
Syarat apa?!?
Mommy David:"Mommy tidak tau pernikahan secara islam namun mommy minta resepsinya di adakan di US,mengingat kamu adalah anak laki laki kami.
David:"Tapi mom,bagaimana dengan Puput,dia sedang hamil,
Mommy David:"jangan banyak alasan,mommy tidak suka di bantah,mommy sudah membiarkan kamu masuk islam jadi sekarang kamu harus menerima syarat mommy,
David:"Baiklah mom,
Mommy David:"Good,ya sudah baik baik disana jaga kesehatan,see u later,i love you
David:"thanks,,see you too mommy,love you too mom.
panggilan berakhir.
Dengan raut wajah sedikir di tekuk,David menghampiri ku.
Lalu merebahkan dirinya ke kasur dan memejamkan mata sambil memijat pelipisnya.
"Kamu kenapa sayang"tanyaku yang sontak membuat David membuka mata dan melepas pijatannya.
Syarat dari Mommy membuat ku sedikit pusing"katanya dengan sedikit kesal
"syarat apa???aku yang kepo pun bertanya padanya.
"Pernikahan kita di lakukan di US"jawaban David membuat aku sedikit shock
Aku pun diam sebentar,berfikir sejenak mengenai syarat dari orang tua David.
"Nanti kita bicarakan lagi dengan orang tuaku sayang"kataku menenangkan David,sambil mengusap punggungnya.
David menangkap tanganku lalu menciuminya,awalnya tangan yang di cium lalu naik ke leher sambil berbisik,"Aku menginginkanmu sekarang,jangan coba coba menolak"
mataku terbelangak,ingin rasanya aku menolak karena beberapa saat yang lalu baru saja terjadi pertempuran hebat di kamar mandi.
Setelah bergelut panas,David pun tumbang lalu kami menuju alam mimpi bersama sambil berpelukan tanpa ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh polos kami.
***********
Pagi pun menyapa dengan sinarnya,aku pun mulai terpental dari alam mimpi dan kini memasuki alam nyataku,
mataku ku pun terbuka,bersyukur pada yang maha kuasa karena pagi ini aku masih bisa bernafas dan membuka mataku untuk melihat mahkluk indah yang masih memejamkan mata di sampingku.
Dengan pelan aku menyingkirkan tangan David yang melingkar di perutku,setelah terbebas dari lilitannya aku pun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,
Seusainya aku memakai rok mini,dan kaos oblong,lalu merias wajahku secara natural dan berkata"perfect".
Aku masih membiarkan David menikmati alam mimpinya,kakiku pun melangkah keluar menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.
"Nyonya biar kami saja yang memasak"koki rumah pun melarang aku untuk memasak.
"Tidak apa apa,aku ingin makan masakanku sendiri,dan ingin membuatkan tuan muda juga,tolong siapkan bahan bahannya saja."
Setelah selesai,aku pun meminta bantuan art untuk membawakan sarapanku ke kamar,
David masih memejamkan mata, terlentang dengan bertelanjang dada,salah satu art pun curi pandang terpesona dengan bidang datar David.
"sudah jangan dilihati terus,"kataku membuatnya kaget.
"Maaf nyonya,maaf"katanya ketakutan.
"Tidak apa apa,ya sudah kamu bisa keluar"aku pun menyuruh art tersebut keluar.
"Sayang,bangun..."aku menggoyang tubuh David.
Perlahan David pun membuka matanya,lalu tersenyum,
"Good morning sayang,"David pun bangkit dan mengambil air minumnya lalu bersandar di ranjangnya
"Mandi dulu gih,setelah itu kita makan bersama"akupun menarik tangannya,
David berdiri begitu saja sehingga selimut yang menutupinya jatuh dan mempeelihatkan tubuhnya yang kekar.
"Aaaaa,"pekikku sambil menutup mataku.
"Kau ini seperti tidak pernah melihatnya saja,"gerutu nya lalu menuju kamar mandi.
__ADS_1
Aku pun tertawa cekikikan sendiri mendengar kata kata David,
*****
Setelah sarapan kita pun bersiap untuk ke rumah sakit,sesusai jadwal yang dikirimkan mas Raka kepadaku.
Pak sopir sudah menunggu di luar,kami pun segera masuk ke mobil dan berlalu,tak membutuhkan waktu lama untuk sampai di rumah sakit,
Aku dan David langsung menuju ruangan dokter Fahri.
Karena sudah buat janji kami pun langsung masuk saja.
"Selamat pagi dok.."sapa ku
"Selamat pagi nyonya David"jawab Dokter Fahri yang bangkit dari tempat duduknya dan mempersilakan kami duduk.
"Kami ingin kontrol dok"sahut David
"O..iya pak David,apa lukanya sudah kering semua??tanya dokter Fahri.
"Sudah dok,bahkan bentuknya juga bagus..
."belum sempat melanjutkan David sudah menutup mulutku
David tersenyum pasi melihat dokter Fahri,begitupun dokter Fahri yang senyum sambil geleng geleng kepala.
"Mari ikut saya pak David"Dokter Fahri beranjak menuju ruang pemeriksaan dan David mengekor dari belakang.
David pun berbaring dan membuka resleting celananya,
"Sudah sembuh pak,namun di ingat ya pa jangan berhubungan badan terlebih dahulu"
Dokter fahri memberi saran.
David hanya tersenyum simpul,lalu bertanya "kenapa harus benar benar menunggu saat pulih baru boleh berhubungan badan???"
"Begini pak David,jika berhubungan badan masih dalam keadaan belum sembuh total di khawatirkan akan menularkan bakteri atau virus ke pasangan"ucap dokter Fahri sambil mengecek barang milik David secara intens.
"Semoga saja tidak dok"David pun keceplosan.
"Pasti pak David sudah berhubungan"reflek dokter Fahri pun geleng geleng.
David yang mengamati dokter Fahri angkat bicara"Kenapa dok,apa ada yang salah"
Sedikit gugup dokter Fahri menjawab"tidak ada apa apa pak,ya sudah mari"Dokter Fahri mengajak David keluar karena pemeriksaan sudah selesai.
Mereka pun kembali ke tempat duduk masing masing,
"Dirawat dulu ya nyonya,kalau bisa selalu oleskan
pertoleum jelly,"kata dokter sambil menulis resep.
"Ok dok,apa ada lagi yang harus saya lakukan"aku pun bertanya
"Jangan sering sering berhubungan badan terlebih dahulu,"kata dokter Fahri dengan sedikit tersenyum
"Baik dok"kataku sambil melirik David,
Kami menerima resep dari dokter,lalu pamit undur diri.
"Sayang,kita ambil resepnya sendiri ya?"kataku yang langsung mendapat tatapan maut David
Aku yang tau maksud Davis hanya menunduk lalu mengekorinya keluar rumah sakit.
Setelah di parkiran David meminta pak Sopir untuk mengambil obat.
"Tolong ambilkan resep saya,"David pun memberikan obat dan sebuah kartu.
"Baik Tuan,apa ada lagi??tanya pak sopir,
"Sudah pak,namun kemungkinan agak antri,"ucapku sambil tersenyum.
Lalu pak sopir pun masuk ke dalam rumah sakit,
Aku dan David menunggu di taman rumah sakit,sambil mengobrol.
"Sayang,habis ini kita ke taman yuk,aku ingin beli jajanan disana"ajakku yang mendapat tatapan tajam dari David.
__ADS_1
Karena merasa apa apa di larang aku pun angkat bicara
"Kenapa sih apa apa di larang,hanya ingin makan jajanan di sana saja tidak boleh"ucapku dengan menggerutu.
"Bukannya tidak boleh sayang,makanan seperti itu tidak sehat,dan lagi kamu kan lagi mengandung,takutnya kamu kecapekan.
ucap David dengan lembut.
"Aku tidak mau tahu sayang,aku ingin sekarang atau aku tidak akan bicara padamu,"aku pun mengancam David supaya menuruti mauku.
"Come on sayang,kasian anak kita"bujuknya.
Aku yang merajuk pun beranjak menuju mobil yang diikuti David,hendak masuk namun pintu terkunci
David yang melihatku pun tertawa.
"Haduh,bodohnya kan kunci di bawa pak sopir,"batin ku sambil memercingkan mata.
"Kuncinya di bawa sopir driver sayang,"ucapnya dengan masih tertawa yang membuat aku semakin malu.
"Sudah jangan tertawa,aku akan pergi sendiri jalan kaki"namun sebelum aku melangkahkan kaki,David menarikku.
"Jangan coba coba melakukan hal bodoh,berfikirlah tentang anak kita,jangan egois"David pun marah,sambil memegangi tanganku.
"Kok dia sih yang marah"batinku cemberut.
David pun memasukan tangan kedalam saku celananya dan menelpon pak Herman,menyuruh untuk mengantar mobilnya ke rumah sakit.
"Kenapa menyuruh pak Herman untuk meminta sopir mengirim mobilmu??tanyaku agak ketus.
"Karena ada yang ingin pergi ketaman"jawabnya dingin dengan wajah kesal.
Aku pun tersenyum puas,akhirnya David menuruti kemauanku.
"You are the best hubby"kataku dengan tersenyum manis namun David no respon masih dengan wajah datarnya,namun tidak melepas genggaman tangannya.
Tak selang lama pak sopir datang membawa obat,
menyerahkan kepadaku lalu membuka mobil dan membungkuk.
"Maaf pak,Tuan menyuruh sopir lain untuk mengantar mobilnya jadi kita tunggu sebentar"kataku lalu masuk ke mobil.
Pak sopir hanya mengangguk,dan masih diluar mobil,
tak selang berapa lama pak sopir lainnya datang dengan membawa mobil David yang lain.
"Kalian pulanglah,aku akan menemani nyonya muda jalan jalan."kata David datar.
Kedua sopirnya pun pulang,lalu David masuk mobil,aku yang masih diam diluar di kejutkan dengan klakson mobilnya lalu buru buru masuk
"Kalau kamu marah kita pulang saja"gerutuku sambil menatapnya.
Ekspresinya masih datar dan berlalu keluar parkiran rumah sakit,David pun melajukan mobilnya ke taman kota sesuai keinginanku.
"Ayo keluar",ajaknya yang memang dari tadi aku hanya diam
"Tidak mau"aku pun menolak untuk keluar.
David mengusap rambutnya kasar,frustasi menghadapiku.
"Ok fine,,im sorry"katanya dengan senyuman yang di paksa
"Ayo.."aku pun keluar
Aku pun keluar dan meninggalkan David,
"Dasar bumil,"gerutu David.
Dalam mobil David memandangiku dengan nafas panjangnya,,
belum sempat keluar aku pun kembali lagi dan menyuruhnya putar balik untuk pulang.
"Sayang sayang aku cepat kita pulang"kataku tergesa gesa.
David pun menghela nafas panjang
dan bertanya tanya kenapa tiba tiba ingin pulang.
__ADS_1