Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Pelukan Raka


__ADS_3

Sebelumnya


"Begini Chris dan Raka,aku dan Puput akan menetap di Los Angels,California.


Rencanaku aku ingin menyerahkan Pramana Bryan Grub padamu Raka,dan untuk kamu Chris aku menginginkan kamu ikut denganku namun kalau kamu ingin menetap di Indonesia aku juga tidak memaksa"ucap Bryan dengan wajah yang sulit diartikan.


Kedua asisten ini hanya diam,mereka kalut dalam pikiran masing masing terlebih Raka,dadanya mulai sesak.Kata kata Bryan bagai sembilu yang menusuk hatinya.


Raut wajahnya mulai sedih terlihat ketakutan,kekhawatiran muncul disana,dengan lantang dia protes pada Bryan


"Tidak David....Aku tidak setuju!!!"ucap Raka menatap lekat David dengan raut wajah yang bercampur.


Back


Melihat tatapan Raka membuat David tak enak,dengan pelan David pun menjelaskan


"Ini semua keinginan orang tuaku Raka,mau tak mau aku harus menurutinya,lagipula inilah yang dari kecil aku inginkan"kata David dengan raut wajah sedih.


"Bagaimana aku bisa tanpa kalian,aku menganggap kalian seperti keluargaku lagipula aku tak pantas menggantikanmu sebagai CEO disini"sanggah Raka.


Chris yang sedari tadi mengerti apa yang dirasakan Raka pun ikut bicara.


"Raka jangan bersedih,kita hanya berpisah beda negara bukan beda dunia,kamu bisa mengunjungi kami,sebaliknya kami juga bisa mengunjungimu.


Mengenai pengalihan perusahaan di tanganmu,David tentu sudah memikirkannya dengan matang,


David telah memilihmu otomatis dia sudah menganggap kamu mampu untuk menggantikannya."Chris pun mencoba menenagkan Raka dengan menepuk bahunya.


Dengan berat hati Raka menerima.Walaupun dalam hatinya tidak bisa.


Tidak bisa berpisah denganku,tidak bisa jauh dariku.


"Persiapkan mulai dari sekarang,aku juga sudah mendapatkan tanda tangan dari pak Pramana dan juga David Reno."kata David tegas.


Raka dan Chris pun keluar untuk menyiapkan semuanya,mereka juga harus rapat dengan para petinggi perusahaan.


Mendengar obrolan David dan asistennya membuat kesalku hilang.


Aku pun menghampiri David dan duduk berhadapan dengannya.


"Sayang"panggilku


"Ada apa sayang,maaf suamimu sedang sibuk"jawab David.


Karena tidak ingin mengganggu aku pun masuk ruangan pribadinya.


Hari semakin larut,aku dan David pulang.


Setelah dirumah kami membersihkan diri lalu makan malam.


Lagi lagi David sibuk dengan pekerjaannya.


Merasa di abaikan aku pun bergelut dengan ponselku.


Asik dengan ponselku hingga tak sadar kalau David sudah berbaring di sampingku.


"Aku tidur dulu ya sayang,aku sangat capek"ucapnya lalu mengecup keningku.


Aku pun mengecup keningnya juga lalu ikut tidur.

__ADS_1


*******


Mentari pun menyapa dengan sinarnya,sinar hangat yang menghangatkan setiap insan.


Aku pun membuka mataku,kulihat sekelilingku ternyata David sudah bersiap dengan baju kantornya.


Melihatku yang sedang memandanginya membuatnya tersenyum lalu berucap


"Hey....putri tidur bangunkah layani suamimu"godanya.


Dengan malu aku pun bangun kemudian membersihkan diri.


Karena tidak membawa baju ganti aku pun keluar kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk.


Melihatku hanya memakai handuk pendek dengan tubuh setengah terbuka membuat David menelan slavinanya.


"Shit,sudah tau suami mau berangkat bekerja malah memancing"batinnya dengan mata yang tak lepas dariku.


David melonggarkan dasinya,lalu menghampiriku yang sedang asik memilih baju.


tangannya menyusup di perutku


wajahnya jatuh di leherku bagian belakang.


Hembusan nafasnya membuatku geli.


"Kenapa kamu memancingku sayang"bisiknya yang membuat aku kegelian.


Aku pun membalikan badanku,


"Sayang kamu kan sudah rapi masa iya mau olahraga sekarang"bujukku.


Lalu terjadilah olahraga pagi yang sangat panas,saking panasnya membuat kami mendesah penih kenikmatan.


Tiga puluh menit berlalu kami pun mengakhiri aksi kami lalu membersihkan diri.


Setelahnya kami turun untuk sarapan.


"Sayang aku sangat lelah,aku tunggu dirumah saja ya??,kasian baby kita"aku pun mulai merayu David supaya membiarkanku dirumah.


David pun menimbang kata kataku lalu dia pun memanggil pak Herman.


Tak selang berapa lama pak Herman datang


"Pak Herman jaga dan awasi nyonya,suruh semua art mengawasi nyonya,jangan biarkan nyonya kebelakang,kedepan dan juga kesamping rumah,kalau sampai terjadi apa apa dengan nyonya kalian semua saya pecat"kata David tegas dan juga mengancam.


Aku hanya menggeleng gelengkan kepala pasalnya aku bagaikan tawanan.


Pak Herman pun mengangguk,


dan satu lagi pak


"Tolong besok jemput bapak dan ibu"imbuh David.


Setelah itu aku mengantar David ke depan,mencium punggung tangannya tak lupa mencium pipi serta keningnya.


"Nanti kemungkinan pulangku agak malam sayang"kata David dengan menatapku.


"Iya,pasti kamu sibuk dengan urusan perusahaan."jawabku dengan lesu dan tak lupa bibir yang selalu ke depan.

__ADS_1


David pun tersenyum lalu mencubit hidungku,gemas dengan sikapku yang selalu manja.


Setelah keberangkatan David aku pun masuk ke dalam rumah,


saat masuk ku lihat para art dan pak Herman berbaris rapi.


Bahkan saat hendak naik ke atas,salah satu dari mereka pun membuntutiku.


Aku yang heran pun bertanya tanya.


"Apa yang kamu lakukan??"tanyaku dengan memandangnya.


"Saya hanya menjalankan perintah dari tuan,nyonya"jawabnya dengan menunduk.


Yang benar saja dia membuntutiku dengan disusul dua art lainnya sampai ke kamar dan parahnya mereka melarangku untuk menutup pintu.


"Apa yang kalian lakukan,kenapa aku kalian larang untuk menutup pintu"tanyaku dengan sedikit kesal.


"Nyonya,bekerja samalah dengan kami kalau sampai terjadi apa apa dengan nyonya,tuan akan memecat kami."jawab ketiga art tersebut.


Aku pun menghela nafas,ingin rasanya menjitak David sekeras kerasnya.


Dengan malas aku menuju kasur lalu merebahkan diri.


******


Seharian ini aku hanya makan dan tidur hingga badanku rasanya kaku karena kurang gerak.


Aku pun berniat untuk duduk duduk di teras sambil menikmati langit senja.


Sebelumnya aku memerintahkan art untuk tidak selalu mengawasiku dan meyakinkan pak Herman bahwa aku baik baik saja.


Lama duduk di teras lalu kulihat mobil berhenti tak berapa lama kulihat mas Raka berjalan menghampiriku.


Dia memintaku untuk mengantarnya ke ruang kerja David guna mengambil berkas.


Terjadilah obrolan serius antara kami saat di ruang kerja.


"Jadi kalian akan meninggalkan aku sendiri disini???"tanya Raka dengan raut wajah sedih.


"Jangan sedih mas,atau bagaimana kalau kamu ikut kami ke Amerika jadilah asisten David dengan Chris."akupun mencoba memberi ide.


Pandangan Raka lurus ke depan tak menggubris perkataanku lalu dia tersenyum ketir.


Aku pun menepuk bahu mas Raka,sambil berucap


"Mas kita kan cuma pisah negara bukan pisah dunia,kita masih bisa bertemu setiap saat apalagi orang tuaku kan juga masih di Indonesia"kataku menenangkan mas Raka.


Ntah keberanian dari mana mas Raka memelukku erat dan berucap


"Aku menyayangimu Put,dengan segenap jiwaku.Cukup melihatmu tertawa sudah sangat membuatku bahagia namun saat ini kamu akan meninggalkanku,aku tak tau lagi bagaimana jalani hidupku tanpamu."kata Raka dengan pelukan yang semakin erat.


Mendengar kata kata Raka membuatku seperti dihujani belati.Aku hanya terpaku membiarkan Raka semakin erat memelukku.


Mataku mulai berkaca dengan terbata aku berkata


"Mmmaaasss,ja jangan bi bilang kalau ka kamu juga mencintaiku"


"Tidak,biarkan aku memelukmu please!!!"jawabnya dengan lirih.

__ADS_1


__ADS_2