
Seperti biasa,aku bangun, mandi lalu menyiapkan segala sesuatunya,setelah tugas selesai aku membangunkan David dan turun untuk menyiapkan sarapannya,
Seusai sarapan David berangkat kekantor.
"Maafkan aku sayang,aku menemui David Reno tanpa sepengetahuanmu,aku tidak tega melihatnya sakit,setelah dia sembuh aku tidak akan menemuinya lagi"batinku lalu melajukan mobilku kerumah David Reno.
Kakiku pun melangkah masuk ke dalam rumah mewah milik David,
"Mas David nya di mana bi??"tanyaku pada wanita paruh baya yang bekerja menjadi art di rumah mas David.
"Eh,non..tuan David nya masih di kamar,"jawabnya dengan membawa makanan.
"Makanan ini untuk mas David ya bi??"tanyaku sambil menatap makanan yang di bawa bibi tersebut.
"Iya non,tuan David belum sarapan."jawabnya.
Aku pun inisiatif untuk membawakan sarapan David,
"Biar aku saja bi,sekalian saya mau ke kamar mas David."kataku lalu menggantikan bibi.
Dengan hati hati aku membawa makanan ke atas,karena kamar mas David memang terletak di lantai dua.
Tok...tok...
"Mas..."panggilku
"Masuk Put,"saut mas David dari dalam.
Saat aku masuk mas David sudah rapi,memakai kaos dan celana pendek membuat aku lama memandangnya.
"Put,are you ok!!!"katanya mengagetkanku.
Aku yang ketahuan memandanginya sedikit malu.
"Eh..iya mas,aku baik kok"aku pun terkekeh.
"Hobimu dari dulu tak pernah berubah ya,suka memandangiku"sahut David Reno.
Aku yang malu pun mencoba mengelak,
"masak sih,aku kok lupa ya"aku semakin terkekeh.
David Reno menatapku sendu,
"Apa kamu sudah melupakan semuanya Put,apa moment moment kita dulu tidak ada artinya lagi"kata kata mas David membuatku menunduk,bingung apa yang harus aku katakan.
Aku mencoba mengalihkan topic dengan mendekatkan makanan,
"Kamu pasti belum sarapan kan?yuk makan dulu"
"Suapin ya??"ucapnya manja.
Aku pun menyuapi mas David Reno,dengan sumringah dia menerima suapan dariku,hingga makanan habis tak tersisa.
"Kalau kamu makannya banyak dan rajin minum obat,pasti akan cepat sembuh."Sambil menyodorkan air kepada mas David Reno
Sekejap air segelas ludes,
__ADS_1
"Terima kasih ya?"ucapnya sambil menaruh gelas ke nampan.
Aku pun membereskan gelas dan piring kotor lalu duduk di samping mas David.
Kami saling diam,sebenarnya aku masih canggung dekat dengan mas David Reno,
"Bagaimana kandungan kamu Put!!"tanya mas David memecah keheningan diantara kami,
"Baik mas,"jawabku singkat.
"Kelihatannya David Bryan menjaganya dengan baik,"dengan tersenyum sinis.
"iya mas"timpalku"bagaimana dengan Elizabeth???"tanyaku dengan memandangnya lekat.
"Dia baik,"jawabnya singkat,
David Reno juga memandangku,lalu mengucapkan kata kata yang lagi lagi membuatku bingung menjawabnya
"Kelihatannya kamu sangat mencintai David Bryan,sehingga kamu menyerahkan sesuatu yang paling berharga padanya"
Aku menunduk,karena tidak bisa menjawab pertanyaan mas David Reno,pasalnya dulu wkatu kami bersama sebisa mungkin dia menjaganya,walaupun saiton saiton menggoda namun sebisa mungkin kami meredam nafsu kami.
Mas David mengangkat daguku
"Tatap aku Put,dan jawab pertanyaanku"
"Semua itu terjadi karena kecelakaan mas,sungguh waktu itu aku tidak memintanya,alasan dia melakukannya karena dirimu,
David Reno tersenyum kecut,lalu membuang muka dan tangannya.
Air mataku pun meleleh,tak kuasa menahan gejolak dalam hatiku,sebenarnya jauh di lubuk hatiku,aku juga masih mencintainya walaupun tak sebesar David Bryan.
"Elizabeth juga sangat mencintaimu mas"kataku yang sontak mendapat tatapan David.
"Yang ada dihatiku adalah dirimu bukan Elizabeth,mungkin saat ini dia pemilik ragaku namun dirimu lah pemilik hatiku,"kata David Reno dengan mata berkaca.
Lagi lagi aku hanya terdiam,
"Bagaimana jika seandainya dirimu yang di posisiku,cobalah mengerti Put"mas David pun mengguncang bahuku lalu memelukku.
Aku masih diam terpaku,tidak menerima pelukannya ataupun menolak,karena aku sendiri masih diantara nya,
David semakin erat memelukku lalu berbisik
"Aku mencintaimu,sangat mencintaimu,"
Mendengar bisikannya,aku pun terbuai sehingga melupakan David Bryan sejenak dan mengikuti permainan David Reno,tak terasa bibirnya dan bibirku sudah menyatu,lama saling berpaut akhirnya dia menyudahinya.
Airmataku semakin terjun bebas,sungguh sungguh dilema,seandainya bisa aku pun ingin memiliki keduanya.
"Sudah jangan menangis,aku tidak mau melihatmu menangis,"David Reno pun menghapus air mataku.
"Apakah kamu bahagia dengannya??"tanya David Rano dengan tatapan sendu.
"Iya mas,"jawabku singkat.
Reno hanya terdiam mendengar jawabanku,kulihat tangannya sudah mengepal,
__ADS_1
Aku pun mengelus pundaknya,mencoba untuk menenangkannya.
"Lebih baik kita terima saja mas, takdir untuk kita berdua,kita memang tidak di takdirkan bersama,kalau kita masih memaksa bersama akan banyak hati yang terluka,bahkan kita sendiri pun akan terluka"
Lagi lagi dia hanya diam,
tiba tiba dia mengeluhkan kepalanya yang sakit,aku pun panik
"Mas kamu kenapa???ayo ku bantu ke kasur,istirahatlah"aku pun merangkul pundak mas David dan kami berjalan menuju kasur.
"Maaf Put,aku menyusahkanmu"ucapnya menyesal.
"tidak apa apa mas,jangan sungkan,aku akan merawatmu setiap hari sampai kamu sembih"kataku dengan tersenyum.
Lama kami mengobrol,tak terasa jam makan siang pun datang,bibi pun datang untuk mengantar makanan.
"Biasanya kita dulu selalu makan siang bersama"ucap mas David
"Sekarang kita juga kan makan siang bersama,"kataku sambil membawa nampan berisi makan siang kami berdua.
"Beda Put"jawabnya nanar.
"Bedanya dimana,"tanyaku pura pura tak tahu,
"Kalau kamu tidak bisa meninggalkan Bryan,beritahu aku caranya move on darimu"kata kata David Reno lagi lagi membuat aku susah menjawabnya,aku selalu di skak mat olehnya.
"Kenapa kamu selalu diam,"protesnya.
"karena aku bingung mas harus jawab apa,"aku pun melakukan pembelaan atas diriku.
Aku pun menyuapi mas David lagi,dia pun menerima suapanku dengan sakit hati.
Kami pun bercerita,bercanda dan mengobrol kesana kemari dari sabang hingga merauke,tak terasa hari pun mulai sore.
"Mas,aku pulang dulu ya,kamu sudah tau kan alasan aku harus pulang??"kataku penuh penekanan,
"Ya ya ya,siapa lagi kalau bukan David Bryan" jawabnya sinis.
"Sudahlah jangan ngambek gitu,jelek tau kalau ngambek,,"godaku.
"No,mode apapun aku tetap cakep,bahkan lebih cakep dari David Bryan"katanya dengan sangat PD.
"Iiiihhh PD nya dari dulu gak ilang ilang"Kekehku lalu mengambil tas dan kunci mobil.
"Hati hati ya!!jangan lupa besok kesini lagi"ucap David Reno.
"Ok mas boz"kekehku.
David pun mencium keningku,
aku tidak menolak dan juga tidak menerima.
Aku pun melangkahkan kaki keluar rumah David Reno dan pulang ke rumah.
Saat aku membelokan mobilku masuk dalam pagar,aku melihat mobil David Bryan sudah terparkir rapi di parkiran..........
******
__ADS_1