Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Fase mengenal islam


__ADS_3

Hari semakin larut,waktunya Raka untuk undur diri namun sebelum undur diri Raka kembali ke mobilnya dan mengambil sesuatu.


"Ini boz,pelajari dan siapkan semua setelah itu biar aku yang mengurusnya."Raka menyodorkan berkas dan juga buku.


"Apa ini"tanya David sambil memeriksa berkas yang di bawa Raka.


"Itu syarat mualaf dan juga buku dasar islam karena aku yakin,engkau membutuhkannya."jawab Raka


"Kalau ada berkas gini,kenapa harus panjang lebar menjelaskan???"cerocos David agak kesal dengan asistennya.


"Biar lebih paham lah boz,"kekeh Raka sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


Ibu dan ayah hanya menggeleng gelengkan kepala melihat David dan Raka,walaupun tidak mengerti bahasa nya namun cukup melihat tingkah dan ekspresi mereka sudah membuat ayah dan ibu geli.


"Ayah ibu Raka pamit dulu,


tuan dan nyonya saya pamit dulu"Raka mencium punggung tangan ayah dan ibu,dan menyalami aku dan David.


Setelah kepulangan Raka,David bertanya sesuatu padaku


"Dari dulu aku memang sudah penasaran,kenapa baik kamu ataupun Raka terkadang ketika bersalaman dengan ayah dan ibu mencium punggung tangan mereka."tanya David penasaran.


"Mmmmm,,budaya tuan untuk menghormati yang lebih tua,beberapa negara di Asia juga menerapkan budaya seperti ini,kalau di Amerika tidak ada budaya seperti ini,adanya cupika cupiki"jawabku dengan terkekeh


Ibu dan ayah mengobrol sendiri,


sedangkan David beralih ke lembaran lembaran kertas yang diberikan Raka,


David membacanya dengan seksama,ada beberapa poin yang tidak David mengerti.


Dengan mengerutkan alisnya David bertanya padaku


"apa itu Syahadat"


"Syahadat berasal dari kata bahasa Arab yaitu syahida (شهد) yang artinya (ia telah menyaksikan),kalimat itu dalam syariat Islam adalah sebuah pernyataan kepercayaan sekaligus pengakuan akan keesaan Tuhan (Allah) dan Muhammad sebagai rasulNya.Jawabku dengan detail supaya David mengerti.


"Contoh kalimat syahadat bagaimana???"tanya David penasaran


Dengan perlahan aku mengucapkan syahadat di depan David dan David pun mendengarkan dengan seksama


Disisi lain ayah dan ibu yang dari tadi memperhatikan keseriusan David dalam mempelajari Islam pun tersenyum,


"Lihatlah mantu mu yah,"goda ibu sambil berbisik


"Alhamdulillah bu,Puput tidak salah pilih pasangan,paket lengkap pokoknya"ayah balik menggoda ibu


"Harus di pamerkan ke teman teman arisan yah,mantu idaman emak emak"kekeh ibu


Ayah hanya menggeleng gelengkan kepala,jiwa mak mak ibu sudah di permukaan,,


"Ayo bu,kita kekamar supaya tidak mengganggu mereka"bisik ayah


Ibu mengangguk,tandanya beliau setuju


Pu,David!ayah dan ibu pamit dulu kekamar, kalian lanjut saja belajarnya."ucap ayah sambil bangun dari tempat duduknya dan di ikuti oleh ibu.

__ADS_1


"Iya yah,barangkali ayah dan ibu butuh apa apa jangan segan memanggil art ya yah,bu..."kataku


"Iya Put.. ya sudah ayah dan ibu masuk dulu.."


Ayah dan ibu pun beranjak ke kamarnya dan meninggalkan aku dan David yang sedang belajar.


Sebenarnya secara agama,dengan tuan membaca dua kalimat syahadat,tuan bisa di bilang sudah masuk islam,hanya saja dilihat dari pandangan hukum tuan masih belum mualaf.


Kini David beralih ke buku yang di bawakan Raka,rasa penasarannya menggerakan jari jarinya untuk menyelusuri satu persatu halaman buku.


Disisi lain aku sangat senang dengan sikap antusias David yang belajar serius memahami Islam.


Tapi di sisi lain aku juga geram karena dianggap obat nyamuk alias di cuekin.


Mode memonyongkan bibir pun aktif dengan sendirinya.


Hingga akhirnya aku yang tidak betah pun berinisiatif mengganggu David yang asik dengan bukunya.


"Ehem...ehem..."aku pun mulai berdehem supaya David menolehku,namun tidak sesuai espektasi,David tetap dengan keseriusannya membaca.


Aku pun menjatuhkan kepalaku di lengan David,berharap David tidak mengabaikanku


"Tuan,aku di cuekin nih,,"gerutuku dengan mode memonyongkan bibir yang sudah aktif.


David yang sadar pun langsung menutup bukunya,


"Maaf sayang,penasaran banget soalnya,tu bibir monyong gitu kenapa??"goda David padahal sebenarnya ingin sekali mencium bibirku,namun tidak enak karena posisi lagi di teras rumah.


"Apaan sih,"aku semakin membenamkan wajahku dalam bidang datarnya.


"Mesum"aku terkekeh dan langsung masuk rumah meninggalkan David.


David pun mengejarku,dengan langkah panjangnya,


bagaimanapun juga David memiliki tinggi 189 cm,sehingga dengan cepat langsung menangkapku.


"Mau kemana buru buru sekali"bisiknya sambil memeluku dari belakang


"Anu tuan,aku sudah mengantuk"kataku dengan gugup


"Jangan tidur dulu,sebelum tidur sebaiknya kita olahraga"kekehnya


"Dasar mesum"batinku


Tanpa aba aba David langsung saja menggendongku,setelah di kamar dia meletakkanku di kasurnya.


"Aku ingin menengok David junior"kata kata David membuat aku tersipu malu.


"Bentar tuan,aku mau ke kamar mandi dulu"aku mencoba mengulur ulur waktu.


David menyandarkan kepalanya di ranjang,wajahnya mulai serius dengan memainkan ponselnya.


Aku yang sudah di sampingnya pun tidak dia sadari,


"Tuan ada masalah apa??"aku memberanikan diri bertanya.

__ADS_1


"Sedikit masalah,"jawabnya singkat dan agak dingin.


"Ya sudah lanjutkan,aku tidur dulu"kataku sambil menarik selimut sampai di dadaku.


"Tunggu,jangan coba coba lari,aku menginginkanmu malam ini"katanya datar masih dengan posisi memegang ponselnya.


Aku yang sedikit takut bangun kembali dan menyandarkan kepala di ranjangnya.


"Masalah apa sih,gitu amat..dinginnya kembali lagi deh",gerutuku dalam hati


Cukup lama David berkutat dengan ponselnya,wajahnya semakin serius.


"Shit....David berdiri sambil membanting ponselnya di kasur,lalu dia kembali duduk dan mengusap rambutnya dengan kasar.


Aku pun takut melihatnya marah, tanpa tau alasannya,


Aku memberanikan diri memeluknya samping.


"Ada apa tuan???"tanyaku dengan sedikit takut


"Maaf,hanya masalah sedikit."jawabnya singkat


David kini merubah posisinya,dia memelukku dengan erat,tangannya pun bergerilnya kesana kemari menyusuri tubuhku,adegan panas pun terjadi,walaupun dengan kondisi hati yang tidak baik,David tetap lembut memperlakukanku


Akhirnya David pun tumbang dengan penuh keringat.


"Makasih sayang"David mencium keningku


"Sama sama tuan,eh iya tuan kalau besok kamu sunat otomatis tidak bisa berhubungan sampai kamu sembuh"kataku yang langsung membuat David sadar.


"Shit,kenapa aku tidak berfikir kesitu???"wajah David berubah menjadi kesal


"Setauku,walaupun non muslim banyak orang di negara Amerika yang sudah khitan dengan alasan kesehatan,kenapa kamu nggak khitan tuan???tanyaku penasaran.


"Kamu bisa menanyakan kepada ibu ku langsung"kata David yang membuat aku terkekeh.


Aku pun tertawa mendengar jawaban David,singkat,padat,jelas dan langsung mengena.


"Aku pernah membaca ada perbedaan khitan di Indonesia dan Amerika"kataku lagi memecah keheningan


"Iya,di Amerika biasanya khitan di laksanakan pada bayi laki laki 10 hari pasca kelahirannya,kalau di Indonesia kebanyakan di lakukan pada anak anak yang duduk di bangku SD.


"Trus bagaimana tuan,apa kita harus memunggu sampai kamu pulih dulu,"ucapku yang membuat David berubah ekspresi


"Mau gak mau sayang,untuk orang dewasa sepertiku biasanya perlu waktu 2-3 minggu untuk sembuh,"Katanya lesu


"Ya sudah kita bicarakan besok lagi,ini aku sudah mengantuk,"berkali kali menguap


David mematikan lampu meja,


"Good night sayang,i love you so much"


David mencium keningku.


Aku tidak menjawab kata kata David dan langsung tidur saja karena memang aku sudah sangat mengantuk.

__ADS_1


__ADS_2