
"Ikut.." sahut ku dengan wajah berseri
David langsung menatap ku dengan tatapan tajam.
"Mau ikut siapa dan kemana?Tanya David dengan tegas,seperti tatapannya.
"Ya ikut kamu jemput ayah dan ibu" Ucap ku sambil menundukkan kepala karena takut.
"Siapa juga yang mau jemput ayah dan ibu,aku tidak paham jalan di daerah Indonesia,lagipula ada sopir,kamu juga kan sedang mengandung trimester pertama jadi masih rawan,sehingga tidak boleh melakukan aktifitas berlebih serta melakukan perjalan jauh."aku pun semakin takut manaikan wajahku
Aku yang masih menunduk mengajukan pertanyaan lagi"La terus siapa yang jemput ayah dan ibu"..
David ,lalu menepuk jidat ku sambil geleng geleng,dan spontan membuat ku menaikan wajahku lalu menatapnnya
"Kamu ini apa tidak ingat siap calon suami mu ini. Aku punya banyak bawahan, aku bisa menyuruh siapa saja untuk menjeput ayah dan ibu. Kalau perlu ayah dan ibu aku bawa sekalian berserta rumah dan perabotannya"ucapnya dengan sombong
"Memangnya jin,bisa memindahkan rumah beserta perabotnya,"kataku dengan cekikikan.
"Aku tinggal suruh orang bagaian kontruksi membawa semuanya"David tak mau kalah
"Iya iya aku tau kamu bos,
maaf sayang sedikit lupa kalau calon suami ku ini big bos yang bisa melakukan apa saja" kata ku sambil menaikkan jari tengah dan telunjuk.
"Hem.. sepertinya ini efek dari Reno sampai kamu juga ikut lupa ingatan"kata David sambil menghela nafas panjang.
"Kenapa bahas Mas David Reno sich"kataku dengan cemberut.
David pun memelukku sambil membelai rambutku tahu kalau aku dalam mode cemberut,namun bukannya merayuku David malah meledekku
"Trus bagaimana masih mau ikut jemput ayah dan ibu, kalau masih mau, sana sama pak sopir,"ledeknya
"Kamu kok gitu sih sayang,aku tidak mau sama siapa siapa maunya sama kamu"aku pun menenggelamkan wajahku dalam pelukannya.
Dengan lembut,David melepas pelukannya,lalu menelpon pak Herman,untukdisuruh ke ruangnnya.
Tak berselang lama pak herman datang.
"Ada yang bisa di bantu tuan,"kata pak Herman sambil membungkuk.
"Dua hari lagi saya mualaf,tolong suruh supir untuk menjemput ayah dan ibu nyonya muda,
Ingat karena perjalanan cukup jauh pastikan ayah dan ibu nyaman saat di perjalanan,
__ADS_1
Jadi gunakan mobil yang sesuai,"kata David pada pak Herman
"Baik tuan jika sudah tidak ada lagi yang disampaikan saya ijin pamit dulu,dan saya akan segera memerintahkan supir untuk menjemput ibu dan ayah nyonya besar"
Pak Herman pun beranjak pergi.
David pun menyuruhku untuk mengabari ibu lagi,kalau hari ini ada supir yang akan menjemput mereka semua.
"Sekarang kamu tahu kan dan bisa di ingat bahwa untuk urusan kecil aku ataupun kamu tak perlu turun tangan langsung. Serahkan semua kepada kepala ART."David memberitahu,
"Iya sayang"jawabku singkat
"Mereka semua aku gaji empat sampai lima kali lipat standard gaji di indonesia yang memiliki loyalitas tinggi"kata David yang membuat aku sedikit kaget
"Hah.. aku baru tahu kalau mereka semua di gaji sebanyak itu,pantesan mereka tidak protes saat David hendak memotong gaji mereka 50% ,tapi tidak mungkin protes juga,"
Batin ku sambil melamun.
"Kenapa bengong"David membuyarkan lamunan ku.
"Kaget saja dengan gaji mereka",kataku masih tidak percaya.
"Itu termasuk gaji yang sangat murah. Di Amerika aku harus mengeluarkan uang $19.000 sampai dengan $30.000 untuk satu art setiap bulannya.
Satu gaji art di USA cukup buat membayar 10 sampai 20 orang art di Indonesia.
"Hah,,bisa tajir melintir jadi art disana,Perbulan bisa 200jt sampai 400jt an jika di conversikan dalam bentuk rupiah Tiap bulan bisa beli mobil donk.,aku pun masih belum menyangka,maklum tidak pernah berfikir sampai kesitu
"Sudah tidak usah kager,standar di USA memang seperti itu,karna mayoritas penduduk USA adalah seorang pegawai so mereka tidak ada waktu untuk mengurus semuanya sendiri.
Terlebih seperti aku yang tidak mungkin mengurus murah sendirian.
Lagi pula terkait gaji art ku disana sudah ada yang mengatur sendiri,David menjelaskan
"Kalau art saja sebulan segitu,lalu uang belanja ku sebulan berapa sayang,"kataku sambil terkekeh.
Akhirnya jiwa matrealistis ku pun keluar,berharap mendapatkan lebih dari seorang Art,
"Hahahahaha,
Pertanyaan mu aneh sayang,otomatis belanja bulanan kamu,pasti lebih jauh dari gaji mereka semua,aku tidak akan membatasi dirimu untuk belanja,kamu kan sudah aku beri kartu warna hitam,itu credit card unlimited,So aku tak perlu repot repot ngasih setiap bulan,Kamu bisa mencairkan atau membelikan barang sesuai kebutuhan dan keinginan mu Kapan saja dan dimana saja.Dan masalah tagihannya sudah ada yang mengatur nya.
Di USA aku memiliki accounting pribadi yang mengurusi keluar masuknya uang serta mengatur semua gaji pegawai di luar perusahaan."kata David panjang kali lebar
__ADS_1
Karena nerocos dari tadi tak henti henti,aku pun merasa lapar,
"Sayang aku lapar?"ucapku sambil memegang perutku
"Ayo kita makan"ajak David
"Tapi aku mau makan bakso,dah lama juga tidak makan bakso."kata ku memelas
"Baiklah biar art membelikan buat kita."timpal David
"Tapi aku ingin buat sendiri jadi sesuai keinginanku,"kataku
"Baiklah.. tapi biar semua dikerjakan oleh koki kamu bantu seperlunya saja dan mengarahkan sesuai keinginanmu, Aku tidak mau kamu capek."kata David mengingatkan
"Siap boz,"jawabku singkat
Aku pun beranjak ke dapur di sana sudah ada koki dan juga beberapa art,aku mengutarakan keingainanku untuk membuat bakso,
awaklnya mereka memintaku untuk menunggu di ruang makan saja,namun karena aku bersikeras akhirnya mereka menurut.
Tak berapa lama bakso pun matang.
Setelah semua siap dimeja, kami pun makan bersama,David memuji hasil karya ku walaupun sebenarnya aku cuma mengawasi serta mengarahkan saja selebihnya di tangani oleh koki dan art..
*****
Di ruang kerjanya,David beberpa kali dia melakukan panggilan tapi sepertinya panggilan David tidak tersambung..
Expresi raut wajah David menunjukan raut wajah kesal dan gelisah..
Aku terus memandanginya dari kejauhan..
Rasa penasaran ku membuat aku mendekat dan ingin bertanya kepadanya
Belum jauh aku melangkah David memberi ku kode untuk diam dan tidak meneruskan langkah ku
Aku semakin penasaran akan tingkah David. Siapa sebenarnya yang dia telpon namun aku hanya bisa diam terpaku ditempatku berdiri yang hanya beberapa meter saja dari David mondar mandir sambil terus melakukan panggilan,dengan menahan keinginan tahu ku yang meronta ronta
Aku yang diselimuti rasa penasaran pun semakin kepo tak bisa mengendalikan rasa keinginan tahuanku,
Pikiran ku terus mencoba menerka nerka sampai akhirnya langkah David membuyarkan pikiran ku yang dari tadi penuh dengan tanda tanya besar..
"Shit..."umpat David sambil mengakhiri panggilannya dan melangkahkan kakinya menuju kerah ku dalam keadaan kesal Karena panggilannya tidak di angkat.
__ADS_1
Dia datang mendekati ku dengan wajah masamnya
"Kenapa sayang,kelihatnya kamu kesal sekali, siapa yang ingin kau telphone?aku pun memberanikan diri untuk bertanya karena sudah tidak bisa bertahan dengan kekepoanku.