
Aku bersolek secantik mungkin, David yang sudah duluan selesai pun beranjak turun terlebih dahulu.
Tak lama berselang aku pun selesai dan segera turun menyusul David.
Sesampainya di bawah aku mengagumi calon suamiku yang sangat tampan dengan balutan tuxedo berwarna hitam begitu pula David melihatku penuh kekaguman.
"Malam ini kamu seperti bidadari sayang"Bisiknya di telingaku dan tak lupa mengecup keningku.
Kamu juga begitu tampan dengan tuxedomu. Seperti seorang pangeran dalam kisah dongeng"kataku sambil tersenyum.
"Are you ready"?kata David sambil menyodorkan tangannya kepadaku
"Ready sayang"jawabku dengan sumringah.
Kami pun beranjak keluar rumah,
Aku cukup dibuat tertegun kembali,
melihat mobil Limousine Roll Royce, lengkap dengan sopir yang berpakaian layak sopir pribadi seorang ratu.
"Bagaimana sayang?"tanya David.
Aku yang masih terbengong pun tak menjawab pertanyaan David.
"Are you ok!!!",ucap David khawatir.
"Yes,aku baik baik saja,cuma kagum saja.
Apakah kamu membeli mobil lagi sayang???" Tanyaku penuh penekanan.
"Tidak sayang ini salah satu bagian dari fasilitas VVIP"David pun menggandengku masuk kedalam mobil mewah ini.
Pikiranku terbang entah kemana,masih bingung dengan kata-kata David yang mengatakan fasilitas VVIP.
Sopir pun sigap membukakan pintu serta mengucapkan salam sehingga membuyarkan lamunanku.
Kali ini kami bak Ratu dan Raja.
Setelah di dalam aku sangat takjub dengan interior mobil ini karena ada mini bar dll,dimana kesan mewah dan exlusif sangat terasa.
Mobil pun mulai melaju dengan pelan.
David yang melihat diriku senyum-senyum sendiri pun ikut tersenyum.
"Bagaimana perasanmu sayang?"tanya David sambil tersenyum.
"Jujur aku sangat takjub dengan semua ini, aku tak menyangka bisa menaiki mobil mewah ini, selama ini aku hanya bisa melihat di Tv dan bertanya tanya bagaiman rasanya naik mobil ini,akhirnya kali ini aku merasakannya seperti di film film romantis ala pangeran."
Jelasku yang tak sadar memeluk erat lengan David.
__ADS_1
"Hahahaha"David pun tertawa lalu berkata
"jangan senang dulu,coba buka pintu itu ucap David sambil menunjuk ke arah bar mini yang di bawahnya ada pintu kecil.
Sontak aku melepaskan pelukanku dan menggapai pintu kecil yang tak jauh dariku lalu membukanya,ternyata didalamnya ada sebuah bingkisan dalam kotak.
"Apa ini sayang?"tanyaku
"Ambil dan bukalah"jawab David dengan senyum khasnya.
Aku pun membukanya belum selesai aku terkagum kini aku di buat kagum lagi.
David memberiku tas jinjing dengan brand ternama yang berhiaskan taburan berlian di setiap sisinya.
"Itu berlian asli"kata David Bryan yang membuatku semakin takjub.
"Ini beneran buat aku sayang???"tanyaku dengan kegirangan.
"Tentu ini buatmu,ini bagian pelengkap dari gaunmu karena akan terasa aneh jika wanita pergi tanpa membawa tas.
Semua sudah satu paket menyesuaikan warna gaunnya."jawab David dengan sedikit penjelasan.
"Apa kamu menyukainya???"imbuh David.
Dengan senyum yang terus mengembang aku memeluk David dan bilang"aku sangat suka,terima kasih sayang"
"Tapi apa ini tidak terlalu mewah sayang, lagipula aku juga jarang keluar rumah dan tasku juga masih bagus."kataku sambil membolak balikan tas baruku.
"Ingat sayang kamu adalah calon istriku dan tinggal menghitung hari kamu jadi istri David bryan, yang dimana kamu akan sering mendampingiku, dalam suatu acara acara tertentu,tidak mungkin kamu mendampingiku dengan pakaian ala kadarnya so kamu harus mulai terbiasa.
Aku suka dengan kepolosanmu dan aku tidak ingin merubah kebiasaanmu,tetaplah jadi dirimu sendiri yang low profile namun kamu tetap harus belajar bisa menyesuaikan dan membedakan terkait fashion apa yang harus di gunakan."kata David menjelaskan panjang kali lebar.
Aku yang masih bengong hanya mengangguk lalu berucap"aku harus bnyak belajari lagi dan tentunya kamu harus mengajari calon istrimu ini agar layak saat mendampingimu supaya tidak membuat dirimu malu di depan relasi serta klienmu"kataku sambil bermanja di pundak David.
David pun mencubit hidungku lalu dengan menggenggam tanganku dan menciumnya.
Tak lama kemudian kami pun sampai di sebuah hotel bintang 5.
Kami di sambut oleh beberapa Reception dan front liner dengan Ramah dan hangat serta dua orang bell boy mendampingi juga mengantar kami menuju salah satu lantai atas yang terdapat restaurant mewah dengan interior dan dekorasi ala Eropa.
Aku benar benar di buat bak ratu Inggris oleh David.
Kami pun sampai di meja makan dimana hanya ada aku dan David tanpa ada pengunjung lainnya.
Aku yang penasaran pun mengajukan pertanyaan,"kenapa cuma ada kita di resaturan semewah ini???"tanyaku dengan lirih kepada David yang duduk di depanku.
"Aku sudah memboking restaurant ini khusus untuk kita selama yang kita mau."jawabnya sambil memandangku.
Aku semakin melongo lagi dibuatnya.
__ADS_1
"Gila nie bule,selalu bertindak sesuka hatinya, bisa bisa hotel ini ikut di beli,pantesan dari anak buah hingga manager hotel ikut memyambut kami"Batinku.
"Kenapa harus seperti ini sayang???"tanya ku.
"Ini balasan untuk apa yang kamu lakukan tadi pagi"jawab David.
Aku yang sedikit bingung dengan ucapannya kembali bertanya,
"maksudnya???"penuh penegasan.
"Pagi tadi kita kan sarapan dengan suasana baru dan berbeda,jadi kali ini aku juga ingin makan malam bersama mu dengan suasana baru dan berbeda pula"jawab David
Aku pun tersenyum.
Aku sangat bahagia di perlakukan David secara special.
Tak lama chef dan asistenya menghampiri kami dan memperkenalkan diri mereka dan menyampikan bahwa mereka akan melayani kami secara langsung,sambil menyodorkan buku menu.
"Kamu mau makan apa sayang???"tanya David.
Aku yang memang tidak pernah makan di restauran semewah ini agak bingung,di tambah lagi menunya adalah masakan Eropa dan inggris yang aku tidak tahu.
Selama dengan David,aku selalu mengajak David mengikuti seleraku.
"Terserah kamu saja sayang,"sambil tersenyum menutupi ketidakpahaman ku.
"Berikan kami menu terbaik kalian"kata David pada Chef dan asistennya.
Chef pun berlalu pergi,menyiapkan apa yang di minta David.
Tak lama datang wine waiters membawa wine lalu menjelaskan kwalitas wine tersebut sebelum menuangkan ke dalam gelas kami.
"Sayang boleh aku minta minuman yang lain?" Tanyaku kepada David.
David yang paham pun langsung memesankan minuman yang lain dengan alasan aku sedang hamil dan tidak boleh meminum wine.
Waktu berlalu dengan cepat,kini kami selesai makan malam bersama.
Setelahnya kami memutuskan kembali pulang. Di depan tengah perjalanan David bertanya
"Bagaimana makan malam kali ini???"
"Aku sangat senang dan bahagia sayang,kamu memperlakukan aku seperti seorang Ratu, Namun aku belum terbiasa dan merasa canggung,
masak makan harus di tungguin dua waiters"kataku dengan mulut sedikit maju.
David tertawa sedikit lepas dan berkata,"itu bagian dari pelayanan dan hal itu yang membuat special."
"Iya aku tahu,tapi baru kali ini aku merasa canggung saat makan,banyak yang tidak aku ketahui terkait jenis makanannya apalagi makan harus di tungguin oleh dua wine waiters"
__ADS_1
Ucap ku menjelaskan ulang.
Merasa gemas David membawaku kedalam pelukannya lalu mencium keningku dan berkata "Sebentar lagi kamu juga akan terbiasa dan faham semuanya ini hanya masalah waktu."