikemanusiaan sekali sih sayang,kita baru saja sampai dan punggungku masih sakit, apa kamu tega menggenjotku dengan tubuhmu yang besar ini"gerutuku dengan menoleh ke arah David.


plak,,,tepukan mendarat di dahiku,


"Aku masih waras,tidak mungkin aku setega itu"David menimpali gerutuanku.


Dengan mengelus dahiku aku pun melontarkan pertanyaan,"memangnya hadiah apa yang kamu maksud??"


David melangkahkan kaki menuju laci lalu mengambil kotak kecil berwarna putih.


Lalu David duduk di tepi ranjang sampingku.


David pun membukanya lalu menyodorkan padaku.


"Maaf,semestinya cincin ini aku berikan saat hari pernikahan kita namun aku lupa tidak membawanya"kata David dengan menyesal.

__ADS_1


"Tidak apa apa sayang,diberikan kemarin atau sekarang sama saja,


cincin ini sungguh bagus sekali sayang,aku sangat suka."kataku yang langsung mengambil cincin dari tempatnya lalu mengamatinya.


"Ini berlian Kalimantan sayang,konon katanya berlian terbaik,jadi aku memesannya"imbuh David lalu mengambilnya dari tanganku dan memakaikannya di jari manisku.


Aku pun mencium David,lalu berkata


"Terima kasih sayang,"


"Sama sama sayang,"ucap David singkat lalu mengecup keningku.


Lalu David ikut merebahkan dirinya lalu memelukku.


Tak butuh lama buat kami untuk pergi ke alam mimpi.


******


Disisi lain,David Reno dan Elizabeth juga merebahkan tubuh mereka di kasur.


"Lusa kita berangkat,aku akan menyiapkan segalanya."ucap David Reno.


Awalnya Elizabeth yang membelakangi David Reno pun membalikan badannya tanpa melepaskan tangan David Reno yang daritadi memeluknya dari belakang.


"Terima kasih sayang"


Elizabeth pun mencium David Reno,lama lama ciuman mereka menjadi ciuman panas,lama bertaut akhirnya mereka menyudahinya.


"Setelah dari Yunani,aku ingin pergi ke ponte Milvio Roma,aku ingin menggembok cinta kita berdua dan membuang kuncinya di dasar sungai supaya cinta kita kekal abdi sayang,


sebenarnya banyak tempat untuk menggembok cinta kita namun aku tertarik yang di ponte Milvio,dulu tempat ini juga pernah di buat syuting."kata Elizabeth yang mendapat kecupan dari David Reno.


"Aku akan berusaha supaya kamu mencintaiku sayang dan menjadikanku wanita satu satunya yang di cintai oleh David Reno baik yang baru ataupun yang lama."batin Elizabeth.


"Apa yang kamu lamunkan sayang" tanya David Reno pun mengembalikan Elizabeth dari lamunan.


Elizabeth pun menggaruk kepalanya yang tak gatal bingung menjawab apa,lalu mulutnya pun mengeluarkan suara.


"Apa kamu menginginkannya???"tanya Elizabeth dengan wajah malu.


David Reno mengangguk,lalu Elizabeth pun naik ke atas tubuh David Reno dan bermain disana.


Mereka bergelut dengan panas,erangan Elizabeth menggelegar memenuhi sudut kamar.


lama beradu akhirnya mereka tumbang,


karena fisik yang capek mereka pun dengan mudah menuju alam mimpi.


********


Berbeda dengan Chris dan Raka,mereka berdua mengakses pekerjaan mereka by ponsel,mereka mengecek semua laporan.


"Kelihatannya perusahaan semakin meroket Raka,"kata Chris membuka keheningan.


"Betul,David Bryan sungguh hebat bahkan Pramana Bryan grub menjadi salah satu perusahaan nomer satu"timpal Raka.


"Memang sudah tidak diragukan lagi"imbuh Chris.


"Semoga gaji kita naik bulan ini"kata Raka dengan senyum khasnya.


"Kalau dipikir pikir,bukankah kita yang berkerja keras,"mereka berdua pun saling tertawa.


Setelah selesai mereka berdua pun tidur,Chris tidur di ranjang sedang Raka tidur di sofa.

__ADS_1


__ADS_2