
David pun terusik dengan pikiran negatifnya,dia mengeluarkan ponselnya dan memanggil pak Herman.
Tak selang berapa lama pak Herman datang.
"Ceritakan padaku apa saja yang dilakukan nyonya hari ini"tanya David menyelidik dengan raut wajah serius.
Pak Herman pun mulai ketakutan,takut kalau terjadi apa apa denganku pasalnya atas perintahku dari sore hari sampe malam mereka tidak ada yang mengawasiku.
"Nyonya hanya dirumah saja tuan,di kamar lalu diteras setelah itu ke kamar lagi"jawab pak Herman.
"Apakah ada yang kesini???"tanya David lagi seolah kurang puas atas jawaban pak Herman.
"Hanya tuan Raka"jawab pak Herman.
Mendengar jawaban pak Herman membuat David bertanya tanya.
Pak Herman pun diperbolehkan untuk pergi.
"Raka!!!apa yang kamu lakukan sehingga parfumu bisa menempel di tubuh Puput"batin David.
David kembali berbaring lagi,pikirannya kalut akan bau parfum Raka.
Matanya pun perlahan mulai menutup dan tak selang lama dia pun tertidur.
Pagi hari cerah pun datang,mentari kembali dengan pekerjaannya yang membagikan sianrnya kepada setiap orang.
Aku terbangun setelah mendengar David menelpon seseorang.
Dengan malas,aku melangkahkan diri kekamar mandi dan membersihkan diri.
__ADS_1
Seusai mandi kulihat David sudah duduk di sofa dengan wajah yang tak seperti biasanya.
"Semalam kamu pulang jam berapa sayang??maaf aku tidak menunggumu."tanyaku lalu melangkahkan kaki dan duduk disamping David.
"Jam sebelas,jadi apa yang dilakukan Raka kemarin sehingga membuatmu menangis"tanya David balik.
Mendengar perkataannya membuatku terkejut namun aku berusaha tenang,karena memang aku dan mas Raka tak ada hubungan apa apa.
"Aku hanya mengantar mas Raka mengambil berkas,kalau aku menangis mungkin karena aku sedih melihat mas Raka bersedih,dia sangat terpukul mendengar kita akan menetap di California,dia menganggap kita saudaranya.
lalu aku memeluknya,maafkan aku.
Aku tahu aku sudah melampaui batasanku"aku pun menunduk.
David pun menggapaiku,lalu memelukku.
"Aku tau apa yang Raka rasakan".
**********
Dua minggu sudah berlalu,semua persiapan pergantian CEO sudah siap.
Bahkan semua berjalan sangat mulus.
"Are you ready Raka??"tanya David sambil menepuk punggung Raka.
Sebenarnya mas Raka sangat gugup namun bukan Raka kalau tidak pandai menyembunyikannya.
Manusia paling tenang sedunia,mungkin itu julukan cocok untuk mas Raka.
__ADS_1
"Yes,im ready boz"jawab Raka lalu memeluk David Bryan.
Melihat pemandangan di depanku membuatku meneteskan air mata.
Mereka bertiga pun menuju aula untuk mengumumkan sang CEO baru.
Fajar pun ikut,rencananya setelah lulus kuliah David meminta Fajar untuk menjadi asisten dan wakil Raka.
Kerja Fajar sendiri juga sangat bagus,benih benih pengusaha sudah ada dalam jiwa Fajar.
Dua jam berlalu,kini CEO baru sudah dilantik.
ucapan selamat datang dari berbagai penjuru.
Aku pun ikut bergabung,dari jauh ku lihat senyuman mas Raka.
Mas Raka pun melihatku dengan mengedipkan matanya.
Setelah selesai,kami kembali ke ruangan David,ruangan CEO namun David enggan memberikan ruangan ini pada Raka.
"Raka,aku tidak ingin memberikan ruangan ini padamu,karena begitu banyak kenanganku disini bersama wanitaku,aku tidak mau nanti kamu mengotorinya dengan membawa wanitamu,jadi buatlah ruangan CEO yang baru."kata David yang membuat kami tertawa terbahak bahak.
Sungguh aneh pemikiran lelaki satu ini,namun tidak ada yang bisa membantah titahnya.
Aku pun menghampiri mereka bertiga yang sedang berdiri samping meja kebesaran David.
"Good luck ya mas"kataku lalu membuka tanganku pertanda ingin dipeluk mas Raka.
Namun bukannya mas Raka yang memelukku melainkan David Bryan.
__ADS_1
"Aku tak mengijinkan Raka untuk memelukmu"bisiknya namun masih bisa di dengar kita semua.
"Dasar bucin"saut Raka kesal karena tak diijinkan memelukku.